
sesampainya di depan pintu kamar, perlahan Matteo membuka pintu kamar nya tersebut sambil dirinya yang masih menggendong sang istri.
JEG GLEK....
bunyi handel pintu yang di buka oleh Matteo, kemudian lelaki bernetra abu abu itu kembali menutupnya.
dan setelah itu perlahan keduanya masuk, kemudian sesampainya di ranjang Matteo mulai menurunkan tubuh Fara di sana.
" Akhirnya sudah sampai tuan putri, apa boleh sekarang aku memulainya baby " ucap Matteo setelah menurunkan tubuh sang istri di ranjang empuknya tersebut.
" ya baiklah " jawab Fara sambil tersenyum.
setelah itu Matteo pun mulai menarik tubuh Fara ke dalam dekapan nya, perlahan Matteo mulai mencium bibir tipis sang istri dengan sangat lembut, keduanya begitu saling menikmati ciuman yang begitu hangat tersebut.
kini tangan kekar itu mulai merambat seperti menjelajahi tubuh sang istri.
dan sesaat kemudian Matteo tersadar, dan langsung menghentikan tangannya dan juga ciuman lembut itu.
" sayang kenapa berhenti " tanya Fara tiba tiba karena sang suami langsung melepaskan pangutan bibirnya tersebut.
" honey maaf, untuk saat ini aku tidak akan melakukan lebih " jawab Matteo dengan nada pelan.
" memangnya kenapa, aku mengizinkan mu " sahut Fara kemudian, yang sudah bersedia melakukan hal intim itu lagi bersama sang suami yang memiliki tubuh kekar tersebut.
" honey aku tidak akan memaksakan keinginan ku, jika keadaan mu belum sepenuhnya membaik " jelas Matteo sambil menatap kedua mata Fara.
" sayang aku sudah sembuh " jawab Fara yang tak ingin membuat hati suaminya kecewa saat ini.
" tidak honey kau belum sepenuh nya sembuh, dan aku tidak ingin memaksakan itu semua aku bisa menahannya, apalagi kau baru saja keguguran karena diriku,maaf...." sahut Matteo yang masih sangat bersalah itu.
" sayang kau... " ucap Fara terhenti
" kenapa hem " jawab Matteo seperti menunggu jawaban sang istri.
" sayang sekarang kau seperti pria yang sangat hangat, pria yang mengerti diriku " jelas Fara yang juga memandang kedua bola mata abu abu milik lelaki berparas bule tersebut.
" hehehe... benarkah, ya sudah peluk aku sekarang honey aku ingin sekali di peluk olehmu " ucap Matteo yang seperti ingin bermanja manja kepada Fara istri kesayangan nya itu.
" ya baiklah aku akan memeluk mu " ucap Fara kemudian perlahan gadis cantik itu langsung memeluk tubuh sang suami yang begitu kekar tersebut.
Fara pun kemudian mendongak kan kepalanya menatap sang suami sambil tersenyum yang saat ini tengah ia peluknya itu.
__ADS_1
" kenapa kau menatap ku seperti itu honey " ucap Matteo yang sesekali melihat istrinya yang tengah menatapnya saat ini.
" tidak apa apa, aku hanya teringat saja dengan mimpiku ketika menatapmu kedua matamu seperti ini " jawab Fara.
" memangnya kau bermimpi apa honey hem " tanya Matteo.
" ya waktu itu, aku bermimpi anakku, ya anakku dia seorang bayi laki laki yang mempunyai bola mata abu abu seperti dirimu sayang, dan berkulit putih sedikit ke pink pink an, dia sangat lucu menggemaskan sekali aku ingin sekali menggendongnya, tetapi dia berlari meninggalkan aku sendirian, rasanya aku seperti susah sekali menggapainya ke dalam pelukanku " jelas Fara yang seperti rindu dengan seorang anak kecil bermata abu abu di mimpinya.
" honey " panggil Matteo.
" iya " jawab Fara polos.
" maafkan aku,mungkin di masa lalu aku sangat jahat padamu " ucap lelaki bernetra abu abu itu yang seperti merasa sangat bersalah jika mengingat semua itu.
" shhhttt... jangan katakan itu lagi, aku sudah memaafkan mu suamiku " jelas Fara yang kembali menatap wajah sang suami.
" ya aku tau, tetapi di benakku, aku selalu merasa sangat bersalah padamu, entah bagaimana cara menebusnya " jelas lelaki bertubuh gagah nanti kekar tersebut seperti penuh dengan penyesalan.
" sayang, dengar aku mungkin kau di masa lalu sangat jahat padaku, tetapi di masa depan kau akan menjadi satu satunya kebahagiaan ku dan anak kita kelak " jelas Fara yang berniat membuat hati suaminya sedikit bahagia.
" hehehe... kau ini, Fara kau begitu sangat baik, dan mudah sekali memaafkan kelakuanku, sedangkan aku mudah sekali jahat padamu " ucap Matteo kemudian.
" dan sekarang rubah lah semua itu kau pasti bisa " jawab Fara seperti memberi semangat kepada suami bulenya itu.
" iya kenapa jadi manja seperti ini sih " ucap Fara
" biarkan saja, aku suka sekali bermanja-manja di dekatmu honey " jawab Matteo yang kini mulai bucin terhadap istrinya.
" aku juga suka sekarang bermanja-manja di dekatmu sayang, dan sekarang aku ingin berada di pangkuan mu " sahut Fara yang kini memang dirinya merasa nyaman jika berada di dekat sang suami.
" honey mana bisa ini kan di atas ranjang " ucap Matteo
" heh... aku saja bisa memelukmu, bagaimana kau tidak bisa memangku diriku dengan tubuhmu yang sangat keras ini " jawab Fara yang merasa sedikit kesal itu.
" hahaha... ya baiklah kau jangan cemberut seperti itu aku akan memangku tubuhmu "
" ya sudah cepat "
" iya iya... oh iya honey aku lupa, aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan sekarang"
" ya sudah kerjakan sana "
__ADS_1
" kau marah ya....hey baby jangan cemberut seperti itu, aku akan menggendong mu ke ruang kerjaku bagaimana " ajak Matteo kepada Fara, yang memang sebenarnya dirinya ingin selalu berduaan dengan sang istri.
Fara menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum.
" ya sudah ayo " jawab Fara.
dan Matteo pun langsung menggendong tubuh sang istri untuk segera menuju ruang kerjanya.
sesaat kemudian.
kini keduanya telah sampai di ruang kerja perlahan Matteo mendudukkan bokongnya di atas kursi dengan dirinya yang masih menggendong tubuh sang istri.
" sayang apa kau masih bisa bekerja kalau seperti ini " tanya Fara yang kini dirinya sudah berada di pangkuan sang suami itu.
" bisa honey, dan sekarang kau cukup diam dan memelukku itu saja, dan aku akan mengerjakan pekerjaan ku oke " jawab Matteo yang sesekali memandang wajah ayu milik Fara.
" iya baiklah kalau begitu, sayang kalau kau lelah turunkan aku ya " sahut Fara kemudian.
" iya honey, dan sekarang sebaiknya kau memendam kan kepala mu di dadaku baby, agar aku bisa melihat layar laptop nya " jelas Matteo.
" iya baiklah " jawab Fara santai.
" dan kau juga bisa menciumi leherku honey, aku sangat memperbolehkannya, apa lagi kau memberi tanda kepemilikan di sana " ucap Matteo dengan entengnya.
" hahaha... kau ini maunya, sebaiknya aku diam saja sambil memeluk tubuhmu sayang " jawab Fara setelah itu.
" ya sudah terserah kau saja kalau begitu " jawab Matteo kemudian dan setelah itu mulai mengerjakan pekerjaan kantornya tersebut.
beberapa menit kemudian
Fara masih setia memeluk tubuh sang suami, dan dirinya tak berniat bicara agar tak mengganggu pekerjaan suami nya saat ini.
setengah jam kemudian
perlahan Fara mulai menguap.
satu jam kemudian
Fara kini telah melepas pelukannya itu dari tubuh sang suami, dirinya sudah terlelap di dada bidang milik Matteo.
sedangkan Matteo pun langsung tersenyum karena sedari tadi seperti tak ada pergerakan dari istrinya yang masih setia berada di pangkuannya itu.
__ADS_1
perlahan Matteo sedikit membenarkan tubuh sang istri yang sedikit menekuk itu.
honey kau tertidur, heii baby.... ..sepertinya dia benar benar tertidur, sebaiknya aku membiarkan dia saja, dan sekarang sebaiknya aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ku ini monolog Matteo.