
Ke esokan hari nya.
Tepatnya di kediaman rumah mewah milik James Thunder, pria tampan berparas bule dengan netra hijaunya.
Kini pria tampan itu tengah duduk di kursi meja makan mewahnya, di temani sang putri kecil yang selalu berhasil membuat nya tersenyum dengan tingkah menggemaskan yang di miliki gadis kecil berparas bule tersebut yang tak lain adalah Jasmine.
Yang saat ini tengah menunggu masakan yang akan di sajikan oleh Fara, sosok wanita yang sangat di sayang oleh kedua nya.
" mommy cepat Jasmine sudah siang " teriak Jasmine kepada sang mommy yang masih setia berada di dalam dapur mewah tersebut.
" ya sayang ini mommy sudah selesai, selamat makan " jawab Fara sambil melangkahkan kakinya ke arah meja makan sedangkan kedua tangan nya membawa dua piring besar berisi lauk yang di sukai sang putri.
" wah mommy buatkan Jasmine ayam kecap " ucap Jasmine dengan kedua mata sedikit berbinar binar kegirangan saat melihat ayam kecap buatan sang mommy, ketika sudah berada di hadapan nya.
" iya sayang, mommy tau ini kesukaan mu maka dari itu mommy masakin ini untuk Jasmine " jelas Fara.
Jasmine pun tersenyum mendengar penjelasan sang mommy begitu juga James.
Ketiga nya kini memulai sarapan pagi bersama sambil di bumbui obrolan yang tak jarang sekali membuat ketiga nya tertawa terbahak bahak di sana, membuat seseorang mungkin jika melihat nya akan mengira mereka keluarga kecil yang begitu sangat bahagia.
Sesekali gadis kecil berparas bule itu berbisik di telinga sang daddy kemudian pandangan keduanya tertuju pada wanita ayu di hadapan nya itu.
" jangan berbisik bisik mommy mendengar nya" ucap Fara
" hehehe.... daddy kita ketahuan " ucap Jasmine sedikit tertawa sambil menatap pelan ke arah sang daddy yang tengah berada di samping nya.
" maaf daddy tidak ikut ikut ya " goda James
" ya daddy curang, mommy tadi daddy ikut ikut berbisik bisik " sahut Jasmine
" sekarang waktunya makan oke putri mommy dan tak boleh berbicara mengerti "
Kemudian keduanya langsung saling pandang antara Jasmine dan James seperti anak dan ayah yang terlihat kompak, pandangan keduanya seperti mengartikan sesuatu.
Dengan segera Jasmine dan James memakan sarapan pagi miliknya masing masing dengan sangat lahap, sesekali gadis kecil itu tertawa kecil karena mulutnya sudah tak muat untuk ia masukkan lagi sesuatu ke dalam nya begitu juga James.
Ya lagi lagi keduanya kembali tertawa seolah-olah menggambarkan kedekatan antara anak dan ayah yang begitu sangat hangat.
Sedangkan Fara tersenyum melihat keduanya.
Bisa di bilang keduanya adalah seseorang yang begitu berharga dalam hidupnya.
Beberapa saat kemudian.
Acara ritual sarapan di meja makan telah selesai.
Keduanya mulai berpamitan dan memang seperti biasa Jasmine akan di antar oleh James untuk pergi ke sekolah karena keduanya satu arah.
" mommy Jasmine dan daddy berangkat dulu "
" ya sayang hati hati "
" siap mom... aku menyayangimu "
CUP.....
satu kecupan mendarat di pipi sang mommy Fara, kemudian gadis kecil itu dengan segera menggandeng tangan James yang merupakan daddy nya.
__ADS_1
" aku berangkat " ucap James kepada wanita yang sekarang telah menjadi seorang ibu itu.
" hati hati " jawab Fara sambil mengembangkan senyum manis nya kepada pria berparas bule tersebut.
Keduanya pun melenggang pergi meninggalkan Fara yang masih setia duduk di meja makan mewahnya.
*
*
*
Perusahaan James.
Pria berparas bule tersebut kini tengah sibuk di depan meja kebesaran nya, mengotak atik benda tipis nya yang sesekali ia tatap dengan penuh keseriusan.
Entah perihal apa yang membuatnya sedikit tak berkedip itu pada benda layar tipis nya tersebut.
Ternyata mantan suami Fara pengusaha yang sangat kaya raya dengan berbagai bisnisnya yang mencakup segala bidang itu, mungkin aku akan terus merahasiakan nya dari Fara kalau mantan suami nya kini tengah mengajak kerja sama hotel beserta mall milikku monolog James.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan di ketuk dari luar.
Tok
tok
tok
" Masuk " ucap James.
" permisi tuan " ucap Pitter sambil sedikit menundukkan kepalanya
" ada apa " tanya James
" tuan apa anda siap kedatangan tamu dari masa lalu nona Fara " jelas Pitter
" tentu saja, tapi ingat rahasia kan semuanya darinya, aku tak ingin dia mengingat masa lalu nya yang buruk kau mengerti, satu lagi privasi semua informasi tentang ku dan dia " perintah James.
" tenang tuan sejak keberadaan nona di kehidupan anda saya sudah membatasi semua akses informasi tentang anda di luaran sana "
" bagus "
" satu lagi tuan yang saya ingin saya sampaikan, tuan Matteo Alexander mengundur jam kedatangan nya kesini mungkin sebentar lagi jam sembilan "
" ya sudah tak apa "
" baiklah kalau begitu lanjutkan pekerjaan mu "
" baik tuan "
Pitter pun kemudian segera bergegas pergi dari ruangan sang atasan untuk kembali ke ruangan nya sendiri.
Setelah kepergian Pitter.
Tinggal lah James sendirian di ruangan ber-AC nya.
Kini pikiran nya teralihkan kepada Fara, entah dirinya harus menerima kerja sama antara dirinya dan Matteo mantan suami Fara atau dirinya harus membalaskan demam wanita yang kini tengah berada di hati nya itu.
__ADS_1
Sedangkan jam saat ini sudah menunjukkan pukul sembilan pagi kurang sepuluh menit.
*
*
*
Di depan perusahaan milik James.
Dua pria tampan dengan jas hitam nya kini baru saja keluar dari mobil mewah hitam hitam.
Ya kedua pria itu adalah Matteo alexander pria tampan berparas bule dengan netra abu abu nya, sedangkan satunya lagi adalah sekertaris Gavin orang kepercayaan nya.
" ayo tuan " ajak Gavin.
" hem " jawab Matteo dengan deheman saja.
Kedua pria tersebut kini mulai memasuki perusahan pencakar langit milik James, tak ada pemikiran apa pun dari keduanya kalau James pemilik perusahaan yang mereka ajak kerja sama saat ini itu telah mengetahui tentang keduanya yang memiliki hubungan dengan Fara, wanita yang saat ini ia cintai oleh James Thunder.
Sesaat...
sekertaris Gavin dan Matteo telah sampai di depan pintu kaca bening ruangan CEO pemilik perusahaan tersebut.
sekertaris Gavin pun kini mulai mengetuknya.
Tok... tok... tok....
Sedangkan dari dalam James yang mendengar ketukan pintu itu langsung mengisyaratkan pada sang bawahan untuk membuka nya .
" Pitter " panggil James yang membuat sang bawahan seolah mengerti akan panggilan nya itu.
" baik tuan " jawab Pitter.
JEG... GLEK...
Bunyi pintu ruangan yang baru saja di buka oleh Pitter.
" Tuan Matteo, silahkan masuk tuan " ucap Pitter pada pria di hadapan nya.
" Terimakasih " jawab sekertaris Gavin, sedangkan Matteo sedikit tersenyum simpul.
Sekertaris Gavin dan Matteo pun kini mulai masuk ke dalam ruangan mewah milik James.
" Silahkan duduk " ucap James sambil memasang senyuman agar tak terlihat mencurigakan.
Keduanya mulai duduk di sofa khusus tamu yang saling berhadapan.
" James Thunder " ucap James memperkenalkan diri sambil menjabat tangan tamu keduanya.
" Matteo Alexander " jawab Matteo ketika tangan kekar keduanya saling menempel dengan keduanya yang saling melempar senyum.
" sekertaris tuan Matteo, Gavin " sahut Gavin ketika James beralih menjabat tangan nya setelah Matteo tadi.
" Dan saya Pitter tangan kanan tuan James " sahut Pitter ketika sudah menjabat tangan kedua tamu perusahaan.
Ke empat pria itu pun kini mulai duduk di sofa bersamaan dan saling berbincang satu sama lain.
__ADS_1