
saat ini Matteo mulai membuka pintu kamarnya dan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga,
dan sesampainya di lantai bawah Matteo langsung menuju arah dapur di mana saat ini Fara tengah asik memasak di sana dengan sangat lincahnya.
Dengan memakai gaun pendek selutut berwarna putih yang kemarin malam di belikan oleh suaminya itu, serta rambutnya yang di gulung ke atas dan hanya menyisakan sedikit anak rambutnya yang di biarkan menggantung di sebelah kiri.
sedangkan Matteo yang semakin mendekat ke arah dapur itu, dan sedari tadi sudah memandangi Fara dari kejauhan, kini dirinya melihat jelas dari dekat dan melihat dari arah bawah sampai ke atas membuatnya tergoda meskipun Matteo hanya melihat nya dari belakang.
kemudian Matteo langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, dan membuat Fara sangat kaget.
" honey apa sudah selesai " ucapnya kepada istri barunya.
" sebentar lagi sayang duduklah di dekat meja makan " sahut Fara lembut.
" ya baiklah honey " ucap matteo kemudian mengecup pelan leher jenjang milik istrinya itu.
beberapa saat kemudian
'' makanan telah selesai dan siap di hidangkan "
ucap Fara sambil berjalan ke arah meja makan dengan membawa masakan yang telah matang di kedua tangannya, kemudian mengambilkan Matteo nasi beserta lauk nya setelah itu menaruh di depan suaminya.
setelah itu Fara mengambil lagi nasi beserta lauknya untuk di makannya sendiri.
matteo tersenyum mendengar perkataan istrinya itu dan perlakuan Fara terhadapnya saat ini.
" honey Terima kasih, kau sudah memasakkan untukku "
ucapnya kepada Fara yang begitu di selimuti kebahagian hatinya saat ini.
" ini semua sudah tugasku sebagai seorang istri sayang, ayo Sekarang cobalah masakan ku''
sahut Fara untuk segera mencoba masakannya itu, sambil memandang ke arah suaminya yang bernetra abu abu itu.
" ya baiklah honey "
perlahan Matteo mulai memasukkan nasi beserta lauknya itu ke dalam mulutnya kemudian mulai mengunyahnya perlahan.
" bagaimana sayang " tanya Fara
" ini enak honey, kau pintar sekali memasak "
" ya memang sedari dulu peralatan dapur itu temanku sehari hari, sebelum aku menjadi budak mu "
ucapnya sambil melirik ke arah Matteo singkat kemudian melanjutkan mengunyah makanan yang berada di piringnya.
sedangkan Matteo yang mendengar perkataan istrinya itu mulai terdiam sendok dan garpu nya mulai ia letakkan perlahan.
" honey dengar aku, itu dulu, berbeda dengan sekarang, kenapa kau selalu mengulangi kata kata itu hah, beberapa kali aku menjelaskan padamu, aku ingin menebus semua kesalahanku padamu "
jelas lelaki berparas bule itu.
" iya aku mendengarnya, tetapi itu tidak gampang bagiku untuk melupakan semuanya dalam waktu singkat " sahut Fara tak kalah dari Matteo.
" aku mengerti honey, dan belajarlah mulai sekarang oke baby "
" iya " jawab singkat
kemudian Fara melanjutkan ritual makan paginya bersama Matteo dengan keheningan.
__ADS_1
Setelah sudah selesai Fara langsung membersihkan meja makan, kemudian beralih mencuci piring piring kotor dan peralatan masak lainnya, tanpa menghiraukan Matteo yang sedari tadi ia diamkan.
kemudian Matteo melangkah ke arah Fara yang sibuk mencuci piring di dapur mewahnya itu.
kemudian Matteo langsung memeluk tubuh Fara dari belakang. Tetapi Fara tetap saja tak menghiraukan kelakuan Matteo, dia tetap saja melanjutkan pekerjaan nya itu.
Dan Matteo tetap saja memeluknya secara posesif dari belakang tubuh ramping Fara, sesekali menciumi leher Fara dan menyesapnya di sana, dan tangan Matteo satunya mulai masuk ke dalam gaun pendek selutut milik istrinya itu.
" berhentilah seperti itu, aku sedang sibuk " ucap Fara kepada Matteo dengan nada yang sedikit berbeda.
" memangnya tidak boleh " tanya Matteo berniat menggoda Fara.
" tidak " jawab Fara singkat.
" apa, tidak boleh, yang benar saja " sahut Matteo yang seperti di buat buat.
" ya, memang tidak boleh " sahut Fara lagi
" hey... " ucap Matteo membalikkan tubuh istrinya kemudian menghadapkan kepadanya, dengan kedua tangannya mengunci pergerakan Fara.
" lihat aku honey " ucap Matteo kemudian Fara mulai memandang netra abu abu milik suaminya, dan tatapan mereka bertemu.
" coba ulangi sekali lagi perkataan mu tadi honey "
" ya, memang tidak boleh " ucap Fara mengulangi perkataan nya.
" benarkah, lagi honey ucapkan "
" ya memang tidak boleh, apa kau puas " jawab Fara dengan kesal.
" kalau aku membolehkannya bagaimana " godanya dengan tatapan yang sulit di artikan.
kemudian Fara mencoba membalikkan tubuhnya lagi untuk melanjutkan kegiatannya mencuci piring dan tak berniat membalas perkataan suaminya itu.
dan dengan gerakan cepat kemudian Matteo menarik pinggang Fara ke dalam dekapannya.
Matteo mulai menarik tengkuk leher milik Fara dan mencium lembut bibir milik istrinya, dan mulai menikmati nya.
dan beberapa saat kemudian Matteo melepaskan pangutan bibirnya itu kepada bibir Fara.
kemudian melihat kearah kedua mata milik istrinya.
" honey, apa kau masih kesal padaku hem, honey jangan mendiamkan aku seperti ini, hey... "
Matteo lagi lagi mencium bibir istrinya dengan tiba tiba tetapi ia lakukan dengan sangat lembut, kemudian beberapa saat lagi Matteo melepaskan pangutan bibir itu.
setelah itu Matteo lagi lagi mendapati istrinya tetap saja mendiamkan dirinya.
kemudian dengan dirinya yang juga merasa ikut kesal karena merasa di abaikan, dengan tanpa aba aba nya Matteo langsung memikul tubuh istrinya seperti karung beras.
dan Matteo membawa istrinya menuju lantai atas.
sedangkan Fara yang merasa di pikul tubuhnya dengan tiba tiba itu, kemudian langsung menjerit.
akkhhh
" apa yang kau lakukan sayang, turunkan aku " ucap Fara
" tidak, aku tidak akan menurunkan mu honey, siapa suruh kau mendiamkan aku tadi hah "
__ADS_1
" kau tidak menyayangiku ya hah, sayang ayo turunkan aku "
ucap Fara dengan sedikit memukul mukul pundak Matteo,
" pukul saja sayang sesukamu, itu tidak akan terasa bagiku honey "
pantas saja tidak terasa tangannya saja seperti bongkahan batu apalagi badan nya ini gumam Fara dalam hati.
" memang mau kau bawa kemana diriku ini, cepat lepaskan sayang ini masih pagi "
" diam lah honey "
Matteo tetap memikul tubuh Fara menuju lantai atas dan setelah menaiki anak tangga kini dirinya telah sampai di depan pintu kamar, dan Matteo perlahan membuka handel pintu.
Setelah itu Matteo langsung membawa tubuh istrinya ke atas ranjang king size nya dan langsung menindihnya.
" sudah siap honey " tanya Matteo dengan menyeringai licik
" sayang ini masih pagi dan milik ku masih sedikit sakit " Fara memberi alasan kepada suaminya
" benarkah "
Fara menganggukkan kepalanya pelan dan di buat seimut mungkin supaya Matteo percaya padanya.
" tidak usah kau buat seimut itu honey, itu hanya akan membuatku bertambah gemas melihatmu " ucap Matteo
" honey, kau membohongi ku ya, hah "
" tidak sayang, aku tidak membohongi mu "
" benarkah " ucap Matteo seperti menjahili istrinya itu.
" boleh aku melihatnya " goda Matteo
" sayang apa yang kau bicarakan, kau membuatku malu, kau tidak percaya padaku "
karena sangking gemasnya Matteo menggelitik I perut istrinya itu, sampai membuat Fara tertawa terbahak-bahak karena saking geli nya.
" hey lepaskan sayang, ini sangat geli sekali kau tau "
" tidak, aku tidak akan berhenti menggelitiki mu honey, karena kau tidak ingin memberi tahu ku "
Fara aku bahagia melihatmu tertawa bebas seperti ini maafkan aku yang dulu gumam Matteo dalam hati.
Matteo terus saja menggelitiki istrinya itu tidak henti hentinya Matteo sesekali menciumi pipi mulus istrinya itu.
" awww... "
" honey kau kenapa hah " ucap lelaki ber netra abu abu itu.
" sayang perutku kram, berhentilah menggelitiku " ucap Fara.
" maafkan aku honey, apa masih merasa sakit baby " ucapnya sambil mengelus perut rata Fara.
dan di angguki oleh Fara,
" sebentar aku akan menghubungi dokter Nemo"
" sayang jangan berlebihan, aku tidak apa apa hanya dibuat beristirahat saja pasti akan sembuh "
__ADS_1
" memang bisa sembuh honey "
" iya percayalah padaku "