
sesampainya di mansion.
Kini lelaki tampan berparas bule tersebut mulai membuka satu persatu pakaian kerjanya itu, kemudian menaruh nya ke dalam keranjang kotor yang berada di dekat kamar mandi mewahnya tersebut.
kini tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang pun, perlahan lelaki bernetra abu bu itu berniat memasuki kamar mandi mewahnya tersebut, untuk segera berendam di dalam bathub mewahnya di sana.
Matteo mulai membuka saluran air hangat yang saat ini tengah berada di hadapannya itu, dirinya mulai memenuhi bathub tersebut, dan setelah terisi penuh, dirinya kembali mematikan saluran air hangatnya itu, kemudian segera berendam di sana, sambil memejamkan kedua matanya.
entah pikiran nya sampai kemana saat ini.
setelah itu lelaki bernetra abu abu itu kembali membuka matanya tetapi dengan pandangan kosong.
apakah penulis itu memang dirimu, apa kau memang benar tak ingin bersamaku lagi, sampai kau bersembunyi sangat rapi dariku, tapi tidak itu tidak boleh terjadi, Fara hanya milikku dan hanya milikku monolog Matteo.
dan beberapa saat kemudian
lelaki tampan itu telah selesai dengan acara berendam nya kemudian mulai memakai handuk kimono putihnya dan bergegas keluar dari dalam kamar mandi mewahnya tersebut.
setelah itu lelaki bertubuh kekar itu langsung menuju ruang ganti, baru saja dirinya melangkahkan kakinya ke dalam ruangan tersebut, ponselnya tiba tiba saja berdering.
tring
tring
tring
kemudian lelaki berparas bule tersebut langsung menuju ke arah nakas di mana dirinya tadi menaruh benda pipih nya itu.
dan mulai mengambil ponselnya, di lihatnya di layar tipis ponsel nya tersebut sekertaris Gavin sedang memanggil.
sekertaris Gavin, ada apa, apa mungkin dia menyampaikan berita tentang Fara, sebaiknya aku mengangkatnya monolog Matteo.
" halo " ucap Matteo
" halo tuan " jawab sekertaris Gavin di sebrang sana.
" ya ada apa Vin " ucap Matteo lagi.
" tuan menurut informasi orang suruhan saya, sepertinya nona Fara kembali ke kotanya tuan" jelas sekertaris Gavin.
__ADS_1
" apa kau bilang Vin " jawab Matteo sedikit kaget.
" iya tuan, apa mungkin nona Fara kembali ke panti asuhan yang membesarkan nya dulu dan mem privasi semua mengenai dirinya sendiri agar kita tidak dapat menemukannya, karena orang orang saya sudah mencarinya di kota A tempat asal nona tetapi hasilnya nihil tuan " jelas panjang lebar sekertaris Gavin.
" kau tau dari siapa, apa dokter Nemo yang memberi tahu mu " tanya Matteo karena yang mengetahui hal itu hanyalah dokter Nemo dan dirinya saja.
dan sebenarnya yang dokter Nemo tau semua dapat informasi itu adalah dari kakek nya yang menjadi donatur tetap di panti asuhan yang selama ini telah membesarkan istrinya tersebut.
" ya tuan anda benar " jawab sekertaris Gavin.
" terus bagaimana langkahmu selanjutnya, mengenai pencarian Fara Vin " tanya Matteo lagi.
" saya akan menyuruh orang orang saya untuk memantau panti asuhan yang pernah di tempati nona fara tuan mungkin sedikit lama untuk mengetahui gerak gerik setiap harinya di sana " jelas sekertaris kepercayaan nya.
" ya baiklah, secepatnya Vin, jika anak buah mu sudah menemukan istriku, langsung bawa cepat dia kemari, aku tidak mau tau " jelas Bima.
" baik tuan " jawab sekertaris tampan itu
setelah itu panggilan terputus.
dan Matteo pun melempar ponselnya ke atas ranjang empuknya, setelah itu tubuhnya juga ia ikut hempas kan ke ranjang dengan dirinya yang saat ini ia masih memakai handuk model kimono berwarna putih tersebut.
Fara semoga saja itu benar benar kau, dan aku tidak akan pernah melepas mu lagi sampai kapan pun, meskipun kau mencintaiku atau tidak dan bagaimanapun keadaannya kau harus tetap di dekatku selamanya monolog Matteo.
tetapi pandangan lelaki bernetra abu abu itu tetap saja fokus ke arah langit langit kamar sesekali kedua matanya berkedip kemudian kembali memandang ke atas tanpa bergerak.
beberapa saat kemudian kedua mata elang itu perlahan mulai tertutup dengan waktu yang mulai larut.
berbeda di tempat lain.
" nak ini sudah malam, ayo cepat tidur " ucap bu Hani kepada Fara yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri itu, yang kini tengah membuka sedikit pintu kamar Fara.
" iya buk sebentar nanggung " jawab Fara sambil menoleh ke arah bu Hani sambil tersenyum.
" ya sudah kalau sudah selesai cepat tidur ya nak " ucap bu Hani dengan penuh kasih sayang.
" iya buk, ibuk duluan saja, nanti Fara menyusul" jawab Fara
" baiklah nak kalau begitu, ingat jangan terlalu malam ya " jawab bu Hani yang saat ini tengah memegang handel pintu kamar Fara.
__ADS_1
" iya ibuk ku sayang " jawab Fara membuat bu Hani tersenyum mendengarnya.
Kemudian bu Hani pun segera menutup pintu kamar gadis cantik yang sudah ia anggapnya sebagai anaknya tersebut.
sedangkan Fara masih sibuk dengan pekerjaan nya itu, yaitu menulis novel yang juga hobinya selama ini.
akhirnya selesai juga, uaaahhhh... ternyata sudah malam,
sejak aku menulis semua kisah ku dan menjadikannya novel, banyak sekali yang menyukai nya, dan banyak juga komentar komentar, apa cerita hidupku ini begitu sangat menyedihkan,
dan sejak aku menulisnya,aku jadi sering teringat dengannya, tetapi dia sangat jahat padaku, ahh.. perasaan macam apa ini, perasaan yang mungkin tak terbalaskan, dan diriku sudah kotor, aku bukan wanita baik baik kerena ulahnya dan masa depanku,
entah lah takdirku bagaimana kedepannya, dan sekarang sebaiknya aku berfikiran positif, semangat Fara, semangat kau pasti bisa melupakan semuanya, melupakan setelah satu bulan ini, mungkin dia sudah tidak mencari tau keberadaan mu sekarang monolog Fara.
kemudian gadis dua puluh satu tahun itu bergegas menaiki kasur kecil yang hanya cukup untuk satu orang, dan perlahan menyelimuti tubuhnya sendiri setelah itu Fara mulai memejamkan kedua matanya, dan memang hari sudah larut malam.
kembali kediaman lelaki tampan berparas bule luar negri itu.
waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 wib
Fara kau mau kemana, jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu, aku mohon jangan tinggalkan aku sendirian,
FARAAAAA.......
Matteo mengigau di sela sela tidur nya itu sampai sampai berteriak tak karuan, sontak kedua matanya langsung terbuka.
ternyata hanya mimpi ucap Matteo kemudian dirinya mengelap sedikit keringat di dahinya.
rupanya aku ketiduran tadi pantas saja handuk kimono ini tetap menempel di tubuhku,
tetapi kenapa mimpi itu sangat nyata, tidak itu hanya mimpi, ya hanya mimpi, sebaiknya aku ke ruang kerja sekarang untuk mengambil minuman, supaya pikiranku teralihkan dengan mengonsumsinya monolog Matteo panjang lebar.
kemudian lelaki bertubuh kekar tersebut segera bangun dari ranjang empuknya itu, setelah itu melangkahkan kakinya menuju ruang kerja yang masih tetap menggunakan handuk putih kimono nya tersebut.
sesampainya di ruang kerja.
lelaki tampan bak bule luar negri itu kini mulai meminum satu persatu botol minuman memabukkan tersebut dengan dirinya yang saat ini duduk di kursi putar miliknya,
dengan kedua kakinya menyilang di atas meja kerjanya sambil tersenyum senyum seperti orang yang sudah tidak waras karena pengaruh minuman beralkohol tersebut.
__ADS_1