
Bali🌴
Kini satu bulan lamanya semenjak pergi dari mansion milik Matteo, Fara gadis yang tengah mengandung keturunan Alexander itu kini tengah berada di sebuah pulau yang begitu selalu bisa membuat nya melupakan semua tentang masa lalu nya bersama Matteo,ya meskipun dibilang mungkin ini adalah pulau kenangan nya bersamanya dulu.
Setiap pagi dan sore menjelang ia selalu bersepeda ke arah pantai meskipun sendirian gadis cantik berparas bak wanita Korea itu selalu ceria.
Ia sangat berusaha untuk melupakan masa lalunya yang begitu membuat dirinya putus asa.
Gadis yang selalu terlihat cantik dan memukau karena pesona kecantikan natural nya itu, sering kali menjadi lirikan banyak pria apalagi pria pria wisatawan yang berkunjung ke Bali terutama para bule bule asing tentunya.
Dan di hari yang begitu sangat pagi ini Fara berniat kembali seperti hari hari sebelumnya, yaitu bersepeda ke arah pantai sanur tepatnya yang berada di Denpasar Bali, untuk melihat matahari terbit di sana yang begitu sangat indah.
Selalu begitu indah, tapi tak seindah hidupku ucap nya.
Sesekali gadis ayu itu tersenyum, dan juga sesekali tak terasa buliran bening di kedua bola matanya menetes membasahi pipi mulus miliknya.
Untuk apa aku menangis, Fara kau cengeng sekali sih,.... bukan kah kau sudah mulai bisa melupakan nya monolog nya.
Dengan posisi nya yang kini dirinya tengah duduk di sebuah bebatuan di bibir pantai.
Dua puluh menit tak terasa dia duduk di sana, kini Fara mulai berdiri untuk segera pulang.
Sesaat setelah mengambil sepedanya, Fara mulai mengayuh sepeda mini miliknya yang berwarna putih susu, pas dengan gaun senada yang ia pakai saat ini, yang juga berwarna putih bercorak sedikit bunga bunga di di bagian bawah dengan rambut bergelombang kecoklatan nya.
Ya gadis itu memang terlihat bak wanita korea yang sedang berjalan jalan di pantai dan di halayak ramai, dengan suasana Bali yang selalu di padati para wisatawan wisatawan dalam maupun luar negri.
Seperti biasa Fara selalu mengayun sepada mini miliknya dengan begitu santai untuk sekejap menikmati suasana di pulau indah favorit nya itu.
Sedangkan sedari tadi sejak ia berada di pantai, ada seseorang pria tampan yang juga berparas bule seperti Matteo bertubuh gagah nan kekar
serta memiliki bernetra hijau yang terus membuntuti nya dengan mobil mewah berwarna hitam.
" Pitter kau cari tahu tentang gadis dengan rambut coklat bergelombang ini, aku mau dia " ucap pria tampan berparas bule yang memiliki netra hijau itu, yang masih lengkap memakai setelan jas abu abu nya dengan tatanan rambut rapi seperti terlihat basah.
" baik tuan James " jawab sekertaris nya yang kini tengah menyetir mobil mewah tersebut, dan juga memiliki paras yang sama bule tetapi memiliki bola mata hitam, dan juga memakai setelan jas seperti sang tuan yang duduk di kursi belakang.
__ADS_1
" dia sangat cantik, dan juga seperti nya dia wanita yang lembut, aku akan mengusahakan supaya bisa menetap di sini Pitter, aku ingin menjadikan dia istriku apapun caranya " jelas pria bule yang bernama James itu lagi.
" mengenai bisnis tuan, apa anda akan mengembangkan semuanya di sini " tanya Pitter
" ya kau benar " jawabnya dengan pandangan yang masih lurus ke depan menatap gadis berparas ayu itu di depan nya saat ini.
Yang dengan santai nya mengayun sepeda mini putih miliknya.
Sedangkan mobil mewah hitam yang di tumpangi dua pria bule yang sedari tadi membuntuti Fara sampai masuk gang di mana Fara tinggal itu, akhirnya melakukan kendaraan dengan kecepatan tinggi entah itu kemana.
*
*
******
Di sebuah rumah kecil yang tak begitu luas, yang saat ini tengah di tempati oleh Fara.
Ya Fara mengontrak sebuah rumah dengan sisa tabungan nya yang masih ada, tentunya yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari penghasilan novel nya dulu.
Kemudian Fara berniat membuat susu ibu hamil yang mulai di konsumsinya itu.
Begitulah kegiatan Fara setiap harinya, setelah ia jalan jalan menuju pantai, sepulang ia langsung meminum susu, jarang sekali ia mengonsumsi nasi karena perut nya merasa mual akhir akhir ini semenjak dirinya hamil,
sesekali Fara membeli jajanan di kaki lima karena merasa cabang bayi yang berada di dalam perut nya sana ingin selalu mengemil.
Sesaat setelah mengkonsumsi susu khusus ibu hami nya Fara berniat, kembali menulis seperti biasa, kini karya karya milik nya sudah di terbit kan, dari sana juga Fara mendapat penghasilan nya saat ini.
Sayang doakan mommy semoga rezekinya lancar untuk persalinan mu nanti, dan saat ini mommy ingin sedikit berhemat karena di sini semua nya serba mahal, ya sudah anak mommy istirahat ya, mommy mau mencari pundi rupiah rupiah dulu hehehe.... monolog Fara.
sambil terus mengelus perut nya yang masih rata, seolah olah dirinya tengah berbicara dengan sang cabang bayi.
Dan saat ini jari jari lentiknya mulai menulis di ponsel milik nya, karena hanya itu yang ia punya saat ini.
*
__ADS_1
*
*********
Berbeda di tempat lain.
Tepat nya di Vila mewah yang begitu sangat luas yang juga berada di pulau indah Bali.
Ya vila mewah itu adalah milik James Thander, sosok pria tampan berparas bule dengan netra hijau nya.
Pengusaha muda kaya raya,tampan berumur 28 tahun yang berasal dari Inggris, pria yang bisa melakukan apa saja seperti Matteo.
Kali ini ia mengunjugi Bali untuk masalah bisnisnya di sana.
Dan mungkin juga pria tampan itu akan mengembang pesat kan bisnis nya di Bali, apalagi setelah bertemu Fara gadis berparas ayu yang berhasil membuat nya tertarik untuk memilikinya.
" Bagaimana Pitter kau sudah mencari tau tentang gadis itu " tanya James yang seperti tak sabaran.
" belum tuan saya sedikit susah karena di sini bukan wilayah kita seperti di Inggris " jawab Pitter dengan segala kemampuan yang ia punya, dengan dirinya yang kini tengah sibuk dengan benda pipih di depan nya mencari tau tentang gadis yang berhasil membuat atasan nya itu jatuh hati.
" bukankah chanel mu banyak di negara ini " ucap James sambil menyilang kan kedua tangan nya di dada.
" Iya sih tuan, bersabar lah membutuhkan waktu mungkin beberapa hari ke depan " jawab Pitter dengan tatapan tak beralih kemana pun.
" usaha kan secepatnya, Oh iya apa dia setiap hari bersepeda ke pantai pagi pagi " ucap James seperti sedikit berfikir.
" mungkin saja tuan " jawab Pitter.
" kita coba saja besok ke pantai " ucap James Thander kemudian.
" baiklah tuan kalau begitu " jawab Pitter setelah itu.
Tuan James sepertinya benar-benar menyukai gadis tadi gumam Pitter.
Karena tak biasa nya atasan nya tersebut bisa jatuh hati dengan segampang itu dengan seorang wanita manapun.
__ADS_1