Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
siomay


__ADS_3

dan kini mereka berjalan beriringan seperti kebanyakan orang lainnya,


" Honey kau ingin yang mana hah "


" sebentar sayang aku lihat lihat dulu "


" kau mau yang mana honey "


" bagaimana kalau kita coba siomay bang maman itu sayang "


" ya terserah kau saja honey "


" lets go " ucap nya tersenyum kemudian sedikit berlari kecil karena Fara sedang bersemangat sekali hari ini "


" pelan pelan honey "


" ayo sayang kau yang sangat lambat "


beberapa saat kemudian mereka kini telah sampai di depan gerobak bertuliskan somay bang maman.


" bang siomay dua es teh dua " ucap Fara kepada abang abang penjual somay.


" pedes neng " ucap bang maman penjual somay.


" pedes dikit bang " ucap Fara lagi.


" oke neng silahkan duduk "


kemudian mereka pun duduk di bangku yang terbuat dari kayu itu yang sudah sedikit kelihatan lusuh, maklum lah ini kan pedagang kaki lima ceritanya begitu. 😂😂


" honey kau serius makan di sini " tanya Matteo sambil melihat kanan kiri tempatnya duduk bersama Fara di pinggir jalan tempat kulineran itu.


Fara yang mendengar perkataan suami gilanya itu langsung menempelkan jarinya di bibir Matteo.


" shutttt "


Matteo tersenyum melihat ekspresi wajah Fara


" honey wajahmu sangat lucu " ucap Matteo setelah Fara menarik jari tangannya di bibirnya itu.


" sayang diam lah, ini bukan lelucon kau tau kau bisa membuat hati abang penjual somay itu sedih "


bisik Fara kepada lelaki ber netra abu abu berparas bule Turki itu yang tak lain adalah suaminya sendiri.


" honey kenapa kau berbisik, itu membuatku geli "


" sayang mangkanya diam lah, ini pasti higenis, dan membuatmu ketagihan dan sebentar lagi kau akan tau rasanya "


" ya.. ya.. ya baiklah lah honey aku akan diam sekarang "


beberapa saat kemudian


" neng ini somay dan es tehnya silahkan di coba " ucap bang maman sambil menaruh dua piring somay.


" iya bang terima kasih " jawab Fara kepada penjual somay itu.


" neng maaf mau tanya, ini suaminya neng gelis ya " tanya bang maman yang merasa penasaran itu.


" iya memangnya kenapa bang " jawab Fara santai.


" suami eneng gelis seperti bule dari luar negri ya "


ucap bang maman seperti kagum melihat ketampanan lelaki di depannya itu.

__ADS_1


" abang bisa saja, memang turunan sana bang " jawab Fara sok sok an tahu.


" oh begitu ya neng, pantes aja " ucap bang maman lagi.


" pantes aja bagaimana bang " tanya Fara yang sedikit bingung.


" pantes aja ganteng maksud abang neng " jawab bang maman sambil tersenyum.


" abang bisa saja, maaf ya bang kalau suami saya diam saja, soalnya dia tidak mengerti bahasa indo bang " jawab Fara lagi yang asal asalan.


sedangkan Matteo yang mendengarnya sedikit rada kesal dan juga sedikit ingin tertawa melihat tingkah istrinya yang sedikit konyol itu.


tetapi Matteo tetap saja tidak berniat meladeni ucapan antara Fara dan penjual somay itu, karena menurut Matteo itu sangatlah tidak penting.


" iya tidak apa apa neng, udah atuh silahkan di makan "


" iya bang "


kemudian bang maman menyudahi obrolannya itu kepada pelanggannya yang tak lain adalah Fara.


dan keduanya kini mulai mencoba somay buatan bang maman, Matteo mulai menyendokkan satu suapan ke mulutnya begitupun juga Fara, dan keduanya kini saling pandang.


" bagaimana sayang " tanya Fara


" kau benar honey, ini memang sangat enak "


jawab Matteo dengan suara pelan karena saat ini dirinya terjebak sandiwara konyol istrinya itu.


" besok besok ke sini lagi boleh kan " tanya Fara polos


" iya honey aku akan menurut i semua keinginan mu termasuk kesini, jika semua ini membuatmu bahagia baby aku akan mengabulkannya "


ucap Matteo kepada Fara yang masih menggunakan nada pelannya.


Fara tersenyum mendengar perkataan suami barunya itu.


" akhirnya kenyang juga " ucap Fara setelah menghabiskan satu porsi somay nya itu.


" apalagi yang masih kau ingin kan honey " tanya Matteo.


" seperti nya tidak ada sayang, karena saat ini aku sudah sangat kenyang, sebelum kesini kan kita juga sudah makan, sekarang perutku terasa penuh sekali " jelas Fara kepada suami gilanya.


" sama honey, aku juga, dan sekarang kau ingin kemana lagi hem "


" bagaimana kalau kita pulang saja sayang, inikan juga sudah malam " ajak Fara kepada lelaki ber netra biru itu.


" baiklah honey, ayo sayang "


kemudian Fara dan Matteo mulai berdiri dari tempat duduknya itu, dan mulai membayar somay yang telah mereka pesan sedari tadi.


" bang berapa semuanya bang " tanya Fara kepada bang maman.


" dua puluh lima ribu neng gelis " jawab bang maman penjual somay itu.


" sayang mana uangnya " tanya Fara kepada suaminya.


kemudian Matteo memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kepada Fara untuk di berikan kepada bang maman penjual somay itu.


" bang ini uangnya "


Fara mengulurkan satu lembar warna merah kepada bang maman.


" Iya neng, sebentar kembaliannya "

__ADS_1


jawab bang maman yang mengambil lembaran uang dari tangan Fara setelah itu bang maman berniat segera mengambilkan kembaliannya, tetapi di hentikan oleh Fara.


" sudah bang tidak usah, buat abang saja untuk anak istri di rumah bang " ucap Fara lagi kepada bang maman


" beneran neng, terima kasih banyak ya neng gelis, dan mas bule " jawab bang maman yang merasa bahagia.


" iya sama - sama " ucap Matteo kepada bang maman.


dan membuat bang maman yang seperti nya sedikit kaget mendengar nya, karena tadi kata Fara suaminya itu tidak bisa berbahasa indo dan sekarang lelaki berwajah bule dan ber netra abu abu itu dengan lancarnya mengucapkan perkataan seperti orang lain pada umumnya.


" loh masnya bisa bahasa indo ya " tanya bang maman penasaran.


" bisa bang, maaf yang tadi karena perkataan istri saya sedikit asal asalan bicara "


" iya mas tidak apa apa, sebelum nya terima kasih, besok besok kesini lagi ya " sahut bang maman dengan senyum yang mengembangkan kepada pelanggannya itu.


sedangkan Fara hanya cengengesan di depan kedua lelaki itu.


" iya bang " ucap Fara dan Matteo bersamaan


kemudian Matteo kembali menggandeng tangan Fara dengan sangat erat, dan berjalan beriringan di jalan yang ramai penuh dengan pengunjung yang mengincar berbagai macam kuliner di sana.


" sayang aku boleh membeli satu saja porsi rujak buah, tetapi bumbunya di pisah kemudian akan aku taruh dalam lemari pendingin, untuk aku makan besok siang siang pasti sangat segar "


" terserah kau saja honey, belilah yang kau inginkan baby "


beli rujak saja harus serumit itu, sungguh memang berbeda dirimu Fara gumam Matteo dalam hati,


yang merasa lelah mengikuti langkah istrinya itu tetapi tetap tersenyum bahagia melihat Fara begitu menikmati waktu waktu bersamanya.


" Terima kasih, sayang di sebelah sana rujak manis nya "


" iya honey aku akan mengikuti mu "


dan kini mereka sampailah di depan gerobak berwarna hijau yang menjual rujak buah dengan berbagai macam buah di sana.


" bang rujak buahnya satu porsi ya di bungkus, bumbunya di pisah saja bang " ucap Fara kepada abang penjual rujak buah itu.


" oke mbak " jawab abang abangnya.


" apa kau mau juga sayang " tanya Fara kepda suaminya.


" tidak honey cukup kau saja " jawab Matteo yang memang merasa sudah kenyang.


" baiklah " jawab singkat Fara


beberapa saat kemudian


" mbak ini rujak buahnya " ucap abang abang penjual rujak buah itu.


" iya bang, berapa " tanya Fara


" tujuh ribu mbak " jawab abang abangnya.


" ini bang uangnya, abang ambil saja kembaliannya ya " ucap Fara lagi.


" tapi mbak " ucap abang penjual rujak manis itu yang merasa tidak enak kepada Fara.


" sudah bang, buat abang saja kembaliannya "


" Terima kasih, semoga mbak nya langgeng sama mas bulenya "


sedangkan Fara dan Matteo saling pandang

__ADS_1


mendengar perkataan abang penjual rujak manis itu.


" iya terima kasih bang " ucap Matteo yang menjawab perkataan abang penjual rujak buah yang tiba tiba itu dengan tersenyum, kemudian langsung menggandeng tangan Fara dan melangkahkan kakinya ke arah mobil sportnya.


__ADS_2