
" Pergi dari ruangan ini cepat " ucap sekertaris Gavin dengan kemarahan yang memuncak,
pasti ada sesuatu yang terjadi pikir nya.
" ba.... baik sekertaris Gavin " jawab Catherine.
Catherine pun kemudian bergegas kembali menuju ruangan nya, entah bagaimana kebingungan yang wanita itu rasakan ketika sekertaris Gavin serius dengan semua ucapannya tentang Matteo pria yang ingin ia miliki itu.
Setelah kepergian Catherine sekertaris Gavin pun segera menuju ke arah sang tuan,
" Tuan tuan Matteo, bangun tuan anda tidak kenapa kenapa bukan, tuan " ucap sekertaris Gavin sambil sedikit menggoyang goyangkan tubuh atasan nya tersebut.
" Tuan hei... bangunlah " ucap sekertaris Gavin lagi yang mencoba membangun kan sang tuan nya.
" emmm... iya Vin " jawab Matteo dengan kedua netra abu abu nya yang mulai terbuka perlahan.
" tuan ada apa dengan diri anda " tanya sekertaris Gavin.
" Aku tertidur ya Vin " jawab Matteo yang baru saja saja membuka kedua matanya.
" ya benar ya tuan "
" tadi sebenarnya aku sedikit pusing di ruang rapat, dan setelah itu Catherine memberiku obat untuk menghilangkan pusing ku ini Vin, dan sesampainya aku di ruangan aku merasa sangat mengantuk ya sudah aku tidur sebentar memang nya kenapa, sepertinya kau membangunkan ku seperti ada sesuatu yang ingin kau tanyakan "
" Catherine....ya Catherine "
" ada apa dengan nya, kenapa kau menyebut namanya segala Vin "
" Anda tau tuan tadi saya berpapasan dengan nona Fara, sepertinya nona Fara sehabis menangis dari ruangan anda tapi nona Fara bilang kepada saya dia tidak apa apa, kemudian saya berniat ingin menanyakan langsung pada anda, dan setelah saya membuka pintu ruangan anda saya mendapati Catherine tengah berada di pangkuan anda tuan "
" apa kau bilang di pangkuan kuku, kau gila Vin, aku saja tertidur bagaimana bisa aku bermain gila dengan wanita model nya seperti itu, menyentuhnya saja aku tak ingin "
" maka dari itu tuan saya curiga "
" selidiki wanita ****** itu, jangan sampai di lepas Vin, Fara... Fara ku di mana dia sekarang, Fara Vin jangan jangan Dia "
" tuan tenang tuan, bagaimana kalau anda mencoba menghubungi nomor ponsel nona terlebih dahulu "
" ya Vin kau benar, aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi, ingat jangan sampai kau lepaskan wanita gila itu, sebaiknya aku pulang sekarang saja pikiran ku kacau saat ini Vin, dan perasaan ku tidak enak, aku tidak lega jika hanya menghubunginya saja Vin "
" baiklah tuan kalau begitu, dan saya akan menyelidiki Catherine secepatnya tuan "
" bagus " ucap Matteo kemudian bergegas pergi dari ruangan nya tersebut.
__ADS_1
CEO tampan yang memiliki netra abu abu itu kini tengah bingung dengan keadaan, entah hal apa yang sebenarnya terjadi.
Matteo mulai mengendarai mobil hitam mewah itu dengan kecepatan yang sangat kencang untuk segera sampai di mansion nya.
*
*
*********
Di Mansion.
Fara kini telah mengemas semua barang barang miliknya, kali ini dia benar benar ingin pergi dari kehidupan Matteo, entah lah sepertinya gadis berparas bak wanita Korea itu seperti nya sudah putus asa, apalagi dengan keadaan nya yang tengah hamil saat ini pasti emosinya tak bisa terkontrol sama sekali.
Sungguh ia tak menduga jika jalan hidupnya terlalu rumit seperti ini, Fara pikir dulu kehidupan nya akan selalu bahagia sejak keduanya ingin memulainya dari awal, tetapi apa yang ia dapat saat ini hanyalah sebuah penghianatan, penghianatan yang sungguh sangat menyakiti hatinya.
Ia tak menyangka semua nya akan begini pada akhirnya.
Sesaat setelah selesai berkemas, Fara langsung keluar dari kamar untuk segera meninggalkan Mansion milik Matteo, tak lupa ia menaruh sepucuk kertas kecil di atas nakas.
Gadis yang kini tengah mengandung itu melangkah dengan gontai di sisa sisa tenaganya yang sejak pagi perutnya terasa kosong.
beberapa saat kemudian Fara telah berhasil keluar dari dalam Mansion bak istana milik Matteo.
Kali ini Fara memang benar benar berniat sungguh sungguh ingin pergi jauh dari hidup Matteo mungkin untuk selamanya, dan Fara tak berniat ingin muncul lagi di kehidupan pria berparas bule yang pernah ia cintai yang kini telah menyakiti hatinya begitu dalam.
Tetapi kali ini kepergian nya tak berniat untuk pergi ke panti, Fara tak ingin menjadi beban untuk Hani dan juga dirinya tak ingin di temukan keberadaan nya lagi oleh Matteo.
Sekilas pikirannya teringat akan Bali.
Apa aku harus pergi ke sana, dan memulainya sendiri di sana bersama calon anak ku monolognya.
Tanpa babibu bebo Fara berniat memang akan pergi ke Bali kali ini dengan sang cabang bayi yang baru saja ada di perut nya saat ini, dengan sisa sisa uang yang ia miliki di dompet miliknya.
Sedangkan di tempat lain.
Matteo masih saja berada di jalanan yang tengah mengalami macet , Matteo merasa kali ini ada sesuatu yang tak enak di dalam hatinya.
Sambil menunggu keadaan jalanan yang macet Matteo mulai mengeluarkan ponsel pintar miliknya untuk menghubungi sang istri.
sesaat
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
__ADS_1
Matteo mulai gusar tak karuan
kemudian kembali mencoba menghubungi nomor sang istri tetapi sama saja jawaban nya selalu sama.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
Akhh... sial, honey kau pasti menungguku di Mansion kan, kau tidak akan meninggal akan aku lagi monolognya.
Sesekali Matteo memukuli kendali setir.
sesaat jalanan kembali normal Matteo dengan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai di Mansion besar miliknya.
Lima belas menit kemudian.
Mobil hitam mewah yang Matteo kendarai mulai memasuki gerbang besar Mansion miliknya.
Tak lupa pria bernetra abu abu itu menanyakan tentang Fara kepada dua penjaga gerbang di Mansion nya.
" hei... kalian berdua apa kalian melihat istriku keluar " tanya Matteo kepada dua penjaga gerbang.
" ii.. iiya tuan Matteo, tadi setelah nona pergi menuju kantor di antar supir, kemudian nona telah kembali pulang tuan, dan beberapa saat lagi nona Fara kembali ingin pergi ke luar dengan membawa koper tuan dan meminta tolong kepada kita berdua untuk membukakan gerbang, nona bilang akan pergi ke panti dan kata nona tadi sudah meminta izin kepada anda tuan " jelas salah satu penjaga gerbang Mansion.
" Dia bilang apa lagi " tanya Matteo
" sudah itu saja tuan "
Kemudian Matteo pun langsung menancapkan pedal gasnya memasuki pekarangan Mansion.
Dan mobil pun kini langsung berhenti tepat di depan pintu besar Mansion milik nya.
Matteo mulai memasuki mansion besar nya, di lihat nya Mansion begitu sangat sepi hanya ada beberapa pelayan wanita paruh baya yang di tugaskan untuk bersih bersih Mansion.
" siang tuan " ucap salah satu pelayan wanita paruh baya yang menghentikan langkah Matteo tiba tiba.
" siang, kau melihat istri ku keluar tadi " tanya pria bertubuh kekar tersebut, dengan keadaannya nya yang sedikit terlihat kacau itu.
" iya tuan tadi nona bilang mau pergi sambil membawa koper " ucap pelayan wanita tersebut.
" apa dia bilang pergi ke panti " sahut Matteo
" iya tuan nona bilang seperti itu "
" baiklah kalau begitu "
__ADS_1
Setelah selesai bertanya Matteo kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai atas tepatnya di kamar pribadi miliknya dengan sang istri.