
Sesampainya di lantai atas.
Perlahan pria bernetra abu abu itu mulai membuka handel pintu kamar pribadinya bersama sangat istri.
JEG GLEK......
bunyi handel pintu kamar yang telah terbuka.
Netra abu abu pria bertubuh kekar itu akhir nya mulai berkeliling mencari di mana keberadaan sang istri, tetapi sepertinya seseorang gadis yang tengah ia cari tak ada di dalam sana.
Kamar yang biasanya penuh senyuman kini begitu terlihat sunyi.
Honey.... kau benar benar pergi monolognya.
seolah olah pria itu tak percaya dengan perkataan para penjaga gerbang dan juga pelayan wanita paruh baya nya tadi.
hah......
Matteo menghela nafas beratnya.
Kini dirinya berniat menghubungi nomor ponsel milik bu Hani, seseorang yang sudah Matteo anggap sebagai ibu mertuanya dan juga sosok ibu bagi Fara istrinya.
Pria bernetra abu abu itu kini mulai mengambil ponsel di saku celana kerja miliknya.
Perlahan tangan kekar nya mulai mengotak atik dan mulai menghubungi nomor ponsel milik bu Hani.
sesaat panggilan pun terhubung.
" halo " ucap bu Hani di sebrang telepon.
" halo ibu, apakah istri ku mengabari ibu jika dia berniat ke sana " ucap Matteo dengan hati yang sangat khawatir pada keadaan sang istri saat ini.
" tidak nak Matteo Fara tidak bilang kalau mau ke panti sama ibu, memang akhir akhir ini dia sering menghubungi ibu , memang nya kenapa nak " jelas bu Hani yang memang tak mengetahui apa apa masalah antara anak dan menantunya.
" ada sesuatu ke salah pahaman antara aku dan Fara bu, ini semua tak seperti yang dia lihat " ucap Matteo.
" maksud kamu apa tentang emm.... " ucap bu Hani sedikit terhenti.
__ADS_1
" apa Fara bercerita sesuatu kepada ibu, Matteo mohon bu saat ini saya sebagai seseorang yang sangat mencintai nya sedang bingung mencari keberadaannya, kalau ibu tau sesuatu tolong ibu cerita kepada saya sebagai suami dari anak anda bu " jelas Matteo.
" baiklah nak Matteo ibu juga melihat kalau kamu sebenarnya tidak mungkin seperti itu, ibu akan menjelaskan sesuatu "
" maksud ibu, ibu tau sesuatu " tanya Matteo
" iya nak, akhir akhir ini istri kamu sering menghubungi ibu, kalau dia merasa rumah tangganya sedikit renggang antara kamu dia, dia juga bercerita bahwa ada wanita ke dua di antara hubungan kalian dan akhir akhir ini ada seseorang yang meneror nya "
" maksud ibu meneror apa " tanya pria bernetra abu abu itu lagi.
" tentang kamu berselingkuh dengan seorang bawahan barumu kalau tidak salah namanya emm..... " jelas bu Hani yang sedikit mengingat ingat.
" Catherine maksud ibu " sahut Matteo.
" ya nak benar sekali, dan terakhir kali istri mu menghubungi ibu sekitar jam setengah sebelas tadi "
bukankah jam setengah sebelas tadi aku sudah selesai dari rapat gumam Matteo.
" dia bilang apa bu, ayo cepat katakan padaku " ucap Matteo.
" ibu seperti tak bisa mengatakan semua ini, dan ibu sebenarnya juga ikut sakit hati sama kamu hiks.... hiks.... hiks.... " jelas bu Hani yang merasa kecewa mengingat penjelasan Fara sebenarnya sambil dirinya yang mulai menangis mengingat putri nya itu.
ucap Matteo yang berusaha menjelaskan kepada wanita paruh baya yang kini tengah berada di sambungan telepon dengan nya.
" hiks... hiks.... Fara... bilang kamu melakukan adegan tak senonoh dengan wanita itu di ruangan mu hiks... hiks..... " jelas bu Hani lagi yang lagi lagi kembali menangis.
" APA..... dasar wanita itu memang benar benar, bu percayalah aku tidak melakukan apa apa dengan wanita lain " jawab Matteo
yang seperti tak percaya dengan apa yang sebenarnya terjadi sebenarnya tadi di kantor setelah ia di beri obat tidur oleh Catherine, wanita yang selalu berpakaian kurang bahan tersebut.
" ya nak ibu yakin sekali meskipun kamu menantu ibu, ibu bisa melihat bahwa kamu adalah pria yang sungguh sungguh pada anak ibu " ucap bu Hani kemudiandi sebrang sana.
" terima kasih bu kau telah percaya padaku atas apa yang aku jelaskan, dan aku akan segera membawa Fara kembali, aku berjanji padamu "
" ya nak terima kasih bawalah anak ibu pulang, dia sudah cukup menderita sedari kecil " pinta bu Hani.
" iya bu Matteo akan membawanya pulang, dan juga jika Fara pergi ke panti ibu bisa kan menghubungi ku "
__ADS_1
" iya nak ibu akan menghubungi mu jika dia memang berniat ke sini "
" ya sudah Matteo matikan dulu telfon nya "
" baiklah nak kalau begitu "
dan panggilan pun terputus.
Kemudian setelah panggilan terputus Matteo menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang empuknya.
Kedua netra abu abu nya kini mulai menatap langit langit kamar, entah pikiran nya travelling kemana saat ini.
Yang jelas di dalam pikiran nya hanya Fara Fara dan Fara gadis yang membuat nya gadis yang berhasil membuat dirinya seperti pria yang hampir gila, gila dalam segala hal.
Honey kau kemana, apa kau akan menjauh lagi dari hidupku seperti dulu monolog nya.
Perlahan kedua netra abu abu yang biasa terlihat sangat indah itu kini mulai mengembun.
Matteo untuk apa kau menangis heh.... ingat Fara di takdir kan hanya untuk dirimu dan hanya milikmu, dan tidak ada pria satu pun yang bisa memiliki nya selain dirimu hehehe..... monolognya seperti seseorang yang menyemangati dirinya sendiri saat ini.
Sambil menghapus sedikit lelehan air mata di ke-dua ujung matanya.
sesaat
Matteo bangun kemudian pandangan nya langsung tertuju pada atas nakas.
Kertas apa ini monolog nya lagi.
Perlahan tangan kekarnya meraih kertas kecil di atas nakas tersebut, dan mulai membaca isi sepucuk kertas kecil itu yang kini tengah berada di tangan nya.
Mungkin ini adalah waktunya aku harus pergi selamanya dari hidup mu, cukup dengan semua penghianatan yang kau berikan kepadaku terima kasih, dan jangan lagi mencari ku suatu saat karena mungkin aku sudah melupakan mu. Selamat tinggal. Fara.
Perlahan sobekan kertas kecil itu di remasnya.
Tubuh kekar itu kini mulai luruh ke lantai dengan pandangan kosong menatap ke arah jendela, dan keadaan acak acakan terlihat jelas pada diri pria berparas bule itu saat ini.
Sungguh pria yang biasa terlihat sangat tampan berkharisma itu, kini seperti seseorang yang sangat berputus asa dengan keadaan amburadul nya.
__ADS_1
Lagi dan lagi untuk kesekian kalinya hidupnya kembali terlihat sangat hancur karena satu gadis, ya gadis itu adalah Fara gadis yang sempat ia jadi kan budak dulu di dalam hidupnya dan kemudian semua nya berubah manis tapi seketika kesalahan pahaman lagi dan lagi menghampiri keduanya, seperti saat ini.