
Fara yang melihat situasi swalayan bertambah begitu ramai, kini dirinya akan memulai rencananya itu yaitu kabur dari sana karena melihat suasana sepertinya mendukung.
sedangkan Matteo sudah menghubungi sekertaris Gavin yang sekarang berada didepan pintu swalayan besar itu, bersama tujuh orang anak buahnya, yang bersiap jika Fara sampai melarikan diri dari sana.
" Kau sudah siap di sana Vin "
" ya tuan saya sudah siap "
dan panggilan pun terputus.
sedangkan Fara saat ini sedang was - was melihat kanan kirinya dan melihat kearah Matteo supaya lelaki itu tidak mencurigai nya.
" tuan apa kau suka dengan makanan yang berbau seafood tuan " Fara mulai memancing Matteo dengan perkataan nya
" terserah kau saja "
" ya sudah kita ke sebelah sana bagaimana tuan "
" baiklah " ucap Matteo singkat
kemudian Matteo mengikuti Fara dari belakang sambil mendorong troli.
sedangkan Fara sekarang sudah hilang dari penglihatan nya.
Akhh sial pasti dia kabur dariku ucap Matteo merasa kesal yang merasa di bohongi oleh Fara,
dan saat ini Fara hampir sampai di luar pintu swalayan besar itu dan ia sempat melihat sekertaris Gavin beserta orang - orang nya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang, ah sebaiknya aku kembali saja, dan setelah selesai dari sini aku akan berpura-pura mencari toilet umum, ide cemerlang Fara.
kemudian Fara pun kembali ke tempat Matteo berada sambil membawa sebuah makanan instan yang berbau seafood, seperti yang ia bilang tadi kepada Matteo.
" tuan kau kemana saja, sedari tadi aku mencari mu tapi tidak ketemu - ketemu "
" memangnya kau dari mana hah, seharusnya aku yang bertanya begitu padamu "
" ini " jawab Fara singkat sambil menunjukkan dua buah makanan instan berbau seafood di kedua tangannya.
" ya sudah kalau begitu, apa ini sudah cukup "
" iya tuan, ya sudah ayo kita pulang "
kemudian Fara dan Matteo pun menuju kasir, dan kasir pun menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada pemilik swalayan terbesar itu.
kemudian Matteo mengeluarkan sebuah kartu hitamnya yang jarang di miliki seseorang yang tak lain adalah sebuah kartu black card, kemudian kasir menjumlah semua belanjaannya itu yang penuh satu troli besar.
__ADS_1
setelah semua nya telah selesai kini sekertaris Gavin langsung sigap mendatangi tuannya di kasir, kemudian Sekertaris Gavin beserta orang-orang nya membawakan belanjaan tuannya itu.
belanjaan mereka kira - kira sampai tiga kantong besar, dan seluruh orang-orang yang berada di kasir pun di buat melongo, dan pasti mereka berpikiran Fara dan Matteo beserta orang-orang bertubuh gempal dengan setelan pakaian serba hitam itu bukanlah orang sembarangan.
setelah itu Matteo dan Fara melangkahkan kakinya menuju keluar swalayan besar itu, dan langsung di sambut Gavin yang sudah membukakan pintu mobil mewah tersebut tepat di depan pintu swalayan itu.
Lagi - lagi semua orang yang berada di sana di buat melongo saat melihat keduanya di bukakan pintu mobil mewah oleh sekertaris Gavin.
dan setelah itu sekertaris Gavin langsung masuk ke depan kursi mobil bagian kemudi dan mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan swalayan besar itu.
sedangkan Fara hanya terdiam saja, tetapi pikirannya masih kemana - mana.
" kenapa kau diam saja hah "
" tidak papa tuan "
siapa sebenarnya dia ini sepertinya di adalah orang yang sangat berpengaruh, dan aku harus bagaimana jika aku kabur mungkin dia akan cepat menemukanku, ah itu urusan nanti saja lah yang penting sekarang aku harus memulai rencana ku ini gumam Fara dalam hatinya.
" tuan bisakah kita mencari toilet umum, perutku sakit sekali tuan "
" dasar kau ini menyusahkan sekali " jawabnya ketus
" kan tuan sendiri yang menjadikan saya budak "
" akhh terlalu banyak alasan, Vin cari toilet umum untuk gadis ini Vin "
" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.
" nona Fara di sana toilet umumnya "
" Terima kasih " ucap Fara
" ingat jangan sampai kau kabur dariku, ingat itu baik - baik " ucapnya kepada Fara.
" iya - iya tuan " jawab Fara sambil memanyunkan bibirnya.
kemudian Fara pun melangkahkan kakinya menuju toilet umum itu.
dan setelahnya Fara sampai di sana, dengan toilet yang sedikit ramai, kemudian Fara melihat orang sekelilingnya yang sedari tadi memandanginya dari atas sampai bawah.
" maaf ada apa ya mbk "
" oh tidak, saya melihat mbak sepertinya bukan orang biasa "
setelah mendengarkan perkataan wanita itu, kini Fara langsung membisikkan sesuatu kepada mbak mbak yang memakai masker itu.
__ADS_1
dan wanita itu menganggukkan kepalanya, setelah Fara telah selesai membisikkan rencananya itu.
setelah itu Fara dan wanita yang memakai masker itu langsung memasuki toilet wanita bersamaan, dan di dalam sana mereka menukar baju mereka masing-masing seperti orang yang bertukar identitas, karena wanita tadi sepertinya sangat menyukai gaun pendek yang di kenakan Fara.
setelah itu keduanya keluar satu persatu dari dalam toilet umum itu, dan Fara yang keluar duluan sambil memakai masker milik wanita yang tadi ia ajak bertukar.
setelah Fara sampai di luar toilet, Fara melihat tangan kanan Matteo alias Gavin beserta para laki-laki bertubuh gempal dan memakai setelan hitam - hitam itu kini berjaga di luar sana.
aku tau mereka pasti menungguku di sini karena mereka takut aku kabur, dan sekarang aku bisa kabur dengan leluasa hahaha...
kau memang cerdik Fara gumamnya dalam hati.
kemudian Fara berjalan kaki melewati segerombolan anak buah Matteo itu dengan hati dag dig dug, setelah jarak mereka agak jauh kemudian Fara berlari sekencang mungkin .
sedangkan wanita yang memakai gaun pendek milik Fara itu, kini dia baru keluar dari dalam toilet.
" tuan bukankah itu gaun milik nona Fara tadi dia pakai " ucap lelaki bertubuh gempal.
" iya kau benar, akhhh kita kecolongan, sialan, pasti tuan Matteo marah besar, cepat geledah toilet umum itu periksa semua kamar - kamarnya jangan sampai ada satu yang kalian lewatkan "
" baik tuan " jawab para lelaki bertubuh gempal itu yang jumlahnya sekitar tujuh orang.
kemudian mereka serempak berlari menuju toilet umum itu untuk menggeledahnya.
setelah itu tangan kanan Gavin pergi ke arah mobil milik tuannya itu
" tuan maaf nona Fara kabur tuan, ucapnya sambil menundukkan kepala "
" apa kau bilang dia kabur, dasar tidak becus, cari dia sampai dapat aku tidak mau tau "
ucapnya kepada sekertaris Gavin sambil mengeraskan rahang nya dan mengepalkan tangannya di bawah sana.
" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.
kemudian seluruh lelaki berbadan gempal itu menuju ke arah sekertaris Gavin,
" tuan maaf kami sudah menggeledah di dalam sana, dan nona Fara tidak ada tuan "
" sialan, kalian harus menemukannya kalau kalian tidak ingin di pecat oleh tuan Matteo, kalian tau kalian di gaji sangat fantastis oleh tuan Matteo, jadi jangan sia - siakan kesempatan ini, apa kalian mengerti "
" ya tuan kami mengerti, permisi tuan kami akan mencari nona Fara sekarang "
kemudian para lelaki bertubuh gempal itu berpencar mencari keberadaan Fara, sedangkan Sekertaris Gavin memasuki mobil di bagian kemudi dan mulai menancapkan pedal gasnya menuju arah pulang ke mansion.
" tenang tuan orang - orang saya akan menemukan nona Fara "
__ADS_1
" hem " jawab Matteo singkat karena sangking marahnya.