Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
selamat tinggal


__ADS_3

" bagus... bagus... bagus.. " ucap Matteo sambil melempar segepok uangnya tadi di atas ranjang, kemudian bertepuk tangan menghampiri Fara yang saat ini tengah ketakutan dan tak berani menatapnya, Fara hanya menundukkan kepalanya.


setelah itu Matteo mendongakkan kepala Fara ke atas supaya menatapnya, dan mencengkram dagu Fara dengan keras sehingga membuat bibir Fara seperti membentuk huruf O.


" ternyata selama ini, kau.. " ucap Matteo terhenti, kemudian langsung menghempaskan tubuh Fara ke atas ranjang.


" akkhhh.... " pekik Fara.


kemudian Matteo kembali menarik tubuh Fara dan menghempaskan ke sudut tembok, dan kembali mencengkram dagu nya dengan keras.


" apa tidak ada lagi yang ingin kau katakan hah" ucap Matteo dengan kedua matanya yang mulai memerah.


" akhh.. sakit lepaskan " ucap Fara yang kini mulai mengeluarkan lelehan air mata di kedua matanya, tetapi saat ini tangisannya tak membuat Matteo luluh.


" heh "


" lepaskan katamu, setelah apa yang kau lakukan padaku hah, apa ada yang ingin kau jelaskan padaku FARA " ucap Matteo kemudian lagi dan lagi menghempaskan dagu Fara kasar.


setelah itu Fara kembali menatap Matteo.


" apalagi yang aku jelaskan padamu, bukannya kau sudah tau, dan kenapa kau tak melempar ku keluar saja dari mansion mu ini " ucap Fara yang kini mulai berani.


" kurang ajar kau ya, selama ini aku sangat mencintaimu, tapi apa yang kau lakukan Fara " ucap Matteo penuh sakit rasanya di dalam hatinya paling dalam.


" sudahlah tidak usah berpura-pura lagi, aku lelah, apa kau ingin marah padaku marah lah, supaya hatimu puas " ucap Fara yang menang berniat mengakhiri semuanya sekarang.


" memang benar-benar kurang ajar kau Fara...akhhhhh..... "


plakkkkkk.....


suara tamparan keras itu mengenai pipi mulus Fara, tetapi Fara masih saja tersenyum meski di sudut bibirnya kini sedikit mengeluarkan darah, melihat amarah Matteo yang saat ini meledak ledak.


" apa kau kurang puas Matteo Alexander " ucap Fara yang seperti mengejek itu.


sedangkan Matteo yang mendengarkan perkataan Fara seperti mengejeknya itu,


" ke sini kau " ucap Matteo

__ADS_1


kemudian langsung menarik tangan Fara menuju kearah ranjang kemudian mengikatkan nya dengan sebuah tali di tangan dan kakinya, dengan bibir di lakban.


kemudian meninggalkan Fara sendirian di kamar dan mengunci pintu kamarnya tersebut dari luar, setelah itu Matteo bergegas pergi ke kantor meninggalkan Fara sendirian di dalam kamar mewahnya itu dengan kondisi tangan dan kaki terikat, dengan bibirnya yang telah di lakban oleh Matteo.


sedangkan Fara saat ini mulai berhenti menangis, dirinya bertekad untuk kabur dari lelaki dingin itu, lelaki yang menurutnya sedikit kasar dan suka bermain tangan dengannya, yang tak segan segan menyiksanya.


aku harus bisa, ini lah saatnya Fara, lupakan semua nya mulailah hidupmu yang baru batin Fara.


dengan bibirnya yang masih tertempel lakban di sana.


Fara kini mulai mencoba membuka perlahan ikatan itu sedikit demi sedikit.


beberapa saat kemudian tali yang berada di tangan dan kakinya kini dapat terlepas, tinggal bibirnya yang masih terlakban.


Fara kembali mencoba membuka lakban yang masih menempel di bibirnya tersebut dan... akhirnya terlepas.


akhirnya..


dan sekarang aku harus mencari kunci kamar ini, ya aku sebaiknya mencarinya, pasti ada kunci cadangan di kamar ini monolognya.


kemudian Fara bergegas menggeledah kamar mewah itu mencari di seluruh ruangan kamar mewah tersebut, kemudian dirinya teringat laci nakas di sebelah ranjangnya.


dan kemudian tangannya seperti menemukan gantungan kunci yang sama persis kunci pintu kamarnya tersebut.


mungkin ini kuncinya, semoga saja benar monolognya.


setelah itu Fara kembali menutup laci nakas tersebut satu persatu, matanya tak lepas dari buku catatan yang selama ini ia pakai sebagai tempat curahan semua isi hatinya, kemudian Fara perlahan mengambil buku catatan itu, dengan pulpen hitam yang masih berada di dalam lipatan buku tersebut, dan juga satu lagi alat tes kehamilan yang dia sembunyikan selama ini, yang menunjukkan di sana dua garis merah yang sangat jelas.


dia membuka lembaran demi lembaran dan hanya tinggal satu lembar saja yang kosong.


Fara menulis sedikit sesuatu di sana.


ini adalah kata kata terakhir ku di buku catatan ini, mungkin kau tak akan pernah tau semua isi hatiku selama ini padamu, aku menyayangi mu, dan aku tau kau tak pernah mencintai ku, aku tak berharap lebih karena semua ini hanyalah sandiwara belaka bagimu, aku tau semua yang kau lakukan hanya sekedar tipuan agar aku percaya padamu yang kini statusku telah kau ubah seorang budak berkedok istri tepatnya.


dan seandainya suatu saat kau membuka buku catatan ini, berjanjilah kau akan berdamai dengan keadaan, melupakan aku yang hanya masa lalu mu, dan tolong jangan mencari diriku lagi, kita memiliki kehidupan masing-masing, dan selamat kau sudah sukses membuat hidupku hancur, hancur sehancur nya tak bersisa.


aku pergi, selamat tinggal.

__ADS_1


begitulah kira kira isi tulisan buku catatan yang ditulis Fara.


kemudian setelah itu Fara kembali menutup buku catatan tersebut dan mengembalikannya pada tempatnya.


dan setelah itu Fara kembali fokus pada kunci pintu yang ia genggam saat ini.


kemudian Fara melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar tersebut sambil menggenggam kunci yang tadi ia temukan di laci, dan setelah itu Fara mulai mencoba memasukkan kunci tersebut kedalam lubang yang berada di handel pintu kamarnya.


dan sesaat kemudian.


pintu itu bisa terbuka.


Fara tersenyum, tetapi di dalam hatinya paling dalam saat ini, hatinya merasa sakit meninggalkan lelaki yang dia anggap nya kasar itu, padahal seharusnya dia senang saat ini dengan bebas nya dia bisa kabur dari lelaki berparas tampan bak bule tersebut.


saat ini Fara melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam mansion besar milik Matteo.


beberapa saat kemudian


Fara sampailah di dekat gerbang menjulang tinggi itu yang tertutup, kemudian dirinya kini satpam yang saat ini tengah bermain catur tersebut.


" pak tolong bukakan pintunya, aku ada janji sama teman kuliah, dan aku sudah meminta izin suamiku, cepat bukakan temanku sedang kesasar mencari alamat mansion ini, dan aku akan berjalan kaki menunggunya di dekat jalan raya sana "


" benar non, saya takut nona bohong, nanti tuan Matteo bisa marah besar kalau terjadi apa apa dengan anda "


" iya, aku sudah meminta izin padanya, cepat bukakan pintunya, temanku bagaimana di luar sana pasti kebingungan "


sedangkan pak satpam yang merasa tidak enak sendiri itu mulai membukakan gerbang menjulang tinggi itu dengan di bantu satu teman satpam nya karena jika satu orang saja, gerbang itu tidak akan bergerak, dan tak akan bisa terbuka.


" non sudah terbuka "


" iya terima kasih pak satpam atas bantuannya "


" iya non sama sama "


kemudian Fara pun bergegas berjalan kaki ke ujung jalan sana, tanpa menoleh kebelakang gerbang sekalipun, saat ini dirinya mantap dan tak akan lagi mengubah pikiran sedikitpun.


selamat tinggal kenangan burukku,

__ADS_1


dan selamat tinggal perasaan yang tak pernah terbalaskan, aku akan mencoba mengubur perasaan ini dengan seiringnya waktu berjalan monolog Fara.


__ADS_2