Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
kabar bahagia untuk Matteo


__ADS_3

sedangkan di dalam panti.


Fara kini mulai memasuki panti dengan penampilan barunya itu.


sekejap anak anak panti dan juga tukang bersih bersih halaman begitupun juga bu Hani kini pandangannya tertuju kepada gadis dua puluh satu tahun yang baru saja memasuki area panti tersebut.


Di lihatnya gadis putih mulus dengan body goals, memakai gaun pendek selutut, dengan rambut sedikit berwarna kecoklatan bergelombang serta memakai kontak lens berwarna abu abu sambil memakai sepatu sendal yang sedikit berhak tinggi dengan tas yang menggantung di lengan kanannya.


sejenak mereka semua tak berkedip memandang gadis yang sangat cantik tersebut.


" buk Hani apa dia kak Fara " ucap salah satu anak panti.


" ii...iiya nak " jawab bu Hani sedikit terbata, melihat gadis yang sudah ia anggap sebagai anaknya itu terlihat sangat cantik saat ini.


" wah kak Fara cantik sekali kak " ucap seluruh anak panti yang kira kira berjumlah seratus anak itu.


" iya Terima kasih dek " jawab Fara sambil tersenyum.


" Fara kamu berhasil sayang, kau begitu terlihat sangat cantik Fara " ucap bu Hani yang seperti terkagum-kagum dengan kecantikan Fara.


" benarkah buk, terima kasih ya buk, ini berkat ibuk juga " jawab Fara sambil tersenyum.


" iya nak, dasarnya memang kamu sangat cantik Fara, apalagi kalau kamu mencoba memakai make up " jelas bu Hani


" ini Fara juga beli peralatan make up buk " jawab Fara.


" ya sudah ayo kita masuk ke kamar sayang " ajak bu Hani kepada Fara.


" iya buk ayo " sahut Fara


kemudian keduanya kini mulai masuk ke dalam kamar yang di tempati Fara.


sesampainya di kamar tersebut Fara dan bu Hani langsung duduk di pinggiran kasur.


" Fara kamu terlihat sangat cantik, dan penampilan kamu juga tidak berlebihan sayang, jika kamu memakai make up sebaiknya tipis tipis saja " ucap bu Hani lagi yang tidak ada puasnya memuji kecantikan fara saat ini.


" iya buk terima kasih, iya Fara juga tidak terlalu suka make up lagian buk, fara akan memakai nya jika perlu saja " jelas Fara sambil tersenyum.


" ya sudah kamu sekarang istirahat saja sayang, pasti kamu lelah " sahut bu Hani sambil satu tangannya memegang lengan Fara.


" iya buk, tetapi Fara masih melanjutkan pekerjaan buk, soalnya bahan buat besok masih tidak ada " kelas Fara.

__ADS_1


" oh yasudah kalau begitu, kalau kamu merasa lelah, kamu langsung istirahat ya " ucap bu Hani yang sangat perhatian kepada gadis dua puluh satu tahun itu.


" oh iya buk, ini ada sisa uang Fara, ibu ambil ya dikit dikit buat nambah jajan anak anak panti bu" jelas Fara sambil mengulurkan sepuluh lembar uang kertas berwarna merah kepada bu Hani.


" Fara kamu pegang saja, anak anak juga masih ada uang buat beli beli jajan " jawab bu Hani.


" ibuk Fara memang berniat memberikan nya kepada anak anak yang sama seperti Fara buk anak yang sudah yatim piatu, nanti sore Fara mau ambil lagi simpanan Fara di ATM " jelas Fara sambil menatap bu Hani dengan senyum cantiknya itu.


" kamu sudah tidak butuh bantuan ibu lagi buat mengambil uangnya di mesin ATM Fara "ucap bu Hani dengan nada santai.


" hehehe... Fara kan sekarang sudah merubah penampilan buk, tidak begitu gampang kan jika ada orang suruhan dia untuk mengenali penampilan Fara yang baru buk " jelas Fara yang merasa percaya diri dengan penampilan barunya agar orang-orang suruhan Matteo tidak mudah lagi mengenalinya.


" ya sudah kalau begitu, lagian kamu kan sudah dua bulanan masak iya masih di cari terus nak " jelas bu Hani.


" maka dari itu buk, lagian Fara juga ingin melihat dunia luar buk " jawab Fara sambil. mengembangkan senyumnya kepada bu Hani.


" anak ibuk sekarang sudah dewasa ya, semoga kedepannya hidup kamu tambah enak nak, kamu sudah cukup hidup menderita selama ini" jelas bu Hani dengan kedua bola matanya yang kini sudah menumpuk genangan air mata yang seperti nya masih ia coba tahan supaya tidak luruh ke bawah.


" ibuk... jangan ngomong itu lagi buk, Fara jadi sedih denger nya " jawab Fara yang kini tiba tiba memeluk erat tubuh wanita paru baya itu.


kini kedua wanita berbeda umur itu saling berpelukan satu sama lain, menyalurkan kasih sayang yang selama ini mereka jalin, sungguh keduanya seperti suatu jalinan kasih sayang antara ibu dan anak yang saling mengasihi.


berbeda di tempat lain.


tring


tring


perlahan lelaki yang sudah mabuk berat itu mulai sedikit melirik ke arah layar benda tipis miliknya itu, dan di lihat di layar nya ada lima pesan masuk dari sekertaris Gavin.


dengan dirinya yang saat ini tengah duduk selonjoran di lantai kamar dengan keadaan acak acakan dan yang sudah tak karuan itu.


kabar apalagi yang ingin ia sampaikan padaku, dasar bawahan tidak berguna monolog Matteo.


akkkkkhhhhhhh......


pyarrrrr....


SIALANNNNNN......


kemudian lelaki bertubuh kekar tersebut kembali melirik ke arah ponsel pintarnya itu, yang tergeletak sembarangan di dekat barisan botol minuman keras yang sudah kosong saat ini.

__ADS_1


perlahan tangan kekar berotot itu mulai mengambil ponsel tipisnya kemudian segera membuka pesan dari sekertaris kepercayaannya tersebut.


Dan betapa kagetnya lelaki tampan berparas bule itu.


Di lihatnya foto gadis yang berambut sedikit kecoklatan bergelombang, dengan kedua matanya memakai kontak lens abu abu, seperti bola mata miliknya, dengan penampilan modis serta body goals, kulit putih yang begitu sangat mencolok, begitu sangat cantik di lihatnya,


Fara....


ucap Matteo dengan nada suara begitu terkejutnya.


kini raut wajahnya sekejap berubah dengan begitu bahagianya hanya dengan melihat fotonya saja, kini ia mulai melihat satu persatu foto gadis tersebut yang berjumlah kira kira lima biji itu.


kemudian bibir tipisnya itu kembali tersenyum.


Fara kenapa kau terlihat bertambah begitu sangat cantik sekarang, pakaianmu juga modis, dan kedua matamu kau buat seperti diriku monolog Matteo.


senyum itu lagi dan lagi kembali mengembang di bibir indah lelaki tampan tersebut.


bagaimana kabarmu, kau di mana sayang, kau akan segera aku bawa kembali kesini, ke mansion ini, ke mansion milik kita berdua Fara, sayang akhirnya kau di temukan monolog Matteo lagi.


kemudian lelaki tampan yang kini masih dengan keadaan yang acak acakan itu mulai menghubungi sekertaris kepercayaan nya tersebut.


sesaat kemudian.


panggilan pun terhubung.


" halo " ucap Bima.


" halo tuan " jawab sekertaris Gavin.


" Vin segera suruh orang-orang mu membawa Fara malam ini ke mansion " jelas Matteo kepada sekertaris Gavin di sebrang sana.


" baik tuan, sudah saya perintahkan sebelumnya " jawab sekertaris Gavin


" bagus " jawab Matteo tegas.


" dan bilang kepada orang suruhan mu, aku akan menambah bonus lebih kepada mereka semua " perintah Matteo kemudian.


" ya tuan " jawab sekertaris Gavin.


dan setelah itu panggilan pun terputus.

__ADS_1


sedangkan Matteo kini mulai mencoba berdiri untuk menuju kamar mandi mewahnya, dengan segera membersihkan tubuh nya di sana, demi menyambut sang istri yang sebentar lagi akan kembali ke pelukannya itu.


__ADS_2