
beberapa saat kemudian
Matteo telah keluar dengan setelah jas berwarna biru dongker nya seperti biasa lelaki itu terlihat sangat tampan,
kemudian dia berjalan ke arah luar untuk segera berangkat ke kantor tanpa makan siang di mansion nya meskipun kini sudah ada banyak pelayan di mansion nya tersebut, yang sudah menyiapkan segala semua keperluannya.
baru beberapa langkah ia melewati ranjang itu kemudian dirinya berbalik dan berniat menyelimuti tubuh Fara yang saat ini tengah polos itu, dengan banyak bekas gigitan di tubuhnya yang mulai membiru.
Matteo mulai menyelimuti tubuh polos Fara dengan selimut tebal putih yang saat ini tengah berada di pinggiran ranjang empuknya tersebut, agar tidak menimbulkan kecurigaan jika nanti pelayan mengantarkan sarapan pagi untuk Fara yang berada di dalam kamar.
Dan setelah itu Matteo langsung melanjutkan langkahnya untuk segera berangkat ke kantor karena sekertaris Gavin pasti sudah menunggu nya di lantai bawah.
sesampainya di lantai bawah.
Ada sekertaris Gavin yang baru saja memasuki mansion karena menunggu tuannya sedari tadi sedikit lama di luar, maka dari itu ia memutuskan untuk melihat keadaan tuannya di dalam mansion.
sedangkan Matteo kini baru saja sampai di lantai bawah, kemudian dirinya melihat seorang pelayan perempuan yang baru saja selesai membersihkan area ruang tamu.
Dan setelah itu ia memanggilnya.
" hey.. kau sini " ucap Matteo dengan nada dingin
" ya tuan " jawab pelayan perempuan tersebut.
" segera antar kan sarapan pagi ke kamarku taruh di atas nakas dan setelah itu kunci kembali pintu kamar kau mengerti " jelas Matteo.
" ya tuan saya mengerti " jawab pelayan tersebut kemudian segera pergi menuju dapur.
sedangkan Matteo kini melanjutkan langkahnya di lihat nya sekertaris Gavin yang baru saja masuk ke dalam mansion nya.
" ayo Vin kita segera berangkat " ucap Matteo
'' baik tuan " jawab sekertaris Gavin.
kemudian keduanya kini melangkah menuju mobil mewah yang kini sudah terparkir sempurna di depan halaman mansion pas.
sesampainya di depan mobil hitam mewah tersebut.
" silahkan tuan " ucap sekertaris Gavin saat ini tengah membukakan pintu mobil untuk tuannya.
__ADS_1
" hem " jawab Matteo singkat.
setelah atasannya memasuki mobil mewah tersebut, kemudian sekertaris Gavin segera mengitari mobil hitam mewah itu untuk segera masuk di bagian kemudi.
Dan perlahan mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area mansion besar bakal istana itu.
Di tengah perjalanan
kini mobil yang mereka tumpangi mulai membela keramaian kota, di lihatnya dari kaca kecil yang berada di dekat kepala sekertaris Gavin, tuannya sedari tadi hanya diam, seperti dulu sejak keadaannya dulu setelah kehilangan istrinya.
tetapi kali ini berbeda, padahal istrinya sudah kembali ke pelukan nya kenapa keadaan tuan nya tidak terlihat aura aura kebahagian sama sekali saat ini pikir sekertaris Gavin.
akhirnya sekertaris Gavin berniat menanyakan nya langsung kepada atasannya tersebut.
" tuan maaf sebelumnya, apa ada sesuatu yang bisa saya bantu tuan, sepertinya saya lihat anda sedikit ada masalah " tanya sekertaris Gavin kepada atasannya tersebut.
" ya kau memang benar Vin " jawab Matteo.
" apa saya boleh mengetahui nya tuan, mungkin saya bisa membantu Anda " ucap sekertaris Gavin lagi meyakinkan atasannya mungkin dirinya bisa sedikit membantu.
" begini Vin, awalnya aku memang sangat bahagia dengan kedatangan Fara yang kembali di hidupku, tetapi saat ini dia telah berbeda Vin" jelas Matteo kemudian menghentikan penjelasannya.
" dia telah berbeda Vin, kau tau di sekarang telah menjadi wanita pemuas nafsu lelaki hidung belang di luaran sana " jelas lelaki bernetra abu abu itu.
" apa tuan, maaf sebelumnya nya, anda mengetahuinya dari mana tuan, sedangkan anak buah saya saja tidak memberi tahu apapun tentang hal seperti itu " jawab sekertaris Gavin yang mulai kaget dengan penjelasan atasannya tersebut.
" Fara sendiri yang menjelaskannya kepadaku Vin "
" dan tuan percaya akan hal itu "
" aku sempat tidak percaya aku kira di benar benar seorang penulis dan dia mendapatkan penghasilan dari sana, tetapi itu semua di sangkal nya Vin, dan dia menjelaskan semua kepadaku penampilannya berubah karena ia mendapatkan banyak uang dari pria di luaran sana yang telah mengajaknya tidur, setelah itu dia bersih kuku ingin pergi dari hidupku Vin, dia bilang aku dan dia harus bisa menjalani kehidupan nya masing masing " jelas Matteo panjang kali lebar.
" saya begitu tidak menyangka tuan dengan semua ini sama seperti anda tetapi hati saya mengatakan kalau nona bukan wanita seperti itu tuan, dan sekarang apa yang akan anda lakukan tuan " jawab sekertaris Gavin
" pikiran mu sama seperti ku Vin, bahkan aku sempat tidak percaya akan semua itu, tetapi aku melihat penampilan nya, akkhhh... aku tidak tau harus apa sekarang " sahut Matteo seperti lelaki yang sangat frustasi saat ini.
" tuan apa sebaiknya anda melepaskan nona Fara dari hidup anda " tanya sekertaris Gavin
" iya kau benar Vin, tetapi tak segampang itu melepaskannya, meskipun sekarang aku merasa sangat jijik padanya " jawab Matteo.
__ADS_1
" terus anda punya rencana apa tuan sekarang " tanya sekertaris Gavin lagi.
" aku akan mendiamkannya di mansion selama seminggu di mansion dan setelah itu aku akan membuangnya " jelas lelaki tampan berparas bule kepada sekertaris kepercayaan nya tersebut.
" maaf tuan memangnya harus membuang nona tuan,emm....maksud saya nona di buang kemana tuan " tanya sekertaris Gavin
" nanti kau akan tau Vin " jawab Matteo.
dan obrolan pun selesai.
sedangkan di dalam mansion.
Fara baru saja membuka kedua matanya perlahan, tubuhnya kembali terasa remuk di lihatnya di samping ranjang tepat nya di atas nakas ada sebuah nampan berisikan satu piring nasi beserta lauknya dan segelas susu di sana.
sedangkan Fara saat ini perlahan membangunkan tubuhnya dan setelah itu berniat turun dari atas ranjang tersebut.
awww... kenapa seperih ini, aww.....sebaiknya aku segera mengambil obat pereda nyerinya di dalam kotak obat, pasti di sana masih ada monolog Fara.
kemudian dirinya perlahan memakai semua pakaian nya beserta dalaman miliknya dan setelah selesai, Fara berniat melangkahkan kakinya satu persatu sambil menyandarkan tubuhnya di dinding, karena Fara merasa tak kuat hanya untuk menopang tubuhnya saja.
kenapa sesakit ini, untuk berdiri dan menegakkan tubuhku saja aku merasa tak kuat monolognya.
Fara terus berjalan merayap di pinggiran dinding untuk mendekat ke arah botak obat yang Matteo taruh, ya tepatnya kotak obat itu berada di dekat ruang ganti.
sesaat kemudian Fara telah mengambil salep pereda nyeri itu dari tempatnya, kemudian ia berniat melanjutkan langkahnya menuju arah kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya yang sudah lengket dan memang sejak kemarin dirinya kembali ke mansion bagaikan neraka menurutnya itu.
setelah selesai mandi dirinya berniat akan memakai salep pereda nyeri tersebut, dan kemudian beristirahat.
sesaat kemudian
Fara telah selesai dengan ritual mandinya setelah itu perlahan Fara mulai keluar dari dalam kamar mandi tersebut dengan pakaian yang tadi ia pakainya.
Dan perlahan Fara mulai melangkah menuju meja rias.
Fara duduk perlahan sambil menatap pantulan wajah cantiknya di depan cermin.
heh... Fara wajahmu cantik, tapi sayang takdirmu tak secantik rupa mu monolog Fara.
Dan tak terasa lelehan air mata gadis cantik dua puluh satu tahun itu perlahan luruh ke bawah membasahi pipi mulusnya, dan dengan kasarnya membersihkan dengan kedua tangannya saat ini.
__ADS_1
KAKAK JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA 🙏🙏☺☺