Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
tidak tahan


__ADS_3

" sayang es krim ku bagaimana ini, kau tidak melepaskan pelukannya "


" dasar kau ini.. seperti anak kecil saja "


" bukan begitu sayang tetapi es krim nya mang benar benar meleleh lihatlah tangan ku sudah di penuhi lelehan es krim "


" ya sudah buang saja honey, dan kau kan bisa mencuci tanganmu di wastafel "


" ya baiklah sebentar, lepaskan pelukannya bagaimana aku bisa berdiri "


Matteo tersenyum.


kemudian dengan tiba tiba Matteo menggendong tubuh Fara untuk menuju wastafel.


" sayang apa yang kau lakukan aku bisa sendiri turunkan kau "


" honey diam lah, kenapa kau cerewet sekali "


" iya aku diam " jawab Fara


kemudian Matteo menggendongnya ke arah wastafel yang berada di dalam kamar mandi mewah yang terletak di dalam ruangan pribadinya itu.


" ayo cepat cuci tanganmu honey "


" turunkan aku dulu sayang "


" tidak, aku tidak mau "


" sayang kau ini bagaimana aku yang di gendong dan kau yang menggendongnya maka dari itu terserah padaku kan jika aku mau turun"


" honey siapa yang menggendong mu sekarang , aku kan, jadi terserah diriku mau menurunkan mu atau tidak " jawab Matteo yang tak mau kalah itu


" terserah kau saja aku malas berdebat " sahut Fara yang memang malas untuk berdebat saat ini


dasar keras kepala gumam Fara


Matteo tersenyum mendengar jawaban istrinya yang seperti nya malas berdebat itu.


kemudian Fara langsung mencuci tangannya setelah tadi membuang sisa es krim nya yang sudah leleh ke tempat sampah.


setelah Fara selesai mencuci tangannya dengan tubuhnya yang sambil di gendong itu, kemudian Matteo mendudukkan bokong istrinya di pinggiran wastafel.


" sayang kenapa kau mendudukkan aku di sini "


" memangnya kenapa hah, apa tidak boleh "


" tidak boleh "


" kenapa "


" ya tidak boleh "


" kau kan istri ku honey "


" memang iya, apa budak berkedok istri maksud mu "


ucap Fara yang berniat memancing lelaki di depannya itu.


" honey apa yang kau katakan, aku sudah berubah itu dulu, jangan memulainya lagi "


jawab Matteo dengan nada pelan dan memang iya dulu memang Matteo berniat menjadikan wanita di depannya ini sebagai budak, tetapi keadaannya terbalik karena suatu hal.


" memang iya, apa ini semua hanya rencana mu saja sayang, kemudian perlahan kau akan menghancurkan hidupku "


" honey "

__ADS_1


jawab Matteo masih dengan nada pelannya karena tak ingin meladeni arah pembicaraan istrinya yang akan membuatnya emosi karena sepertinya Matteo tau kalau Fara memang menyindir dirinya pengingat perilakunya dulu.


" aku tak tau kehidupan ku ke depannya bagaimana "


" ah sudahlah lupakan saja dan sekarang aku mau turun "


ucapnya kemudian mencoba turun dari pinggiran wastafel.


" honey kau mau kemana hah "


" FARA " ucap Matteo dengan suara lantangnya.


sejenak langkah Fara terhenti.


" apa selama ini kau tidak pernah mempercayaiku hah, dengan semua yang aku lakukan padamu "


jelas Matteo kepada Fara, yang saat ini dirinya berada di belakang tubuh Fara.


" sudahlah aku malas berdebat "


jawab Fara yang berniat melanjutkan langkahnya untuk keluar dari dalam kamar mandi itu.


" Fara jawab perkataan ku "


ucap Matteo yang melihat Fara seperti tak memperdulikan perkataan nya itu dan berniat melanjutkan langkahnya.


" hey "


ucap Matteo yang kemudian langsung menarik tangan kanan istrinya sehingga membuat tubuh mungil Fara masuk ke dalam dekapan lelaki bertubuh kekar tersebut.


Dan setelah tubuh Fara berada di dekapannya kemudian Matteo menghempaskan tubuh istrinya ke dinding mengangkat kedua tangan istrinya keatas tak lupa Matteo juga mengunci pergerakan Fara saat ini.


" honey kau kenapa hah, aku tanya padamu "


" terus kenapa kau seperti berniat memancing emosiku "


" apa aku salah berkata seperti itu padamu, aku hanya bicara saja, kenapa kau harus emosi, apa memang benar yang aku katakan itu "


ucap Fara yang berniat memancing mancing lagi.


" ya aku memang emosi, karena aku sangat takut kau meninggalkanku" jawab Matteo dengan nada serius


" aku disini, siapa yang meninggalkanmu " jawab Fara


" lepaskan tanganku, sakit " pekik Fara lagi.


" ah maaf honey "


ucap Matteo kepada Fara kemudian langsung melepaskan tangan istrinya itu.


" aww....sakit, kau menekannya terlalu keras " ucap Fara yang sedikit mengibas kan tangannya.


" maaf, aku tidak berniat menyakitimu baby "


" honey berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku "


" aku tidak janji, karena suamiku sangat menakutkan " jawab Fara


Matteo tiba-tiba menarik tangan istrinya ke dalam pelukannya, kemudian mendekap tubuh Fara begitu erat ketika mendengarkan jawaban istrinya saat ini.


" apa aku sangat menakutkan bagimu hem " ucap Matteo ketika Fara berada di dalam dekapannya.


" iya aku takut jika kau mulai marah seperti tadi" jawab Fara jujur.


" honey kau jangan memancing ku, ini adalah hal yang sangat sensitif bagiku, aku sangat sangat sensitif jika menyangkut dirimu, kau mengerti kan "

__ADS_1


jelas Matteo kepada Fara yang saat ini berada di pelukannya itu.


kemudian Fara menganggukkan kepalanya pelan, tanda jika dirinya mengiyakan perkataan suaminya itu.


" sayang aku tidak bisa bernafas jika kau memelukku se erat ini " ucap Fara


"APA, kau tidak bisa bernafas "


ucap Matteo yang sedikit melonggarkan pelukannya itu.


" baiklah aku akan memberi nafas buatan untuk istri ku yang menggemaskan ini "


ucap Matteo lagi yang berniat ingin memulai adegan percintaannya di kamar mandi.


" ah... aku tidak mau " jawab Fara sedikit terbatas bata.


" apanya yang tidak mau, kau harus mau honey, ini gratis dan aku tidak memungut biaya sayang"


" honey kenapa kau jual mahal sekali pada suamimu ini "


" biarkan saja, karena kau tadi yang me..... "


cup


Matteo merasa gemas karena sedari tadi istrinya terlalu banyak bertele-tele, sedangkan dirinya sedari tadi penuh gairah memandanginya, yang tak kunjung terpenuhi.


keduanya kini tengah berciuman, dan lagi lagi Matteo mulai menggendong tubuh Fara seperti anak koala kemudian ia naikkan di pinggiran wastafel, dengan dua bibir yang masih bertautan.


******* demi ******* mulai terdengar dari bibir tipis istrinya itu.


" sayang berhenti ini di kantor "


" biarkan saja baby, ini ruang pribadiku tidak akan ada yang berani mengganggu kita "


" tapi... "


cup


" aku belum melanjutkan perkataan ku say.... "


cup


Matteo langsung melahap bibir Fara lagi, karena Matteo malas mendengar perkataan istrinya itu, karena akhirnya akan berbuntut panjang nantinya.


Dan ciuman bibir itu kini berlanjut menuju ranjang dengan kedua bibir yang tak pernah lepas saat ini.


Dengan kedua netra abu abunya itu yang kini terpejam sambil menikmati ciuman lembut bersama sang istri.


lama kelamaan ruangan berpendingin itu semakin sering terdengar ******* dari wanita cantik yang saat ini sedang melakukan adegan panas bersama suami bak bule nya itu.


setelah lama pemanasan akhirnya sepasang suami istri itu mulai melakukan kegiatannya bercocok tanam di siang hari.


yang kini mengeluarkan kenikmatan hingga tiga kali dalam satu jam, dan sebenarnya Matteo masih sangatlah kuat untuk melanjutkan kan kegiatannya itu, tetapi mengingat dirinya kini sedang berada di perusahan.


Dirinya tak mau istrinya kelihatan sangat lemas di depan semua karyawan nya, dan tak ingin istrinya di bicarakan di halayak umum jika terjadi sesuatu kepada wanita kesayangannya itu.


" istirahatlah baby, aku mencintaimu, terimakasih kasih " ucap Matteo sambil mengelus pipi mulus Fara.


cup


Kemudian Matteo mengecup sekilas kening istrinya yang kini sudah berbalut selimut tebal berwarna putih, yang hanya menampakkan kepalanya saja.


" iya " jawab Fara dengan raut wajah yang lemas.


Fara pun kini mulai memejamkan kedua matanya perlahan, sambil pipinya yang masih di elus oleh suami tampannya yang berada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2