
kemudian para dokter pun meninggalkan Matteo dan sekertaris Gavin sendiri untuk kembali ke ruangannya.
" TIDAK, itu tidak mungkin Vin "
FARA.... jeritnya penuh sesal.
" tuan sabar tuan, anda harus menerima semua ini "
kemudian Matteo masuk ke dalam ruangan ICU, dengan langkahnya yang gontai.
sedangkan di dalam sana tersisa satu suster yang baru saja selesai mencopoti alat medis yang masih tersisa, dan juga baru selesai menutupi seluruh tubuh istrinya dengan kain putih itu.
perlahan Matteo mendekat, dan perlahan juga Matteo mulai membuka penutup kain berwarna putih itu yang menutupi tubuh Fara.
dan saat ini tangisnya pecah, dia begitu histeris melihat wajah cantik itu yang tak lagi tersenyum untuknya.
yang saat ini terlihat sangat pucat, dengan kedua matanya tertutup rapat tubuhnya begitu sangat dingin.
sedangkan sekertaris Gavin tetap di belakang tuan nya sambil menundukkan kepala, dia begitu iba melihat atasannya saat ini.
Honey ini aku, kau pasti kedinginan kan,
ayo pulang sayang aku akan mengganti semua pakaianmu, aku akan memakan semua masakan mu ucapnya yang begitu pilu.
" tuan sudah, nona Fara sudah tiada tuan "
" Vin diam lah sebentar, sebentar lagi dia akan bangun "
" tuan buka mata anda baik baik, nona Fara sudah tenang di alam sana tuan "
Matteo lelaki ber netra abu abu itu kini terdiam sejenak.
" kau bisa meninggalkan aku sebentar saja Vin"
" baiklah tuan, saya akan menunggu anda di luar "
kemudian sekertaris Gavin pun akhirnya menunggu atasannya itu di luar, sambil duduk di bangku rumah sakit yang sudah di sediakan.
sedang kan di ruang ICU yang sudah tidak ada para dokter, dan kini hanya tinggal Matteo dan juga tubuh Fara yang masih berada di atas ranjang pasien itu.
honey kita akan pulang, apa kau tidak ingin membuka matamu untukku, aku di sini menunggumu ucapnya sambil mengelus wajah cantik yang sudah pucat itu.
tetap tak ada respon.
Matteo tetap saja memandanginya sambil duduk di kursi kecil di dekat ranjang pasien, sambil memegang tangan Fara yang sudah dingin.
lelaki ber netra abu abu itu terus menerus memandangi wajah istrinya, berharap istrinya kembali membuka mata untuknya.
Matteo terdiam sejenak.
dan lagi lagi lelehan air matanya itu kembali membanjiri netra abu abunya itu.
Fara.. bangun aku bisa gila jika kau tidak ada di sampingku, ucapnya dengan nada yang sudah putus asa.
__ADS_1
Fara.. bangunlah kau adalah wanita satu satunya yang aku cintai, bangunlah aku mohon padamu.
kemudian lelaki perawakan gagah nanti kekar serta ber netra abu abu bangkit.
Dan mendekat ke arah wajah Fara,dan perlahan mencium lembut bibir Fara, Matteo sudah lupa bahwa yang di ciumnya saat ini adalah wanitanya yang sudah tak bernyawa, wanita yang sudah menjadi mayat.
dan perlahan lelaki ber netra abu abu itu melepaskan ciumannya dari bibir mungil yang sudah pucat pasih tersebut,
kemudian memandanginya sekilas.
mungkin ini sebuah keajaiban atau bagaimana.
kedua mata Fara yang sudah tertutup rapat itu kini mengeluarkan air mata.
dan sontak saja membuat matteo tak percaya akan hal itu.
honey... kau...
kau..
kau, menangis sayang, kau masih hidup, iya kau masih hidup.
Fara ini aku suamimu bangunlah aku menunggumu sayang.
ucapnya dengan hati yang mulai bahagia mendapatkan sebuah keajaiban pada diri istrinya itu.
seper sekian detik bibir Fara yang sudah pucat pasih itu tiba tiba mengeluarkan air yang begitu banyak dari sana, dan jari jarinya sedikit bergerak.
sayang kau kembali, kau kembali Fara.
kemudian Matteo keluar memanggil sekertaris Gavin.
" VIN cepat panggil dokter, istriku masih hidup Vin, CEPAT " ucap nya dengan suara lantang kepada sekertaris nya itu.
" baik tuan "
dan tanpa babibu bebo sekertaris Gavin langsung pergi ke arah ruang para dokter yang menangani istri dari tuannya itu, dan saat ini memang dokter Nemo sedang di pindah tugaskan di lain kota yang biasa jadi dokter pribadinya dan sekaligus teman dekatnya itu.
sesaat kemudian
sekertaris Gavin kembali bersama para dokter yang sedari tadi menangani istri dari atasannya itu.
kini sekertaris Gavin bersama para dokter pun mulai memasuki ruangan tersebut.
dan langsung memeriksa keadaan Fara saat ini.
sesaat kemudian
para dokter tersenyum.
'' tuan berterima kasihlah pada yang di atas, semua ini keajaibannya tuan, saya sungguh tidak menyangka semua ini terjadi kepada istri anda tuan " jelas dokter laki laki tersebut yang tidak menyangka pasiennya yang mendapat keajaiban.
" ya dok saya juga tidak menyangka akan semua ini terjadi, dan Terima kasih sebelum nya "
__ADS_1
" ya tuan matteo saya hanya perantaranya saja, ya sudah saya permisi dulu, dan sebentar lagi istri anda akan di pindahkan ke ruang pasien tuan " jelas dokter tersebut.
" iya dokter, terimakasih sebelum nya "
" sama sama "
kemudian dokter pun Meninggalkan ruang ICU tersebut.
kini tinggal lah Matteo dan sekertaris Gavin di ruangan tersebut.
" tuan ini benar-benar keajaiban tuan, mungkin nona Fara memang di takdir kan untuk anda tuan, dan mulai saat ini anda harus memperbaiki semuanya, supaya nona Fara tak tertekan seperti ini lagi tuan, maaf jika omongan saya menyinggung hati anda "
" tidak apa apa Van, kau benar dan mulai sekarang aku akan selalu percaya padanya, dan tidak akan mengutamakan emosiku terlebih dahulu, karena aku sangat takut kehilangan nya, dan aku juga tidak tau kenapa aku sekarang menjadi tergila gila seperti ini padanya "
" mungkin itu.. maaf tuan sebelum nya, mungkin itu karma karena tuan dulu pernah menyiksanya tuan, dan sekarang jadi kebalikannya "
" ya kau memang benar Van, aku juga merasa seperti itu "
" ya sudah lah tuan yang berlalu biarlah berlalu, mulailah semuanya dari awal "
" ya aku akan memulainya dari awal lagi dan selalu percaya satu sama lain "
" saya ikut senang mendengarnya tuan "
" ya sudah sekarang kau kembali lah Vin, biar aku di sini sendirian yang menunggu istri ku sampai dia sadar "
" apa tidak ada lagi tuan yang anda butuhkan "
" oh iya, suruh orang mu mengantarkan mobil ku ke sini, dan juga antar kan baju ganti baru untukku, tidak mungkin kan aku tetap memakai jas di sini "
" baik tuan kalau begitu, saya permisi tuan "
" hem "
kemudian setelah itu sekertaris Gavin langsung bergegas untuk pulang dari rumah sakit tersebut, sambil melangkahkan kakinya dan mengotak atik ponsel pintarnya untuk menghubungi seseorang di sebarang sana,
yang baru saja ia keluarkan tersebut dari saku jasnya yang masih lengkap itu.
panggilan pun terhubung.
" halo "
" halo tuan "
" cepat kau ambil mobil sport hitam milik tuan Matteo di bagasi mansion, kemudian antar kan ke rumah sakit, dan juga belikan pakaian baru untuknya, kau mengerti "
" baik tuan kalau begitu "
dan panggilan pun terputus.
KAKAK SEMUA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SERTA KOMENTARNYA BIAR AUTHOR SEMANGAT NIH.
NAMBAH BAB SELANJUTNYA 😉😉🙏🙏
__ADS_1