
pukul 17.00 wib
Fara setia menutup matanya sampai matahari baru saja tenggelam.
Sedangkan Matteo kini baru saja selesai berendam di dalam bat up super besarnya tersebut, dan mulai keluar dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang melilit hanya sampai pinggangnya itu.
Menampilkan dada bidang dengan roti sobek di sana yang berlapis-lapis serta bulu dada yang menambah kesan sexy pada dirinya, di tambah dengan lengan ototnya yang kekar tersebut, begitu pula dengan keadaan rambut nya yang saat ini sedang basah dan menetes di ujung rambut nya menambah dan terus menambah kesan lelaki maco sebagai seorang pria yang berparas bule tersebut.
kemudian lelaki tampan itu melangkahkan kakinya ke arah ranjang, mendekati istrinya yang masih saja terlelap itu.
" honey bangun, katanya kau ingin membeli kebutuhan makanan kita sehari hari yang sudah habis, kenapa kau masih memejamkan mata seperti saat ini baby, hey...ayo bangunlah"
ucap Matteo sambil berjalan ke arah ranjang dimana istrinya kini masih setia memejamkan kedua mata nya itu.
" hey... baby, ayo bukalah sedikit saja matamu, honey, bangun, astaga kenapa tubuhmu panas sekali, ayo kita ke rumah sakit sekarang "
ucap Matteo lagi kemudian sambil duduk di sisi ranjang, setelah itu mengelus kening istrinya dan dirasa kening nya panas, Matteo segera menggendong tubuh lemas Fara ke dalam dekapannya.
" aaaku...hanya ingin di sini, jangan bawa aku kedrumah sakit aku mohon "
ucap Fara setelah kedu matanya perlahan terbuka itu, dengan nada suara yang begitu lemah.
" honey tetapi tubuhmu panas, aku tidak bisa melihatmu seperti ini " kekeh Matteo.
" aku mohon biarkan aku di sini " jawab Fara
" ya baiklah aku akan membiarkan mu di sini "
" turunkan aku lagi, biarkan aku istirahat, tubuhku lelah "
" iya baiklah, honey kau ingin apa saat ini, aku akan membelikan untukmu, untuk makan malam kita " tanya Matteo
" terserah kau saja sayang " jawab Fara yang memang saat ini dirinya tak begitu memikirkan makanan karena merasakan tubuhnya saja sudah tak karuan.
" ya baiklah kalau begitu, aku akan segera berangkat, aku akan ganti baju sebentar " sahut Matteo kemudian bergegas menuju ruang ganti.
" sayang bawakan aku juga baju ganti, kau tega membiarkan aku tetap polos seperti ini " ucap Fara di sela sela langkah suaminya tersebut.
" honey, apa kau tidak menginginkan nya lagi nanti setelah makan malam " tanya Matteo berniat menggoda istri cantik nya.
" tidak, aku tidak sanggup aku ingin tidur saja " jawab Fara yang sudah benar-benar kelelahan.
__ADS_1
" iya aku tau aku tidak akan memaksamu baby, tadi itu sudah cukup meskipun sebenarnya masih kurang sih " goda Matteo lagi, tapi memang dirinya masih kurang sebenarnya.
" sayang kau tidak lagi bercanda kan, aku sangat lelah "
" iya,iya aku tidak akan memintanya lagi honey" jelas Matteo yang mengerti keadaan istrinya saat ini.
" kau tau baby tadi kau sangat garang sekali " lagi lagi lelaki berparas bule tersebut selalu saja ingin menggoda Fara istri nya.
" ah,... sudah sana jangan lanjutkan lagi, aku tidak ingin mendengar nya "
" hahaha.... ya ya ya.. baiklah aku akan segera ke ruang ganti "
beberapa saat kemudian
Matteo telah selesai dengan ritual ganti bajunya dengan kaos polos hitam, dan memakai celana jeans tak lupa ia memakai jam tangan yang selalu berganti merek itu.
kini dirinya telah keluar dari dalam ruang ganti serta membawakan pakaian ganti milik sang istri.
" honey ini baju ganti milikmu baby, sini biar aku yang membantunya, aku tau tubuhmu saat ini mungkin sangatlah remuk, akibat kau sangat lincah tadi saat berada di atas ku baby " ucap Matteo sambil melangkah ke arah sisi ranjang.
" teruslah bicara aku akan terus menutup telingaku " jawab Fara yang saat ini telah menutup kedua telinganya.
" hahaha... honey kenapa kau malu sekali padaku, aku menyukai jika dirimu yang seperti itu membuatku sangat bergai..... "
" diam..... ya, bisa kan suami ku tercinta " ucap Fara agar suaminya benar-benar di pastikan tidak menggodanya.
Matteo menganggukkan kepalanya dengan bibirnya yang masih di bungkam oleh wanita kesayangan nya itu, tetapi dirinya tersenyum di dalam sana, sambil dirinya yang sedari tadi itu memandang wajah sang istri dari dekat yang membuatnya kagum akan kecantikan istrinya yang alami tersebut.
" hehehe... honey aku sangat mencintaimu " ucapnya sambil memandang kedua bola mata Fara, yang saat ini jarak keduanya sangat dekat.
" memangnya iya " tanya Fara.
" selalu seperti itu kalau aku sedang serius " jawab Matteo sedikit kesal, karena dirinya saat ini sedang serius dalam perkataan nya.
" iya maaf, bercanda sayang, sudah berangkatlah sana, aku sangat lapar "
" iya baiklah, honey selesai makan nanti, kau harus minum obat, agar tubuhmu cepat sembuh " ucap Matteo sebelum berangkat membeli sesuatu di luar sana.
" tidak usah sayang, cukup aku istirahat saja, itu sudah cukup aku akan baik baik saja " jelas Fara yang memang dirinya selalu seperti itu, karena Fara tak bisa menelan obat sedari kecil sampai sekarang.
" tidak ada penolakan, aku akan membantumu nanti, da....da....honey,aku mencintaimu " ucap Matteo yang sudah tidak menerima jawaban dari sang istri.
__ADS_1
kemudian Matteo segera pergi meninggalkan kamar mewahnya tersebut untuk membeli makanan untuk dirinya dan Fara.
dua puluh lima menit kemudian.
mobil sport Matteo kini memasuki bagasi mansion, dan dirinya mulai keluar sambil menenteng beberapa kantong kresek putih di tangannya.
Matteo mulai melangkah memasuki dalam mansion, setelah sampai nya di dalam Matteo kemudian menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju lantai atas tepatnya kamar pribadi miliknya dengan sang istri.
sesampainya di depan kamar Matteo mulai membuka perlahan pintu kamarnya tersebut, dan menampilkan Fara yang saat ini tengah memejamkan kedua matanya di dalam balutan selimut putih tadi, sedangkan di bawah sana dalaman milik istrinya masih berserakan seperti tadi sewaktu dirinya belum berangkat mencari makanan untuk dirinya dan sang istri.
Matteo tersenyum, dirinya mengerti kalau saat ini tubuh istrinya memang benar benar remuk, dan juga saat ini tubuh istrinya sedang demam sampai bangun dari atas ranjang pun dirinya tidak kuat untuk menopang tubuhnya sendiri.
lelaki tampan bak bule itu mulai mendekat ke arah ranjang, dan membangunkan sang istri yang saat ini suhu tubuhnya masih saja panas.
" honey bangun sayang, ini aku sudah membelikan mu makanan "
" emm.. "
" honey makanlah dulu setelah itu minum obat, dan setelah itu kau lanjutkan lagi tidurnya baby"
" sayang "
" sini aku akan membantu mu honey, ayo pegang tanganku baby, buka matamu perlahan sayang "
perlahan lelaki bernetra abu abu itu membangunkan tubuh sang istri, kemudian menyandarkan tubuh Fara ke belakang bantal.
" honey aku akan menyuapi mu "
" memangnya kau membeli makanan apa, aku tidak suka makanan resto " ucap Fara lemas dengan rambutnya yang masih acak acakan.
" iya honey aku mengerti seleramu, adat jawa kan "
" hahaha... bisa bisa nya kau ini "
" ini ada ketoprak, siomay, dan nasi goreng, bakso, mie, capcay,geprek, dan satu lagi ini ada kebab untuk cemilan kau pilih yang mana hem "
" sayang kenapa kau banyak sekali membelinya janganlah berlebihan seperti itu, atau kau berikan saja lebihnya kepada satpam di depan"
" hustttt... honey tenaga mu habis, dan sekarang kau harus mengisinya "
" iya tapi.... "
__ADS_1
" diam, tidak ada penolakan "
ucap Matteo kemudian langsung membuka satu persatu bungkusan kantong kresek berwarna putih tersebut.