
Keadaan hening sesaat ketika mereka tengah saling memesan makanan pada buku menu, berbeda dengan Matteo yang masih menatap kedua pasang suami istri partner kerja nya itu dengan rahang mengeras.
" Sayang kau pesan yang mana " ucap James pada sang putri kecil yang tengah berada di pangkuannya itu.
" Yang penting berbau seafood dad seperti mommy " ucap Jasmine yang terlihat menggemaskan.
" baiklah daddy akan memesan kan nya untuk mu baby " ucap James pada sang putri lagi sambil mengelus pucuk kepala Jasmine.
" Dan mommy pesan apa hem " tanya James pada Fara sambil menatap kedua mata milik wanita ayu di samping nya saat ini.
Membuat kedua pria di hadapan nya itu saling pandang karena mendengar ucapan James yang terdengar mesra di telinga keduanya.
Sedangkan Matteo kini tambah mengeraskan rahang nya seolah emosi sudah meluap luap di dalam ubun ubun nya, melihat pandangan tak mengenakkan di depan netra abu abu nya.
" mommy pesan seperti Jasmine daddy iya kan sayang "
" iya mommy "
" ya sudah kalau begitu daddy akan memesan kan nya.
James pun kini mulai memesan nya begitu juga sekertaris Gavin yang baru saja menunjukkan beberapa pesanan nya pada pelayan restoran yang baru saja datang ke arah meja nya.
Setelah memesan nya pelayan pun segera pergi.
Kini mereka kembali hening, tetapi sesaat Matteo mulai membuka obrolan nya pada pria di hadapan nya.
" tuan James putri mu sangat cantik sekali " ucap Matteo menatap gemas ke arah gadis kecil berparas bule yang membuat nya sedari tadi tertarik ingin membicarakan nya.
" Terima kasih tuan Matteo " jawab James sambil mengembangkan senyum.
" sudah berapa lama anda menikah tuan " tanya Matteo dengan ke pura pura an nya.
" empat tahunan tuan " jawab James mantap.
Matteo mengangguk anggukkan kepala nya pelan.
empat tahun, bukan kah Fara juga pergi dari hidupku empat tahun lalu, apa benar dia Fara ku, tetapi ekspresi wajah nya seperti biasa saja ketika melihat ku atau dia memang benar-benar melupakan diriku secepat itu gumam Matteo.
Sedangkan Fara sedikit was was dengan semua perkataan yang keluarkan oleh Matteo, seperti seseorang yang tengah di interogasi.
__ADS_1
" ah....begitu ya, maaf sebelumnya saya tak berniat menyinggung anda " ucap pria bernetra abu abu itu lagi.
" memang nya kenapa tuan " tanya James penasaran dengan kening nya sedikit mengkerut.
" istri anda mirip sekali dengan istri saya dulu tetapi dia telah pergi entah kemana meninggalkan saya sendirian dengan ke salah pahaman antara kita berdua " jelas Matteo.
sedangkan Gavin masih setia menyimak.
" benarkah tuan, mungkin itu kebetulan kali ya hehehe... " ucap James di bumbui tawa seolah menutupi ke pura-pura an nya di depan Matteo.
Sedangkan Fara kini tetap teguh dengan pendirian nya, ia tak ingin mendengar apapun lagi tentang masa lalu kelam nya bersama Matteo, pria yang kini tengah berada di hadapan nya itu.
" mungkin saja hehehe.... tapi aku sangat berharap dia kembali kepadaku, karena sampai saat ini pun aku tak berniat wanita lain selain dirinya, ah... maaf tuan James saya jadi curhat seperti ini " jelas Matteo lagi seolah menyindir keduanya.
" tak masalah tuan , kita kan sekarang sudah menjadi teman dekat bukan " jawab James sesantai mungkin.
kini ke empat orang dewasa itu tengah sibuk dengan pikiran nya masing-masing entah apa yang mereka pikiran setelah perbincangan Matteo tadi.
Berbeda dengan Jasmine yang sedari tadi mengikuti arah pandang sang daddy yang tengah mengobrol dengan pria bule di hadapan nya saat ini itu.
Kini gadis kecil itu kini mulai berucap.
" Uncle uncle " panggil Jasmine pada Matteo yang baru saja terdiam.
" kenapa kedua bola matamu bisa mirip dengan milikku uncle, bahkan wajah kita sepertinya sama " tanya Jasmine yang membuat ke empat orang dewasa itu kembali sibuk dengan pikiran nya masing masing.
" benarkah sayang, sepertinya kita memang benar benar mirip ya hehehe.... " ucap Matteo sambil tertawa mendengar perkataan gadis kecil nan cantik itu pada dirinya.
apa mungkin kau putri ku tapi mana mungkin sedangkan dulu Fara......,dan kini dia sudah milik pria ini gumam nya.
" hehehe... iya tuan wajah anda memang benar benar mirip dengan putri tuan James " Sahut sekertaris Gavin sambil memandang ke arah James dan Fara bergantian, seperti mencari sesuatu kebenaran.
" Jasmine kau sangat cantik " ucap sekertaris Gavin lagi.
" Terima kasih uncle " jawab Jasmine sambil menopang kedua pipi nya yang kini terlihat menggemaskan bagi siapa saja yang melihat nya itu.
" iya kan dad, wajah uncle itu mirip sekali dengan wajah Jasmine " tanya Jasmine pada daddy nya seolah ingin persetujuan.
" hehehe.... iya iya sayang " ucap James mengiyakan perkataan Jasmine.
__ADS_1
Jasmine kau memang putri nya sayang, maaf kan daddy jika daddy tak bisa mengatakan ini semua, dan daddy juga tak mau kehilangan dirimu Jasmine gumam James.
James sedikit bergumam seolah ia tak ingin kehilangan sosok gadis kecil yang sangat ia sayangi itu selama ini,
" maaf sebelumnya tuan tuan, putri saya memang cepat akrab dengan orang yang baru ia kenal nya " ucap Fara yang baru bersuara sedari tadi sambil menatap dua pria di hadapan nya itu bergantian.
" tak apa nona " jawab sekertaris Gavin kemudian di susul Matteo.
" ya tak apa nona S O N Y A " ucap Matteo yang sedikit menekan kan ucapan terakhir nya itu.
Tiba-tiba pelayan datang membawa beberapa pesanan nya, menghentikan obrolan di meja makan.
" permisi ini pesanan tuan tuan dan nona " ucap seorang pelayan pria kepada mereka.
Pelayan pria itu pun kini mulai menaruh satu persatu pesanan nya di atas meja.
setelah selesai pelayan pun segera pergi dari hadapan meja makan.
Sedangkan mereka semua kini mulai menikmati makanan nya masing masing.
Di tengah tengah acara makan nya James kembali memulai obrolan, sedangkan Jasmine saat ini mulai duduk sendiri di sebuah kursi di dekat sang daddy.
" maaf tuan tuan sebelum nya sekertaris saya tak bisa datang karena ada urusan yang sangat mendadak " ucap James.
" masalah itu tak apa tuan " jawab Matteo di buat se santai mungkin.
" uncle uncle..." panggil Jasmine di sela sela makan nya.
" ada apa sayang " jawab Matteo lembut.
" uncle yang mirip dengan wajah ku lain kali kau kau bisa datang ke rumahku kan dan bermain bersamaku di sana " ucap Jasmine dengan raut wajah polos nya.
" Jasmine " sahut Fara dengan nada penekanan, seolah mengingatkan sedikit pada putri kecil nya.
" hehehe.....tak apa nona Sonya biarkan saja " jawab Matteo santai.
" benarkah uncle boleh main ke rumah mu Jasmine " goda pria bernetra abu abu itu.
" sangat boleh iya kan dad " ucap Jasmine sambil menggoyang goyang kan pelan lengan sang daddy.
__ADS_1
" iya iya boleh " jawab nya pada sang putri
karena memang James tak bisa menolak permintaan putri kesayangan satu satunya itu, meskipun Jasmine bukan lah putri kandung nya.