Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
teh hangat tipuan


__ADS_3

" honey tunggu sebentar aku akan mengambilkan obat untukmu sayang " ucap Matteo bergegas mengambil kotak obat di yang berada di sebelah ruang ganti, karena Matteo mulai khawatir dengan keadaan Fara.


Berbeda dengan Fara yang sedari tadi memegangi di bagian perutnya itu, setelah suaminya pergi untuk mengambil kotak obat untuk dirinya, kemudian Fara berniat kabur untuk melanjutkan masaknya di dapur, karena sedari bangun tidur tadi perutnya sudah merasa sangat lapar.


Fara mulai clingak clinguk kemudian segera berlari kecil menuju pintu kamarnya tersebut, dan baru saja membuka kuncinya tiba-tiba...


" FARA.. " panggil lelaki bertubuh kekar itu dengan suara menggema di seluruh ruang kamar.


" iii.... iiya, ak.. akku mau, ke......." ucap Fara terbata bata saat ini sedikit ketakutan.


padahal pagi tadi dirinya masih melupakan ketakutannya pada Matteo dan berani menjawab perkataan suaminya dengan lantang, berbeda saat ini dirinya merasa sedikit ketakutan karena dirinya merasa bersalah pada suaminya.


" Sini... " ucap Matteo sambil melambaikan tangannya ke arah Fara.


" tapi, sekarang perutku sudah sembuh, aku tidak ingin minum obat " jawab Fara yang masih tetap berada di depan pintu kamar.


" FARA.... " ucap Matteo lagi dengan wajah sedikit garang.


" iiiya... aku ku situ " jawab Fara kemudian perlahan kakinya melangkah ke arah Matteo yang kini duduk di sisi ranjang king size nya itu.


" duduk di pangkuan ku " ucap Matteo


" tidak, aku tidak mau " jawab Fara


" kenapa "


" aku takut "


" takut, jika kau sedang marah padaku seperti ini padaku "


" baby sini aku tidak marah padamu, aku cuma sedikit kesal saja padamu, karena kau mengerjai ku "


" iya maaf "


" sini duduklah di pangkuan ku baby, aku ingin kau bermanja manja kepadaku, dan saat ini aku tidak ingin ke kantor, aku ingin seharian bersamamu di kamar "


" APA, seharian untuk apa di kamar selama itu sayang, ah aku tidak mau "


" hahaha.... otakmu mesum sekali honey "


" bagaimana tidak mesum sayang, memang nya di kamar apa saja yang kita lakukan sampai seharian "


" hahaha... kau ini, itu hanya perumpamaan baby "

__ADS_1


" hah.. alasan "


" cepat kemari lah, apa kau tidak ingin sesuatu "


" sesuatu apa memangnya "


" RAHASIA "


susah sekali gadis satu ini, dengan tingkahnya yang sedikit menjengkelkan itu, dia bertambah menggemaskan seperti ini sih, aku semakin tidak tahan kalau seperti ini terus melihatnya di hadapanku, AHA... aku punya ide, nanti aku yang akan jual mahal padanya gumam Matteo sedari tadi.


Matteo bergumam sambil senyum senyum sendiri saat ini.


" rahasia, sayang jujur padaku kenapa kau senyum senyum sendiri hah " tanya Fara.


" memangnya kenapa kalau aku senyum senyum sendiri, ya sudah aku ke ruang kerja saja tidak ada gunanya di sini "


ucap Matteo sok cuek kemudian pergi ke arah ruang kerjanya meninggalkan Fara sendirian di kamar.


sedangkan Fara sedari tadi hanya memperhatikan kelakuan suaminya itu, yang tak biasa mencuekkan nya, seperti saat ini.


ada apa dengannya pagi pagi seperti ini, apa karena aku tidak mau duduk di pangkuannya tadi setelah itu dia kesal padaku monolog Fara sambil menerka-nerka.


sedangkan Matteo saat ini dirinya telah sampai di ruang kerjanya, kemudian dirinya duduk di kursi kebesarannya itu dan mulai membuka laci meja di ambilnya sebuah seperti botol sirup dengan tutup ke emasan kemudian setelah mengambilnya dan Matteo pun tersenyum.


tetapi saat ini aku akan memberimu sedikit saja agar efeknya tidak berlebihan dan melelahkan tubuhmu, karena kau susah sekali di rayu saat ini aku tau kau masih sedikit kesal padaku atas kejadian tadi malam, tetapi aku sangat menginginkannya karena melihat dirimu bertambah hari semakin menggemaskan seperti itu monolog Matteo sambil memandangi botol kecil dengan tutup ke emas emasan tersebut.


setelah itu Matteo berdiri dan memasukkan botol kecil tersebut ke dalam sakunya.


tak lupa lelaki bernetra abu abu itu menghubungi sekertaris nya, karena saat ini dirinya malas untuk masuk ke kantor.


setelah selesai menghubungi sekertaris, Matteo melangkahkan kakinya ke arah dapur, karena Matteo merasa kalau istrinya pasti ada di sana untuk melanjutkan acara memasaknya itu yang belum selesai atas kelakuannya tadi.


beberapa saat kemudian


lelaki bernetra abu abu itu akhirnya sampai juga di area dapur dan benar saja, kalau Fara saat ini sedang sibuk dengan alat alat tempur dapurnya tersebut.


" honey buatkan aku teh jangan terlalu panas yang sedang sedang saja " ucap Matteo yang kini duduk di kursi meja makan sambil pura pura membaca koran di sana, tetapi matanya memandang ke arah istrinya yang sibuk memasak di area dapur sana.


" ah iya sayang sebentar " jawab Fara dengan santai


" kenapa tidak kopi seperti biasanya sayang " tanya Fara kemudian.


" aku sedang tidak ingin saja " jawab Matteo sok jutek.

__ADS_1


" kau kesal padaku ya " tanya Fara kemudian


" tidak, sudah cepat buatkan aku teh apa belum selesai tehnya " tanya balik Matteo yang melihat istri nya sudah menuju ke arahnya membawakan segelas teh hangat untuknya.


" iya iya ini sayang sudah selesai, dan siap di minum, karena aku membuatnya tidak terlalu panas " jelas Fara kemudian menaruh gelas yang berisi teh hangat tersebut di hadapan suaminya.


" ya baiklah taruh saja di situ, aku masih sibuk membaca koran " ucap Matteo kemudian berpura-pura sibuk membaca korannya tanpa melihat ke arah Fara.


sedangkan Fara langsung kembali ke arah meja dapurnya dan melanjutkan acara masaknya itu.


sesaat kemudian


Matteo mulai meminum sedikit teh hangat buatan istrinya itu tetapi tanpa menelannya, kemudian memberi teh hangat tersebut dengan dua tetes obat perangsang yang berbentuk cair kemudian mengaduk perlahan dengan jarinya, yang sedari tadi dia bawa dari ruang kerjanya tersebut yang dia masukkan di dalam saku celananya.


kemudian Matteo berpura-pura menyemburkan teh yang berada di mulutnya itu karena terlalu manis.


" cih.... honey kenapa tehnya terlalu manis aku tidak suka " ucap Matteo padahal di dalam hatinya saat ini tersenyum.


" apa iya, tadi aku tidak terlalu banyak memberi takaran gulanya " jawab Fara yang masih setia di depan tempat penggorengan.


" coba saja sendiri, kalau kau tidak mau aku buang saja " sahut Matteo.


" iya, iya sebentar aku akn ke situ dan mencobanya " jawab Fara.


kemudian perlahan Fara melangkahkan kakinya ke arah meja makan untuk mencicipi teh milik suaminya itu, yang katanya terlalu manis tersebut.


" sini aku coba " ucap Fara kemudian tanpa babibubebo Fara langsung mencicipi teh hangat tersebut.


" sekalian habiskan saja honey, dan buatkan aku lagi tetapi jika kau tidak lelah "


sedangkan Fara yang mendengar perkataan suaminya itu langsung meneguk habis teh hangat tersebut.


" manis bagaimana, ini biasa saja " ucap Fara.


" ya terserah kau saja kalau begitu, honey sebaiknya jangan buatkan lagi aku sudah malas, sebaiknya aku meminum air putih saja di lemari pendingin " jelas Matteo yang mencari alasan supaya mempercepat keinginannya saat ini itu, karena miliknya di bawah sana sudah meronta ronta.


" ya sudah kalau begitu "


kini keduanya berdiri menuju ke arah dapur Fara melanjutkan acara masaknya yang terus tertunda itu, sedangkan Matteo melangkah ke arah lemari pendingin untuk mengambil air putih dan sesekali lelaki bertubuh kekar itu melirik ke arah istrinya yang masih biasa biasa saja.


lihat saja sebentar lagi honey, aku sudah tidak sabar bermain denganmu di pagi seperti ini, sampai menjelang malam nanti baby gumam Matteo dalam hati.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 👍 KAKAK😊😊

__ADS_1


__ADS_2