Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
di atas sofa


__ADS_3

beberapa jam kemudian


kini keduanya telah selesai dengan ritual mandi dan ganti bajunya.


keduanya kini tengah asyik bermesraan di atas sofa single mewah yang masih berada di dalam area kamar pribadi milik kedua pasangan suami istri tersebut.


" sayang berhenti apa kau tidak lelah menciumi diriku sedari tadi " ucap Fara yang merasa suaminya itu seperti tidak ada lelahnya sedari tadi menciumi dirinya, dengan posisi Fara yang saat ini tengah berada di pangkuan Matteo.


" honey aku tidak akan pernah lelah jika menyangkut tentang dirimu baby " jawab Matteo yang memang selalu bergairah jika berdekatan dengan sang istri.


" aww... sayang jangan menjilat nya seperti itu, kau nakal sekali " ucap Fara yang merasa geli karena Matteo tengah menjilati daun telinga miliknya itu.


" hehehe... maaf , aku terlalu gemas honey melihat dirimu ini " jawab Matteo


" hah alasan " sahut Fara.


" untuk apa alasan heh,.. baby apa boleh aku memberi tanda di sini " ucap matteo sambil menunjuk paha mulus milik sangat istri yang kini masih setia berada di pangkuannya itu.


" sayang sebenarnya kau ini suka atau memang kau ini penggila sih " tanya Fara serius


" kedua dua duanya honey, aku sangat menggilai sesuatu yang ada di dalam dirimu, membuatku selalu ketagihan dan terus ketagihan " jawab Matteo yang memang dirinya sangat menggilai sang istri.


" kau memang mesum sekali sayang, aku saja tak bisa jika harus mengimbangi kegagahan mu itu " jelas Fara yang memang kenyataan nya seperti itu.


" honey kau cukup diam saja, dan cukup aku saja yang akan memuaskan mu baby " jawab Matteo dengan kedua tangan nya yang saat ini tengah menjelajah tubuh sang istri.


" ah... sayang kau jangan seperti itu, kau lihat ini kulit kulit ku merinding jika tingkah mu seperti ini terus " jelas Fara.


" hahaha... memangnya kenapa honey " jawab Matteo yang kini kembali menjilat dau telinga Fara.


" aku merasa geli, kau tau sayang aku merasa tubuhku ini seperti permen yang di jilati oleh gorila besar " ucap Fara


" hahaha.... hei kau membayangkan aku seperti gorila hah " ucap Matteo kemudian sambil tertawa atas perkataan istrinya saat ini.


" iya aku membayangkan kan mu seperti itu hahaha... " jawab Fara yang juga berniat ingin mengajak bercanda suami tampan nya tersebut.


" apa.....awas kau ya, ini rasakan hah bagaimana rasanya honey " ucap Matteo yang memang merasa gemas, kemudian segera menggigit pucuk buah dada milik Fara.


" aw....... essttt.... aww.....sayang jangan seperti itu, itu sakit , aw.... " jawab Fara dengan sedikit meringis merasakan kesakitan di ujung buah dada miliknya itu.


" hei..... honey apa itu benar benar sakit baby, hei.....lihat aku, honey maaf tadi aku hanya berniat bercanda denganmu " ucap Matteo yang mulai khawatir dengan keadaan sang istri.


" itu bukan bercanda sayang, tapi kau menyakitiku " jawab Fara yang merasa sedikit ngilu teramat sangat saat ini.


" honey maaf, sini aku ingin melihat nya " ucap Matteo


kemudian lelaki nernetra abu abu itu berniat menggapai buah dada sang istri untuk di lihatnya.


" ah.... tidak usah, aku malas dengan mu " jawab Fara yang saat ini tengah merasa kesal kepada Matteo.

__ADS_1


" honey maafkan aku, sini aku lihat baby " ucap Matteo dengan nada pelan karena bersalah kepada Fara.


" tidak " jawab Fara dengan raut wajah cemberut nya.


" Honey.. hei diamlah " ucap Matteo lagi yang ingin menggapai kemeja putih yang di kenakan istrinya saat ini.


" tidak " jawab Fara lagi.


" aku akan melihat nya, DIAM SEKARANG AKU BILANG " ucap Matteo yang kemudian memakai nada tinggi.


sontak membuat hati Fara seperti berdenyut sakit, dan juga mulai merasa ketakutan mengingat yang dulu dulu.


" kau.....kau....mulai memarahiku sekarang, katanya kau tidak akan marah lagi padaku "


ucap Fara dengan nada suara yang sedikit ketakutan dan juga kini tengah menggenang air mata di ke dua pelupuk matanya.


" honey maaf sayang, aku tadi... tadi.. tak berniat begitu padamu baby, aku hanya khawatir padamu, jangan menangis ya, aku tak berniat memarahi mu sama sekali "


jawab matteo dengan nada suara yang sangat lembut sambil mengusap kedua pipi Fara yang mulai basah.


" kau tidak berniat jahat lagi kan kepadaku " ucap Fara yang mulai mengingat sifat suaminya yang dulu terhadapnya begitu kasar itu.


" tidak akan baby, percayalah padaku, aku sangat mencintaimu sekarang mendekat lah, aku akan memeluk mu seperti tadi " ucap Matteo sambil tersenyum menatap kedua mata sang istri.


kemudian Fara yang masih setia di pangkuannya itu perlahan menempelkan tubuh nya di dada bidang milik Matteo.


di pegang nya tangan sang istri yang begitu sangat dingin itu, dengan detak jantung Fara yang cepat kini sampai terasa di dadanya ketika Fara nempel kan tubuhnya di dadanya tersebut.


apa dia sangat ketakutan sekali sampai keadaannya seperti ini, aku harus menenangkan nya, aku takut jika ia kembali dengan trauma nya seperti dulu padaku gumam Matteo dalam hati.


" honey hei tatap kedua mataku baby " ucap Matteo sambil sedikit mendongakkan dagu sanga istri ke atas supaya menatap kedua matanya saat ini.


dan setelah itu, Fara pun mulai menatap kedua bola mata sang suami, kemudian Matteo langsung tersenyum ketika ia juga menatap nya.


" honey apa boleh melihatnya " tanya Matteo lagi dengan keadaan istrinya yang mulai tenang.


" melihat apa " jawab Fara pelan.


" tadi yang aku gigit itu " sahut Matteo yang juga dengan nada pelannya.


" iya boleh,...tapi jangan memegangnya sakit " ucap Fara.


" iya aku tidak akan memegang nya baby, aku akan melihatnya saja " jawab Matteo kemudian.


perlahan Matteo pun mulai membuka kembali kancing kemeja milik Fara di lihatnya di dalam sana, dua buah dada kembar milik Fara yang sedikit menyembul keluar dari wadahnya, dan perlahan Matteo mengeluarkan satu buah dada milik sang istri yang tadi ia gigit ujung ya itu.


Dan memang iya di lihatnya di ujung buah dada milik sang istri kini memerah sedikit ke ungu ungu an dan juga sedikit lecet mengeluarkan sedikit darah.


" honey maaf, aku akan mengobatinya, kau tunggu di sini baby " ucap Matteo kemudian menurunkan sang istri dari pangkuannya dan menaruh tubuh Fara di atas sofa.

__ADS_1


cup


satu kecupan mendarat di bibir Fara.


" diam di situ oke baby " ucap Matteo


sedangkan Fara mengangguk dengan polosnya.


Matteo langsung tersenyum melihatnya.


dan perlahan Matteo berjalan untuk mengambil obat di kotak p3k nya.


sesat kemudian.


Matteo kembali dengan membawa obat di kedua tangannya untuk sang istri.


" honey diam lah sebentar aku akan mengobatinya " ucap Matteo


Fara kembali menganggukkan kepalanya pelan, sedangkan lelaki berparas bule tersebut kembali tersenyum melihat sang istri menganggukkan kepalanya dengan polosnya itu.


Matteo mulai mengobati pucuk buah dada sang istri dengan sangat pelan.


memang menurut Fara sakit dan ngilu nya itu begitu sangat teramat ia rasakan, dengan apa yang di lakukan oleh suami nya itu seperti lelaki tidak ada pekerjaan saja menggigit seperti bayi.


" sudah selesai honey, dan sekarang biarkan seperti ini jangan ditutup agar cepat kering " jelas Matteo seperti dokter.


" sayang yang benar saja masa iya aku akan membiarkan bergelantungan seperti ini " jawab Fara dengan raut wajah lesunya.


" hehehe... tidak apa apa honey, kan hanya ada aku suamimu, sekalian saja kau buka kemeja putih mu ini " ucap Matteo kemudian sambil sedikit menertawakan perkataan Fara.


" suami mesum " ucap Fara dengan bibirnya yang masih manyun.


" hehehe... honey aku tidak akan yang aneh aneh lagi " jawab Matteo setelah itu.


tring.... tring...


bunyi ponsel Matteo tiba tiba.


" honey sebentar ponselku berbunyi di atas nakas "


" iya baiklah "


perlahan Matteo melangkahkan kakinya menuju nakas di lihatnya di ponsel pintar miliknya, ada satu pesan dari sekertaris Gavin.


perlahan Matteo mulai membuka isi pesan tersebut.


tuan bawahan saya tadi mengirimkan sebuah paperbag berisi cincin berlian yang anda pesan untuk nona Fara, karena anda tidak ada bawahan saya menaruhnya langsung di ruang kerja anda tuan.


begitu lah kira kira isi pesan sekertaris kepercayaan nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2