
Sedangkan Fara saat ini hatinya penuh dengan kebencian kepada Matteo, dan di dalam hatinya mungkin Fara tidak akan pernah bisa memaafkan lelaki tampan berwajah bule itu untuk selamanya.
Dan di dalam gudang pengap itu kini Fara meratapi nasibnya, kenapa harus seperti ini dan tak pernah terfikir kan olehnya kalau kedua orang tuannya begitu jahat di masa lalu kepada keluarga Matteo.
apa salahku, bukankah aku dan dia sudah impas, kenapa dia ingin sekali aku tersiksa seperti ini, ayah ibu kenapa kau dulu sangat jahat kepada keluarga nya, KENAPA.
Fara bermonolog sendiri di dalam gudang pengap itu, sesekali ia berkata dengan suara yang sangat keras, karena merasa tidak ada satu pun orang yang bisa dia buat untuk berbagi cerita hidupnya.
beberapa saat kemudian Matteo kembali kedalam gudang dan membawa beberapa baju ganti untuk Fara yang kemarin dia belikan itu.
setelah itu Matteo membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Fara secara bersamaan dengan pisau kecil namun sangat tajam, kemudian Matteo memasukkan kembali pisau itu ke dalam saku Celananya.
Ini pakaianmu pakailah, kalau kau tidak memakainya maka tubuhmu akan di Grogot i kecoak di sini, ucapnya sambil berjongkok di depan Fara sambil melihat ke arah wajah Fara yang matanya sudah sembab karena terlalu lama menangis.
sedangkan Fara hanya terdiam mendengar perkataan Lelaki yang ada di depannya itu, dengan duduk di lantai pojok gudang sambil memeluk kedua lututnya,
kemudian sesekali melihat ke arah Matteo yang terlihat menakutkan itu, dan tidak berniat sama sekali membalas perkataan lelaki berwajah bule depannya.
apa kau tuli hah, cepat jawab aku, kau dengar itu ucap Matteo sambil menekan dagu Fara dengan tangan kirinya.
Sedangkan Fara tetap saja terdiam meskipun Matteo menekan sangat keras pada dagunya itu.
Dasar budak tidak tau diri, ucapnya lagi kemudian menghempaskan dagu Fara dengan kasar.
Fara pun tetap terdiam enggan menjawab perkataan lelaki yang ia anggap monster itu.
setelah itu Matteo keluar dari dalam gudang pengap itu, kemudian kembali mengunci pintu gudang.
Setelah kepergian Matteo kemudian Fara langsung memakai baju yang di berikan kepadanya, dan setelah selesai memakainya,
Fara tetap saja terdiam dalam keheningan gudang yang tak ada lampu itu, dengan dirinya yang merasa ketakutan karena tak ada sedikit cahaya yang masuk di sana, sampai waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam dan waktunya makan malam.
beberapa saat kemudian
pintu gudang telah di buka oleh seseorang yang tak lain adalah Matteo, dan lelaki itu membawakan Fara sepiring nasi beserta lauk pauknya dan segelas air putih.
" makanlah, jika kau tidak memakannya maka kau akan mati sia - sia di sini apa kau mau hah "
ucap Matteo sambil berjongkok menatap kedua mata Fara yang sayu itu.
__ADS_1
" lebih baik aku mati sia - sia, dari pada aku harus menjadi budak orang seperti mu "
Matteo tersenyum kecut mendengar perkataan Fara.
" aku tidak menyangka, kalau kau adalah wanita yang tidak gampang menyerah seperti sekarang " Matteo kembali tersenyum kecut.
dan Fara pun juga tersenyum kecut mendengar perkataan Matteo seperti berniat mengejek lelaki di depannya itu.
dan setelah itu Matteo meninggalkan Fara begitu saja dalam kamar gelap itu.
malam pun semakin larut, Fara yang berada di gudang tetap tak menyentuh makanan yang di berikan lelaki berwajah bule itu, dan Fara tertidur dengan perut yang kosong, padahal dirinya sangat lapar.
Dan keesokkan harinya Fara mulai membuka matanya, melihat ke arah sekelilingnya tetapi tetap saja gelap karena memang tak ada cahaya masuk sedikitpun di sana.
bagaimana aku bisa kabur dari sini, kalau begini terus gumamnya dalam hati.
kemudian terdengar suara pintu yang di buka dari luar siapa lagi kalau buka Matteo, kemudian Matteo melangkah ke arah Fara dan berjongkok di depannya.
" ternyata kau masih kuat ya "
" Apa aku boleh ke kamar mandi " ucap Fara meminta izin dari Matteo.
" untuk apa hah "
" baiklah sekarang kau pergilah ke kamar atas yang kemarin kau tempati itu "
" hem " jawab Fara singkat
kemudian Fara berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari dalam gudang pengap itu di ikuti Matteo dari belakang.
sebaiknya sekarang aku harus keluar dulu dari dalam gudang ini untuk mencari cara lain supaya aku bisa kabur dari sini gumam Fara sambil melangkahkan kakinya itu.
Fara mulai menaiki anak tangga menuju lantai atas ke arah kamar yang ia tuju.
Setelahnya sampai di lantai atas dan tepatnya di depan kamar tersebut, kini Fara mulai membuka pintu kamar itu kemudian memasukinya perlahan, ia melangkahkan kakinya sambil melihat ke arah kanan kiri di sisi sisi kamar mencari cela untuk dirinya supaya bisa kabur dari sana, dan melangkahkan kakinya menuju toilet.
Dan setelah lama di toilet Fara kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar itu, kemudian membuka pintu kamar,
yang di depannya sudah ada Matteo yang menunggunya sedari tadi di depan pintu kamar tersebut yang terlihat menghubungi seseorang.
__ADS_1
hari ini aku tidak akan ke kantor, sebaiknya kau gantikan aku di Sana Vin ucapnya kepada seseorang di seberang telfon sana.
dan panggilan pun terputus.
" aku sudah selesai " ucapnya kepada Matteo setelah pintu terbuka.
kemudian Fara melangkahkan kakinya yang akan menuruni anak tangga, dan langkahnya tiba - tiba terhenti.
" sebaiknya kau di kamar ini saja, aku tidak mau repot - repot membuntuti mu jika kau mau ke toilet "
sedangkan Fara tidak berniat menjawabnya hanya membalikkan badannya kemudian memasuki kamar itu lagi.
" apa kau bisu " ucap Matteo setelah Fara memasuki kamar itu.
" apa aku perlu menjawab semua pertanyaan mu " ucap Fara enteng.
sedangkan Matteo sudah merasa marah dan murka karena merasa budak barunya ini memang bukan wanita penakut dan gampang menyerah sepertinya.
" Oh kau memang sudah berani ya padaku " ucapnya kemudian mengunci pintu kamar dan setelah itu melangkahkan kakinya ke arah Fara.
" ya memangnya kenapa, memangnya kau siapa hah, aku tidak akan pernah mau menjadi budak orang seperti mu kau mengerti "
ucap Fara dengan tegas, padahal di dalam hatinya Fara merasa ketakutan.
Matteo yang mendengar perkataan Fara itu akhirnya mulai naik darah dan murka kepada Fara, rahangnya mulai mengeras dan kedua tangan nya mulai mencengkram.
" ulangi lagi perkataan mu, aku kurang jelas mendengarnya " ucap Matteo
" AKU TIDAK MAU MENJADI BUDAK MU " ucap Fara dengan nada suara yang begitu keras.
sedangkan Matteo yang mendengar nya, langsung mendekap tubuh Fara yang ramping itu kemudian menjamah i seluruh tubuh Fara dengan rakusnya.
sedangkan Fara berusaha memberontak untuk melepaskan diri dari Matteo, tapi usahanya sia - sia karena tubuh Matteo lebih besar darinya, Fara hanya bisa menangis melihat kelakuan bejat Matteo padanya.
" kau sungguh bukan manusia, kau adalah monster, aku benci padamu SANGAT BENCI " ucap Fara sampai meronta ronta karena dia sudah menyerah dengan keadaan yang seperti ini.
" aku tidak perduli kau membenciku atau tidak, itu adalah urusanmu "
" lepaskan aku " ucap Fara dengan air mata yang merembes kemana - mana.
__ADS_1
" aku tidak akan melepaskan mu "
setelah itu Matteo melepas ikat pinggangnya yang akan ia buat untuk mengikat tangan Fara, kemudian ia menghempaskan tubuh Fara ke ranjang king size itu, karena saat ini Matteo telah di selimut i oleh hawa nafsunya kepada Fara.