Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
menyusun rencana


__ADS_3

JEG... GLEK....


bunyi handel pintu ruang pribadi James yang baru saja di buka.


" Daddy, uncle Pitter " ucap Jasmine pada dua pria yang baru saja memasuki ruang tersebut.


" iya ini daddy dan uncle Pitter sayang, kata uncle Pitter uncle punya sesuatu untuk Jasmine " ucap James sambil merayu sang putri mau ikut dengan sekertaris nya itu untuk sementara.


" benarkah uncle " tanya Jasmine dengan wajah berbinar binar bahagia.


" iya gadis cantik, ayo ikut uncle " ajak Pitter selanjutnya.


" ayo Jasmine mau uncle " jawabnya


Dengan segera Jasmine gadis kecil cantik itu dengan bahagianya langsung menggandeng tangan yang sedikit berotot tersebut untuk segera keluar ruangan.


Dan kini hanya menyisakan James dan Fara keduanya saling diam, tetapi diam nya Fara seolah ingin mendengar sebuah penjelasan dari bibir tipis pria bernetra hijau tersebut.


" Fara aku ingin bicara sesuatu padamu, aku tau kau ingin mendengar penjelasan ku bukan "


" ya jelaskan lah kenapa kau bisa mengenalnya, pria dari masa lalu ku "


" baiklah aku akan menjelaskan semuanya padamu " ucap James kemudian terdiam sejenak.


setelah itu mulai menjelaskan semuanya dari awal.


" aku mengetahui semuanya sejak beberapa hari lalu, sebenarnya aku ingin menjelaskan nya padamu tetapi aku takut kau teringat masa lalu buruk mu bersama nya aku berniat hanya menjadikan semua ini hanyalah sebatas kerja sama perusahaan ku dengannya dan tak melibatkan mu dalam semua ini Fara "


jelas James yang merasa sedikit bersalah sesekali pria itu menunduk.


" maaf kalau aku seperti sedikit menyalahkan mu, tapi sebelum nya terima kasih kau tak berniat ingin mempertemukan aku dengan nya, tapi tadi malah..." jawab Fara kemudian terhenti.


" semua itu kan kebetulan, dan maaf tadi aku memanggil mu sayang satu lagi aku telah bilang padanya bahwa kau istri ku dan Jasmine putri ku "


" tak masalah terima kasih kau telah menyelamatkan aku darinya dari pengakuan mu itu "


" Aku dan dia mungkin akan sering bertemu, karena perusahaan ku dengan nya menjalin kerja sama dalam dua bidang perhotelan dan mall nya yang berada di sini "


sejak kapan perusahan nya mencakup segala bidang, apa sejak aku pergi dari hidupnya kemudian ia jadi penggila kerja karena wanita ****** itu yang menghambur hambur kan uang nya, ah terserah lah itu bukan urusan ku gumam Fara.


" Fara kenapa kau diam " tanya pria bernetra hijau tersebut.

__ADS_1


" ah maaf aku melamun, sebaiknya kita lanjutkan saja rencana mu tadi, aku tak ingin ia mentertawakan aku karena sampai sekarang aku tak mempunyai pasangan dia pasti mengira aku tak bisa melupakan nya " jelas Fara.


" maksud mu rencana sebagai istri begitu " ucap James memperjelas.


" ya kau benar James "


" baiklah kalau begitu mau mu, aku akan senang hati membantumu "


" Terima kasih James " ucap Fara sambil mengembangkan senyum nya.


*


*


*


Vila Matteo.


BRAKKK....


PYARRR..... PYARRR..... KTPANGG...


" ARRGHH..... kenapa semuanya jadi seperti ini, tidak tidak mungkin dia Fara ku, bukan milik pria lain hanya milik ku " ucap Matteo Frustasi dengan keadaan nya yang sudah acak acakan saat ini.


" tuan tenang tuan, tenang kan hati anda anak buah saya akan segera mendapatkan informasi tentang istri dari tuan James " ucap sekertaris Gavin menenangkan sang atasan.


" Kapan,...sampai kapan hah " tanya nya penuh emosi pada pria di samping nya.


" sabar tuan, maaf tuan sebelum apa anda sedikit tak berfikiran seperti saya " ucap Gavin membuat pria bernetra abu abu itu sedikit tertarik dengan perkataan nya.


" maksud mu " ucap Matteo yang mulai berhenti memporak porandakan keadaan ruang tamu vila nya yang sudah seperti kapal pecah itu karena kemarahan nya sejak tadi tak kunjung reda.


" apa tuan tidak memperhatikan gadis kecil putri cantik tuan James itu " jelas Gavin.


" kenapa memang nya heh " ucap Matteo yang kini mulai tenang dan duduk di sofa ruang tamu.


" wajahnya sangat mirip dengan anda tuan, dan juga warna kedua bola matanya juga sama dengan milik anda sedangkan milik tuan James hijau " jelas Gavin lagi.


" kau benar Vin, Vin apa jangan jangan.. aagrhh mana mungkin " ucap Matteo seperti memikirkan sesuatu kemudian pria itu segera menepis dari pikirannya dengan cepat.


" tuan kita atur rencana supaya kita lebih dekat dengan keluarga tuan James bagaimana, dan setelah itu kita akan mendapatkan sedikit informasi tentang keluarga mereka "

__ADS_1


" bagus dan jika itu benar-benar Fara istri ku, aku akan merebutnya dengan paksa Vin "


" saya akan membantu nya tuan "


ah.. tuan menakutkan sekali jika sudah seperti ini, aku sudah lama tak melihat kemurkaan nya seperti sekarang ini gumam Gavin.


" bagus... bilang pada semua anak buah mu untuk mempercepat pencarian informasi yang akurat aku tidak mau tau "


" tapi tuan, maaf sebelum nya menurut saya tuan James seperti nya memang benar-benar memotivasi semua tentang kehidupan nya "


" sepertinya aku mencium bau bau mencurigakan Vin, bilang padanya nanti malam aku mengajaknya makam malam untuk merayakan kerja sama dengan nya dan suruh ajak istri dan putri nya " perintah Matteo


" baik tuan, sepertinya lebih mudah jika kita berdua sendiri yang menyelidikinya "


" sepertinya begitu Vin, baiklah sekarang bersihkan semua nya aku ingin menenangkan pikiran ku di dalam kamar "


" baik tuan "


Dengan segera pria yang kini seperti sudah frustasi berat itu langsung menuju lantai atas kamar nya sedangkan sekertaris Gavin langsung menghubungi anak buahnya untuk membersihkan barang barang yang sudah berserakan di lantai marmer tersebut.


******


Jam dinding kini sudah menunjukkan pukul 04.15


Seperti biasa Fara dan sang putri segera bergegas untuk pergi ke pantai menikmati keindahan terbenam nya matahari, dengan gaun pendek selutut berwarna moka.


keduanya mulai keluar dari gerbang rumah mewah milik James.


" putri mommy sudah siap " tanya Fara pada sang putri.


" sudah dong mom, ayo kita segera berangkat " jawab Jasmine dengan raut wajah bahagianya.


" baiklah kau pegangan yang kuat ya "


" ok mommy " jawab Jasmine sambil mengacungkan jempol pada sang mommy.


Keduanya perempuan antara ibu dan anak itu kini mulai tersenyum, tat kala sang mommy mulai mengayuh sepeda mini putih nya dengan melenggok lenggok di jalan yang yang sedikit minim kendaraan.


Keduanya mulai tertawa riang serta ber nyanyi tak karuan arah sehingga membuat keduanya lagi dan lagi kembali tertawa cekikikan di tengah jalan, dengan rambut bergelombang milik keduanya yang tertiup angin menambah kesan wah bagi kedua perempuan cantik tersebut.


oh sungguh manis nya untuk di lihat, seolah olah dunia hanya miliknya berdua.

__ADS_1


__ADS_2