
" sayang sudah, aku sudah kenyang saat ini " ucap Fara sambil memegangi perutnya.
" ya sudah kalau begitu "
" honey kau tau sebelum nya aku tidak pernah makan makanan seperti ini, bahkan waktu kita di tempat kulineran aku merasa jajanan di sana sangat tidak higenis, dan aku hannya mengikuti dirimu saja, dan sekarang aku seperti ketagihan dengan rasanya " tutur Matteo pada Fara.
" iya kan benar apa kataku, kau pasti menyukai nya sayang "
" iya kau benar honey aku menyukainya "
" dan sekarang kau sudah selesai makan dan aku juga sudah mengambilkan obatnya untukmu " jelas lelaki bernetra abu bu tersebut.
" tapi.. tapi aku tidak bisa me..... " ucap Fara tiba tiba kemudian langsung.
glek
obat penurun panas sudah masuk ke dalam tenggorokannya, karena kelakuan sang suami, yang tiba tiba saja menaruh obat penurun panas tersebut di lidah istrinya saat berbicara tadi.
Kemudian Matteo mendorong obat tersebut dengan air yang ia minum dari gelas kemudian memasukkan lewat mulutnya setelah itu menempelkannya ke mulut Fara, dengan sekejap Fara langsung menelannya.
" itu obatnya sudah masuk bukan " ucap nya setelah apa yang ia lakukan untuk membantu kepada sang istri.
" sayang apa yang kau lakukan " tanya Fara sambil memegangi ujung bibirnya.
" sudah diam honey dan sekarang tidurlah kau sudah minum obat bukan, selamat malam honey, aku mencintaimu "
" selamat malam juga sayang "
" ya sudah sekarang tidurlah, aku akan ke ruang kerja baby "
cup
selamat malam, mimpikan aku ucap Matteo.
Fara tersenyum kemudian mencoba memejamkan kedua matanya.
sedangkan Matteo kini mulai berdiri, dan akan beranjak dari kamarnya tersebut menuju ruang kerja nya.
__ADS_1
sepeninggalnya Matteo ke ruang kerja.
Fara yang sedari tadi mencoba untuk memejamkan kedua matanya tersebut tetap tidak berhasil meskipun keadaanya saat ini demam nya sudah turun.
kemudian Fara berniat mendudukkan tubuhnya dengan kepalanya yang ia sandarkan ke belakang ranjang.
dirinya terdiam sejenak di dalam kamar mewah tersebut, kemudian dirinya perlahan, menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang, setelah itu perlahan Fara membuka laci yang berada di samping ranjang kind size nya tersebut.
dia mulai mengambil di sana sebuah buku catatan yang selama ini adalah milik Matteo yang tak pernah terpakai.
dan selama ini juga Fara pakai untuk menulis semua cerita perjalanan hidupnya, tanpa di ketahui oleh Matteo.
kini dirinya mulai menaiki kembali kasur empuk nya sambil duduk di atas ranjang tersebut dengan bersandar di bagian belakang kepala yang dia beri bantal.
Dan buku catatan yang kini ia pegang itu adalah tempat mencurahkan semuanya, sejak dirinya masuk ke dalam mansion besar tersebut, mulai dari dirinya di jadikan budak oleh Matteo, sampai di ambilnya sebuah kehormatan miliknya secara paksa, penyiksaan, kekerasan, serta dirinya yang di nikahi tanpa persetujuannya.
dan kini dirinya mulai menulis untuk kesekian kalinya, Fara menulis semua isi hatinya yang saat ini perasaan bencinya pada Matteo dahulu telah terkalahkan oleh perasaan sayang nya terhadap lelaki berparas bule turki itu.
Fara mulai menangis sesenggukan, akan kah hidupnya akan berakhir dengan perasaan yang bertepuk sebelah tangan, sedangkan dirinya sudah mengetahui kalau Matteo menikahi dirinya hanya untuk status saja, budak berkedok istri yang selama ini telah ia ketahui lewat sambungan telepon antara Matteo dan seseorang di seberang sana, supaya dirinya bebas dan lebih leluasa menyiksanya secara fisik dan batinnya.
dirinya kembali menangis sesenggukan.
mengingat dirinya yang sangat menyedihkan mencintai seseorang yang telah jahat merusak hidup dan harga dirinya, dan kini dirinya mencintai lelaki tersebut, tetapi sayangnya lelaki itu tak pernah sekali pun mencintainya, semua yang lelaki tampan itu lakukan pada dirinya hanya di anggap nya sandiwara belaka saja.
setelah lama dirinya menulis di sana, perlahan Fara menutup buku catatan nya tersebut dan kembali memasukkan buku catatan itu ke dalam laci.
Fara kembali terdiam memandangi langit langi kamar.
sampai kapan aku bertahan, dengan perasaan ini yang semakin hari membuatku tak bisa mengungkapkannya pada diriku sendiri monolog Fara.
setelah bermonolog dan memandangi langit-langit kamar itu, perlahan kedua matanya kini mulai terpejam dengan seiring berjalannya malam yang mulai sunyi.
sedangkan Matteo yang sedari tadi sibuk di ruang kerjanya itu, kini dirinya mulai beranjak dari sana, dan memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya, untuk menemani sangat istri.
Matteo kini melangkahkan kakinya ke arah kamar setelah sampai di depan pintu dirinya mulai membuka perlahan pintu tersebut, dan di lihatnya istrinya sudah terlelap di sana.
honey kau sudah tidur, emm...seperti panas mu sudah turun, kalau di lihat lihat kau memang sangat cantik sekali baby, pantas saja kau selalu di lirik oleh lelaki di luaran sana monolog Matteo.
__ADS_1
kini dirinya membenarkan tidur sang istri yang sedikit tak karuan itu agar bangun tidur tubuhnya tak kembali merasa remuk kembali, setelah itu Matteo membenahi selimut istrinya setelah selesai dirinya kini mendekat ke arah Fara sambil menciumi wajah istrinya itu, setelah itu beralih ke bibir tipis milik istri nya.
cup
cup
cup
honey kenapa bibir tipis mu ini selalu membuatku selalu menginginkannya ucap Matteo.
kemudian Matteo kembali mencium bibir tipis itu lebih lama.
sedangkan Fara sedikit menggeliat pelan merasakan sesuatu menempel di bibirnya.
kemudian Matteo melepaskan bibirnya dari bibir tipis Fara.
emm....
lenguh Fara.
shttt... shtttt....shttt.....
Matteo sedikit mengelus elus pucuk kepala istrinya.
tidurlah lagi honey jangan bangun ucap Matteo yang seperti kembali menidurkan bayi yang baru saja terbangun itu.
sungguh gemas dirinya saat ini melihat sang istri yang sedikit memanyunkan bibirnya tersebut.
kemudian Matteo yang merasa gemas itu, memilih untuk tidur dan berbaring di samping istrinya, karena jika Matteo sedang sangat gemas seperti saat ini, dirinya akan meminta lebih bukan hanya sekedar ciuman saja.
Sedangkan keadaan istrinya saat ini tidak memungkinkan untuk mengajaknya bercinta, kerena sedari pagi dirinya sudah mengajak Fara bercinta hampir setengah hari di dalam kamar kerena istrinya terpengaruh oleh obat perangsang pemberiannya uji cobanya itu, karena istrinya susah sekali di bujuk dan saat ini dirinya tak mau membuat istrinya bertambah kelelahan untuk mengimbangi kegagahannya tersebut.
Padahal setengah hari tadi di dalam kamar bersama istrinya itu sampai mengeluarkan lebih dari sepuluh kali kenikmatan tanpa bantuan obat perangsang sekali pun, entah itu kegagahan macam apalah yang di miliki lelaki berparas bule tersebut.
dan kini dirinya mulai mencoba memejamkan kedua matanya untuk melupakan keinginannya itu sejenak, sambil memeluk tubuh istrinya begitu sangat posesif.
sesaat kemudian kedua mata itu ikut terpejam dengan seiring nya malam.
__ADS_1