
Kini adalah hari dimana Matteo dan Fara akan segera kembali ke kota B setelah acara bulan madu keduanya telah usai,
dimana Mansion besar yang telah seminggu ini mereka tinggal sepertinya sangat merindukan keduanya.
beberapa jam perjalan
tepatnya pukul 14.00 wib.
setelah keduanya melewati perjalan udara dan darat, akhirnya pria berparas bule dan sang istri nya pun kini telah sampai di pekarangan mansion besar miliknya itu.
Dan seperti biasa putri cantik bak rapunzel di negri dongeng itu kini masih setia memejamkan kedua matanya di dalam mobil mewah hitam yang baru saja menjemputnya di bandara tersebut.
Perlahan
Matteo serasa malas membangunkan putri rapunzel nya, karena itu hal yang sudah biasa istri nya selalu tertidur semaunya dirinya.
Maka tanpa babibubebo pria bertubuh kekar tersebut langsung menggendong tubuh indah milik sang istri yaitu Fara.
keduanya kini mulai memasuki mansion dengan posisi Fara yang masih terlihat enak di pandang kedua mata yaitu di dekapan Matteo pria berparas bule luar negri yang memiliki kekayaan berlipat-lipat itu.
Dengan langkah lebar Matteo segera menuju ke lantai atas tepatnya di kamar pribadinya bersama Fara selama ini.
sesaat kemudian.
Meletakkan tubuh sang istri dengan sangat pelan agar tak terganggu.
" baby istirahat lah, aku akan ke ruang kerja " ucap pria bernetra abu abu tersebut.
cup
mengecup singkat kening milik Fara.
Dan setelah itu bergegas pergi menuju ruang kerja miliknya.
" Tuan, semua oleh oleh dan barang nona diq di mana " ucap pelayan wanita paruh baya mansion nya yang di tugaskan hanya untuk bersih bersih itu.
" taruh saja di kamar, ingat jangan berisik istri ku sedang istirahat mengerti " jawab Matteo
" mengerti tuan " jawab pelayan tersebut.
Dan setelah itu pelayan wanita tersebut segera membawa barang barang milik Fara ke kamar
Sedangkan Matteo pun melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja.
sesampainya di ruang kerja.
Pria bernetra abu abu itu mulai duduk di kursi putarnya, menghidupkan benda layar tipisnya di sana sesekali mengotak atik ponsel miliknya untuk menghubungi sekertaris Gavin.
sesaat panggilan pun terhubung.
" halo " ucap Matteo setelah panggilan terhubung.
" halo tuan " jawab sekertaris Gavin.
" sekertaris Gavin, aku sudah sampai di mansion, bagaimana apa kau sudah mendapat kan rekan kerja menggantikan pekerjaanmu sementara di perusahaan " jelas CEO tampan pemilik perusahaan otomotif tersebut.
" sudah tuan, dia perempuan dan mulai besok dia mulai bekerja menemani saya sementara dan setelah itu beberapa hari ke depan saya mewakili anda pergi ke perusahaan cabang di kota sebelah tuan " jawab sekretaris Gavin
" bagus,.. aku percaya padamu Vin, dan ya satu lagi kirimkan aku mengenai data perusahaan dalam satu bulan ini "
" baik tuan saya akan segera mengirim nya "
" baiklah kalau begitu "
Dan panggilan pun terputus.
__ADS_1
sesaat Matteo mulai menerima email masuk dari sekertaris Gavin.
perlahan dirinya mulai membuka pesan email tersebut, melihat data data perkembangan perusahaan yang tambah berkembang pesat.
Gavin memang bisa di andalkan monolognya.
Matteo terus mengotak atik benda layar tipisnya tersebut.
Satu jam kemudian.
Matteo tak kunjung keluar dari dalam ruang kerjanya tersebut, mungkin terlalu banyak pekerjaan yang harus ia lihat di dalam sana.
Perlahan pintu ruang kerja Matteo dibuka dari luar.
JEG GLEK.......
Menampilkan wajah cantik yang menyembul ke dalam ruang kerja milik Matteo.
perlahan wajah cantik itu mulai berucap.
" sayang apa aku mengganggumu " ucap Fara sedikit tersenyum.
" tidak sama sekali, kau sudah bangun baby " tanya Matteo.
" hehehe..... iya " jawab Fara dengan sedikit cengengesan.
" kemarilah dan duduk di pangkuanku " ucap Fara sambil menepuk bagian pahanya.
" apa bisa kau fokus kalau aku berada di pangkuan mu " tanya Fara lagi.
" tentu saja " jawab Matteo santai.
" baiklah kalau begitu "
Perlahan Fara pun mulai masuk dengan dirinya yang kini memakai tengtop dan celana pendeknya memperlihatkan paha mulus milik gadis bermata bulat tersebut.
sambil dirinya yang kini tengah menggigit pelan bibir bawahnya dan sedikit menggeleng geleng kan kepalanya.
tahan tahan... fokus fokus, Matteo pekerjaan mu masih menumpuk gumamnya lagi.
" honey kenapa kau memakai pakaian seperti itu heh " tanya Matteo dengan matanya yang sedikit menajam.
" sayang aku merasa sangat gerah sekali siang ini " jawap Fara yang kini mulai melangkah ke arah Matteo.
Dan perlahan tangan Fara mulai bergelayut manja di leher milik Matteo, satu persatu kakinya mulai naik ke atas pangkuannya.
huufftttt........ sungguh tidak kuat jika melihat nya seperti ini, honey kau membuat yang di bawah sana mengeras sekarang astaga gumam Matteo lagi.
" honey jangan menatap ku seperti itu " ucap Matteo yang merasa seperti di perhatikan Fara dari samping.
" aku tidak menatapmu, aku hanya memandangi brewokan tipis ini di wajahmu sayang " jelas Fara sambil membelai pipi dan dagunya ke bawah.
" memangnya kenapa " ucap Matteo sedikit penasaran.
" aku tergoda melihat nya, kau terlihat sangat maco " jawab Fara, yang memang dirinya sering terpesona ketika melihat suaminya yang begitu terlihat sangat maco dengan brewokan tipisnya.
" hehehe.... dasar ya... kau mulai mesum sekarang "
" hehehe.....tidak, ya sudah kerjakan pekerjaanmu sayang, jangan malah mengajakku bicara "
" ya... ya... ya baiklah, kau harus diam tidak boleh bergerak oke "
" hehehe... kau pikir aku patung manekin hah "
" hehehe.... bukan seperti itu baby "
__ADS_1
" ya sudah berikan aku satu kertas kosong dan pensil "
" ini " jawab Matteo sambil memberikan satu lembar kertas kosong dan sebuah pensil.
" terimakasih dan sekarang aku bisa diam, kau jangan melirik ku ya "
" hehehe... kau GR sekali honey "
" sayang sudah diam lah "
" ya ya ya baiklah "
keduanya mulai terdiam, Matteo mengerjakan pekerjaan nya dan Fara sibuk dengan lembaran kertasnya.
entah apa yang di tulis di sana, dia memang benar-benar diam seperti patung manekin saat ini.
sedangkan Matteo sedikit melirik, karena sedari tadi istrinya hanya sibuk dengan lembaran kertas yang baru saja ia berikan itu kepadanya.
" honey apa kau tulis, sedari tadi kau diam hanya sibuk dengan kertas itu "
" shhhtttt.... diam dan lanjutkan pekerjaan nya "
" ya baiklah tuan putri " jawab Matteo kemudian kembali mengerjakan pekerjaan nya yang masih utuh.
sedangkan Fara masih sibuk dengan dengan lembaran kertas di tangan nya itu, entah apa yang ia gambar, sesekali bibir nya mengembangkan senyuman.
sesaat kemudian.
Fara telah selesai dengan lembaran kertasnya, kemudian ia memberikan nya kepada pria bernetra abu abu tersebut.
" sayang ini "
" mana aku lihat, apa sebenarnya yang kau tulis di lembaran ini "
Matteo mulai membuka lembaran kertas yang telah di gulung gulung oleh Fara.
perlahan dirinya mengembangkan senyum sesekali dirinya seperti terhanyut oleh gambaran lukisan sederhana yang di buat oleh sang istri yang seperti terlihat hidup di bagian matanya.
Ya Fara menggambar sebuah keluarga kecil sederhana yang tengah menggandeng gadis kecil dengan rambutnya bergelombang serta mata bulatnya,
terlihat sangat lucu dengan kedua tangan nya yang tengah di gandeng ayah dan ibunya di sisi kanan dan kiri.
bahkan wajah ayah dan ibunya di gambar semirip mungkin seperti dirinya dan sang istri.
" honey kau pintar sekali membuatnya " ucap Matteo yang masih memandangi gambar lukisan sederhana yang menurutnya penuh arti itu.
" hehehe.... benarkah " jawab Fara sedikit tertawa kecil.
" kau sangat menginginkan bayi honey... hem " tanya Matteo yang kini beralih memandang intens kedua mata Fara.
Fara mengangguk pelan
Matteo tersenyum,
kemudian segera menjawab angguk kan kepala Fara.
" Kita akan segera memilikinya, baby " ucap pria bernetra abu abu.
" benarkan apa akan secepatnya nya " jawab Fara yang seperti berbinar binar menjawabnya.
" proses istri ku " ucap Matteo dengan sangat pelan.
" begitu ya " jawab Fara sedikit memanyunkan bibirnya ke depan.
" ya begitulah kira kira " sahut Matteo.
__ADS_1
keduanya kembali saling tersenyum, kemudian Matteo memeluk tubuh Fara ke dalam pelukan nya yang semakin dalam.
Fara merasa nyaman saat suaminya memeluk nya dengan erat, rasanya seperti menyalurkan kasih sayang di antara keduanya.