
Oh iya apa aku harus beli alat make up juga untuk merubah penampilanku, tetapi aku juga tidak begitu suka make up, ahh...sebaiknya aku beli saja monolog Fara.
Kemudian dirinya segera keluar dari dalam toilet tersebut, setelah itu ia langsung menuju bagian mall yang menjual alat make up yang ia butuhkan itu.
Sesaat kemudian
Fara telah membeli alat make up tersebut, yang kini sudah ia taruh di dalam paperbag yang juga berisi pakaian Fara yang telah ia pakai tadi sebelum ia membeli pakaian baru di mall tersebut.
Apa aku harus memakainya juga ya, ah tidak tidak seperti nya sangat berlebihan, besok besok saja aku seperti tak ada kerjaan lain saja, sebaiknya aku pulang saja, begini saja sudah merasa lelah, apalagi wanita yang suka shopping di luaran sana apa mereka tak punya rasa lelah ya, ah sudahlah bukan urusan ku sebaiknya aku segera pulang monolog Fara panjang lebar.
Kemudian gadis dua puluh satu tahun itu melanjutkan langkahnya untuk keluar dari mall tersebut, tak sedikit yang melihat ke arahnya, sangking kagumnya melihat kecantikan yang fara tunjukkan saat ini.
Apa aku sangat sangatlah berubah sampai orang-orang melihatku sampai seperti itu monolog Fara sambil dirinya sedikit geleng geleng kepala.
Beberapa saat kemudian Fara telah berada di luar mall tersebut dirinya menoleh ke arah kanan kiri, di lihatnya tak ada kendaraan umum lewat, dan sesaat kemudian ada sebuah mobil taxi berwarna biru berhenti di depannya.
" Dek taxi " Ucap supir taxi tersebut sambil membuka kaca mobilnya itu.
" Emmm... Iya deh pak, berhenti di panti asuhan KASIH BUNDA ya pak " Jawab Fara yang sedikit memikirkan biaya taxi menuju panti tempat dia tinggal itu.
kemudian dirinya perlahan membuka pintu taxi tersebut dan mulai masuk ke dalamnya, sesaat kemudian mobil taxi itupun mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area mall tersebut menuju panti asuhan yang selama ini ia tinggali itu.
Kini taxi tersebut mulai membela jalanan perkotaan, banyak lalu lalang orang, orang yang sedang melintas.
" Adek maaf ya sebelum nya saya hanya menyarankan saja " Ucap bapak paruh baya alias supir taxi itu kepada Fara.
" Iya, apa ya pak " Tanya Fara
" Adek kan cantik, kalau keluar sebaiknya jangan sendirian takut ada orang berniat jahat kepada adek " Jelas bapak supir taxi tersebut.
" Oh iya pak, saya juga sangat jarang sekali keluar pak, dan saya sangat berterima kasih sama bapak karena sudah menasehati saya " Jelas Fara sambil tersenyum di kursi belakang penumpang.
__ADS_1
" Iya dek sama sama, oh iya adek tinggal di panti " Tanya pak supir taxi.
" Iya pak saya anak yatim piatu " Jelas Fara yang masih tetap tersenyum.
" Oh begitu ya, maaf ya bapak hanya bertanya " Jawab bapak supir taxi, yang merasa tidak enak sendiri kepada gadis cantik dua puluh satu tahun tersebut.
" Ah. .. Iya pak tidak apa apa " Sahut Fara
sesaat kemudian.
taxi biru yang di tumpangi oleh Fara mulai berhenti pas di depan gerbang panti asuhan tersebut.
" berapa pak " tanya Fara kepada bapak paruh baya supir taxi tersebut setelah keluar dari dalam taxi itu.
" seratus lima puluh dek " jawab bapak supir taxi.
" oh iya ini uangnya pak, Terima kasih ya pak " sahut Fara sambil memberi uang lembaran berwarna merah dan biru kepada supir taxi tersebut.
sedangkan dari arah lain ada tiga laki laki bertubuh gempal dengan pakaian hitamnya yang terlihat sedikit menyeramkan.
" bos bos lihat itu bukanlah itu nona Fara ya, apa iya dia terlihat tambah cantik bos " ucap lelaki bertubuh gempal satuannya.
" ya kau benar, nah ini yang kita tunggu tunggu, kalian berdua hadang taxi itu sedikit jauh dari arah panti, tanyakan sesuatu pada supir taxi itu, mungkin kita bisa mendapatkan informasi sedikit darinya " jelas bos dari ketiga lelaki bertubuh gempal tersebut.
" baik bos, kami akan segera pergi " ucap kedua anak buahnya yang juga beri gempal.
sedangkan saat ini hanya tinggal satu orang bos dari ketiga lelaki bertubuh gempal itu, yang kini mulai mengeluarkan ponsel pintarnya tersebut kemudian mulai membuka kamera nya di sebrang sana,
Dan mulai mengarahkan kameranya tersebut kepada Fara yang saat ini tengah berdiri di samping taxi yang akan memutar balik itu, dan saat ini juga lelaki bertubuh gempal tersebut mulai memfoto istri dari atasannya tersebut dengan cara memperbesar nya agar terlihat jelas hasilnya untuk di kirim ke atasannya yang tak lain adalah tuan Matteo Alexander.
akhirnya aku dapat foto nona Fara, dan akan segera aku kirim ke tuan Gavin untuk segera di berikan ke tuan Matteo monolog lelaki bertubuh gempal tersebut.
__ADS_1
sedangkan kedua lelaki bertubuh gempal lainnya kini telah kembali dengan sedikit membawa informasi, setelah tadi keduanya menghadang seorang supir taxi yang sempat mengantar Fara ke panti asuhan tersebut.
" bos, bos, " ucap kedua anak buah yang juga bertubuh gempal itu.
" bagaimana hah, apa kalian mendapatkan informasi dari supir tua itu " tanya bos dari kedua lelaki yang juga bertubuh gempal tersebut.
" kata supir taxi itu, nona Fara tadi sehabis dari mall bos, dan supir taxi itu sempat menanyakan kalau gadis yang ia antar itu adalah seorang yatim piatu dan tinggal di panti itu bos " jelas kedua anak buah yang juga bertubuh gempal.
" informasi yang bagus, aku akan segera menghubungi tuan Gavin, dan mengirimkan foto foto nona Fara padanya, biar tuan Gavin segera mengirim informasi serta foto foto itu ke tuan Matteo " jelas bos kepada anak buahnya itu.
" iya bos kau benar, kalau tidak segera nyawa kita sebagai taruhannya " jawab kedua anak buah.
" benar kalian berdua " sahut bos dari kedua lelaki bertubuh gempal tersebut.
Setelah itu salah satu dari ke tiga lelaki bertubuh gempal tersebut mulai mengirim foto istri dari atasannya tersebut yang berjumlah lima foto, dan setelah terkirim lelaki bertubuh gempal tersebut mulai menghubungi atasannya yang tak lain adalah sekertaris Gavin.
sesaat kemudian
panggilan pun terhubung.
" halo " ucap sekertaris Gavin
" halo tuan, bagaimana dengan foto yang saya kirim tuan " jelas lelaki bertubuh gempal tersebut kepada sekertaris Gavin di sebrang sana.
" kerjamu bagus, cepat segera bawa nona pergi dari kota A menuju ke mansion tuan Matteo " jawab sekertaris Gavin di balik sambungan telepon.
" baik tuan secepatnya saya akan membawa nona Fara mansion " jelas lelaki bertubuh gempal .
" Bagus, kalau kalian secepatnya membawa nona Fara pulang maka nyawa kalian aman dan ada tambahan bonus untuk kalian " jelas sekertaris Gavin di sebrang sana.
" ya baiklah tuan saya usahakan nanti malam saya akan membawa nona Fara ke mansion tuan Matteo " jelas anak buah sekertaris Gavin itu.
__ADS_1