Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
Fara telah tiada


__ADS_3

10 menit kemudian


Fara tak kunjung keluar dari sana, kini Matteo mulai bingung dan dirinya mulai melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi tersebut dari luar.


tok.. tok.. tok


honey kau belum selesai sayang,


Matteo diam sebentar untuk menunggu jawaban istrinya dari dalam, tetapi tak ada tanggapan sekalipun dari dalam sana.


Dan Matteo mulai mengetuknya kembali


tok... tok.. tok


honey, kau dengar aku, ucapnya lagi sambil mencoba membuka handel pintu dari luar kamar mandi tersebut.


honey


panggilnya lagi untuk ke tiga kalinya dan tetap saja


tok...tok...tok..


dan tetap tak ada jawaban Matteo pun mulai frustasi, dan terus mencoba membuka handel pintu tetapi di kunci dari dalam.


alhasil Matteo yang saat ini sedang frustasi itu kemudian langsung mendobrak pintu kamar mandi tersebut, dengan sekali dobrakan dengan tubuh nya yang sangat gagah nan kekar itu.


dan kini pandangannya tertuju ke arah bathub dengan air yang terus mengalir dari sana.


dan tangan satu istrinya yang sudah bergelantung di sana.


Matteo pun langsung berlari mendekat ke arah bathub tersebut.


FARA...


teriak Matteo dengan suara yang begitu menggelegar, melihat wanita yang ia cintai kini tenggelam di dalam air, dengan keadaan yang sudah begitu sangat pucat pasih dan begitu sangat memprihatinkan dengan seluruh tubuhnya yang begitu dingin.


kemudian Matteo langsung mengangkat tubuh Fara dari dalam bathub tersebut dan langsung mendekapnya ke dalam pelukannya dengan begitu sangat erat.


honey apa yang kau lakukan sayang jangan tinggalkan aku, Fara bangunlah.... Fara aku mohon bangunlah.


kemudian Matteo mencoba memberikan nafas buatan untuk istrinya setelah tadi memeriksa denyut nadi Fara yang masih berdenyut itu,


setelah itu Matteo memeriksa kembali denyut nadinya dan mengulangnya sampai tiga kali, setelah kembali memeriksa denyut nadi Fara yang semakin melemah dan tak ada respon sama sekali.


Akkkkkhhh..

__ADS_1


teriak Matteo dengan sangat kerasnya yang saat ini penuh dengan penyesalannya di dalam dirinya.


kemudian memompa dada Fara tetapi itu juga tak ada hasil.


setelah itu Matteo memutuskan membopong tubuh Fara dari dekapannya itu menuju keluar kamar mandi mewah itu tersebut, dan akan membawa Fara istrinya ke rumah sakit, karena saat ini keadaan Fara benar benar menghawatirkan.


sedangkan di lantai bawah, kini tiba tiba ada sekertaris Gavin di sana.


" tuan " ucapnya merasa kaget ketika atasannya itu membopong tubuh istrinya.


" untung saja kau di sini Vin, ayo cepat kita ke rumah sakit keadaan Fara sangat menghawatirkan, kau lihat wajahnya sudah sangat pucat, dan tubuhnya sangat dingin Vin " jelas Matteo.


" ayo cepat tuan " jawab sekertaris Gavin.


dan keduanya kini mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam itu, dan segera menuju ke arah rumah sakit.


15 menit kemudian


kini mobil yang mereka kendarai telah sampai di area rumah sakit, Matteo segera membuka pintu mobil tersebut tanpa menunggu sekertaris Gavin yang membukakannya.


Meskipun dirinya sedikit kesusahan karena Fara masih berada di dalam dekapannya itu.


Matteo pun keluar sambil melangkahkan kakinya lebar untuk segera sampai ke dalam rumah sakit tersebut.


" HEYYY...."


"cepat tangani istri ku keadaanya sangat menghawatirkan "


" ba.. baik tuan "


dan salah satu suster pun langsung menyodorkan brankar, dan langsung mendorong tersebut yang sudah berisi Fara di atasnya dengan keadaan yang sangat pucat.


Honey bertahan lah


ucap Matteo sambil ikut terus mendorong brankar tersebut.


hingga kini brankar tersebut telah memasuki ruang ICU.


" maaf tuan anda tidak boleh masuk, silahkan anda tunggu di luar "


ucap salah satu suster yang ikut mendorong brankar tersebut.


kemudian langsung menutup pintu ruang ICU.


sedangkan keadaan Matteo kini kacau, mondar mandir ke sana sini, mengacak rambutnya kasar.

__ADS_1


" tuan duduklah dulu tenangkan diri anda, aku yakin nona Fara pasti baik baik saja "


kemudian Matteo langsung duduk setelah mendengar perkataan sekertaris nya itu.


dirinya terdiam sesaat.


" benar yang kau katakan Vin, seandainya aku menunggu penjelasannya dulu, mungkin ini semua tidak akan terjadi, bahkan aku sampai mengatainya murahan, ******, dan juga aku telah menampar nya dengan sangat keras, kau tau apa yang dia lakukan hingga dia seperti ini, dia memilih berniat bunuh diri Vin, dan aku baru mengetahuinya setelah sepuluh menit aku berada di kamar "


" menurut saya, nona Fara memang tidak ada apa apa dengan lelaki itu tuan, maka dari itu nona Fara bersih kukuh dan mempertahankan harga dirinya ketika anda mengatainya seperti itu, dan juga menurut saya nona Fara mulai merasa ketakutan seperti dulu tuan ketika anda melakukan kekerasan padanya, yang anda tau sendiri apa yang anda lakukan kepada istri anda dulu "


" iya Vin, aku memang begitu bodoh, karena diriku yang terlalu berlebihan padanya "


" sabarlah tuan, mulai saat ini anda perbaiki semuanya bersama nona Fara "


" kau benar " jawab Matteo dengan kesadaran nya saat ini


20 menit kemudian


ruang ICU telah terbuka.


" tuan ruang ICU sudah terbuka, mungkin nona Fara sudah sadar tuan, karena biasanya sampai berjam jam di sana " ucap sekertaris Gavin kepada atasannya itu.


" iya Vin, cepat kita ke sana Vin " jawab Matteo dengan keadaannya sekarang yang sangat kacau.


sedangkan di ruang ICU, para dokter dengan pakaian medis lengkapnya kini tengah menundukkan kepala, sesekali menggelengkan pelan kepalanya pelan, dan kembali menempelkan alat medis yang seperti setrika itu di dada Fara tetapi tetap tak ada reaksi, para dokter pun menyerah.


karena sepertinya sudah tak ada lagi harapan sekali pun.


kemudian dokter itu pun menaruh alat medis tersebut, dan mulai mencopot alat alat medis lainnya.


setelah itu perlahan para dokter keluar dari ruangan tersebut satu persatu dengan raut wajah yang begitu tak bisa di artikan, karena merasa gagal tak bisa menolong satu nyawa.


sedangkan Matteo baru saja sampai di depan pintu ruang ICU yang baru saja terbuka itu.


" dok bagaimana keadaan istri ku, dia baik baik saja kan, ayo cepat katakan "


para dokter terdiam sejenak, dan sesekali menundukkan kepalanya pelan.


" maaf tuan sebelum nya, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa istri anda " ucap salah satu dokter kepada Matteo.


" apa kau bilang, TIDAK, itu tidak mungkin " ucapnya saat ini yang seperti terlihat persis orang yang kehilangan akal, sambil mengusap wajahnya kasar.


" maafkan kami tuan, anda telat membawanya kemari, air yang berada di dalam tubuh istri anda sudah memenuhi paru parunya sehingga tidak bisa mengalirkan oksigen ke dalam pembuluh darahnya tuan "


jelas dokter kepada Matteo yang saat ini pikirannya sedang kosong, pikiran nya entah kemana saat ini.

__ADS_1


__ADS_2