Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
Hidup Fara di ujung maut I


__ADS_3

" ya tuan " ucap sekertaris Gavin kemudian.


" suruh anak buah mu membereskan gadis ini " jelas Matteo yang saat ini terlihat kacau dengan dirinya yang saat ini tengah berdiri di belakang tubuh gadis yang sudah tergelatak itu,


sambil dirinya menghadap ke arah jendela kaca kamar.


" baik tuan " ucap sekertaris Gavin kemudian pandangannya mengarah kepada ke tiga pria gempal tersebut kemudian sedikit memberi kode untuk segera melaksanakan tugasnya.


kemudian ketiga pria bertubuh gempal tersebut saling pandang.


" apa lagi yang kalian pikirkan, cepat masukkan tubuh gadis ini ke dalam karung jangan lupa bius dia agar nantinya dia tidak merepotkan, KALIAN MENGERTI HAH " jelas Matteo yang tak ingin melihat wajah gadis itu berlama lama yang saat ini tengah di belakangnya itu.


" me...mengerti tuan " ucap ketiga pria bertubuh gempal tersebut.


" sudah selesai tuan " ucap salah satu dari pria bertubuh gempal tersebut setelah selesai memasukkan tubuh Fara ke dalam karung.


" Bagus dan sekarang buang dia ke jurang di pinggiran kota, kalian tau bukan jurang nya yang begitu sangat dalam itu, dan jarang sekali jalannya di lewati orang " jelas Matteo yang masih tetap membelakangi bawahannya tersebut.


" ba.. baik tuan " ucap ke tiga pria bertubuh gempal tersebut secara bersamaan.


" tuan tunggu " ucap sekertaris Gavin.


" apalagi hah " jawab Matteo


" apakah ini tidak kelewatan tuan " jelas sekertaris Gavin mengingatkan.


" sudah kau diam lah Vin, aku sangat membencinya saat ini " jelas Matteo dengan pandangannya saat ini menuju arah luar jendela.


" baiklah jika menurut anda ini jalan yang tepat "


" ingat jurang di pinggiran kota MENGERTI " jelas Matteo lagi kepada orang suruhan sekertaris Gavin.


" mengerti tuan " jawab ke tiga pria bertubuh gempal itu.


Lantas ke tiga pria bertubuh gempal itu segera membawa karung yang berisi tubuh gadis tersebut untuk segera keluar dari dalam kamar pribadi atasannya itu.


Dan saat ini tinggal lah sekertaris Gavin dan Matteo di dalam kamar itu.


" Vin segera bereskan barang barang milik Fara yang berada di kamar ini dan bakar semuanya "


ucap lelaki bernetra abu abu tersebut kemudian dirinya segera bergegas menuju ruang kerjanya dan meninggalkan sekertaris Gavin sendirian di kamar pribadi miliknya.

__ADS_1


" Baik tuan " jawab sekertaris Gavin


Dan setelah itu sekertaris tampan tersebut mulai menuju ruang ganti untuk segara mengumpulkan semua barang yang pernah di pakai oleh gadis yang saat ini hidupnya di ujung maut itu.


sesaat kemudian sekertaris Gavin telah keluar dari dalam ruang ganti tersebut, dan setelah itu,


sekertaris itu mulai mencari di sekitar kamar atasannya tersebut dan yang terakhir sekertaris Gavin kemudian menuju ke arah nakas yang tepat nya berada di sebelah ranjang empuk milik tuanya tersebut.


Perlahan sekertaris Gavin membuka laci nakas satu satu tetapi tak menemukan apa apun, dan tinggal satu laci yang baru saja ia buka nya.


Ya sekertaris Gavin menemukan sebuah buku catatan di dalam sana.


Buku catatan siapa ini ucap sekertaris Gavin.


Kemudian sekertaris tampan tersebut mulai mengambil buku catatan tersebut dari dalam sana sambil membolak balikan buku catatan tersebut.


klinging.......


bunyi pulpen hitam dan jatuh di ikuti sebuah alat tes kehamilan yang juga ikut terjatuh ke lantai kamar yang berada di dekat sepatunya saat ini.


Perlahan sekertaris Gavin mengambilnya.


Kemudian sekertaris Gavin pun segera membuka buku catatan tersebut, dia begitu di buat kaget akan semua isi buku catatan tersebut.


Perlahan sekertaris Gavin memahami lembar perlembar isi buku catatan itu, tetapi tidak keseluruhan ia baca dan di bagian lembar terakhir di sana di tulis dengan sangat menyentuh hatinya.


dan kemudian ia melihat tanggal di dalam lembaran terakhir buku catatan milik istri atasannya itu.


bukankah tanggal ini, nona Fara baru saja kabur dari mansion milik tuan, jadi selama ini mereka berdua saling salah faham, sebaiknya aku segera ke ruangan tuan Matteo sekarang sebelum semuanya terlambat.


Setelah itu sekertaris Gavin segera menuju ke ruang kerja milik atasannya tersebut.


sesaat kemudian.


CEK KLEK...


bunyi handel pintu yang di buka sekertaris Gavin.


" Tuan berhentilah membuka botol minuman memabukkan itu " ucap sekertaris Gavin ketika melihat tuannya yang baru


" apa urusanmu hah " jawab Matteo dengan nada angkuhnya saat ini.

__ADS_1


" tuan lihat buku catatan ini, dan ini satu lagi alat tes kehamilan milik nona Fara " jelas sekertaris Gavin kemudian.


" aku sudah mengetahui nya kalau dia hamil, tetapi itu bukan anakku, bagaimana bisa dua hari dia baru kembali ke mansion ku dan dia langsung hamil " jawab Matteo yang saat ini masih kekeh.


" tuan anda salah, baca sekarang buku catatan itu sebelum semuanya terlambat " jelas sekertaris Gavin.


kemudian Matteo pun mulai membaca isi buku catatan tersebut.


perlahan lelaki bernetra abu abu itu mulai membaca lembar perlembar isi buku catatan milik istrinya tersebut.


Dan ternyata buku catatan yang kini ia pegang saat ini adalah tempat mencurahkan semua isi hati Fara selama ini kepadanya,


sontak saja lelaki bernatra abu abu tersebut begitu sangat kaget ketika dirinya mulai membaca isi lembar perlembar buku catatan milik istrinya itu.


Di sana di tuliskan sejak istrinya masuk ke dalam mansion besar miliknya itu, mulai dari istrinya yang ia jadikan budak, sampai di ambilnya sebuah kehormatannya itu secara paksa, penyiksaan, kekerasan, serta di nikahi tanpa persetujuan dari dirinya sendiri.


Setelah itu di buku catatan itu di tulis tentang perasaan benci istrinya kepada dirinya dahulu, yang kini telah terkalahkan oleh perasaan sayang dan cinta terhadap dirinya dengan seiring nya waktu berjalan.


akan kah hidupnya akan berakhir dengan perasaan yang bertepuk sebelah tangan, tulisnya.


kini lelaki bernetra abu abu itu mulai merasa sesak membacanya.


Di lembar berikut nya di tulis di sana bahwa istrinya sudah mengetahui akan hal dirinya menikahinya hanya untuk status saja,


budak berkedok istri lebih tepatnya yang selama ini telah istrinya ketahui lewat sambungan telepon antara dirinya dan seseorang di seberang sana, supaya dirinya bebas dan lebih leluasa menyiksa secara fisik dan batinnya tulisnya lagi.


dan di sana juga tertulis, tentang istrinya yang selalu mencoba kabur dan bunuh diri dari lelaki tampan berparas bule yaitu dirinya, tetapi aksinya selalu gagal,


dan di lembaran berikut berikutnya tertulis


Istrinya yang sangat mencintai seseorang yang telah jahat merusak hidup dan harga dirinya sendiri, tetapi sayangnya lelaki itu tak pernah sekali pun mencintainya, semua yang lelaki tampan itu lakukan pada dirinya hanya di anggap nya sandiwara belaka saja. tulisnya


Matteo bertambah sesak membacanya, dan di lembaran terakhir lelaki itu kembali melanjutkan membacanya.


ini adalah kata kata terakhir ku di buku catatan ini, mungkin kau tak akan pernah tau semua isi hatiku selama ini padamu, aku menyayangi mu, dan aku tau kau tak pernah mencintai ku, aku tak berharap lebih karena semua ini hanyalah sandiwara belaka bagimu, aku tau semua yang kau lakukan hanya sekedar tipuan agar aku percaya padamu yang kini statusku telah kau ubah seorang budak berkedok istri tepatnya.


dan seandainya suatu saat kau membuka buku catatan ini, berjanjilah kau akan berdamai dengan keadaan, melupakan aku yang hanya masa lalu mu, dan tolong jangan mencari diriku lagi, kita memiliki kehidupan masing-masing, dan selamat kau sudah berhasil membuat hidupku hancur, hancur sehancur nya tak bersisa.


aku pergi, selamat tinggal.


begitulah kira kira isi tulisan buku catatan yang ditulis istrinya di lembaran terakhir.

__ADS_1


__ADS_2