
20 menit kemudian.
mobil hitam mewah yang di tumpangi Matteo bersama sekertaris Gavin, kini mulai memasuki gerbang besar yang menjulang tinggi ke atas, ke dua satpam pun mulai membuka perlahan gerbang besar tersebut.
" kalian apa melihat istriku keluar dari mansion" tanya Matteo yang berdasarkan di dalam mobil dengan kaca separuh terbuka.
" maaf tuan bukannya nona sudah meminta izin kepada anda tadi " jawab satpam yang mulai bingung atas pertanyaan atasannya tersebut.
" maksud mu " ucap Matteo sambil mengerutkan keningnya.
" tadi nona Fara meminta saya untuk membukakannya gerbang tuan, katanya ada temannya yang kesasar ingin kesini dan terus nona berniat akan melihat temannya itu ke ujung jalan sana, sambil ber jalan kaki dan tidak membawa sesuatu apapun tuan, kata nona sudah meminta izin dari anda tuan, saya sempat ragu, tetapi nona Fara meyakinkan kita berdua tuan, kalau anda memang benar benar mengizinkannya keluar dari mansion " jelas satpam panjang lebar yang mulai ketakutan.
" APA,..... " jawab Matteo dengan nada syok nya.
" dia tidak membawa ponsel misalnya " tanya Matteo lagi
" tidak tuan, nona tidak membawa apapun, maka dari itu kami tidak curiga sama sekali tuan, kami kira sebentar " jelas satpam yang berjaga bagian gerbang besar mansion nya tersebut.
" berapa lama dia keluar dari gerbang mansion ini " tanya Matteo penuh selidik.
" mungkin sudah satu jam man tuan " jawab satpam sambil sedikit memikir.
" APA,.. tidak, tidak mungkin " jawab Matteo lagi dengan nada syok nya, dan dirinya kini mulai di slimuti rasa ketakutan.
" Vin, harus bagaimana kita sekarang " tanya Matteo kepada sekertaris Gavin
" sebaiknya kita cari dulu di ujung jalan sana tuan bagaimana, barang kali masih ada di sekitar sana " jawab sekertaris Gavin yang mencoba sedikit mencari titik temu istri sang majikan berada.
" baiklah ayo cepat putar balik mobilnya " ucap Matteo memberi perintah kepada sekertaris nya.
" ya tuan " jawab sekertaris Gavin.
kemudian mobil hitam mewah itu pun kini memutar balik arah untuk mencari keberadaan Fara.
sesampainya di ujung jalan,
keadaan di sana sepi, dan memang jarang sekali orang lewat di sana.
" Vin, aku harus bagaimana,....Fara, Fara tidak ada di manapun "
ucap Matteo seperti orang kebingungan tak tau arah, hanya sekertaris Gavin lah satu satunya orang yang ia punya, satu satunya keluarga menurut nya, dan satu satunya orang yang paling mengerti dirinya dalam keadaan apapun itu.
" begini saja tuan sekarang saya akan mengantar anda pulang dan orang-orang saya akan mencari keberadaan nona Fara bagaimana " jelas sekertaris Gavin memberi sedikit solusi.
__ADS_1
" ya baiklah Vin, aku akan di mansion menunggu kabar darimu, dan aku akan mencari sesuatu barangkali ada petunjuk di sana " jawab Matteo sambil pandangannya kosong ke depan.
dan akhirnya mobil hitam mewah tadi itu pun kembali memutar balik menuju arah pulang ke mamsion.
perlahan mobil mewah tersebut mulai memasuki area mansion, kemudian mobil itu berhenti.
Lelaki berparas tampan bak bule turky itu, kini keluar dari dalam mobil hitam mewah tersebut.
" pergilah Vin, aku percaya padamu " ucap Matteo kemudian bergegas masuk ke dalam mansion besarnya tersebut.
" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.
kemudian dirinya memutar balik mobil hitam mewah tersebut dan menancapkan pedal gasnya meninggalkan area mansion, dan memerintahkan orang-orang nya lewat ponsel pintarnya itu untuk mencari keberadaan istri dari bos nya itu.
Sedangkan di mansion.
kini lelaki bernetra abu abu serta bertubuh kekar tersebut mulai memasuki kamar pribadinya yang biasa bersama Fara.
Perlahan juga lelaki tampan itu mulai menyusuri kamarnya dengan langkah gontai, sambil mengingat keberadaan sang istri di ranjang king size nya tersebut.
Dan di lihatnya kamar itu sepi, seperti tak ada satu pun tanda kehidupan di sana, yang seperti biasa, gadis yang biasa tersenyum di sisi ranjang kini sudah tak ada lagi menyambut dirinya, gadis yang membuatnya selalu terpesona oleh kecantikannya kini sudah tak ada sekarang.
gepok kan uang juga masih tetap utuh yang berada di atas ranjang empuknya tersebut, tak tersentuh sedikitpun, sewaktu tadi pagi dirinya melemparnya di dekat Fara.
perlahan lelehan air matanya keluar, penyesalan demi penyesalan kembali ia rasakan, tingkat emosi pada jiwa Matteo terlalu tinggi sehingga perasaannya terkalahkan oleh rasa emosional nya yang begitu besar.
Matteo terisak rasanya begitu perih mengingat dirinya yang terlalu jahat pada gadis yang sangat ia cintai itu.
Fara kau di mana ucap Matteo sangat menyedihkan
dengan keadaan nya yang saat ini sedang kacau rambut yang biasanya tertata rapi kini acak acakan sedangkan jasnya entah sudah ia lempar kemana tadi....
FARAAAAAAA.........
aku harus mencari mu di mana, maaf kan aku yang selalu di penuhi emosi seperti ini.
akhhhhh.......
pyarrrrrrrrrr..........
satu lambu tidur di atas nakas sudah pecah berserakan di lantai kamarnya.
beberapa saat kemudian
__ADS_1
ponsel milik lelaki berparas bule itu kini berdering.
sedangkan Matteo langsung sigap kemudian langsung mengambil ponselnya di saku celana kerjanya tersebut.
di lihatnya di sana tertera nama sekertaris Gavin sedang memanggil.
tring
tring
tring
Matteo pun mulai mengangkat panggilan tersebut.
" halo " ucap Matteo
" halo tuan, tuan orang orang saya menemukan titik terang tentang keberadaan nona Fara " jelas sekertaris Gavin.
" cepat katakan " sahut Matteo yang seperti tidak sabaran.
" Orang-orang suruhan saya mengatakan nona Fara telah meninggalkan kota ini tuan, dan ciri cirinya persis seperti nona Fara " jelas Sekertaris Gavin
Dan sontak saja penjelasan sekertaris Gavin membuat hati atasannya itu semakin sakit karena merasa wanita yang ia cintai memang benar-benar meninggalkan dirinya saat ini.
" APA,... tidak, tidak mungkin Vin, cepat cari Fara ku Vin, bawa dia ke hadapanku, aku bisa gila jika seperti ini terus " jawab Matteo, dengan dirinya yang begitu hancur saat ini, entahlah kali kini dirinya akan kah bisa membawa Fara kembali ke dalam hidupnya atau tidak sama sekali.
" baik tuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari nona Fara " ucap sekertaris Gavin
" hem " jawab Matteo hanya dengan deheman saja.
dan panggilan pun terputus.
Saat ini tubuh kekar itu, seperti tak berdaya hanya untuk mengangkat tubuhnya saja dari tempat tubuhnya yang luruh ke bawah lantai tadi.
dia terus terdiam sambil pandangan nya terus lurus ke depan, entah pikirannya traveling kemana saat ini.
sedangkan sekertaris Gavin kini tengah sibuk mengurus semua orang-orang nya untuk menyebar, mencari keberadaan sang istri dari tuan nya itu.
" Cari nona Fara sampai ketemu, aku tidak mau tau bagaimanapun caranya, ingat tuan Matteo membayar kalian semua dengan bayaran yang sangat fantastis, kalian tau bukan tuan Matteo siapa "
jelas sekertaris Gavin kepada semua anak buahnya yang kira kira berjumlah empat puluh orang bertubuh gempal itu.
" iya tuan kami tau dan kami akan berusaha " ucap seluruh orang-orang bawahan sekertaris Gavin tersebut.
__ADS_1
" bagus, jadi jangan main main dengannya, atau kalian tau sendiri nyawa kalian akan jadi taruhannya, apa kalian belum tau jika tuan Matteo sedang sangat marah, mungkin kalian sudah lama tidak mengetahuinya, dan itu jangan sampai terjadi, karena aku tidak mau sampai kalian muntah melihatnya, mencongkel mata kalian hidup hidup setelah itu memakannya di hadapan kalian "
jelas sekertaris Gavin panjang kali lebar yang membuat semua anak buahnya itu bergidik ngeri mendengarnya.