Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
100. Rencana Morisa


__ADS_3

"Rame sayang! Kita cari tempat lain aja ya? Kayaknya gak ada tempat duduk lagi. Lagian disana masih banyak tempat yang lebih bagus."


"Gak mau..


Dede baby nya mau disini!" Ucap Gita tegas.


Mulai deh bawa bawa dede bayi pikir Jasaon.


"Lagian kamu gak ada cara apa? Biasanya juga kamu dengan sombongnya melakukan hal dengan mudah!"


Ah iya juga, tumben isteri nya ini ngingetin ke waou an suaminya.


Jasson membuka pintu mobil itu dan menerima uluran tangan Gita.


____


"Kamu yakin sayang? Sebanyak ini?" Tanya Jasson saat melihat Gita memesan banyak sekali makanan. Kini mereka berada di ruang VVIP.


Yang dengan cara apa Jasson bisa memesan ruangan itu Yang jelas Gita tidak peduli yang penting makan.


"Yakin lah!" GITA memulai ritual makannya tanpa mengizinkan Jasson menyentuh makanan itu sedikit pun.


Padahal tanpa Gita larang juga Jasson gak niat untuk menyentuh makanan di depan matanya apalagi melihat gita makan yang entah gimana sudah membuatnya kenyang padahal tadi dia tengah lapar.


"Udah." Ucap Gita sebarin mengusap sisa makanan di bibirnya.


Jasaon melototkan matanya.


"Kamu yakin?"


"Iya udah sayang."


Jasson mengeleng gelengankan kepalanya.


"Aku hanya ingin merasakan semua makannya. setelah itu udah." Ucap Gita tanpa merasa bersalah.


Gila ya, dia hanya makan sesendok aja dari setiap makanan yang ada disana tidak lupa ia mengacak acak dulu lalu memakannya. Dasar aneh.


"Jadi makanan sebanyak ini mau diapain?" Tanya jasaon kelewat kesal.


"Ya di habisin lah!"


" Tapi tadi kenapa bilang udah!"


"Iya, kamu sayang. Kamu yang habisin."


Gila, gila. Dengan mudahnya dan tanpa dosa Gita terseyum cantik.


"Ah, gak. Aku udah kenyang. Lagian kenapa jadi aku? Kamu yang mesan!"


"Kan mubazir jika dibuang."


"Kalau tau gini kenapa pesan banyak banyak gita sayang??"


"Kan aku udah bilang mau cicipi makanan disini!" kesal gita.


"Yaudah kita pulang aja!" Ajak jasson yang gak mau ribut.


"Ini? Makannya benaran mau di buang?"

__ADS_1


"Iyah sayang, kamu sendiri yang buang!"


" Ih kenapa marah sih! Lagian aku udah kenyang. Ini makan sayang!" Ucap Gita menyodorkan makanan pada Jasson.


"Kamu juga udah acak acakin makan itu gi, lagian kalau dibawa pulang juga udah gak baik lagi!"


"Siapa juga yang bilang harus dibawa pulang. Kamu makan sayang. Kamu jijik makan bekas aku?"


"Enggak gitu. Tapi- em aku udah kenyang!"


"Aku gak mau pulang sebelum kamu makan titik."


Jasson menggaruk garut tengguknya yang tidak gatal.


"Sayang jangan mulai deh! Kita pulang ya!"


Gita menggeleng cepat.


"Sayang!" Ucap Jasson semakin meninggi.


"Aaaa, sayang lihat deh papa kamu gak mau nurutin kemauan kamu, padahal kamu yang minta kan biar papa habisin sisa mama. Tapi papa gak mau.." gita menangis sambil mengelus perut yang sedikit buncit, seolah ini adalah permintaan janin dalam perutnya.


Jasson terperangah tak percaya. Astaga darimana coba janin yang masih kecil itu bahkan masih belum terbentuk sempurna bisa bicara? Ada ada aja sih gita.


"Sayang jangan nangis! Jika ada yang dengar gak malu?"


Gita terus menangis.


"Ah, iya iya. Papa akan makan sayang okeh!" Jasaon mengusap perut Gita Seolah berbicara dengan bayinya.


"Udah sayang jangan nagis!" Ucap Jasson sembari mengusap air mata buaya Gita tentunya.


Dengan berteriak dalam hati gita serasa memenangkan pertandingan.


Jelas saja membuat kesabaran Jasson harus di uji. Sabar sabar mas, nanti cepat tua kalau suka marah marah.


_______


"Sayang!!!!!!" Teriak Gita saat melihat Jam di atas nakas yang sudah menunjukkan pukul 08.20 dia sudah terlambat masuk kerja.


"Jasson dimana?" Gita menelusuri setiap ruangan di kamarnya namun nihil tidak ada siapapun.


"Awas saja. Ini semua karena nya aku jadi telat bangun kan." Gita memelas seperti menangis dia masuk ke bathroom dengan kesalnya.


Padahal di ujung sana seorang pria tertawa renyah menatap laptop yang isinya vidio CCTV kamarnya.


"Salah sendiri kenapa menyuruh ku untuk makan sebanyak itu." Melebihi prosi makan


Jadi kena hukum kan sampe kamar.


Jasson teringat sekilas malam yang panas yang dia lewatkan bersama isteri nya hingga beberapa babak mereka habiskan Jasson terus meminta entahlah dia sangat candu pada Gita.


Hingga berujung Gita yang telat bangun akibat melayani suaminya yang Sampai subuh itu.


...


Gita menuruni anak tangga dia sudah tidak ada niat lagi masuk kantor, mana mungkin ia pergi lagi. Padahal Jeni sudah mengingatkan nya semalam untuk datang lebih pagi. Dia harus alasan apa lagi. Astaga, apa mungkin benar yang Jasson katakan kalau ia mundur aja. What pikiran apa itu Gita dengan cepat menepis pikiran bodoh seperti itu.


"Kakak Gi? Tumben bangunannya telat?" Tanya Morisa yang melihat Gita menuju meja makan.

__ADS_1


"Karena kakak kamu tuh!" Ucap Gita kesal.


"Kamu kenapa telat? Biasanya juga bangun pagi?" Tanya Gita binggung yang melihat Morisa juga ikut duduk di ruang makan.


"Ah, itu tadi udah bangun kok tapi aku yoga pagi di atas jadi baru selsai kak." Gita hanya mengangguk.


"Kakak Yolan dimana?" Tanya Gita sembari mengisi makan ke piringnya.


"Pergi ke Rs kali, kalau gak udah pulang ke rumah calonnya." Ucap Morisa dan langsung meneguk susu disebelahnya.


"Kamu kapan nyusul Sa!" Tanya Gita menaik turun kan alisnya.


"Aah kak Gi. Moris masih muda kali. Baru juga dapat gelar sarjana. Rencana mau lanjut kak di negera W."


"Jauh bangat? Rencana kapan Mor?" Ucap Gita.


"Minggu depan mau berangkat kak."


Gita menghentikan gerakan tangan yang ingin mengambil lauknya.


"Minggu depan? Kok buru buru Mor? Gak mau liat acara kak Yolan dulu?"


Morisa diam sesaat. Justru itu aku gak bisa liat, aku gak yakin hati aku sanggup untuk liat semuanya.


"Udah lama kok kak rencana ini. Papa yang ngusul jauh jauh hari. Aku nya aja yang selalu nunda, he he." Ucap Morisa.


"Kan bisa selsai acara kak Yol."


"Liat nanti deh kak, kemauan papa aja." Ucap Morisa ingin segera mengakhiri obrolannya.


_____


"Selamat pagi Dokter Yolanda."


"Selamat pagi, silahkan duduk Dok." Ucap Yolan pada Dokter yang sudah berumur itu.


"Saya ingin bertanya apa Dokter udah sembuh total?"


"Ya, seperti yang anda liat dok! Kenapa dokter tiba tiba menanyakan kabar saya?"


"Seperti ini, malam ini akan ada operasi besar dan kami kekurangan tenaga, berhubung Dokter Siska sedang di tugaskan di kota lain jadi tidak bisa ikut. Apa Dokter Yolan bisa mengantikanya?"


"Bagaimana ya dok?" Yolan berpikir sebentar padahal malam ini dia ada diner bersama keluarga Kevin. Dia sudah katakan setuju karena berhubung dia tidak ada jadwal untuk malam ini.


"Kami sangat membutuhkan Dokter Yolan, karena satu satunya dokter yang bisa nagani operasi ini adalah dokter Yol." Ucap Dokter paru baya itu.


"Baiklah, saya bersedia Dok!" Ucap Yolan setelah memikirkan matang matang.


"Syukurlah, akhirnya dokter yolan bersedia. Operasi akan di langsung kan pada pukul 19.00 ya Dok. Kalau begitu saya permisi."


Yolan hanya mengangguk dan tersenyum.


"Tante Gres marah gak ya jika aku batalkan acaranya, Ah Yolan kamu harus profesional ini sudah jadi kewajiban kamu untuk memantu menyelamatkan nyawa orang lain jangan egois." Ucap yolan pada diri sendiri.


"Mudah mudahan Tante Gresya gak keberatan." Yolan menyambar Ponsel di mejanya yang langsung mendial no Gresya.


To be continued 🌷


Udah segini dulu ya, lanjut besok ya Beste 🤩

__ADS_1


berikan komen terbaikmu serta saran mungkin,.


Sampai jumpa besok😗🍀


__ADS_2