Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
31. Dia Baik Baik Saja


__ADS_3

Seminggu gita selalu menemani Jasson di rumah sakit, namun Jasson belum juga ada perkembangan. Tetap saja terbaring disana.


" Pa, Gimana dengan keadaan mama?" Tanya Gita saat Janes baru saja datang dan duduk di samping Gita.


"Ini papa bawa makanan untuk mu. Papa sudah bilang, kembali lah ke mansion. Kamu juga harus jaga kesehatan kamu!"


"Tidak masalah Pa, gita baik baik saja.


Jika Gita pulang ke mansion bagaimana dengan Jasson. Siapa yang menemaninya Pa?"


"Ada banyak orang di mansion Gita, Papa juga bisa!"


"Tapi papa kan kerja! Oh iya, papa belum jawab, Mama baik baik saja kan pa?"


Janes menggeleng.


Setelah tau Jasson terbaring di rumah sakit Monika syok dan kambuh lagi. Dia saat ini diinfus dan terbaring lemah di kasur.


" Baiklah Pa, nanti Gita akan pulang jenguk mama. Gita juga sangat merindukan mama monik."


Janes tersenyum. Dan mengusap lembut kepala Gita.


"Bagaimana dengan Jasson apa sudah ada perkembangan?" Tanyab Janes melepas elusan tangganya.


"Papa lihat lah sendiri. Jasson belum juga sadar." Gita menatap pintu ruangan itu.


" Kita harus sabar, kita harus tetap percaya. Seperti yang kamu katakan sebelumnya."


Gita tersenyum dan membuka bungkusan plastik itu.


"Makan yang banyak, papa ingin melihat Jasson dulu!"


***


Gita berjalan melewati lorong lorong rumah sakit. Selama seminggu ini dia tidak pernah bergerak jauh dari ruang ICU, baru kali ini dia berjalan keluar. Melihat beberapa pasien berlalu lalang dan beberapa pintu terbuka menampakan orang yang terbaring disana.


Brukk


Gita menabrak punggung besar itu.


Dia tidak sengaja karena mulai dari tadi dia selalu menatap sekeliling sambil melamun.


"Maafkan saya tuan!" Ucapnya lembut sambil menunduk Lalu menggakat wajahnya setelah pria itu berbalik.


"Kevin??" Gita memandang kevin dari bawah sampai atas dan terlihat kening itu sedikit di plester.


" Gita? Kamu ngapain disini?"


"Uh, em, kamu ngapain disini? Kamu sakit?


Ini kening kamu kenapa?" Tanya gita memegang kening Kevin pelan.


"Tidak, aku tidak kenapa. Ini hanya goresan kecil."


"Ini.. apa? Apa kau dirawat disini?"


Kevin dengan cepat menyembunyikan tangganya di saku celana.


Kevin hari ini akan Pulang.


Kondisinya sudah jauh lebih baik,


Semua bekas ditubuhnya sudah pudar dan lebam di wajah juga sudah hilang hanya sedikit goresan dikit yang tersisa dikening.


"Aku tidak dirawat, ini tadi tidak sengaja tergores."


"Jangan berbohong, itu jelas jelas bekas jarum infus Vin!" Gita mencoba menarik tangan itu agar keluar.

__ADS_1


" Kamu sedang ngapain di rumah sakit Bi? Apa kamu sakit?" Kevin menahan tangan itu agar tidak melanjutkan aksinya.


Ucapan itu berhasil membuat gita diam dan melepaskan genggamannya.


"Aku..


Jasson dirawat disini. Aku menemaninya." Ucap Gita menatap Kevin.


Kevin hanya memanggut mangut.


Oh, dia dirawat disini juga ternyata.


" Sekarang kamu mau kemana?"


"Aku, ingin pulang Vin."


"Kenapa? Apa dia mengusirmu? Apa dia melakukan hal buruk padamu?" Jasson memegang kedua bahu Gita.


"Tidak..


Mana mungkin dia bisa melakukan hal seperti itu saat kondisinya tidak memungkinkan." Gita menatap arah lain mencoba tersenyum.


"Kenapa?"


"Dia koma vin, sudah seminggu dia terbaring di ruang ICU."


Gita sedikit lemas.


"Kenapa? Kau khwatir? Kau takut kehilangannya? Apa kau menyukainya?"


Gita spontan menatap kevin.


"Belum, aku tidak menyukainya tapi benar aku khawatir. Jelas saja Vin dia kan suamiku."


"Bi.. maksud mu belum? Apa nanti kau akan menyukainya?" Dia hanya suami di atas Kertas Bi


Beberapa hari yang lalu, kamu selalu saja muncul dalam pikiranku, kau serasa dekat di sekitar ku Vin.


Aku tak tahu kenapa, tapi aku sangat cemas tentang kondisimu. Aku ingin sekali bertemu. Dan sekarang akhirnya, Tuhan mempertemukan kita disini aku sangat senang kau baik baik saja. Dan aku percaya kau terluka, saat melihat bekas itu ditangganmu." Gita menatap tanggan jasson.


Terimakasih kamu masih memikirkan ku. Dan hati mu masih merasakan kehadiran ku. Aku memang di sekitar mu Bi. Beberapa hari ini aku memang terluka dan hatimu tidak salah.


"Aku senang kau masih merasakan kehadiran ku Bi. Hatimu dan hatiku masih terikat." Kevin menarik tangan Gita untuk menyentuh dadanya.


"Kau merasakannya kan. Saat aku melihatmu seperti ini. Jantung ku selalu berdegup kencang. Dan aku selalu bahagia jika melihat mu."


Gita tersenyum lalu menarik tangganya kembali.


" Jantung itu belum berubah, berdetak cepat.." Gita tersenyum.


"Vin, aku akan pulang sekarang. Jaga dirimu baik baik. Aku tidak tahu kau menyembunyikan apa dari ku, yang terpenting bagiku aku sudah melihatmu sekarang, dan kau baik baik saja."


Gita hendak berlalu namun...


"Bi." Panggilan itu membuat Gita berbalik.


Hem?


" Aku akan mengantar mu pulang. Kumohon jangan menolak." Kevin memegang tangan gita dan langsung melangkah.


"Vin, bukannya kondisimu kurang baik?"


"Siapa bilang? Aku baik baik saja." Ucap Kevin terus berjalan tanpa melirik ke samping.


Gita hanya bisa menghela nafas dan memasuki mobil itu.


" Vin, kamu masih ingat kenapa kau memanggilku dengan sebutan 'Bi'?"

__ADS_1


Gita menatap kevin yang fokus menyetir.


" Mana mungkin aku lupa Bi.." ucap jasson melirik sekilas.


"Hhhh, kenapa kau cemberut? Waktu kecil kamu gak bisa sebut huruf r hahaha. Waktu itu kamu lucu deh vin."


"Bi.." ucap Kevin sedikit panjang.


"Iya deh iya. Lucu aja gitu. Tapi jujur vin, aku terbuka seperti ini hanya sama kamu tau gak. Sama orang lain aku gak bisa seheboh ini. dan beberapahari ini aku tidak pernah tertawa dan merasa bahagia." Gita menatap sayu Kevin.


"Maafkan aku Bi.. Aku."


"Ah, kevin.. berhentilah meminta maaf. Kau selalu saja minta maaf padaku. Aku pusing Vin mendengar itu darimu. Kamu tidak salah, malah minta maaf seharusnya aku yang minta maaf."


"Tidak, kamu tidak salah.."


Brigitta meletakkan telapak tangan di kening Kevin.


"Ah, kamu baik baik saja, tapi kenapa kau begitu pucat? apa kau merasa kesakitan atau apa?"


"Tidak, aku baik baik saja." Gita menghelah nafas dia lelah jika kevin tidak mau jujur pada kondisi yang dia alami.


..


"Vin antar aku sampai Halte saja ya!"


"Kenapa gak sampai.."


"Tidak, tidak usah. Aku bisa sendiri, lagian sudah dekat."


"Em baiklah sudah sampai nona Brigitta. Tunggu disini jangan keluar dulu.


Kevin segera keluar dan membukakan pintu untuk Gita.


"Apa apaan sih vin lebay deh, aku kira ngapain."


Gita memayungkan bibirnya.


"Jaga dirimu dan hatimu ya Bi. Mungkin saat ini aku belum bisa membantu mu. Tapi akan tiba waktunya kita akan bersama.


Kevin memegang pipi gita lembut dan berlalu memasuki mobil.


Gita memegang dadanya setelah mobil itu berlalu pergi.


"Kenapa, kenapa kau lakukan itu Vin. Kau selalu saja bersikap manis. Padahal aku sudah melukai hatimu. Maafkan aku."


***


"Selamat Siang Nyonya Brigitta.."


Sapa pelayan penjaga pintu itu dengan Sopan


Gita hanya tersenyum dan langsung berjalan cepat menuju kamar monika.


..


"Mama kenapa lagi? Kenapa mama bisa lemah seperti ini? Aku ingin melihat mama tersenyum ceria seperti dulu lagi."


Gita memegang tanggan itu dan air mata yang ia tahan selama ini lolos jatuh sendiri. Dia tidak bisa menahan dalam posisi menunduk seperti ini.


"Mama, Gita disini."


..


To be continued


🍁 Tinggalkan Jejak ya Guys 🀩 🍁

__ADS_1


__ADS_2