Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
95. Jagoan Papa Mama


__ADS_3

Rasanya waktu waktu seperti ini sudah lama sekali tidak pernah terjadi.


Jasson meneguk Salivanya menatap Gita yang tiba tiba rasanya sangat cantik dan mempesona. bibirnya yang sangat cantik dengan warna merah ceri, pipi nya yang imut matanya yang lucu. Ah gita kau membuat Jasson gak tahan untuk mencicipimu.


"Apa?" Tanya Gita yang menatap Jasson seperti kelaparan ingin segera melahapnya.


lamunan Jasson tiba tiba buyar.


pikiran bodoh pikir Jasson.


"Jasson lepaskan!"


"Sekali lagi kau memangil namaku. Maka aku!"


"Apa?"tegas Gita.


"Akan mengelitiki mu.." ucap Jasson terseyum dan kembali menggelitik pinggang Gita.


(Hayo kalian mikirin apa tadi?)


"Stop stop aku capek! Benaran. Sayang maaf geli. Hah hah hHa ha . Sayang udah!" Ucap Gita.


Seketika Jasson berhenti dan langsung mengecup kening Gita.


"Udah! Aku capek!" Ucap Gita yang memegang kedua sisi bahu Jasson.


"Sekarang mana buku diary aku sayang!" Ucap Gita sambil menyodorkan sebelah tangannya.


"Aku udah bilang. Aku udah buang!"


Gita refleks memukul lengan jasson.


"Kenapa dibuang?"


"Lagian gak penting juga kan? " Ucap Jasson malas dan beranjak dari tubuh Gita dan duduk di samping Gita.


Gita dengan cepat membangunkan tubuhnya dan kini mereka duduk bersebelahan di atas kasur dengan kaki menyentuh lantai.


"Tapi kan itu curhatan hati aku sayang."


"Iya, tapi selembar pun tidak ada namaku!"


"Bagaimana mau nulis nama kamu. Itu buku tahun berapa? Buku masa SMA ku dan masa kuliah ku!"


"Lagian untuk apa kamu butuh buku itu. Itu kan kenangan masa lampau. Dan kamu harus buang itu jauh jauh. Aku gak mau kamu ingat masa lalu kamu!"


"Emang kamu udah baca?"


"Jika aku gak baca mana mungkin aku ngomong gitu sayang!"


"Sayang! Aku kan hanya ingin liat aja! Lagian siapa juga yang mau ngingat masa lalu?"


"Semua tentang cinta pertama kamu. Kata katanya juga lebay. Dan cerita dimana kamu berjuang sendirian." Jasson menghadap melihat Gita sebelah kakinya di lipat naik ke atas kasur.


"Aku yang baca aja rasanya gak terima. Kamu begitu banyak masalh! Jika sedari dulu aku tau masalah kamu! Aku gak mungkin lukai kamu!"


Gita terdiam.


"Jadi apa salahnya jika aku minta buku itu?"


"Aku bisa kasih. Tapi bisa setelahnya kita buang aja?"


"Tapi kan di dalamnya bukan hanya kesedihan aku aja Sayang. Tapi rasa bahagia dan kenyamanan aku tuangin disitu."


Jasaon kembali kesal!


"Tentang kekasih lama mu maksud mu?" Jasaon beralih menatap Arah lain.


"Tidak hanya itu! Di situ aku cerita soal bunda ayah, kak Bisma kak Yolan, dan cerita Lampu pertemuan kita kan?"


"Yah!" Ucap Jasson.


"Sayang? Kamu cemburu?" Tanya Gita.


"Jika iya kenapa?" Ucap jasson masih menatap arah lain.


"Ya ampun itu kan dulu! Lagian aku sama Kevin gak ada hubungan lagi!"


"Bisa tidak jangan bahas laki laki lain?"


Gita diam.


" Em, aku kan hanya mau kasih tau. Kalau aku gak ada hubungan apa apa lagi!"


Jasson menghela nafas.


Berjalan ke arah nakas membuka laci dan mengambil buku Diary Gita.


"Terimakasih sa-" ucapan Gita tergelantung saat jasson menarik buku itu kembali.


"Sayang?" Gita berdecak kesal.


"Mau buku ini kan?"


Gita dengan cepat mengaguk.


"Cium dulu!" Ucap jasson sambil menyilang kan kedua tangan di dada.


"No problem." Ucap Gita terseyum,


Dia beranjak naik kekasur.


Dan berdiri. Sekarang ia lebih tinggi dari Jasson.


"Sayang mendekat lah!" Ucap Gita.

__ADS_1


Dengan senang hati Jasson tersenyum. Semudah itu pikir Jasaon. Hanya karena buku ini?


Ia menutup matanya saat gita menyentuh kedua bahunya.


Dengan lembut gita mengecup kedua pipi Jasson. Keningnya Serta hidung mancung itu.


"Dah, sayang bukuku.." tagih Gita menyodorkan tangan kanan.


"Ini belum." Ucap Jasson memayungkan bibirnya.


Gita berdecak sebal.


Jika itu ia jamin nanti Jasson akan menahannya agar berlama lama disitu.


"Mau gak? Jika tidak aku benar buang buku ini!" Ucap Jasson menggoyang-goyangkan buku itu di udara.


"Baik baik lah. Kemari! Tapi jangan tipu aku yah!"


Jasson hanya tersenyum saja dan mendekat ke arah Gita.


Gita menagkup kedua pipi itu mata keduanya bertatapan.


Gita dengan cepat mengecup bibir itu lembut.


Ummmma kecupnya agak lama. Jika bentar nanti jasson beralasan lagi.


Setelahnya gita dengan cepat mundur jangan sampai jasson menarik nya.


"Udah kan? Sekarang bukunya." Ucap Gita.


Jasson terseyum.


"Udah gitu aja? "


"Apa! kamu mau apa lagi?"


"Nah gak mau? Mendekat lah!"


menyodorkan buku.


"Lempar aja! Aku gak mau di tipu sama kamu!"


"Benarkah? Sejak kapan aku suka nipu? Dan aku nipu apa?"


"Iih, jangan pura pura!"


"Kamu aja yang mikir terlalu jauh!"


Gita mengehela nafas lagi.


Turun dari kasur dan mendekat ke arah Suaminya.


"Sebenarnya, aku gak papah sih. Tapi masalahnya aku takut baby kita!" Ucap Gita merona yang dibalas aneh dari Jasson.


"Kamu ngomong apa Gi?"


"Kamu gak mandi sayang?" Tanya Gita walau matanya melekat pada buku diary.


Jasson yang hendak duduk langsung membenarkan tubuhnya berdiri tegap.


"Ini mau mandi!" Ucap Jasson salah tingkah.


"Yaudah mandi sana!" Gita membalikkan lembaran buku di depannya.


"Cih, kau bahkan tidak menatap ku? Apa pentingnya buku itu dariku!!" Jasson berbalik dan menuju master bathroom nya. Dengan langkah sedikit mengesek kakinya.


Gita menatap kepergian Jasaon dan tersenyum.


"Enak yah kerjain suami." Ucapnya sambil berdiri dan segera menutup Diary menuju walk- in closet mengambil piyama tidur suaminya. Dan meletakkan di atas kasur lalu berlalu keluar kamar.


...


Morisa yang tibah di kamarnya merasa sakit di dada. Disaat ingat isi buku diary Gita. Dia sangat ingat betapa kevin sangat mencintai perempuan itu. Morisa ingat tentang Yang diceritakanan kevin padanya.


Apalagi saat ia tau bahwa Yolanda yang tengah dijodohkan untuk kevin. Sangat sakit. Inikah rasanya mencintai tapi tak memiliki. Ingin tapi Dunia melarang. Baru kali ini Morisa merasakan sakit nya rasa cinta. Dia baru saja merasakan apa itu arti jatuh cinta namun disitu pula ia merasakan sakit nya rasa jatuh cinta.


Morisa memukul dada sesak.


"Sakit, kenapa. Kenapa Orang yang kucintai malah berikatan dengan orang orang yang ku sayang? Apa yang bisa kulakukan selain merelakan. Tapi sulit!" Sangat sulit.


"Apa mungkin ini pembalasan, dari perbuatan kejam ku pada kak Gita. Ah ya aku memang pantas mendapatkan ini." Isak Morisa bergeming.


Menahan sakit di dada. Sesak sekali rasanya.


Morisa menagis dan terus memarahi diri sendiri. Kenap juga ia jatuh cinta pada laki laki yang salah? Pikirnya terus terisak.


***


Pagi telah tiba.


Gita masih terlelap dalam pelukan suaminya itu.


Semalam Jasson yang sangat sangat merindukan tubuh Gita. Begitu juga Gita yang sebenarnya sangat merindukan sentuhan suaminya. Malam yang panas mereka lewati bersama dan sudah berlalu. Dan kini pagi sudah menanti mereka untuk melalui hari dengan bahagia.


(kalian bayangin sendiri aja ya adegan panasnya, soalnya jika author ceritain bakal lama bangat proses reviyunya. dan lagi yang baca juga pasti ada yang masih belum cukup usia. adegan panasnya Bab yang akan datang aja ya, nanti pasti ada kok😗)


"Sayang.." Panggil Gita menoel noel hidung Jasson.


"Aku masih ngantuk sayang!"


"Bangun udah pagi!"


"Jangan memancingku Gi!" Ucap Jasson masih menutup mata saat gita mengelus elus dadanya.


"Siapa yang memancing! Ayo bangun." Kini Gita menarik hidung mancung itu.

__ADS_1


"Gi, masih ngantuk sayang!" Jasson menarik Gita dan memeluknya.


"Sayang, udah pagi loh!"


Jasson diam aja. Dan masih dengan nyamannya memeluk tubuh Gita.


"Dedek bayi nya lapar papa Jasson!" Ucap Gita dan hitungan detik Jasson terbangun dengan wajah segar. Gita langsung terseyum.


"Ah, benarkah. Jagoan papa lapar ya!" Ucap Jasson sembari mengelus perut Gita.


"Jagoan? Emang udah tau jenis kelaminnya?"


"Nanti kita cek sama sama!" Ucap Jasson sambil mengelus perut Gita.


"Belum bisa sayang, ini kandungannya masih dini baru 10 minggu."


"Ah, yaudah terserah. Tapi feeling ku mengatakan anak aku adalah jagoan papanya."


"mamy nya juga dong!" ucap Gita menyela.


"iya jagoan mamy papi." ucap Jasson dan mencium kening Gita.


"Mandi dulu ya!" Ucap Jasson.


Hendak turun.


"Ikut!! Tapi aku Mau digendong!" Ucap Gita memelas imut. Menyodorkan kedua tangannya.


"Dengan senang hati!" Ucap Jasson. Mengangkat tubuh istrinya memasuki Bathroom yang super luas itu.


Kehamilan Gita buat dia semakin manja aja deh!.


...****...


"Yolan, eh kamu udah bangun sayang? Gimana kondisi kamu?" Tanya Gress saat melihat Yolanda berjalan ke arahnya.


"Udah jauh lebih baik Tan."


Yolan menatap sekeliling yang sepi.


Sembari duduk di samping Gres yang tengah memegag majalah.


"Om Adit udah pergi pagi tadi katanya ada rapat kalau Kevin kayaknya masih di atas deh. Sedari tadi belum nampak batang indung nya." Ucap Gress yang tau akan pandangan Yolan.


Yolanda hanya tersenyum saja.


"Nyonya, sarapan pagi udah siap!"


Ucap pelayan yang baru saja mendatangi mereka.


"Baiklah, kami akan segera kesana!" Ucap Gres ramah. Pelayan tersebut hendak berjalan ke arah tangga namun langsung di hentikan Gres.


"Bi, mau kemana?"


"Em, seperti biasa Nya, bangunin tuan muda." Ucapnya lembut.


"Bibi lanjut kerja aja. Biar Yolan yang bangunin."


Apa? Batin Yolan berteriak.


Dia terlonjak kaget aja.


Menatap Gresya tidak percaya


" Baik Nyonya kalau begitu saya permisi dulu."


"Yol kamu bisa kan bangunin Kevin. Dia memang kebiasaan kalau nginap di mansion ini bangunnya lama bangat."


Yolan menaikkan alisnya tidak mengerti.


" Kevin biasanya nginap di Apartemen, dia jarang pulang. Apalagi nginap sangat jarang!"


Yolan hanya diam saja. Toh dia juga gak mau tau banyak.


"Kamu bangunin Kevin yah, biar biasa. Kan bentar lagi udah jadi isteri!" Ucap Gres tersenyum.


Yolan meneguk salivanya.


"Kamar kevin dimana tan?" Tanya Yolan cepat dia tidak ingin mendengar yang lain lagi. Bisa bisa telinganya tambah panas nanti.


Setelah Gres memberitahu Yolan. Dengan cepat Yolan pergi menuju lift.


"Ah, muda mudahan dia udah bangun!" Ucap Yolan seraya keluar dari lift. Dia menatap pintu kamar.


"Yang ini kan?" Tanya yolan pada diri sendiri.


Tok tok tok


ketuk yolan. Padahal mama Gresya udah bilang langsung masuk aja. Tapi kan gak sopan kalau langsung masuk. Bagaiman jika Kevin lagi- Stop udah jangan ngayal.


Setelah sekian ketukan akhirnya Yolan memutuskan untuk membuka pintu itu perlahan.


"Astaga!!! Kamarnya kenapa gelap begini."


Yolan segera menyentuh dinding sebelahnya dan menemukan saklar.


Seketika ruangan itu terang deh.


Yolan berdecak sambil geleng-geleng kepala.


To be continued 🌷


Okeh sekian dulu. Nanti kita lanjut lagi😗


Tapi ingat ya Beste Agar like dan komen yang terbaik untuk tokoh tercinta mu!

__ADS_1


Bye bye 😘


__ADS_2