Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
111. Kisah Kevin


__ADS_3

...🌟🌟🌟...


Setelah perbincangan dan memberikan donasi pada Panti Asuhan Maharja, seperti biasanya


Keluarga kevin memang sejak dulu menjadi donatur panti asuhan itu.


Mereka akhirnya pergi dari sana. Dan tidak lupa sebelum pergi mereka di hadang sama bocil dengan senang hati Kevin memeluk satu persatu mereka.


Tentu Yolan juga mudah akrab san ikut memeluk anak anak itu. Anak anak panti cukup ramah dan asyik si ajak bercanda.


..


"Kapan kapan kalau mau kepanti ajak aku ya Vin!" Ucap Yolan terseyum sembari menatap kaca spion mobil yang memperlihatkan anak anak itu masih mendada kepergian mobil mereka.


"Kau senang?" Tanya kevin.


"Ya, mereka sangat lucu dan menggemaskan. Aku menyukai mereka." Ucap Yolan yang akhirnya menatap depan karena mereka sudah keluar dari kompleks panti asuhan.


"Jika aku gak sibuk." Ucap Kevin. Kini kembali pada sikap datarnya.


Yolan menghela nafas dan memiringkan tubuhnya menatap kevin.


"Kenapa? Benarkan posisimu!" Ucap Kevin dan menatap sebentar ke arah Yolan.


"Kenapa! kau gerogi saat kutatap? Apa kau gugup? Kamu menyukaiku?" Tanya Yolan bertubi tubi padahal awalnya dia ingin mengomentari eh malah mengejek.


"Jangan terlalu percaya diri."


"Yaudah, biarkan aku seperti ini." Ucap Yolan menatap Kevin.


"Kenapa? Apa kau menyukai wajahku? Atau jangan jangan kau sudah jatuh cinta padaku?" Balas kevin.


"Jangan terlalu Percaya diri!" Ucap Yolan mengulang bahasa Kevin.


"Kenapa tidak? Buktinya kau menatapku seperti itu?" Sedangkan Kevin masih fokus menyetir.


"Aku tidak menatap mu. Hanya posisi seperti ini lumayan nyaman." Ucap Yolan sembari menutup matanya.


Kevin memiringkan kepalanya menatap yolan. Dan kembali menatap ke arah depan.


Yolan kembali membuka mata. Dia tidak ingin menyimpam peetannyaan di kepalanya.


"Kamu sangat dekat dengan anak panti kenapa bisa?"


Tanya Yolan. Dia bingung saja dia berpikir negatif bahkan tadi. Dia pikir kevin mungkinkah anak dari panti dan bukan anak kandung om Adit dan tante Gres?


Tapi ia segera tepis karena wajah om adit dan kevin nyaris mirip apalagi senyuman kevin tadi sangat mirip dengan tante Gresya.


"Apa itu pertanyaan wajib di jawab?" Tanya Kevin datar tanpa mengalihkan pandangannya terhadap jalan depan.


"Ya, kenapa tidak. Tapi jika kau keberatan juga tidak papah." Ucap Yolan, dia semakin merasa ada yang disembunyikan. Jika tidak kan kevin cukup menjawab tanpa berbelit Belit.

__ADS_1


"Ya, karena aku dekat." Ucap Kevin gila.


"Alasan nya Kevin..." ucap gita panjangggg


Ah, bikin naik darah.batin Yolan.


"Karena aku suka anak anak.."


"Menurut ku itu bukan alasan utama. Karena jika kau suka anak anak masih banyak tempat lain selain panti. Ia kan? Jadi alasan utamanya apa Vin?"


"Mau tau?"


Yolan menghela nafas. Kalau bukan calon suami sudah ia belah dua Kevin sekarang juga.


"Ah, sudahlah. Aku malas meladeni orang yang berbelit belit!!" Yolan membenarkan posisi duduknya dan sekarang ia menatap jalan.


"Aku pernah jadi anak panti." Ucap Kevin pelan dan datar.


Yolan segera menatap Kevin. Benarkan dugaan awalku. Dia pasti anak panti dan bukan anak tante Gresya dan-


"Kenapa? Apa ada yang salah? Kenapa kau menatapku seperti itu?"


"Vin, kau serius? Jadi kau anak terlantar? Tapi kenapa wajah mu mirip om Adit dan-"


Sssstttt (rem mendadak)


Brukk


Kenapa ngerem dadakn sih vin!!" Teriak Yolan sambil mengusap bahu kirinya yang kejendot.


"Kamu ngomong apa tadi?"


"Kenapa ngerem mendadak?"


"Bukan itu! Sebelumnya!"


"Apa? Yang mana? Soal kamu kenapa mirip sama om adit?"


"Maksud ucapan kamu apa?"


"Ha? Tadi bukannya kamu bilaang dulunya kamu anak panti?"


"Yah, itu benar tapi kenapa kamu bilang aku anak terlantar?"


"Maaf maaf.. aku tidak bermaksud. Em, tapi kamu belum jawab kenapa kamu mirip sama om Adit?" Tanya yolan tanpa dosa. Astaga


"Apa pertanyaan itu perlu dijawab? Kamu itu seorang dokter atau tidak? Kenapa bodoh sekali!"


"Maksudmu?" anak ini menghujat ku? batin Yolan tidak terima dikatai dokter bodoh.


"Aku anak mama Gresya dan Papa Adit! Sudah Jelas?"

__ADS_1


"Tapi tadi maksud kamu-"


"Aku bilang aku pernah jadi anak panti bukan bilang aku anak panti kan?"


"Aku belum ngerti bisa di jelaskan?" Tanya Yolan hati hati.


"Apa perlu?"


Yolan menggaguk ingin sekali Mendengar kan . Dia sudah menampilkan posisi siap untuk mendengarkan apapun yang calon suaminya katakan.


Kevin menghela nafas. Lebih baik ia ceritakan toh Yolan juga akan menjadi orang yang dekat dalam hidupnya secara dia akan menjadi istri.


"Dulu aku pernah di culik oleh musuh papa di dunia bisnis. Saat itu aku masih umur 3 bulan. Waktu itu aku sempat akan di bunuh dengan cara ingin di buang ke sungai mes, tapi Ibu indah yang lewat dari tempat itu meneriaki orang yang akan membuangku. Sontak dia terkejut dan tanpa sadar malah menjatuhkan ku ke bagain rumput dan lari kabur. Dan untung nya aku terjatuh pada tumpukan tanaman dengan daun lebar itu jika tidak mungkin juga aku akan mati. Ibu indah lari mendekat ke arahku dan segera mengendong tubuh ku yang saat itu aku menangis mungkin sakit. Namanya juga bayi kan. Ibu indah akhirnya membawa ku pulang ke panti asuhan. Dan merawatku disana. Sedangkan Papa dan mama saat itu sudah mencariku.


Dua Minggu aku di panti dan akhirnya setelah info ke info mama dan papa tau jika aku di panti itu. Karena Mereka sampai menyebarkan di berbagai media.


Saat itu yang menjadi ciri ku ialah tanda lahir di punggung dan ini." Kevin mengeluarkan kalung bermata ikan itu.


"Ini benda yang menjadi sala satu tanda jika aku anak papa Aditya mama Gresya. Akhirnya Bu indah yang mendapat berita itu langsung menghubungi papa mama. Dia yakin aku anak yang hilang itu secara tanda itu mengarah padaku. Dan Ibu indah segera memberitahu tentang diriku. Sejak saat itu Papa, mama, dan aku dekat dan seperti terikat dengan panti itu. Apalagi mama sangat berterima kasih bangat pada Bu Indah. Dan sampai sekarang kami jadi donatur untuk panti agar selalu terikat. Tiap tahun nya kami akan kesana. Tapi enama tahun belakangan ini aku tidak ikut karena sekolah di luar."


Yolam hanya menggangguk anggukan kepalanya.


Ceritanya hampir mirip berpisah dengan keluarga. Tapi Kevin lebih beruntung hanya dua minggu sedangkan Yolan sepuluh tahun lebih, dan sampai sekarang ia tidak bisa bertemu kedua orang tua nya.


"Hei, kenapa? Kenapa jadi kamu yang menangis?" Kevin membuka seat belt nya dan mendekat ke arah Yolan untuk menghapus air mata itu.


"Aku merindukan Bunda dan Ayah Vin."


Kevin dengan cepat menarik yolan kedalm pelukannya.


"Kamu jangan menagis lagi. Mereka sudah tenang di dunia mereka Yolan."


Jujur kevin sangat tidak bisa melihat orang menagis.


"Aku bahkan tidak ada saat di hari terakhir mereka Vin. Aku ingin memeluk Bunda dan Ayah. Aku sangat rindu. Bahkan aku lupa ingatan dan malah mengerepoti orang lain. Aku bahkan jadi beban. aku tidak berguna Vin.


"Sabar Yol. kamu gak ngeropoti siapa siapa. Jadi berhenti merasa tidak berharga. Sekarang kan sudah Ada Mama dan Papa. Kamu bisa ngagp mereka jadi papa dan mama kamu juga." Kevin mengelus punggung Yolan untuk memenangkan.


Sebenarnya Gresya sudah bilang agar Yolan memanggilnya dengan sebutan mama tapi dia terus menolak, tunggulah setelah sah Pernikahan. Pikir yolan waktu itu.


....


To be continued 🌷


Hihihi dua part untuk kisah Bang Kevin dan Kak YolanπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ


Besok kembali pada Raja dan Ratu kita ya.


Salam dari Jasaon dan Brigitta....


Good night πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜—πŸ–€

__ADS_1


__ADS_2