Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
46. Serang dadakan


__ADS_3

"Bagaimana dengan rencana yang sudah di siapkan?"


"Semua berjalan sempurna Tuan, saya yakin pemasukan yang di dapat akan segera melunjak. Sebentar lagi Perusahan anda akan menduduki peringkat pertama di Asia."


"Jangan bicara omong kosong, lakukan saja dengan baik! Aku tidak suka jika ada orang yang terlalu berharap!!" Pria paru baya itu meneguk kopinya.


"Tuan, saya mendengar kabar bahwa saat ini keluarga Lakeswara sedang mengincar tuan muda."


" Anak itu, selalu saja membuat masalah! Untuk apa dia main tangan!"


"Bukan masalah Bisnis Tuan, melainkan masalah Wanita!"


"Wanita??" Aditya bertannya tanya mungkin kah Brigitta? Karena wanita yang dekat dengan anaknya itu hanya Brigitta.


"Dia mantan kekasih Tuan Kevin, Tuan. Nona Brigitta, apa Tuan masih ingat?"


"Mana mungkin aku lupa! "


"Urus saja rencana mu! Anak itu biar aku yang tangani!"


Pria itu mengambil ponsel nya dari atas meja.


Tuttutut


"Anak kurang ajar! Berani sekali dia menolak panggilan ku!!"


Melempar kasar ponsel itu ke sofa di sampingnya.


**


"Alvaro bagaimana dengan perkembangan bisnis di negara B?"


"Sudah stabil Tuan, namun di negara C dan D masih kritis."


"Cepat tangani, jangan sampai jatuh jauh, jangan biarkan perusahaan disana bangkrut!"


"Siap Tuan!!"


"Jasson!


Seharusnya dia harus bergabung jika tidak Perusahaan ini akan benar benar Jatuh."


Kekawatira sudah melanda pikiran Janes, sudah habis pikir dengan anak sulungnya yang sangat sulit untuk dimengerti.


Janes memerhatikan tingkat penurunan yang sangat jauh di bawah perkiraan.


Entahlah kenapa perusahaan nya tiba tiba mengalami penurunan dan kerugian yang lumayan besar.


Janes menaikkan sebelah alisnya saat Alvaro kembali keruangan nya.


"Tuan, lihatlah!" Alvaro menunjukan laptopnya pada Janes. Yudayana Group sudah memimpin di beberapa negara.


"Cepat sekali mereka bertindak!! Tidak bisa dibiarkan! Cepat selesaikan masalah ini. Jangan sampai mereka memimpin paling banyak!


Janes berdiri dan segera duduk di kursi kebesarannya. Membuka Laptopnya dan mulai bertindak!


"Varo! Hubungi Jasson, suruh dia kemari! Aku perlu bicara dengannya!"


"Baik Tuan!" Dengan cepat pria itu keluar.


"Benar benar diluar dugaan, Yudayana Group henat juga! Ini Tidak bisa dibiarkan!"


Janes memukul mukul kepala pelan berpikir mengurangi semua pikiran nya, yang membuat stres.


.


"Tuan, muda Apa anda masih punya pekerjaan?" Tanya Alvaro hati hati setelah memasuki ruang kerja Jasson.


"Kau tidak melihat ku? Aku sedang duduk disini, itu artinya aku sibuk!" jawab jasson tajam.


"Tuan Janes memanggil anda! "


Untuk apa papa mencariku!


"Aku sedang sibuk! Jika ingin bertemu, nanti malam juga Bisa!" Jasson kembali menatap Laptopnya.


"Ini masalah serius tuan! Jangan membuat Tuan Janes marah!"


Jasson berpikir benar juga jika ini tidak penting pasti papanya akan bicara di tempat biasa atau lewat telepon.


"Aku akan bertemu Papa. Lico akan mengatur jadwal pertemuan ku. Dia akan menghubungimu. Jadi sekarang jangan menggagu konsentrasi ku!!!"


"Baiklah sepertinya saya akan pergi!"


Alvaro menatap sekilas wajah datar dan keluar dari sana.


Papa benar benar tidak berhenti! Apa aku harus masuk ke sana? Itu tidak mungkin kan?


"Tuan saran dari saya. Sebaiknya anda ikut saja! Sepertinya ini masalah penting."

__ADS_1


Jasson diam tampa menggubris padahal dihatinya banyak sekali yang ingin ditanyakan ?


"Urus saja waktuku. Kita akan bertemu dengan Papa siang ini!"


"Baik Tuan!"


Apa mungkin aku harus menyetujui kerjasama dengan Papa? Apa ini sudah waktunya?


Jasson menatap Laptopnya diam. Mungkin ini sudah waktunya, lagian dia juga harus menyusun rencana untuk memberi pelajaran pada Kevin. Di tengah menurunnya usahanya, hal itu tidak akan terwujud


satu satunya yang harus dilakukan adalah menerima kerjasama ini! Itulah yang dipikirkan Jasson.


.


"Anak kurang ajar kamu!" Tamparan dari Aditya untuk Kevin.


Kevin memegang pipi yang panas.


"Untuk apa kau melukai Jasson? Apa kau lupa siapa Dia? Jika terjadi apa apa pada perusahaan, apa kau mau bertanggung jawab? Jika mencari masalah, jangan mencari pada keluarga Lakeswara! Mereka bukan tandinganmu!!"


Kevin tersenyum seringai melepaskan tangganya dari pipi yang memerah.


"Papa sekarang sudah candu ya, menampar pipiku! Ini udah tanggal berapa pa? Papa baru menayakan hal yang sudah lampau padaku! Kejadian itu sudah lewat beberapa bulan yang lalu, dan papa menayakan itu sekarang!"


"Tidak ada yang sudah lewat, kau masih merencanakan sesuatu untuk menyakitinya kan! Sejak kapan aku mengajarkan padamu cara licik seperti ini!"


"Huh! Papa saja tidak pernah peduli padaku! Bahkan tidak mencari dan menayakan kabarku saat aku masuk rumah sakit dulu! Aku tau, papa mengetahui aku dirawat, tapi papa tidak peduli kan!"


Aditya diam,


"Papa kenapa diam! Papa lebih peduli dengan bisnis ini dan menjadikan aku tumbal untuk mengembangkan bisnis papa agar melunjak sampai ke seluruh dunia! Pa!


Aku ini anak papa, bukan boneka yang disuruh ini itu langsung mau. Kena masalah tidak kesakitan! Aku juga manusia Pa! Perlu diperhatikan !!!"


Kevin menghela nafas!


Uh aku terlihat seperti anak dirhaka sekarang!


"Kevin, papa.."


Kevin menggakat tangannya memberi isyarat agar Aditya tidak melanjutkan nya.


"Jangan mencari kevin dulu pa! Aku ingin sendiri. Papa benar benar tidak pernah mengerti apa yang aku alami!" Kevin pergi dengan wajah tidak enak itu.


Kenapa papa seperti ini! Jika dia ingin melakukan yang terbaik, kenapa harus dengan cara seperti ini!


Kevin terus melangkahkan kakinya hingga sampai di depan mobilnya dan segera berlalu pergi.


Di tengah jalan tiba tiba Kevin mengrem mendadak.


Dari wajahnya dia tampak panik, dan keluar dari mobil.


"Hei, apa anda baik baik saja?" Kevin berjongkok menatap Gadis yang tengah duduk menutup kedua telinganya.


Gadis itu membuka telinga merasakan dirinya baik baik saja. Berdiri tanpa menghiraukan pertannyaan dari kevin.


"Kau baik baik saja kan?"


Tanya Kevin lagi.


Uh, ini salahku seharusnya aku tidak menyebrang!


Gadis itu menatap kebelakang dan menatap pria yang di sampingnya.


Sedikit tersihir saat melihat pria tampan di depannya!


Uh, apa aku sedang bermimpi? Mungkin kah ada pria setampan ini di dunia?


"Hello..." Kevin menggoyangkan tanggannya di depan Gadis itu.


"Uh, iya?"


"Apa kau baik baik saja?"


Belum sempat menjawab...


"Hei lari kemana kau!!" Suara teriakan preman yang mengejar gadis itu sudah semakin dekat. Menatap kebelakang wajahnya sudah tampak pucat.


"Tolong aku..


Bawa aku pergi dari sini, jangan sampai aku ditangkap, selamatkan aku." Gadis itu memegang tangak Kevin sambil menatap arah belakang.


Kevin yang mengerti situasi langsung membawa Gadis itu menggunakan mobilnya.


Sialan!! Ucap Para preman itu saat sedikit lagi, mobil itu langsung melaju kencang.


Gadis itu masih menatap permanen itu dari kaca spion mobil.


"Siapa mereka? Apa kau buronan?" Tanya Kevin tanpa menatap kesamping.

__ADS_1


Gadis itu menatap pria disampingnya.


"Tidak!! Aku bukan buronan!"


"Kenapa kau di kejar sama mereka!"


"Itu, aahh. Tidak penting!" Gadis itu diam dan menatap depan.


Kevin tidak bertanya lagi. Untuk apa juga dia peduli!


"Dimana rumahnu?"


" A, untuk apa kamu bertanya?" Gadis itu berpikir.


"Saya akan menghantarkanmu pulang!"


"Tidak, aku sampai depan saja!" Tunjuk nya pada halte di depan sana.


Mobil berhenti.


"Terimakasih banyak, untung ada kamu


Jika tidak aku sudah tidak tau lagi bagaimana nasibku! Sekali lagi terimakasih!" Gadis itu tersenyum dan keluar dari mobil.


Tanpa menjawab Kevin melajukan mobilnya.


Bayangan papanya masih terlintas di benaknya!


Dret drett


Ponsel di dalam saku berbunyi.


Menatap sebentar, meletakkan hanset di telinganya.


"Ada apa!"


"Bos, kawasan kita di penuhi oleh para orang orang besar, mereka pasti suruhan dari Jasson. Mereka sangat banyak boss.


Kami akan mati jika melawan orang sebanyak ini!"


"Apa? Tunggu disana, jangan takut karna badan besar! Kemampuan lebih utama. Ulur waktu sampai aku tiba disana!"


"Baik Boss.."


"Sialan!! Ternyata dia bergerak juga! Tidak masalah kita akan menerima permainan ini."


Kevin berbalik arah dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh.


"Kenapa? Apa Bos kalian seorang pengecut! Sebaiknya kalian serang kami sekarang! Untuk apa menunggu Bos yang tidak berguna!" Ucap salah seorang yang meletakkan tanggan di dada.


"Jangan banyak bacot!! Lihat saja nanti. kalian hanya sekecil semut di mata kami! "


Ha ha h h beberapa orang orang kekar dan besar itu tertawa...


...


Hingga mobil sport putih berhenti di ujung sana. Kevin berlari mendekat pada kerumunan yang sedang panas akan lemparan kata satu sama lain.


" Jangan bacot lo semua!!" Dengan santainya Kevin berjalan pelan setelah tiba, dengan tangan di kedua saku celana.


"Hah ini Bos kalian! Lihat hanya di pegang saja pasti tangannya sudah jadi serpihan kerupuk!"


Kevin menatap


tersenyum sinis mendapat ejekan yang menyenangkan.


"Bos..." Tangan Kevin di naikkan seolah mengatakan jangan bicara.


Bla bla bli blu blo...


Uh, seperti nya para orang besar itu adalah tim penerang atu penjabar kata kata.


Semua kata diucapkan tanpa henti!


"Apa pidato mu sudah selsai?"


Tanya kevin menatap mengejek.


"Biarkan aku memulai!


Max.... " Panggil Kevin pada ketua cadangan grup mereka.


Dengan cepat Max berjalan dan melayangkan bogeman kuat pada Orang yang banyak bicara tadi.


"Hah, satu pukulan saja kau sudah terpingkal."


"Yang lainnya, serang sekarang!!" Teriak kevin. Kevin mundur beberapa langkah. Membiarkan anggota nya melawan semua para orang banyak bertubuh besar.


"Bagus!!" Teriak Kevin. Melihat para Anggota nya mulai menghabisi banyak

__ADS_1


Orang besar.


To be continued


__ADS_2