Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
122. Aku, Kamu, Kita Satu


__ADS_3

"Dasar bodoh! Makanya jangan nahan nafas kayak gak pernah ciuman saja!"


"Ka ka kamu gila memang benar benar gila!" Yolan memukul lengan kanan Kevin yang menahan tubuh kekarnya.


"Kamu mau bunuh aku hah? Turun kamu!"


Pukulnya lagi sambil berteriak...


"Sudah terlambat!" Kevin kembali melahap bibir itu ketika Yolan membuka mulut ingin bicara namun terhenti.


🤺🤺🤺🤺


Tak ada harapan untuk lepas lagi.


Jika sudah dimulai maka akan berlanjut tanpa penolakan.


Kini yolan mulai mengikuti permainan kevin. Merasakan Yolan terjerat dan mengikuti permainan nya. kevin semakin senang.


Tangannya sudah tidak terkondisi untuk menjelajahi benda di bawah Kungkungannya.


"Kau tidak menggunakan bra?" Tanya Kevin saat memegag punggung Yolan yang polos ketika tangganya masuk ke dalam baju belakang untuk memeluk Yolan erat. jika tangganya bergerak ke arah dada maka...


Yolan sangat malu.


"Kau mau menggodaku tidak menggunakan bra?" Kevin mengerutkan keningnya


Melihat tidak ada respon Kevin tak mau ambil pusing dia menyatukan bibirnya lagi.


Tiba tiba


Cleppp pautan bibir itu terlepas.


"Aku gak bisa menahan lagi." Dengus kevin sambil menahan nafas yang sudah memburu bahkan matanya sayu ingin meminta lebih dari sebuah ciuman.


"I want you right now!!"


Yolan terpaku sesaaat mengatur nafas yang juga tersenggal.


"Biska Yolanda Yarzar mau kah kau menerimaku malam ini? untuk membuat susana dingin dan takut ini menjadi hangat dan indah? Aku janji akan melakukannya dengan sebaik mungkin!"


Yolan berpikir lagi. Apa ini yang dinamakan nafsu semata? Apakah setelah ini aku akan lebih di hempas? Apakah setelah ini dia lebih mendiamiku? Atau mungkin kah sebaliknya? Apakah setelah ini dia akan bersikap baik dan mau menerimaku?


"Yolan.." nafas kevin menjelaskan semua yang ia rasakan saat ini sembari ia mengelus pipi Yolan lembut dan meyisihkan anak rambut itu.


"Apa sudah ada rasa di hatimu untuk ku?" Bisik Yolan dengan nafas tertahan yang jelas saja Kevin dengarkan. Bahakan sedari tadi ia merasakan benda aneh di sela pahanya yang seperti tonjolan besar.


Kevin menatap Yolan. Jujur saja dia saja masih bimbang. Tapi saat Yolan dekat dengan pria lain ada hati yang tidak terima dihatinya. Bahkan dia juga merasa khawatir jika dia tidak berada didekat Yolan. Apa itu yang dinamakan sudah mulai suka? Atau hanya sebatas ikatan suami istri?


"Vin,,, Kamu mencintai tubuhku. Bukan hatiku. Kau sedang terbuai akan nafsu kan, bukan cinta?"


"A aku.."


Astaga benaran deh ucapan Yolan mematikan semangat Kevin yang sudah diujung tanduk..


" Kau tau vin, setelah aku ingat semua kenangan dimasa lampau..


Disitulah rasa cinta ku tumbuh lagi untuk mu! Dulu saat kita kecil kita selalu bersama, aku lebih tua darimu tapi kau lebih pintar untuk menjagaku! Waktu kecil aku mengagapmu pahlawan ku. Bahkan aku menyayangimu. Dan sekarang sayang itu berubah jadi Cinta." What the...


Yolan bener benar mengutarakan cinta??? What....!!!


"Ka kamu mencintai ku??" Tanya Kevin gugup. Entah kenapa dia merasa jantungnya terpacu cepat. Bahkan rasa ini pernah ia rasakan saat bersama Gita dulu namun yang anehnya ada rasa yang lebih indah disini.


"Bagaimana dengan dirimu?"


Kevin ingin sekali terseyum, ada rasa bahagia saat Yolan mencintai nya. Entahlah perasaan apa ini!

__ADS_1


"Aku sedang bertannya. Apa kamu memang mencintai ku? Kamu serius?"


"Aku mencintaimu suamiku.."


Degg.


Ucap Yolan tersenyum namun jangan tanyakan jika lampu ruangan itu menyala maka tampak jelas jika wajah Yolan sudah seperti kepiting rebus.


"Bagaimana dengan dirimu. Apa kau tidak mencintai ku? Jika ia lebih baik jangan lakukan itu dulu!!" Yolan sedikit mendorong dada Kevin. Dengan berat rasanya. Wajah Yolan pias kevin tidak menyukai dirinya. Lihat wajah datar itu pikir Yolan merasa down.


"Sepertinya tidak yah..." Lemas yolan menjawab sendiri.


"Aku ingin tidur. Sepertinya petir sudah tak bersautan lagi."


Yolan hendak membenarkan posisi namun Kevin segera menahan gerakan itu.


"Aku tidak bilang tidak!" Yolan menatap Kevin saat mendengar kata kata itu. Jantungnya kini sudah beradu..


"Tidak? Untuk?" Ucap Yolan pura pura tidaktau menau.


"Aku-" Kevin meneguk ludahnya.


"Sebenarnya aku m-" tuarree duarrrrhhh


"Aaah.." Yolan menyamping dan memeluk tangan Kevin yang menahan tubuh Kevin.


"Aku takut Vin.."


Kevin merebahkan tubuhnya di samping Yolan. Memeluk tubuh itu dan Yolan segera ambil sikap saat kevin merebahkan tubuhnya. Dia dengan cepat mendekati dan memeluk tubuh kekar itu balik.


"Kau ingat kan waktu kecil saat ada petir aku memelukmu! Waktu kita bermain bersama di pondok taman bermain tiba tiba hujan datang dibarengi petir. Aku sangat takut. Tapi saat itu ada kamu yang membuat rasa takut itu hilang dengan sendirinya."


Ucap Yolan meringgis...


"Tapi, sekarang beda.. aku merasa beda Vin.. Aku merasa kevin ku hilang. Aku-"


"Jangan pergi ya Vin. Jangan tinggalkan aku lagi." Dulu Kevin pergi meninggalkan Yolan. Waktu itu mereka pindah kompleks perumahan jadi mereka tidak bersama lagi.


Bahkan Kevin tidak pernah lagi berkunjung ke rumah Yolan hanya untuk sekedar menyapa.


"Aku,, aku tidak akan pergi. Aku men- aku mencintaimu.." Ucap Kevin sembari mengecup Ubun-ubun Yolan.


Yolan mendongakkan kepalanya apa ia salah dengar karena derasnya hujan hingga ia berhalusinasi?


"Ka kamu tadi bilang apa?"


"I love you my wife.."


Ucapnya tegas dan tersenyum tulus...


Ada rasa bahagia di hati Yolan. Dikala remang remang ini ia dapat melihat bibir yang melengkung ke atas itu dengan ramah..


"Kau berbohong?"


"Aku tidak pernah berbohong untuk mengutarakan isi hati."


"Jadi?"


"Aku mencintaimu, sangat mencintai Mu Yolan.."


"Terimakasih, terimakasih Vin.." Peluk Yolan pada kevin yang sangat ia rasakan dada yang terekspos itu karena Tadi kevin sudah membuka setengah kancing piyama tidurnya sendiri. Yolan merasakan hangat pada dada bidang polos itu.


"Kamu tidak kedinginan?"


Tanya Yolan yang merasa sedikit dingin.

__ADS_1


Yolan bergerak melepaskan Pelukannya.


"Kenapa?" Tanya Kevin tidak suka saat Yolan melepaskan pelukannya.


Tanpa bicara Yolan meraba dada Suaminya itu karena terlihat remang.


"Kau mau? Kamu menggodaku? Apa yang kau lakukan?"


"Jangan pikir negatif Vin! Aku sedang mengancing pyima mu! Aku membantu mu Supaya tidak kedinginan?"


Sentuhan Yolan sambil meraba Kevin rasakan. Dia menatap keseriusan wajah itu bahkan dia ingat bagaiman lembut nya bibir dan punggung Yolan yang mulus dan halus tadi tangannya tidak sempat menyentuh benda kenyal karena ungkapan Yolan yang sangat men down kan suasana.


"Tidak ada guna nya juga Yo. Aku akan tetap dingin! Jika kamu ingin membantu maka.."


"Sssttt kamu itu.."


"Kenapa? Apa aku salah? Aku hanya ingin kehangatan yang itu sayang.."


"Sayang?" Ujar yolan menatap kevin salah tingkah. Sedangkan tangannya masih berada di piyama tepat kancing terakhir.


Kevin memegang tangan Yolan untuk tidak melanjutkan aktivitas nya.


"Aku mencintaimu! Dan aku suamimu. Apa salah aku memanggilmu dengan manis?"


"Em, ti tidak.." ucap nya gugup tanpa ia sadari Kevin menuntun tangganya masuk ke dalam Piyama nya.


"Vin.." Ucapnya.


"Hangat kan? Tanganmu sangat dingin." Yolan ingin melepaskannya namun,


"Jika aku nafsu pada tubuh mu berarti aku melihatnya bukan? Tapi ini remang sayang. Mana mungkin aku bisa melihat bentuk tubuh mu. Aku bukan nafsu semata tapi aku nafsu karena aku juga seorang pria dan aku bernafsu untuk isteriku apa itu salah? Kamu yang lebih dulu menggodaku dengan menggunakan pakaian seksi. Bahkan saat pertama aku menciummu ada rasa yang berbeda ada getaran hati yang kurasakan. Dan sekarang aku mengerti bukan hanya nafsu untuk isteri tapi aku memang mencintai mu.." blusss.. ungkapan yang sungguh lebar...


Untuk pertama kalinya Yolan mendengar Kevin panjang lebar seperti ini hanya untuk menjelaskan perasannya.


"Pertama, aku tidak pernah berpikir untuk menggoda mu. kedua aku tidak ada pakaian lain yang lebih sopan dari pada pakaian yang kupakai. ketiga, aku menggunakan pakaian yang seksi itu karena mama yang membeku semua perlengkapan ku. Ke empat, Aku sudah memintamu belanja untuk membeli pakaian yang lebih sopan tapi kamu tidak mengizinkannya, kau bilang aku hanya menghambur hamburkan uang. dan Yang terakhir jika kamu gak percaya silahkan cek sendiri di lemari maka mata kamu akan terbuka, melihat pakaian yang tidak bermolar itu tergelantung rapi disana!" Ujar Yolan meluapkan semua unek-unek nya.


"Tapi sekarang aku tidak masalah lagi jika kau menggunakannya. Karena aku ingin melihat mu menggunakan semua pakaian itu. bukannya mubasir jika dibiarkan disana? Apa kau ingin rayap memakannya? Seharusnya kamu berterima kasih pada mama sudah memberikan itu semua." senyum devil Kevin.


"Kamu aneh deh. Tadi kamu marah saat aku gunakan. sekarang kenapa malah pasrah serasa beruntung... gitu???"


"Karena sekarang aku sudah jadi suami kamu. Yang sudah saling membuka diri untuk menerima mu. Jadi kamu tidak perlu malu lagi jika bersamaku. Tapi ingat hanya jika bersamaku bukan untuk di luar rumah!" tegas Kevin.


"Karena mulai sekarang kamu adalah milikku dan tidak ada satupun orang yang boleh mendekati mu!"


"Posesif. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi!"


"Tidak perlu ada kata kata. Cukup terima aku dalam hidup mu. Dan kita mulai semua dari awal. Untuk rumah tangga yang indah dan bahagia."


"Setelah janji suci dan ikatan pernikahan. Aku sudah menerimamu sebagai belahan jiwaku. Dan hidupku adalah hidup mu." Ujar Yolan serius.


Yolan memeluk Tubuh Kevin.


Entahlah siapa yang memulai kini mereka sudah berciuman mesra sambil berpelukan. Kini ciuman penuh cinta tanpa ada kata menggebu karena hasrat. Namun karena keduanya cinta dan ingin memperkuat ikatan cinta.


Hingga keduanya sama sama terbuai akan Susana, derasnya hujan serta kilat dan gemuruh petir yang bertaut tak lagi mereka hiraukan walau sesekali Gita mengerang saat petir besar yang menerpa tapi tak membuat keduanya terusik fatal.


Hingga penyatuan keduanya erangan teriakan di awal hingga keluar suara ******* dari bibir mereka masing masing.


Susana dingin di pagi itu sudah berganti dengan panas yang nikmat untuk kedua insang. Untuk pertama kali mereka sedekat dan seintim itu dibawah selimut tebal. Bersama menyebut nama. Inilah malam pertama untuk kedua mempelai yang tertunda.....


...To be continued 🌷...


Kevin ama Yolan dulu yah besteku...


Part selanjutnya baru Pemain Utama kita😗

__ADS_1


Good Night baby...


Jangan Lupa like and Vote Ya😃❤️


__ADS_2