Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
37. Falling in love??


__ADS_3

"Gita gak papah kok Pa, Aku baik baik saja, mungkin Morisa tidak biasa akan kehadiran keluarga baru," gita terseyum paksa.


" Pemikiran mu memang sangat dewasa, berbeda dengan Morisa. Terimakasih kau sudah mengerti sifatnya!" Janes mengelus kepala Gita dan segera berlalu dari sana.


Uh, Orang yang membenciku sudah bertambah satu. Semangat Gita kau bisa!!


Gita menyemangati diri dan segera pergi dari sana.


Ting


Satu pesan baru masuk.


Gita membuka Handphone nya, terlihat handphone itu baru. Handphone itu di berikan Oleh Kevin dulu, saat tidak sengaja bertemu di supermarket.


Jelas saja kevin tau handphone Gita rusak, ya karena Kevin yang memberikan Handphone rusak itu saat menolong Gita.


Kevin


Besok temui aku di Restoran xx


Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu!


Bi.. Kamu harus datang!


Kali ini jangan mengabaikan pesanku.


Aku tunggu jam 14.00.


Sampai ketemu disana


Apa yang akan kau katakan padaku? Jujur saja aku tidak sanggup melihat mu, Aku tak mau selalu menyimpan rasa ini. Aku ingin memudarkan nya. Aku tidak ingin melihat mu berharap padaku Vin, aku bukan Gita yang dulu lagi!


Gita memegang dadanya yang sedikit sesak hingga bulir air mata itu tumpah tanpa seijinnya.


" Aku tidak mungkin berharap padamu!" Seandainya juga Gita berpisah dengan Jasson Gita juga tidak akan mau mendekat pada Kevin. Tidak mungkin dia balik pada Kevin dengan status Janda. Dia menghempaskan jauh jauh pikiran buruk itu!


Sebenarnya sejak awal dia tidak menyukai sikap Jasson, dia memang ingin melarikan diri, namun apa dayanya..


Dia dan Jasson bagaikan langit dan Bumi..


Sangat jauh..


Tidak mungkin Gita bisa melawan pada Jasson yang jelas jelas sudah mengunci dirinya dalam mansion besar itu.


Berharap keluar saja sudah sangat luar biasa jika bisa terjadi, apalagi berharap berpisah...


Itu tidak akan mungkin itu semua hanya ada pada angan agan gita.


Ting..


Pesan baru muncul lagi.


Kevin


Tolong jangan kecewakan aku ya Bi..


Membaca itu hati gita sedikit nyeri, sudah banyak sekali tindakan yang dia lakukan menyakiti hati Kevin.


"Uh, aku harus tegas, aku harus bisa pilih antara pernikahan atau hati ini."


Gita melangkah kan kakinya menaiki anak tangga.


Ceklek pintu terbuka.


"Suamiku, makanan malam sudah disiapkan dibawah! Malam ini akan ada makan acara makan bersama."


Jasson hanya diam saja. Membaca buku di atas sofa dan sedikit melirik Gita yang tengah memandangnya.


Gita berjalan mendekat dengan hati hati duduk di samping Jasson.


Jasson masih fokus pada buku namun mata itu sesekali melirik.


" Suamiku..


Apa saya boleh minta izin?"


Jasson menutup buku itu dan meletakkan di meja yang berada di depannya.


" Saya ingin keluar mansion besok..


Apa saya boleh?"


" Apa yang ingin kau lakukan?"


" Aku, ingin jiarah ke makam Orangtuaku!"

__ADS_1


Benar Gita memang ingin kesana besok, dan sekalian ingin bertemu Kevin.


Tidak mungkin kan dia mengatakan ingin bertemu Kevin! Dia pasti gila jika mengatakan nya.


" Kau tidak berbohong?"


Jasson menyampingkan badannya menatap gita tajam.


Gita menggeleng ketakutan, dia khwatir jika jasson tau dia juga akan bertemu dengan kevin.


"Baiklah, tapi tetap kau dibawa pengawasanku, dan jangan sampai kau berbuat macam-macam."


Bagaimana caraku nanti menemui Kevin?


Ah, itu tidak penting sekarang, yang jelas dia sudah mengizinkan ku! Aku sudah bersyukur sekali.


"Terimakasih kasih suamiku."


Ucap Gita terseyum manis menatap Jasson.


Jarang jarang Gita tersenyum tulus seperti itu kepada Jasson.


Jasson menatap bibir manis itu.


Ada sedikit detakkan aneh di dadanya.


Dia mengingat ucapan Lico beberapa menit yang lalu.


Flash On


"Tuan, apa yang terjadi? kenapa bisa jantung anda yang bermasalah?"


Lico meletakkan kotak yang berisi obat obatan diletakkan di atas nakas.


"Aku tidak tau! Jantungku tiba tiba berdetak kencang, tidak beraturan jika berada di dekat Gadis itu!"


"Maksud anda Nyonya Brigitta?"


" Maksud mu siapa lagi wanita yang dekat denganku?"


Lico menaikkan kedua alisnya menatap Jasson.


"Saat dia dekat dan bersikap lembut, dia terlihat manis, dan ini." Jasson menegang dadanya.


"Tiba tiba berdetak tak beraturan sangat cepat. Tubuhku juga terasa aneh!"


Jika bukan pada Lico, siapa lagi yang bisa Jasson tanyai, secara asisten pribadi ialah Lico.


"Kenapa kau diam saja? Bawakan obat itu kemari!"


Apa tuan Jasson benar benar tidak pernah jatuh cinta? uh, aku lupa, arti cinta saja pasti dia tidak tahu.


Lico berjalan mendekat tanpa membawa obat itu. dengan berani dia ikut duduk di sofa besar itu.


"Tuan maafkan saya, jika tidak sopan duduk disini. Tapi saya benar benar tidak tau cara mengobati apa yang anda rasakan."


"Dasar bodoh!!


panggilkan Arya sekarang lebih baik dia yang memeriksa ku! Kau benar benar tidak becus!"


Jika saya memanggil dokter Arya sama saja dengan mempermalukan Anda nantinya.


Lagian salah sendiri kenapa terlalu fokus pada bisnis dan tidak melirik wanita! membaca cerita atau kiasan cinta saja mungkin anda tidak pernah. Sekarang saat jatuh cinta malah ribet kan cara jelasinnya!


"Tuan, dokter Arya juga tidak bisa mengobati rasa yang ada pada jantung anda. Yang bisa mengobatinya hanya Nyonya Gita. Dia yang membuat Jantung anda berdetak tak beraturan, maka dia juga yang harus menormalkan nya."


"Apa kau sudah Gila! Gadis bodoh itu? menormalkan jantungku? memang dia Dokter!"


" Anda tidak mengerti juga.


Tuan saya akan jelaskan semuanya, jika anda kurang percaya anda bisa cari sendiri di internet."


"Apa maksud mu!"


" Apa anda pernah mengalami rasa seperti ini sebelumnya?"


Jasson menggeleng pelan.


Uh, pertanyaan bodoh! jelas saja, mana mungkin tuan Jasson pernah merasakan hal ini.


"Apa anda gugup saat menatapnya dekat?"


"Tergantung kondisinya!"


"Saat dia tersenyum manis? saat dia bersikap sangat baik pada anda?"

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan nya tadi!"


"Tuan, anda sedang Jatuh cinta."


"Apa maksud mu? Jatuh cinta? Kau bercanda, mana mungkin aku jatuh cinta pada wanita seperti nya!"


Mungkin anda menolak dengan kata kata tapi tubuh dan hati anda tidak bisa berbohong


"Tapi itulah kenyataannya Tuan.


Bukankah Anda mengatakan hanya jika bersama nyonya saja Anda merasakan detakkan seperti ini, dan anda merasa gugup juga."


" Aku tidak menyukainya!"


" Tubuh anda sudah mengakui semuanya tuan!"


" Tidak mungkin aku mencintai Wanita Gila sepertinya. Apa yang harus aku lakukan sekarang??"


" Bersikap tenang lah tuan. Coba anda cari tau saat melakukan hal apa saja jantung anda berdetak cepat, jika anda sudah tau. Anda harus terbiasa melakukan itu agar anda tidak merasakan hal aneh di tubuh anda!"


"Jika tidak ada perubahan kau harus tanggung akibatnya!" Jasson menatap tajam pada Lico.


"Saya akan menanggung resikonya tuan!" Lico tertunduk dan sedikit Khwatir. Namun dia percaya, bahwa Jasson sedang jatuh cinta.


Flash Off


Dengan sadar Jasson menarik leher gita mendekat kehadapannya.


Spontan Gita terkejut menatap Jasson sangat dekat seperti itu. Hidung mancung mereka hanya berjarak 1 mil lagi pasti akan bersentuhan.


Apa yang akan dia lakukan?


Gita menatap Jasson yang sedikit memiringkan kepalanya.


Lup dup lup dup lup dup(Banyakan saja suara detakkan jantung)


Jantung Gita sudah tidak terkontrol lagi nafasnya juga sudah tak karuan.


Pasti saat ini Jasson merasakan hembusan nafas dan detakkan jantung itu.


Gita menutup mata.


Tok tok tok


Jasson segera melepaskan tangganya dari leher Gita, berdiri dan berjalan mendekat ke arah pintu.


Gita masih mematung tak percaya, dia menyentuh bibir itu, tadi ada benda lembut yang menempel satu detik disana.


Melototkan matanya memandang punggung jasson yang semakin menjauh.


Gita memegang dada kanannya.


Dia benar benar menciumku? Dia melakukan hal itu? Apa dia normal? Dia tidak lagi terbentur kan?


Ah jelas saja. Dalam pikiran Gita Jasson itu adalah pria bengkok(Gay) seperti yang dikatakan oleh Monika kepadanya.


" Selamat malam Tuan.


Makan malam sudah di hidangkan.


Tuan Janes dan yang lainnya sudah menunggu Anda dibawah!" Ucap pelayan itu menunduk tanpa menatap Jasson.


" Mengganggu saja!!" Ucap Jasson menatap Pelayan itu tajam.


Pelayan itu berpikir sebentar kenapa Jasson marah biasanya dia akan diam saja dan langsung menutup pintu.


"Maafkan saya Tuan tapi, Tuan Janes sudah menunggu!!"


"Aku akan segera datang!" Ucap Jasson sedikit keras dan segera Jasson menutup pintu itu.


Berbalik.


menatap Gita yang berjalan mendekat kearahnya.


....


To be continued


...❤️❤️❤️...


🍁 Tinggalkan jejak guys🏃 🍁


.


.

__ADS_1


.


Sampai jumpa 🍃


__ADS_2