Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
87. Keadaan Brigitta


__ADS_3

"Operasi sukses. Peluru sudah di keluarkan. Kondisinya juga akan segera baik Tapi.."


Dokter itu menyela ucapannya. Dan menatap intens wajah pria di hadapannya.


Kris jelas saja khawatir dan tambah mengerutkan keningnya.


"Kenapa dok?"


...ミ●﹏☉ミ🕊️🕊️🕊️ミ●﹏☉ミ...


"Kandungannya melemah, janin yang dikandungnya sangat melemah. Calon baby anda tidak baik baik sekarang!"


Kriss mengerutkan keningnya.


Gita mengandung? Pikirannya tiba tiba leng.


"Pak, anda jangan terlalu khwatir. Kami akan lakukan yang terbaik. Kami pastikan calon baby nya akan selamat!" Ucap Dokter itu lalu menepuk punggung kriss dan berlalu.


Ada rasa senang saat dia merasa seolah-olah jadi bagaian hidup gita seperti seorang suami yang akan menjadi seorang ayah, tapi ada rasa hancur dan sedih mendapati gita ternyata sudah jadi milik orang lain dan sekarang tengah mengandung. Itu artinya Gita sudah menikah. Dan ucapan yang dikatakan Kevin beberapa hari yang lalu benar adanya. Gita menikah dan sudah jadi milik orang lain bukan milik Kevin dan bukan juga miliknya.


Kris duduk di kursi tunggu menjambak rambut dengan kedua tangannya.


"Maafkan aku Gita! Ini semua karena ku!"


Hampir saja aku membunuh dua orang sekaligus dan orang itu adalah orang yang sangat aku cintai.


Kris berdiri membuka pintu itu.


Menatap Gita yang terbaring melemah menatap nya saja sungguh menyakitkan.


Kris mengelus rambut Gita lembut.


"Maafkan aku, Gi, maafkan aku!"


🕊️🕊️🕊️


Morisa akhirnya tiba di kota. Dia segera masuk kedalam bilik telpon umum.


Mencoba menghubungi jasson namun zonk tidak ada balasan.


Sudah berapa kali ia coba namun nihil. Ia mencoba menghubungi telpon mansion. Dan lagi lagi. Morisa harus mengumpat dibuatnya.


"Dasar gila! Dimana semua maid kenapa tidak ada yang mengang dasar gila. Disaat penting begini kenapa malah tidak ada yang mengangkat telpon."


Akhirnya Morisa melaporkan khasus ini pada polisi.


Sembari menunggu polisi setempat kota itu Morisa terus mencoba menghubungi Jasson dan telpon mansion.


Dan akhirnya setelah puluhan kali akhirnya telpon mansion terjawab.


"HALO!! DASAR PElAYAN @#&*:#;[


KENAPA TIDAK DIANGKAT?"


"Maaf Nyonya kami semua ditugaskan untuk-"


"Tidak penting jangan lanjutkan! Sekarang beritahu kak Jasson agar datang ke kota *****


.........."


Morisa menceritakan kronologi singkatnya dan akhirnya menutup sambungan telpon.


"Ya God, kuserahkan semuanya padamu! Tolong lindungi kak Gita. Beri dia keselamatan! Semoga pria brengsek itu berbelas kasih dan mau mengasihani kak Gita. Mudah mudahan dia membantu kak Gita dan tidak tambah menyiksanya. Amin..." Ucapnya dengan aliran air di pelepis matanya.


Kenapa Gita ada disana?

__ADS_1


Mungkin ini pertanyaan yang tergiang di telinga setiap orang. Begitu juga Morisa dia heran kenapa Gita yang datang menolongnya. Padahal dia sangat ingat dia meninggalkan Gita bersama Jasson di RS.


Flash On untuk hari kemarin dan hari ini.


Brigitta POV


Akhir-akhir ini aku sering merasa tidak enak badan. Aku sering mual dan merasa pening. Dan hal itu terjadi setiap pagi hari setelah bagun tidur dan juga saat makan siang di kantor.


Aku merasa risih mencium makanan di kantin tempat aku bekerja. Aku tidak tau kenapa hal itu terjadi.


Siang itu aku merasa sangat lelah dan sakit di area perut. Jeni teman sekerjaku menyadari itu dari tingkahku yang aneh.


Dia menganjurkan agar aku meminta izin pulang daripada malah pingsan di kantor.


Akhirnya setelah mendapat izin dari Pak Efandi aku pulang menggunakan mobil yang sedari pagi terparkir rapi di parkiran kantor.


Aku masuk kedalam dan disana sudah kudapati supir yang tengah siap untuk menjalankan mobilnya.


Sebelum itu aku singgah di sebuah minimarket. Setelah membaca ciri ciri yang kualami dari internet ada kemungkinan aku hamil. Tapi aku belum percaya jadi aku merinisiatif untuk membeli sebuah test pack


Sesampainya di mansion aku yang merasa sangat meriang dan aku lebih memilih untuk tiduran di kasur. Aku akan mengecek setelah tubuhku lebih baik.


Aku terbangun saat mendengar ketukan pintu memangil namaku entahlah sudah berapa kali.


Ternyata itu sala seorang pelayan wanita yang sudah berumur. Tampak jelas kerutan di wajahnya.


"Nyonya, makan malam sudah siap."


Ucapnya sembari menunduk.


Aku yang baru mengumpulkan nyawa terlonjak kaget.


Makan malam? Pikirku.


Berapa jam aku tertidur astagah bahkan makan siang aku lewatkan. Tapi aku sangat bersyukur meriang di tubuhku sudah tidak ada pening yang kurasa juga sudah mereda.


Ah, aku sampai lupa dengan itu. Aku membawanya menuju bathroom.


Membuka bungkusan plastik dengan mudah. Aku memegang test pack  sambil menatap pantulan diriku di cermin yang ada tepat di hadapan ku.


Apa aku benar benar sedang mengandung? Kuelus perut yang rata itu.


Aku tersenyum. Aku sangat senang jika aku benar benar mengandung itu artinya aku akan menjadi seorang ibu dan Jasson akan menjadi seorang ayah.


Aku mengecup tespect dan lebih dulu berdoa. Aku memang mengiginkan seorang anak.


Akhirnya aku masuk ke bilik yang ada dalam bath room.


Sembari menunggu hasilnya. Aku meletakkan nya di pinggiran wastafel.


Aku keluar dari bilik dan berendam di bathtub. Sangat nyaman dengan air hangat dan busa yang full.


Tapi lagi lagi ketukan pintu harus menghentikan aktivitas rendamku. Aku dengan cepat membersihkan diri dan mengambil kimono warna pich dan segera mengunakan nya.


"Nyonya ada telpon dari Nyonya besar!"


Aku mengerutkan kening dan berjalan mendekat. Menerima telpon dan mulai membuka suara.


"Iya Ma?" Jawabku setelah panggilan terakhir.


Ternyata mertuaku akan segera kembali lagi. Dia hanya mengingatkan ku agar menjaga kesehatan. Jujur aku tidak mengerti maksudnya. Dia juga mengucapkan agar aku selalu bersikap tenang. Aku makin tidak mengerti. Aku segera tersadar dari lamunan setelah pelayan itu menguncang tubuhku.


"Ah, iya Bi. Aku akan segera turun." Ucapku.


Aku dengan cepat mengunakan pakaian lalu turun ke bawah.

__ADS_1


Aku menatap sekeliling sangat sepi. Tidak ada satupun orang di meja makan.


Aku pikir Jasaon dan Morisa sudah ada dibawah.


Pantasan saja sedari tadi ada yang ganjal. Aku belum melakukan satu pun kewajibanku sebagi istri untuk suamiku.


"Bi, dimana Suamiku dan juga Morisa?"


"Belum ada kabar Nyonya. Nyonya Morisa dan Tuan Jasson belum pulang dan tidak ada pemberitahuan sedari tadi."


"Kak Yolan?"


"Saya juga tidak tau Nya!"


Aku semakin khawatir, kemana mereka pergi. Apa ini ada sangkut pautnya dengan ucapan mama Monik tadi? Pikirku melayang ke hal yang negatif. Aku segera menepis pikiran buruk.


Aku mengotak atik ponsel yang ku gengam segera mendial no Jasaon.


Aku bersyukur ternyata dia dengan cepat menjawab panggilan ku.


Aku terkejut, karena dia mengabarkan kak Yolan masuk RS. Tidak tau rasa apa yang menghimpit tapi ada sesak, mendengar keadaan kak Yolan yang tidak baik baik saja.


Lapar yang sedari tadi aku tahan seraya hilang begitu saja.


Walaupun dari sebrang jasaon menyuruh ku untuk makan tapi rasanya tidak lalu lagi. Aku sudah mengatakan agar aku juga ikut kesana menemani kak Yolan. Tapi Jasaon dengan keras melarangku. Ternyata dia tau aku kurang sehat. Ah itu pasti karena pengawal yang selalu mengintaiku kemanapun aku pergi.


Dengan paksaan aku mengotak atik makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Ternyata sudah dengan paksaan tapi makanan itu tetap tidak habis dan masih meninggalkan setengah disana.


Aku meneguk air putih yang hangat.


Dan segera berlalu. Namun belum lagi aku menuju lift aku mendapati pintu besar terbuka dan beberapa pelayan berdiri disana.


Aku berpikir yakin itu pasti Morisa karena Jasson mengatakan bahwa morisa akan pulang ke mansion. Aku berlari dengan cepat menuju pintu dan mendekat pada mobil putih itu.


"Morisa..


Bagaimana keadaan kak Yol?" Tanya ku setelah Morisa turun dari mobil.


"Aaahzz apaan sih. Gak usah sentuh aku. Aku ngantuk ingin tidur. Jangan menggangguku. Jangan sok Care!" Morisa menghempaskan tanganku dengan kasar.


"Mor...


Bisakah kau bicara dengan sopan sekali saja!" Aku sangat geram dengan tingkah morisa yang selalu kekanakan.


"Tidak aku tidak bisa!" Morisa berjalan melangkah, dengan cepat aku meraih tangannya.


"Bagaimana kondisi kak Yol?" Tanya ku sekali lagi.


Tapi Morisa dengan malasnya menatapku kesal.


To be continued 🌷


* uuuu, ternyata Gita benaran mengandung..


💯 buat para reades 💗"


sebelum lanjut part selanjutnya


Tinggalkan like serta berikan Vote ya Beste ku❤️❤️


Laura sayang kalian 😗😗😗


Wait✋


Brigitta dan Jasson juga sayang kalian😃😗❤️

__ADS_1


Bye bye🍀


__ADS_2