Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
90. Mungkin kah itu dirimu?


__ADS_3

Polisi yang dinantikan Morisa akhirnya memasuki rumah kayu besar itu. Morisa berusaha menjelaskan kronologi nya.


Tapi alhasil mereka tidak menemukan Gita disana morisa semakin panik. Dipikirannya sudah tetancap pikiran negatif.


Salahku katanya tergiang.


Dia mengacak rambut nya seperti orang gila. Pencarian akan terus berjalan. Polisi menyebar di penjuru hutan itu serta perdesaan yang tidak jauh dari tempat itu.


Ternyata dari jalan berlawanan terdapat desa terpencil disana.


Morisa juga sudah menghubungi para bodyguard dan suruhannya untuk menyelidiki keberadaan Gita.


...🌱🌱🌱...


"Kak Jas..." Gita berhambur dalam pelukan Jasson.


"Maafkan aku. Kak Gita... Dia.." morisa tak bisa jelaskan dia menangis tersedu.


"Mor, apa yang terjadi. Kenapa Gita bisa bersama mu? dan apa ini?" Ucapnya dengan ekspresi tidak menentu wajahnya sudah terlihat marah besar menatap morisa dan memegang pipi yang memar.


"Kak Gi Kak Gita tertembak!


Sa saat menolong ku. Maafkan aku kak.."


"A apa?" Jasson melepaskan usapannya. dan menerawang mata Blue Morisa.


Morisa menceritakan semua kejadian yang sudah ia alami dan sampai ia menelpon polisi dia menceritakan semua dengan terisak.


"Kak ini salahku. Maafkan aku!"


"Tenanglah tidak ada gunanya menyalahkan diri." Jasson benar benar tidak bisa berpikir jernih. Menatap Morisa yang penuh luka saja dan gemetaran Jasson sangat khawatir apalagi dengan gita yang nyatanya tertembak bahkan kondisinya lebih parah dari Morisa. Jasson benar benar tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi gita saat ini.


Dia benar benar terpukul apalagi mendapati orang itu ialah si cabul yang hampir merebut kehormatan saudara sendiri. Apa jadinya gita saat ini.


Mendengar penuturan polisi dan 3 orang dalang yang tertangkap pria itu juga seorang mafia brutal.


Kawasan itu sudah kosong setiap tempat tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Jasson makin frustasi. Kemana lagi ia harus mencari isterinya.


Orang yang biasa mengikuti Gita juga tidak tau keberadaan Gita. Karena tugas mereka hanya mengintai Gita saat tidak bersamanya saja. Jasson malah marah besar. Tidak becus ucapnya berteriak!


Tempat terakhir adalah klinik desa itu. Yang ternyata mendapat informasi jika pasien yang tertancap peluru sudah pergi jauh jauh waktu. Ada rasa senang jika kenyataan Gita masih hidup. Dan dapat menerima pengobatan medis tapi yang membuat mati rasa mafia gila itu pergi membawa isterinya.


Apa yang harus kulakukan Gi? Kau dimana sayang? Jasson mengacak rambut. Polisi angkat tangan. Sudah semua tempat dicari tapi tak menemukan tanda tanda, jejak keberadaan Gita. Seolah hilang dengan sekejab.


Sebenarnya Kris juga adalah buronan polisi. Dia ternyata melarikan diri dari penjara. Ahz sungguh tragis.


Akhirnya Jasson dan semuanya kembali ke kota. Suruhan Jasson kini sedang melacak keberadaan Gita.


Jasson tidak mungkin bakal diam begitu saja.


........


Malam ini Mama Monik dan Papa Janes tiba di negara asal.


Mereka juga sangat syokk mendapati kondisi keluarga yang sangat berantakan. Morisa masih terus larut dalam sedih Jasson juga seperti tak ada kehidupan dan Yolan masih belum sadarkan diri dan mendengar itu Monika yang syok ikut jatuh pingsan.


Ahh.... Janes menekan pelepis. Sungguh masalah apa ini? Kenapa sungguh berat untuk dihadapi?


"Jas, bagaimana apa sudah ada tanda tanda keberadaan Brigitta?" Tanya Janes saat Jasson sudah terlihat tenang. Jasson menggeleng.


Jasson dengan berat hati menaiki lift menuju lantai atas tempat tidurnya.


Menatap seduh kamar tidur yang rapi. Seketika bayangan Gita yang ceria yang beberapa bulan ini menghiasi hatinya seketika lenyap. Biasanya kamar ini akn menjadi tempat favorit untuk jasson. Dan sekarang hening dan sepi.


Jasson duduk di pinggir ranjang.

__ADS_1


Menekan kepalanya yang berdenyut.


"Sayang kau dimana?


Apa kau baik baik saja? Kumohon bertahanlah. Aku tidak ingin kehilanganmu." Jasson rapuh sangat rapuh. Seperti kehilangan nyawanya. Gita sudah jadi nyawa di hidupnya. Apapun keadaan Gita dia akan selalu merasa tersiksa jika itu mengancam nyawa.


Pencarian terus berlanjut. Semakin banyak pasukan yang turun tangan serta pelacak handal yang ikut serta menagani khasus ini.


Jasson terlelap setelah menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


Hanya sebentar pukul 05.00 dia terjaga. Dia meraba sisi kasur yang kosong dan terlonjak kaget tidak mendapati Gita disisinya.


Aaaahhhh...


Jasson sampai lupa bahwa Gita sedang dalam masa pencarian.


Jasson melemparkan selimut asal mengacak acak rambutnya frustasi.


Sungguh seperti orang gila.


Flash On, saat di rumah sakit


Jasson POV.


Brigitta pamit sebentar untuk ketoilet, jujur aku khawatir akan keadaannya. Melihat wajahnya pucat. Aku kasihan melihat keadaannya. Yang bisa kulakukan hanya memenangkannya saja.


Saat itu aku yang duduk di kursi tunggu, merasa tidak enak. Sudah 30 menit gita pergi tapi tak kunjung kembali.


Aku berencana mengunjungi nya di Toilet. Namun alhasil toilet rusak.


Sungguh aku semakin khawatir dibuat nya. Melihat kondisinya tadi. Seharusnya aku memaksanya agar ikut menemaninya.


Aku mencari nya ke setiap toilet yang ada di Rs tepat pada lantai 1 keberadaan kami. namun alhasil ku dapati toilet dia tidak ada. Aku semakin khawatir dibuatnya. Kusuruh orang yang biasa mengikuti nya untuk mencari keberadaan nya namun nihil. Aku semakin frustasi saat mendapat informasi dari suruhanku bahwa Morisa dan Gita dalam bahaya di kota terpencil. Dengan segera aku pergi bersama beberapa orang untuk menjumpai Mereka.


Namun yang lebih terpukulnya aku tak melihat isteri ku disana hanya saudara ku saja yang penuh luka dan berantakan. Aku serasa teriris bagaimana mungkin aku seceroboh ini. Dan juga kenapa tidak ada satu pun yang bisa mengetahui keberadaan nya.


Aku tidak bisa berkata kata. Yang bisa kusahlahkan ialah menyalakan diriku yang tidak becus untuk menjaga mereka. Andai saja aku tidak menyuruh Morisa pergi dia tidak akan diculik dan disiksa seperti ini, dan akhirnya berdampak pada isteri ku. Dan lagi jika seandainya aku memaksa untuk menemani isteri ku dia tidak akan hilang dan berujung seperti ini.


Jasson memasuki bathrom dengan malasnya dia harus membersihkan dirinya.


Dia ingin segera mencari keberadaan Gita. Dia tidak boleh diam saja.


Dia memasuki bilik bathroom itu. Menatap diri dari cermin kecil disana.


Tidak sanggup kata itu menyelimuti pikirannya.


Aku tak mampu hidup jika kau masih dalam bahaya Gi. Kau dimana?


Lirih jasson. Di pegagnya pinggiran wastafel dan membasuh wajahnya.


Eits, matanya tiba tiba tertujuh pada benda kecil yang tergeletak disana.


Jasson mengambil benda itu pelan.


"Dua garis? Ini alat pengecek....


Itu artinya Fositif hamil?" Jasson masih diam sambil mengerutkan keningnya. Dia tidak bodoh bodoh amat tentang benda itu. Dia tau kok benda itu adalah tespek, yang biasa digunakan untung menes seseorang sedang mengandung atau tidak.


"a, apa ini milik Gita? Di dia hamil?" Ucapnya gemetar sambil menatap pantulan wajahnya di cermin yang terlihat tegang.


"Gita hamil anakku?" Ucapnya tanpa sadar meneteskan air mata.


"Astaga, Ya God. Aku berterima kasih karena akhirnya aku akan jadi seorang Ayah, tapi. Tolong selamatkan isteri dan calon bayiku. Aku Mohon." Jasson merosot hingga tubuhnya terjatuh menyandarkan punggung di dinding bilik itu. Dia tak mampu membayangkan ini semua, dia merasa lebih terpukul jika membayangkan dua nyawa sekaligus dalam bahaya.


Menagis sambil menjambak rambut.


"Apa, apa yang harus kulakukan sekarang? Isteri ku tengah hamil. Namun nyawa dan kandungannya dalam masalah. Ah." Tanpa sadar Jasson memukul mukul dinding bilik itu.

__ADS_1


"Bodoh!! Aku bodoh! aaaa, bagaimana???"


Jasson histeris di dalam bilik. Mengeluarkan semua unek unek nya disana.


πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ


2 hari berlalu. Namun kabar tentang Gita belum juga ada peningkatan.


Jasson semakin patah semangat untuk menjalani hidupnya.


2 hari ini dia juga terus ikut untuk mencari sang isteri tercinta namun semua nihil ada tanda jika Brigitta sudah pergi dari negara ini. Namun mereka sudah mencari juga dalam negara tetangga namun nihil tidak di temukan.


Yolanda baru saja siuman. Semua keluarga ikut bahagia, Yolan akhirnya ingat semua identitas dirinya. Ternyata tidak sia sia dalam komanya dia bisa menerawang dalam gelapnya alam disana hingga terang bagaikan sinar matahari mengunjungi nya, tidak sia sia Ucapan Gita yang sedikit memaksa itu dapat memutar otaknya.


Namun di saat dia ingat semua nya, Brigitta malah tidak ada disana untuk merasakan indahnya keluarga.


Dalam dua hari ini juga sembari mencari Gita beberapa orang juga mencari keberadaan Bisma kakak tertua Gita.


Bisma sudah ketemu dengan mudah melalu dunia Bisnis.


Mudah saja.


Bisma yang selama ini mencari sosok kembaran akhirnya dia bertemu dengan Biska Yolanda. Sungguh senang dimana ia bisa kembali pada saudara yang dia cintai.


Namun tidak lengkap tanpa ayah bunda serta Brigitta.


Bisma menyesali perbuatannya. Dia ternyata juga khwatir akan keberadaan Gita yang menghilang seraya di telan bumi.


Rombongan tim Bisma juga ikut melakukan pencarian.


Sekejam apapun dulunya Bisma dia tidak bisa mendengar jika kenyataan saudaranya Gita adalah sosok wanita yang tidak seperti yang teegambar di otaknya, yang selama ini membuatnya acuh dan tidak peduli.


Sebenarnya jauh dalam lubuk hari yang tertutup erat ada rasa cinta saudara untuk Gita namun rasa gengsi dan egois selalu jadi pemenang untuk semuanya.


........


"Halo? Benarkah?"


Jasson terlihat senang mendapati kabar jika sala satu kelompok yang ia tugaskan menemukan jejak Gita. Namun.


"Jangan bercanda! Kalian pasti salah orang. Itu bukan mayat isteri ku!"


Tiba tiba rasa senang berubah jadi rasa sedih.


Mana mungkin ini baru hari ketiga namun bagi Jasson ini sudah seperti satu tahun tidak bertemu gita namun setelah mendengar kabar malah kabar yang kurang ajar yang dilontarkan.


Akhirnya dengan berat hati Jasson dan beberapa orangnya bergegas ke tempat yang diinfokan.


Dari cerita nya Gita dibuang kelaut. Dan mayatnya terdampar dan nyangkut di sisi pantai.


"Aku tidak percaya. Kumohon, mudah mudahan itu bukan dirimu sayang."


Jasson terus berdoa dalam perjalanan.


Akhirnya mereka sampai dengan berlari Jasson mendekat ke arah jenazah yang sudah di balut dengan kain putih.


Dia menatap wajah itu.


Deg. Jantung nya tiba tiba berhenti beberapa detik. Matanya membulat.


To be continued 🌷


Emmm, Author gemetar loh nulis bab ini😟


Kita lanjut nanti lagi ya, soalnya Laura ada acara Beste.


Jangan lupa like yaπŸ₯Ί

__ADS_1


lope nonstop buat kalian.....


bye byeπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


__ADS_2