Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
20. Malaikat penolong


__ADS_3

"Berteriak lah sekuat tenaga mu, sampai suara mu habis sekalipun, TIDAK akan ada yang datang untuk menolong mu. Ini wilayah kami tidak ada yabg berani datang kesini." Ucapnya tersenyum sambil mendekat berjalan santai.


"Jika ada yang berani datang, berarti dia menyerahkan hidupnya untuk kami.."


Gita semakin mundur hingga kini ponselnya terjatuh dari tangganya. Ingin sekali Gita mengambilnya tapi ponsel itu berada di kaki preman itu.


Preman itu mengambil ponsel itu dan menyodorkannya pada Gita.


"Apa kau mau ini?" Ucapnya sambil mengulurkan ponsel itu. Dengan cepat gita ingin merampas namun ponsel itu sudah di over pada teman yang di belakangnya.


"Apa semudah itu? Kemarilah bersenang senang dulu dengan kami setelah itu kau bisa mendapatkannya dan pergi dari sini jika kau mampu!!" Preman itu terus saja melangkah menatap terseyum ngeri pada Gita.


"Jangan mendekat berhenti disana!" Gita sedikit bergetar menatap pria yang semakin dekat padanya.


Baru saja preman itu ingin memegang Gita. Gita langsung menarik tangan itu dan memutarnya kebelakang punggung pria itu. Segera gita menendang dengan kuat kaki itu.


Brukk preman itu tumbang.


"Bos apa kau tidak apa apa?" Tanya preman itu pada bosnya.


"Gadis kurang ajar!!! Berani sekali kau! Seret gadis itu!" Sala satu Preman itu mendekat kerah Gita namun gita lebih dulu melayangkan pukulan pada pipi itu lalu menendang kuat barang sensitif preman itu.


"Aahu, dasar gadis brengsek" Ucapnya sambil meringis kesakitan memegang barang sensitifnya.


Preman itu satu persatu maju melawan Gita dan semua menerima pukulan dari Brigitta. Gita memang bisa bela diri, namun kemampuannya tidak sehebat dulu lagi. Ya, jelas saja dia terakhir latihan beladiri sewaktu dia masih duduk di bangku SMA.


Sekarang Gita sudah mulai kaku akan gerakan gerakan seperti ini tapi ia tetap berusaha sekuat dan sebisanya.


Namum karena Gita hanya sendiri tidak mungkin dia mengalahkan preman sebanyak ini dengan ukuran badan yang jauh beda dengan tubuh Gita.


Akhirnya secara bersama preman itu memegang gita yang tengah meronta-ronta sambil berteriak-teriak.


"Bos ini gadis benar benar gila!" Ucap sala satu preman yang ikut memegang gita menghadap bos nya.


"Berani kau memukul kami! Hebat juga kemampuan bela dirimu!" Ucapnya sambil mencekram pipi Gita kasar.


"Ayo seret dia. Bawa dia ke markas."


"Tidak, lepaskan aku. Lepaskan, lepaskan, lepaskan aku.Tolong ... Tolong... Bantu aku siapapun... Tolong...." Gita terus berteriak hingga kini menjadi isakkan tangis.


"Ayo!! Cepat bawa dia."Preman itu mencoba menarik Gita namun kekuatannya sangat besar. Gita juga tidak henti-hentinya bergerak menggoyangkan badannya kesana kemari sambil berteriak yang diiringi isakkan.

__ADS_1


God, Tolong aku. Bantulah aku. Aku tidak mau hidupku ada di tangan preman preman ini.


"Di terus meronta bos, tenaganya lumayan kuat juga." preman itu sudah mencekram tangan Gita kuat dan beberapa memegang punggung Gita. Namun tetap Gita terus memberontak.


"Hei, Diam! Jangan bertingkah." ucap sala satu preman yang sudah kewalahan memegang punggung Gita.


"Pukul saja dia sampai pingsan!!" Ucap ketua preman tegas. Tak habis pikir lagi dengan Gadis di depannya.


Baru saja preman itu akan melayangkan pukulan, seorang langsung datang menghentikannya.


"Hentikan!! Lepaskan dia!" Ucap suara berat itu, seketika tangan itu terhenti di udara. Memandang pria bertubuh tinggi dan sangat keren.


"Siapa kau? Berani sekali kau datang langsung memerintah kami!" Ucap Bos preman itu sambil mendekat ke arah pria yang sok jadi pahlawan kesiangan, Itulah pikiran preman itu.


"Lepaskan dia, atau nyawa kalian semua akan berakhir disini!" Ucapnya dengan Tatapan mata membunuh.


"Hhhhh, apa dia gila? Dia tidak tau siapa kita!" Ucap ketua preman itu serasa hebat. Sambil sesekali ngakak tidak jelas.


"Hei apa matamu sakit? Lihatlah kau hanya sendiri. Badanmu saja tidak sebesar badan badan kami! Jangan sok jadi pahlawan kesiangan!" Preman itu menunjuk nunjuk ke arah pria di depannya.


"Lihat badan ini tidak ada otot..." Ucap preman itu seraya ingin membuka Jaket yang dikenakan pria itu supaya terlihat jelas seperti apa bentuk tubuh pria yang sok hebat ini pikirnya. Lalu preman itu menjulurkan tangganya ke arah pria di hadapannya


namun sebelum preman itu menyentuh pria di depannya dengan Sigap pria itu menepis nya dan..


"Berani kau? Apa kau sudah merasa hebat bisa memukul ku? Rasakan ini Bodoh!!!" Preman itu mendekat dan ingin membalas Belum juga ketua preman itu mendaratkan pukulan dia sudah lebih dulu terhempas ke jalan besar itu.


Pria misterius itu berjalan mendekat dan segera melayangkan pukulan berkali kali pada wajah ketua preman itu, hingga darah sudah bercucuran disana.


Semua anak buahnya sekarang merasa ngeri baru saja mereka akan kabur namun pria itu sudah lebih dulu menggebuk mereka satu persatu.


Buk buk buk buk buk.....Berkali kali.


Banyak orang lawan satu orang. Wahai manusia siapa yang akan mati? Pertarungan ini sungguh sangat sengit. Brigitta yang berdiri disana hanya tercengang takjub melihat tonton gratis di depan matanya. Hingga ia lupa, harusnya dia ikut juga. Tapi setelah kesadarannya normal. Preman itu hanya tersisa dua nyawa lagi.


Dan Brukk preman itu terjatuh.


Empat kali pukulan melayang dan sekarang mungkin saja preman preman itu sudah kehilangan nyawanya di aspal besar.


Tak lama beberapa mobil berhenti disana dan keluarlah berapa orang bertumbuh tinggi dan gagah, menggunakan masker hitam.


"Bos ada apa ini? Apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Periksa matamu ke dokter!"


Ucap pria itu tajam.


Seketika pria yang bertanya tertunduk.


"Bukankah semalam aku sudah mengingatkan kalian untuk memusnahkan geng yang tidak jelas seperti ini? Lihat preman preman ini berkeliaran di jalanan."


"Maaf, bos kami sudah melakukan tugas kami di berbagai kawasan dan sore ini kami berencana mengamankan kawasan ini. Ini tempat terakhir Bos!"


"Sangat lambat. Baiklah aku memafkan kalian. Bereskan mayat mayat ini! Jika ada yang masih hidup bunuh saja. Mereka tak pantas hidup." Segera pria bertubuh tinggi kekar itu mengambil tugas masing masing. Sedangkan Pria misteri itu berjalan mendekat ke arah Gita.


Mau ngapain dia. Apa dia juga akan membunuhku? Gita saat ini jangan ditanyakan lagi, seluruh tubuhnya sudah bergetar hebat. Bahkan bernafas saja dia sudah sesak.


"Apa kamu terluka?" Tanya nya pada Gita.


Gita dengan cepat menggeleng. Mulut itu terkunci sangat rapat.


"Ayo ikut denganku!" Ucapnya.


Sambil mengulurkan tangannya.


Siapa sebenarnya dia? Kenapa dia hebat sekali bahkan tadi tangan itu dengan mudahnya memukul preman preman itu. Batin Gita.


Pria itu menggunakan masker hitam juga, sama dengan pria yang baru saja keluar mobil. Wajahnya tidak terlihat jelas bahkan setelan pakaiannya serba hitam semua.


Gita melangkah mundur melangkahkan kaki itu gemetar.


"Tuan jangan sa sakiti sa saya ku kumohon.." Ucapnya sambil berjalan mundur.


Hingga ia tidak melihat batu di belakangnya hampir saja tubuh itu terjatuh pria itu dengan sigap menariknya dalam dekapannya.


"Aaaaaap." Gita tertangkap pada dada bidang itu seketika wajahnya tenggelam di sana.


"Ah, maafkan saya Tuan!" Ucap Gita menarik badannya menjauh lalu membungkuk."


"Jangan takut. Bukankah kamu sudah melihat dengan jelas? aku sudah menolong mu, mana mungkin aku akan menyakiti mu. Ayo ikutlah denganku. Kita akan obati tanganmu itu di mobil." Pria itu menunjuk mobil yang ada di sebrang sana dan menatap tangan Gita yang sudah memar akibat preman tadi.


Apa dia benar benar orang baik? Apa aku percaya saja pada pikiran ku? Mungkin kah dia seorang malaikat penolong. Gita memandangi wajah pria bermasker di hadapannya.


.....

__ADS_1


To be continued


🍁 Jangan lupa dukung Author dengan memberi like, komen, Hadiah dan juga Vote sebanyak banyaknya... Oke Beste??πŸ₯° 🍁


__ADS_2