
"Uh, maafkan aku. Tapi aku benar benar tidak bisa melakukan itu sekarang. Aku tau itu tidak salah, dan bukan dosa bagiku,
tapi.. ah Tubuhku melawannya." Gita duduk di pinggir ranjang itu. Menatap dirinya di cermin yang terletak lurus didepannya.Jujur saja terlintas wajah kevin tadi dalam bayangannya.
"Aaaa, kenapa aku masih memikirkan mu Vin. Tolong jangan masuk dalam pikiranku!"
Gita berdiri merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
" Semoga saja dia tidak akan marah nanti! dan melupakan kejadian ini!"
Gita keluar dari kamar itu dan turun menggunakan Life.
Sampai di bawa dia meneguk segelas air dengan kasarnya.
Uh, jantung ku, benar benar tidak terkontrol sekarang! Kenapa bisa aku merasakan rasa seperti ini?
"Hei.." Teriak seorang Gadis imut yang berdiri di depan Gita sambil melipat tangan di dada.
" Apa yang kalian lakukan di kamar? Kenapa tidak membuka pintu saat aku mengetuk, aku mengetuk sudah lebih dari ratusan kali!" Ah bohong mana mungkin ratusan kali.
Kenapa dia bicara tidak sopan, pada kakak iparnya? Bukankah kata mama monik Dia anak yang baik?
"Kenapa kau diam saja! Ayo antar aku ke atas aku ingin bertemu dengan kakakku!!
Gita hanya diam tapi menurut saja.
Tok tok tok
Gita mengetuk pintu. Padahal sebelumnya dia tidak pernah lagi melakukan itu, tapi karena tadi Jasson di tinggal mandi jadi Gita takut saja jika Jasson masih di dalam.
"Buka saja!!" Ucap Morisa tidak sabaran.
Gita membuka sedikit dan mengintip ke dalam.
Ternyata kamar itu kosong.
"Ah lama!!" Morisa sedikit kencang mendorong pintu itu.
Gita hanya bisa menghela nafas dan ikut masuk.
"Kakak...." Teriak Morisa.
Mata Gita langsung tertuju pada pintu kamar mandi.
"Kakak..
Kakak ngapain disana?"
Pertanyaan itu sontak mengalihkan pandangan Gita mengikuti tatapan Morisa.
Ternyata Jasson berada di balkon kamar.
"Ngapain dia disana, apa dia ingin menjatuhkan ku dari sana, karena aku tadi keluar sebelum ia selsai mandi?"
Gita menatap Morisa yang berlari ke arah Jasson.
"Kakak, aku merindukanmu. Bagaimana kondisi kakak sekarang?"
Jasson tersenyum membalas pelukan Morisa.
" Dimana yang sakit kak? Biar morisa obati!"
" Tidak ada, aku baik baik saja." Jasson mencubit pipi gembul itu.
" Aaahh, kenapa kakak suka bangat sih cubit pipi aku, Aku tau aku imut tapi gak perlu di cubit juga, kan sakit!!"
"Dikit, kamu sejak kapan disini?"
"Tadi, aku di jemput papa, maunya kakak, tapi aku dengar kakak sakit.
Kakak benaran koma satu bulan lebih?"
Tanya morisa tak percaya kakaknya yang sangat luar biasa bisa koma juga.
"Hem"
__ADS_1
"Kenapa bisa? Awas saja jika aku tau siapa yang udah buat kakak seperti ini akan aku telan hidup hidup, biar mampus sekalian!"
"Jika kau berani!" Ucap Jasson menatap Gita yang masih berdiri di ujung sana.
Melihat tatapan itu Gita segera menatap arah lain. Yang penting tatapan mereka tidak bertemu.
"Kakak meragukan ku? Apa kakak lupa siapa Morisa? Aku tidak takut pada siapapun.."
"Benarkah?" Ucap Jasson namun tatapannya masih pada Gita
" Ya, Lihat saja nanti!!" Morisa menatap Jasson.
" Kakak?" Ucapnya karena Jasson tidak menatapnya.
"Heum.." menatap morisa.
" Kakak sekarang udah gak sakit lagi kan?"
Ucap morisa seduh.
" Aku baik baik saja."
"Baiklah, yang penting aku sudah melihat kakak segar seperti ini. Em Morisa pergi dulu ya kak. Banyak Istirahat, kakak jangan terlalu banyak kerja. Utamakan kesehatan!"
"Hem, " selama ini memang jasson tidak kerja semua pekerjaannya di tangani Oleh Lico dan yang lainnya.
Morisa berbalik dan berjalan, melewati Gita dengan tatapan tidak suka tentunya.
Kakak dan adek sama saja. Bermuka Hantu!
Setelah Morisa keluar, Gita juga hendak pergi.
" Kemarilah!!"
Habis aku..Gita berjalan menunduk ke arah balkon.
" Kenapa kau tiba tiba pergi tadi?"
" A-aku.."
" Kau sengaja kan, kau berani mengabaikan ku!" Jasson mendekat. Hingga gita mundur kini badannya tidak bisa mundur lagi karena sudah menyentuh jendela kaca besar.
" Jika tadi aku kenapa napa di sana bagaimana?"
Tapi anda tidak apa apa kan? Anda normal sekarang sehat. Bahkan wajah anda kembali sangat jelek!
" Apa yang kau lakukan tadi? Kenapa pergi?"
"Em, sebenarnya saya malu." Ucap Gita pelan menatap bawah, jika dia berbohong itu tidak akan mungkin.
Jasson menggakat wajah itu untuk menatap nya.
" Kenapa malu? Bukankah kau sudah pernah melakukannya?"
Jasson masih aja mengatakan hal yang tidak pernah Gita lakukan.
"Maksud anda?"
" Dulu saja kau mencium bibir ku dengan mudah, seperti nya kau sudah biasa melakukan itu,"
" Tidak, itu terpaksa, ciuman pertama ku!" Ucap Gita sangat pelan menyentuh sekilas bibirnya.
" Kenapa, kau bicara apa! jangan berani mengumpat ku!"
Pria ini selalu saja, sok keras. Lihat akan kubuat kau mati gaya. Gita terseyum.
Memikirkan rencananya.
"Kenapa kau tersenyum? apa kau benar benar mengumpat ku?" Jasaon memperbaiki posisi badannya.
" Suamiku.."
Gita memegang bahu Jasson lembut dengan seringai di bibir.
Jasson merinding mendengar panggilan lembut itu.
__ADS_1
"Aku bukan wanita murahan..
Kau tau ciuman waktu itu adalah first kiss ku." Bisik Gita pada Jasson dengan sangat lembut. Gita melepas pegangannya pada Jasson tersenyum manis dan berjalan santai keluar balkon. Saat dirinya tidak terlihat lagi, dengan cepat dia lari dengan kencangnya seperti di kejar harimau.
Aku pasti sudah gila!!!! Teriak Gita dalam hati.
Jasson masih mematung. Ucapan Gita dan sifat Gita yang berubah 100% dalam 1 menit mampu membuatnya berpikir keras akan tingkah Gita.
"Jantungku. Kembali berdegup aneh seperti ini." Jasson memegang dada kanannya berjalan keluar balkon dan duduk di tepi ranjang.
Mengambil handphone itu dan menghubungi sang asisten.
"Bawakan obat menghilangkan nyeri di dada!"
" Apa bekas luka, Tuan?"
"Tidak ini bagian jantung ku! Jangan tanya lagi. Cepatlah kemari!"
" Baik Tuan Jasson."
" Kenapa bisa berdetak kencang seperti ini? Padahal aku tidak sedang lari."
Jasson membaringkan tubuhnya di atas kasur besar itu.
" Dasar wanita aneh! Ciuman pertama? Itu tidak mungkin!" Sudah lama tapi Jasson masih ingat bagaimana Gita mengambil ciuman pertamanya.
" Brigitta.."
Panggil Janes saat melihat Gita yang sepertinya banyak pikiran.
"Ya, Pa? Ada apa?" Gita berjalan mendekat.
"Perkenalkan Ini Morisa kalian belum berkenalan kan?"
Janes menatap Morisa yang acuh tak acuh.
" Halo Morisa, kau sangat Imut dan lucu.." Gita duduk di sofa dekat Morisa.
"Perkenalkan aku.."
"Aku sudah tau!!" Ucap Morisa ketus.
"Papa sudah cerita, kau Isteri kak Jasson!" Ucapnya lagi menatap sinis Gita.
"Morisa apa yang kau katakan? Kenapa kau tidak sopan seperti itu??"
"Aku tidak menyukainya!!
Melihat nya saja aku neg." Ucap Morisa to the point.
"Morisa, kau tidak boleh bicara begitu!"
Gita memang sedikit tersindir namun dia tetap tersenyum.
"Mungkin karena baru bertemu Pa!
Tidak papah itu wajar kok!"
"Minta maaf morisa!" Perintah Janes ketus.
"Untuk apa? Yang kukatan adalah fakta. Dia itu pasti pura pura baik, terlihat bangat dari wajahnya dia itu perempuan tidak baik baik!"
"Morisa, apa yang kau katakan! Cepat minta maaf! Brigitta itu anak yang baik! Kamu jangan asal tuduh sembarangan!"
"Gak, Morisa gak mau minta maaf!" Morisa berdiri dan langsung pergi dari tempat itu.
"Morisa!! Minta maaf sekarang!!"
"Gak!!" Teriak Morisa di tengah perjalanannya.
"Gita, apa kau baik baik saja?" Tanya Janes yang melihat Gita diam saja.
...
To be continued
__ADS_1
...❤️❤️❤️...
🍁 Jangan lupa tinggalkan jejak ya Guys 🍁