Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
120. Gak bisa tidur


__ADS_3

Setelah selsai berganti dia langsung naik ke atas tempat tidur dan menutup seluruh tubuhnya dan tidur menyamping.


Kevin hanya melirik saja. Sejak Yolan keluar kamar dia sudah meneliti Yolan hingga tak terlihat lagi karena tenggelam oleh selimut tebal.


"Dasar aneh!" Kevin menggeleng gelengankan kepalanya dan lanjut bekerja.


Tapi jujur yolan tidak bisa tidur karena terasa dincekik dan tak bisa nafas. Bahkan dalamanya berteriak teriak di minta untuk dibuka.


Sesak apalagi menggunakan bra untuk tidur.


Astaga Yolan membuka telungkup di kepalanya. Sedikit melirik Kevin yang masih fokus pada layar laptop.


"Vin.. kamu gak tidur?"


"Heh?" Kevin sedikit Menatap Yolan. Perasaan sedari tadi Yolan sudah baringan tapi nyatanya masih belum tidur.


"Kamu belum mau tidur? Emang gak ngantuk?'


"Belum, kalau mau tidur, tidur aja! Atau kamu gak bisa tidur kalau gak bareng aku??" Ucap Kevin sambil menaik turunkan alisnya terkekeh..


"Apaan sih gak jelas.." yolan kembali membalikkan badannya menyamping saat dia mulai memejamkan mata tiba tiba ponselnya berdering tanda pesan masuk yang berturut-turut.


Yolam membuka mata kembali meraih ponsel yang terletak di atas nakas samping tempat tidur.


Masih pada posisi sama Yolan membuka ponselnya. Menatap pesan masuk yang ternyata dari Yosua.


Dokter Yos


Selamat ya buat Pernikahanmu, semoga langgeng dan bahagia. Maaf kemarin aku gak sempat datang dan ngucapin.


Tadi rencana mau ngucapin tapi kamu gak masuk.


Eh btw kamu sibuk? Maaf ya kalau aku lagi gangu. Pengantin baru pasti lagi honeymoon he hehe.


Sekali lagi maaf ya Yol. Aku hanya mau ngucapin selamat.


^^^Yolanda^^^


^^^Amin.. Terimakasih Dokter Yos.^^^


^^^Enggak kok, gak gangu. Ini juga lagi free.^^^


Dokter Yos


Benaran nih, gak ganggu? Udah tegah sepuluh juga, gak tidur?


^^^Gak bisa tidur.^^^


________________&&&___________________


Kevin melirik Yolan yang malah asik bermain ponsel.


"Katanya ngantuk, malah main ponsel? Senyum senyum lagi!" Lirik Kevin karena Yolan kini sudah terlentang dan terlihat terseyum. Entahlah apa yang membuat dia tersenyum.


"Gak jadi tidur?" Tanya kevin namun matanya fokus pada laptop. Karena tidak ada jawaban kevin menatap yolan. Yang kini tambah berseri seri menatap ponsel.


"Siapa?" Tanya Kevin yang kini meletakkan laptop nya dan menatap Yolan.


"Hei budek..!!"


"Kenapa?" Tanya Yolan yang kini menatap Kevin sambil terkekeh sisa dari kekehannya mentap ponsel.


"Kamu bicara sama aku? Kamu menanggilku? Kamu butuh sesuatu?"


Tanya Yolan yang kini menatap Kevin dari arah Tempat tidur.


"Bukannya ngantuk? Kenapa malah main ponsel dan senyum senyum tidak jelas? Kamu chatting sama siapa?"


"Gak bisa tidur. Gak jadi ngantuk!"


Ting


Pesan baru masuk.

__ADS_1


Yolan mengalihkan pandangannya ke arah ponsel.


Dan kini ia tertawa.. apalah yang mereka bicarakan disana.


"Siapa?" Tanya Kevin yang kini sudah berdiri.


"Teman kerja."


"Siapa? Laki laki atau perempuan?"


"Huh?"


Tanya Yolan karena kurang jelas.


"Laki laki?" Kini Kevin berjalan ke arah Yolan.


"Em, Dokter Yosua." Angguk Yolan santai sambil membalas pesannya.


Kevin menatap Yolan malas.


Masih berhubungan? Bukan udah jelas dia tau Yolan beristri kenapa masih digangu?


Kevin tiba tiba menarik ponsel Yolan.


"Eh, vin..!! Kembalinn.. apaaan sih gak sopan bangat!!" Yolan dengan cepat membenarkan posisi nya dan kini ia malah berdiri di atas kasur dan mencoba mengambil ahli ponsel nya di tangan Kevin.


Karena kevin tadi merebut alhasil ponsel itu kembali ke halaman awal ponsel.


Kevin membuka kembali ponsel bagain chat.


"Kata sandinya apa?" Tanya kevin sambil menunjuk ponsel milik Yolan.


"Kembalikan dulu Makanya!"


"Kata sandi!"


"Kembaliin.."


"Huh? Kamu gila ya! Siapa yang selingkuh dodol..!!"


"Buktinya kamu gak izinin aku buka pesan ini!"


"Terserah aku dong. Bukan urusanmu juga!"


"Sekarang jadi urusanku, karena aku suamimu!" Kevin menakan kata Suami.


Yolan menatap Kevin untuk beberapa detik pandangan mereka dalam zona adem.


"Jadi? Kenapa kalau kamu suamiku?" Tanya yolan balik.


"Dasar bodoh! Cepat pin nya apa?"


"Gak tau!"


"Yol!!"


"Apa??"


"Pin!!"


"Gak mau, lagian kamu kepo amat sih! Udah deh sini balikin aja!"


"Kasih tau pin nya atau aku akan.." Pandang Kevin tepat pada bibir ranum dan tubuh Yolan dari atas sampai bawah yang terlihat mempesona itu.


Yolan meneguk ludahnya kasar. Oh no, walaupun Yolan ingin tapi belum siap akan itu. Sesuai persetujuan mereka akan belajar mencintai dan saling mengenal lebih dulu. Kalau memang gak cocok yaudah pisah aja!


"Berapa?" Tanya Kevin sekali lagi.


"0205" Ucap Yolan cepat sambil menghela nafas. Kevin mengerutkan keningnya angka apaan ini? Pikirnya tapi langsung di tepis.


"Puas kamu!" Ucap Yolan. Kini ia duduk di kasur yang empuk.


"Bagus! Tapi itu angka apa?" Ucap Kevin saat pin-nya berhasil terbuka.

__ADS_1


"Udah gak usah kepo! Cepatlah..."


"Berisik.!! Baru juga di pegang!" Kevin membaca percakapan itu.


Yolan yang ingat percakapan itu langsung merebahkan diri di kasur. Malas juga nanti jika ditanya ini itu.


Ia membaca dari awal sampai akhir sembari melirik Yolan yang sedari tadi bergerak dan akhirnya tenang setelah tenggelam dalam selimut.


Tidak ada percakapan tantang Baubau perselingkuhan.. Kevin aja yang sensi.


Hanya ada ucapan selamat pernikahan dan lainnya tentang urusan dokter malah mereka membicarakan tentang pengobatan dan dokter lain yang mungkin lucu, galak atau barbar.


Karena semua kata itu ada di isi pesan.


"Apanya yang lucu.." degus Kevin kesal. Melihat percakapan akrab itu bahkan bicaranya seperti orang dekat bangat.


Padahal kevin aja sebagai suami tidak seakrab itu.


Yolan yang mendengar hanya menyimak saja.


"Gak penting sama sekali! Nih ponsel kamu!"


kevin kembali duduk.


"Apaan sih! Kenapa jadi ketus gitu?"


"Jaga batasan kamu sama cowok lain! Ingat udah nikah!"


"Apaan.. jadi ngatur ngatur? Kamu cemburu ya.." ejek Yolan.


"Jangan kekanakan! Dewasalah!"


"Astaga vin, kamu ya gak bisa di ajak bercanda sedikit pun!"


"Lebih baik kamu tidur!" Ujar Kevin yang kini ikut baring di samping Yolan.


"Dasar laki laki gak peka!"


"Apa? Gak peka untuk apa?"


"Gak tau! Aku ngantuk mau tidur!"


"Ya tidur aja! Kenapa repot repot ngelapor?"


Yolan tahan ... Kamu punya banyak stok kesabaran. Yolan meletakkan ponsel kembali pada nakas dan langsung segera memejamkan mata. Namun tetap tak bisa tidur.


"Lah udah tidur?' Yolan melirik kevin yang sudah terlelap.


Ckckckc kebo tetap kebo..


Yolan menatap jam yang benar saja sudah jam sebelas lewat lipapuluh dua menit. Berarti buka Kevin dong yang kebo. Tapi Yolan aja yang gak bisa tidur.


Sumpah ini sesak. Apa aku buka aja ya! Dia juga kan udah tidur..


Akhirnya Yolan memutuskan kembali ke kamar ganti. Setelah membuka bra nya dia menatap diri dicermin.


Cih.. benaran tembus pandang. Kayaknya mama Gres sengaja deh beliin baju beginian.


Tapi demi tidur untuk melepaskan lelahnya akhirnya harus terpaksa. Padahal semalam dia juga tidak menggunakan bra saat tidur tapi piyama nya tebal dengan lengan panjang jadi tidak terlalu ketara ini astaga lengan pendek dan tembus pandang.


Karena memang sudah terlalu pening menhan kantuk akhirnya yolan kembali ke kasur dan merebahkan diri disana.


"Ini aku seperti ini gak masalah kan?" Soalnya kevin kalau tidur acakan bangat.


"Ah gak peduli. Yang penting tidur.."


Tak berapa lama kelegahan pun dirasakan oleh Yolan dia bisa tidur tenang dan merasa nyaman. Tanpa takut kapan badai akan datang.


To be continued 🌷


Like like like like like this okey.,,,!!!!


Thank you baby❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2