Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
107. Kamu Cemburu


__ADS_3

Setelah acara makan selsai.


Mereka akan pulang. Dan saat ini efandi dan Gita yang jadi perwakilan dari kantor yang tinggal di tempat itu.


Mereka membahas soal kerja sama. Yang mungkin di beberapa bagian akan di gabungkan.


Setelah kontak kerja berakhir dengan perusahan kevin maka mereka bisa bekerja sama dengan perusahan Jasson. Bukan maksud lain. Namun perusahan kevin yang melemparkan ke perusahan Jasson. Jelas karena Jasson yang meminta. Karena Jasson ingin selalu dekat dengan istrinya supaya ia bisa mengawasi gerak gerik istrinya lebih muda.


Setelah perbincangan berakhir. Keputusan bahwa kerja Gita berpindah alias naik jabatan. Kini dia pindah tugas jadi di kantor Jasson. Awalnya gita bertannya tanya ini pasti ulah jasson. Dia juga ingin menolak. Namun dengan senang hati Efandi mengiyakan kerja sama dengan jasson. Ini adalah kesempatan emas. Yang akan ada satu kali seumur hidupnya seperti kelimpahan emas perak. Tentu hal yang tidak disia siakan oleh efandi. Dengan begitu perusaahan pasti akan meningkat pesat. Dan tentu jabatan efandi akan naik pula nantinya.


Kini para rekan sudah kembali. Jasson memberitahukan agar Gita tidak ikut pulang karena akan perkenalan di tempat barunya.


Tentu Efandi tidak keberatan.


...


"Kamu sengaja kan?" Tanya Gita acuh pada Jasson kini karena ulahnya dia sampai berdua di ruangan Jasson saat ini.


"Kenapa sayang? Demi anak kita. Kamu sih keras kepala gak mau di mansion aja!"


"Tapi kan aku udah bilang aku ingin kerja!"


"Ini udah. Kan sesui mimpi kamu. Kamu juga ingin kerja di perusahaan besar dengan jabatan tinggi kan?"


"Tau dari mana?"


"Buku harian!"


"Ih.. kamu! Kamu baca semuanya?"


"Yes, apa salahnya. Aku kan juga bisa belajar bagaiman mengenal sisi tersembunyi nya kamu!"


"Itu kan dulu beda lah sama sekarang!"


"Yang jelas kamu udah kerja. Jangan komen lagi okeh?"


"Tapi kan aneh! Pasti orang orang nanti curiga!"


"Kenapa? Orang kamu pantas kok dengan kemampuan kamu!"


"Kamu benaran karena kenerja aku bukan yang lain lain kan?"


"Em, keduanya." Jasson sudah berpikir dari awal jika kemampuan gita mungkin hanya kemampuan seperti pada umumnya. Tapi setelah mendengar penolakan dari kevin dulu. Saat ia meminta ahli kerja gita. Apalagi saat itu kevin serius mengenai kerja bukan tentang perasaannya.


Jasson jadi berpikir lagi setelah itu inilah saatnya ia meminta acara ini agar ia bisa melihat kemampuan isterinya. Ia sudah putuskan jika gita benar benar hebat itu akan jadi poin plus nya masuk ke perusahaan nya tapi kalau gita biasa biasa aja tetap masuk tapi ya seperti pada umumnya. Hanya prioritas tidak mau jauh dari isteri.


"Ih, kamu juga kan yang pindah tugaskan aku. Aku kan eh maksud ku. Kami jalin kerja sama di perusahan Kevin itu kontraknya berlaku dua tahun. Ini masih beberapa bulan udah pindah ke perusahan kamu."


"Jadi kamu milih di perusahan kevin? Kamu masih ada rasa sama dia gitu? Kamu gak ingat kevin udah calon suami orang. kamu juga udah hamil Gi!"


"Tidak, kamu ngomong apa? Jangan di panjangin ke yang gak jelas!


Ini kan udah resmi Jas. Bisa kena hukuman jika ngelangar!"


"Semua ada aturan dan begitu juga semua ada kebijakan dan jalan tengahnya. Jadi nikmati saja kerja disini!"


"Permisi tuan, nona Luna ingin bicara dengan anda!" Ucap Lico yang menghampiri Jasaon.


"Suruh masuk!"


"Baik Tuan! Permisi!" Setelah menundukkan kepalanya Lico keluar dan menyuruh Luna masuk.


"Luna, siapa?"


"Rekan kerja."


"Ah, kalau begitu aku keluar aja, sekalian perkenalan lingkungan kantor ini. Pasti kamu juga mau bahas yang penting kan?"


"Tidak juga. Kamu disini aja!"


"Tapi-"


"Selamat sore Tuan Jasson!" Ucap Luna. Yang membuat Gita tidak bisa melanjut ucapannya.


Wanita ini, wanita cantik yang tadi kan.


Gita melirik Jasson.


Apa apaan dia senyum begitu. Dia mau buat aku cemburu apa? Malah nyuruh duduk disini?


"Sore, silahkan duduk!"


Sebelum luna duduk dia melirik ke arah Gita seakan menanyakan ngapain disini? Pergi saja!


" Apa mau bahas tentang yang tadi?" Tanya Jasson, karena ia rasa pembahasan tentang masalah tadi sepertinya sudah kelar.


"Iya Tuan, apa dia boleh keluar dulu? Ini kan masalah pribadi Tuan?" Ucap Wanita itu.


Apa apaan masalh pribadi? Gila ya. Apa Jasson selingkuh terang terangan di depan mata ku?


Gita menatap jasson sinis. Seolah bertannya apaan ini?


"Tidak, dia-"


Belum sempat Jasson berucap Gita lebih dulu menyela.


"Baik Tuan, seperti nya penjelasan anda sudah jelas. Saya akan keliling untuk pengenalan lingkungan. Kalau begitu kalian bisa lanjutkan pembahasan yang sangat pribadi itu!" Ucap Gita sambil tersenyum. Tapi jangan salah itu senyuman teraneh yang Jasson lihat serta tatapan tidak suka.


"Tidak sopan." Ucap Luna pelan saat Gita sedikit mengertak.

__ADS_1


"Wanita penggoda." Ucap Gita juga pelan.


Jasson meneguk ludahnya. Jangan sampai Gita salah paham. Bisa bisa dia akan membujuk mati matian nanti saat gita ngambek dan tidak memperdulikan nya.


"Tuan." Ucap Luna lagi.


Sudah lebih tiga kali ia memangil jasson yang terus bengong menatap kepergian Gita.


"Iya? Gimana?"


"Apa dia yang akan jadi sekertaris tuan?"


"Kenapa? Masalahnya apa? Kenapa jadi bahas dia?"


"Tidak, dia sedikit aneh saja."


"Jadi apa masalah nya? Bukannya tadi sudah kelar?"


"Ah iya Tuan, maaf sampai lupa. Ini soal vila yang tuan pesan. Katanya vila itu tidak bagus karena sedikit angker. Jadi saya ingin menggantinya dengan beberapa vila yang jauh lebih bagus."


"Terserah saja, yang penting tempatnya bagus!"


"Ini Tuan." Ucap Luna sambil menunjukkan tab yang ia bawa.


"Saya yakin isteri tuan sangat menyukainya. Perempuan sangat senang dengan pemandangan alam seperti ini."


Ditunjuk nya sebuah vila dengan pekarangan alam yang indah pemandangan bukit serta air terjun yang berjarak jauh namun sangat terlihat dekat, itu sangat mengindahkan mata.


"Darimana kau tau isteri ku menyukai ini?"


"Bukannya Tuan sendiri yang mengatakan isteri anda suka pegunungan? Dan ini tempat honeymoon yang bagus tuan."


"Kenapa kau mengusir wanita tadi?"


"Wanita? Oh maksud tuan calon sekertaris anda?"


"Hem."


"Ini kan masalah pribadi Tuan! Tentang anda dan juga isteri anda. Kan sangat canggung jika ada orang lain yang mendengarnya?"


"Jelas kamu orang lainnya? Jadi sebelum bertindak pikir lah lebih dulu!"


"Saya kan hanya suruhan tuan, yang mau memesan vila dari bagian kami! Saya hanya melakukan kerja saya tuan, maaf jika saya lancang." Ucap Luna membenarkan. Karena kata kata seperti ini seperti kata orang ketiga, luna tidak suka.


"Ah baiklah aku tau jika berada di posisi mu. Tapi masalahnya. Wanita tadi adalah isteri ku!"


"Apa? Eh, maaf Tuan maksud anda wanita yang-"


"Ya, bukankah kamu sedikit kurang ajar?"


"Ma maaf Tuan, saya benar benar tidak tau jika ia isteri tuan." Ucap nya merasa bersalah sambil menunduk takut takut dia akan di laporkan pada atasannya dan dipecat begitu saja.


"Sekarang keluar lah! Masalah Vila kirim saja foto nya. Sekarang saya harus membujuk istri saya kau tau?"


"Sudah keluar lah!"


..


"Nyonya Gita. Anda di panggil Tuan Jasson ke ruangannya!"


"Tapi saya belum selsai berkenalan dengan orang kantor!"


" Tidak mungkin kan anda berkenalan dan mejelajahi gedung sebesar ini?"


"Hem, baiklah!"


..


"Tunggu! Apa aku harus masuk? Tapi di dalam masih ada wanitanya!"


"Wanitanya? Maksud nyonya siapa?"


"Itu wanita cantik yang tadi!"


"Ah dia, dia itu agen properti."


"Agen properti? Jasson jual sesuatu? Atau beli sesuatu? Kenapa tadi katanya pribadi?"


"Nyonya?"


"Ah ya," Gita segera masuk saat pintu itu dibuka.


.


"Kenapa dengan wajahmu? Kenapa juga langsung pergi tadi?"


"Kan aku diusir?"


"Kenapa mau?"


"Privasi bukan?" Tanya Gita sembari duduk di kursi itu dengan malasnya.


"Kenapa? Kamu marah?"


"Gak! Siapa yang marah?" Gita menatap Jasson.


"Itu, wajah kamu gak ada senyum senyum nya beda bangat saat di aula tadi. Kamu terlihat santai, Tebar pesona lagi."


"Apaan, kamu yang tebar pesona!"

__ADS_1


"Sama siapa?" Tanya Jasson. Karena dia rasa tadi dia sangat dingin plush wajah datar.


"Kegenitan lagi sama wanit cantik."


"Kamu ngomong apa Gita?" Jasson berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Gita.


"Cemburu?"


"Ha? Siapa yang cemburu. Kamu lucu ya!" Ucap Gita.


"Kalau cemburu sih gak papah itu artinya kan kamu cinta sama aku."


"Tidak, aku tidak cemburu." Ucap Gita terseyum paksa.


Jasson menghela nafas, jujur saja Gita belum pernah mengatakan dengan terang terangan jika ia mencintai Jasson.


"Jadi kenapa tadi ngegas? Keluar aja kelihatannya kesal begitu!"


"Kamu selinghin aku ya!" Tuduh gita memicingkan matanya.


"Selingkuh?" Jasson mengerutkan keningnya sambil menatap Gita intens.


"Tadi, siapa perempuan itu. Malah bawa bawa masalh pribadi lagi!"


"Itu, orang, gak penting juga kan?"


",Gak penting, tapi kenapa di senyumi? Kenapa gak bela aku tadi? Kenapa diam aja saat aku pergi?"


"Bukannya aku udah bilang diam aja dan duduk disini?"


"Ih, dasar gak peka!"


"Tadi itu agen properti, aku mau beli vila. Untuk kita haneymoon."


"Kamu masih sehat kan?" Gita menempelkan telapak tangan di kening.


"Aku udah bilang. Udah basi tau! Lagian ini pasti akal akal kamu saja kan. Jujur, aja wanita tadi siapa? "


"Kamu gak percaya?"


"Enggak, kenapa tadi juga dibilang masalh pribadi?"


"Jelas lah gita sayang. Dia kan gak tau kalau kamu isteri aku. Lagian vila ini kan aku beli untuk kita honeymoon juga jadi sifatnya pribadi."


Gita berpikir sejenak ia juga sih.


"Buktinya?"


Jasaon berjalan ke arah laptop nya dan membuka file yang dikirim luna tadi.


"Ini, dia mengatakan vila yang kutunjukan yang waktu itu sedikit angker jadi dia ganti dengan yang ini."


"Kamu serius pilih yang ini?"


"Kenapa? Bagus kan?"


"Kayaknya ini lebih dari kata bagus. Ini pemandangan terbaik yang aku lihat."


"Jadi sekarang masih mau nolak?"


Gita segera tersadar.


"Ah, iya aku. Kita kan kerja. Gak ada waktu liburan."


"Ada kok. Aku yang liburin. Selama seminggu." Ucap Jasson tanpa dosa.


"Lagian kenapa beli vila? Bukannya kamu bilang mau nyewa? Lagian kamu kan masih punya vila."


"Tau dari mana?"


"Morisa. Katanya properti Lakeswara banyak."


"Yaudah, biar tambah banyak. Lagian aku ingin tempat baru. So, kita akan berangkat besok!"


"Besok? Jangan bercanda. Aku juga lagi hamil Jas."


"Iya mumpung masih hamil muda. Jadi gak masalah baby kita juga mau nerima tamu."


Buk


Gita memukul lengan Jasson.


"Bicara apa sih! Aku mau pulang. Capek tadi jalan mulu!"


"Kita pulang bareng. Mau di gendong?"


"Gak lah. Apa kata orang nanti."


"Kita lewat jalan pribadi. Jadi gak ada penolakan. Ayo!"


Jasson dengan santai menggendong Gita ala bridal style.


..


To be continued 🌷


Jangan lupa like ya Beste❤️


like komen vote hadiah

__ADS_1


sangat berarti bagi author. Jadi tolong ya😟


See you again 🍀👋


__ADS_2