
Setelah keluarga besar sarapan. semua mengambil kegiatan masing masing.
"Kakek, nenek.." Panggil Kho menghentikan langkah Monika dan Janes.
"Iya sayang ada apa?" Tanya Monika lembut memegang bahu Kho.
"Nunduk nek. biar Kho bisikin."
"Mau ngapain Kho?" tanya Janes.
"Sini, kakek sama Nenek nunduk biar Kho bisikin."
akhirnya Monika dan Janes mengikuti kemauan cucu kesayangan nya itu.
"Gimana Kakek sama nenek setuju kan?"
Monika dan Janes saling tatap tapan sambil memanggut tersenyum.
"Cucu Nenek pintar sekali. Kami setuju sayang!"
"yeh! Makasih kakak Nenek.." Kho memeluk mereka berdua.
Dan dengan cepat berlalu menghampiri saudara kembarnya.
"kak Kai, nenek sama kakek sudah setuju!"
"Bagus dong!" ucap Kai sambil menggunting kertas berwarna di atas karpet kamar mereka. .
"Kak, ini untuk apa?"
"Aku mau buat kado untuk Si Raja singa."
"Papa kak!"
"Em," ucapnya. sambil memanggut.
"kak Awas dikutuk jadi batu. Seperti cerita Malin Kundang yang di ceritain ibu semalam loh!" Ucap Kho mengingat cerita penghantar tidur yang di ceritakan Gita semalam.
"Adek.. Siapa yang durhaka? Itu panggilan cinta untuk ayah! Kamu tau?"
"Tapi mama panggilan cinta katanya Sayang.. Mama panggil Papa itu sayang.."
"Terserah! Tapi dari ku panggilan nya ya itu!"
"Kakak serius mau kasih ini sama Papa?" Tanya Kho tidak percaya.
"Hem, kamu gimana? Kamu kasih apa?"
"Aku, ada deh..." Senyum Kho lebar sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"kak. Menurut kamu wajah ku mirip siapa?"
"Pertannyaan Bodoh!"
"Jawab kak!"
"Mama lah! " Semua orang juga kalau lihat Khoi pasti bilang mirip Sama Brigitta.
"Kenapa Wajah kita gak mirip kak?"
"Mana aku tahu!" Tegas nya sambil merapikan potongan kertas yang berserakan.
"Wajah kakak Mirip Papa Mama tapi Sifatnya Mirip-"
"Apa?" Potong Kai menatap tajam Khoi.
"Baik. Khoi sayang kakak.." Senyum Kho lalu membenarkan posisi nya untuk duduk.
"Kak kai gak sayang sama Kho? kenapa gak dibalas?"
"Rasa sayang itu gak perlu harus diungkapkan dengan kata kata. Dengan perbuatan aja." Balas Kai. sembari menempelkan kertas kertas yang sudah ia bentuk.
"Emang Kho gak ngerasa?"
"Dirasain sih! Tapi kakak gak pernah bilang!"
Tok tok tok..
ketukan pintu dari luar.
"Bukain Kho!"
"Siap Bos.." Ucapnya sembari turun dari kasur dan berjalan membuka pintu kamar.
"Ada apa Bi?"
"Ini den, Tadi di bawah ada yang nitipin atas nama den Nathan." Sambil menyerahkan Kotak yang terbungkus rapat debgan plastik hitam.
"Oh, Makasih ya Bi."
"Sama sama den."
Setelah pamit Kho kembali naik ke atas tempat tidur sambil membuka pesanannya.
"Apa Kho?" Bermaksud menanyakan benda yang sedang dibuka Kho.
" Hadiah untuk Papa."
" Kamu beli? Beli apaan?" Kepo Kai langsung beranjak dari karpet menuju kasur besar itu.
Khoi membuka bungkusan plastik itu menggunakan Gunting.
"ha ha ha ini untuk apa? Kamu serius mau ngasih ini sama papa?"
"Em, ia. Emang kenapa kak. Ini kan berguna!"
"Serah kamu. Aku mau lanjut buat kado aku! Eh, tadi rencana kamu buat acara udah di kasih tau sama kakek nenek? "
"Udah, dan mereka setuju!"
"Mama?"
"Mama kan pergi sama papa, Jadi gak mungkin mama bisa."
...
" Sayang.. sebenarnya kita mau kemana? Kasian loh anak anak di tinggal di rumah.."
"Mereka anak anak yang pintar udah tau jaga diri. Lagian sekali kali kan jalan berdua. Udah lama juga gak pernah ngedate._"
"Jadi sekarang kita mau kemana?"
"Kamu akan tau nanti sayang.."
__ADS_1
25 menit perjalan akhirnya mereka tiba di sebuah taman yang sangat luas. ditumbuhi pepohonan dan banyak bunga.
"wah.. Udah lama gak kesini. Tambah indah aja sayang.."
"em, Kamu suka."
"Sangat.." Ucap Gita sembari memeluk Jasson dan mencium pipi itu.
"Terimakasih sayang..."
"Sama sama.." Balasnya mengecup bibir itu.
"Setelah ini mau kemana lagi?" Tanya Jasson.
"Harusnya kita ajak anak anak juga sayang.."
"Kan aku tadi udah bilang, aku ingin nikmati hidup berdua dulu. Lagian kita juga udah sering jalan Bareng mereka."
Jawabnya sesuai fakta sebenarnya.
"Habis dari sini aku mau ajak kamu ke tempat yang jauh lebih indah..."
"Serius lebih indah dari ini?"..
"seribu rius..."
.....
Setalah lama di taman luas kini mereka tengah berada di atas kapal pesiar menikmati pemandangan laut yang luas. yang dari jarak jauh terlihat bukit bukit dan pemandangan lainnya. sungguh udara yang bagus serta pemandangan yang memukau.
"Indah sekali sayang.."
"Kamu suka kan? Ini semua untuk mu!"
"Sangat sangat suka sayang.." Ucapnya lagi.
Tidak terasa kini malam sudah beranjak hingga terang langit sudah digantikan dengan gelap nya dunia.
...
"Aneh, kenapa gelap semua? Apa mereka semua juga berlibur?" Tanya Jasson.
"Gak tau." Santai Gita pura pura. Sebenarnya dia juga sudah dapat pesan dari mama Monik.
" Benar benar !! Apa mereka semua mau mati? " Terlihat jelas dari halaman mansion hingga Mansion besar itu tidak menampakkan cahaya sedikitpun.
"Kita masuk duku sayang. Kita nyalain lampu nya. " Tenang gita saat Jasson ingin menelpon seseorang.
Jasson menanganguk sambil menggenggam tangan Gita erat.
Namun saat pintu besar itu disentuh langsung secara tiba Tiba tiba terbuka lebar.
satu detik dua detik masih gelap namun...
duar..... tuarr.. pittt prittttt pittt .
Tak lampu nyala.
Happy birthday to you
happy birthday to you
happy birthday happy birthday happy birthday to you.
Jasson diam memaku jujur saja dia tidak pernah berpikir akan semua ini.
"Terimakasih anak anak.. Papa gak nyangka untuk ini, Pala bahagia kalian ingat ulang tahun papa." Ciumannya lagi di kening serta pipih kedua insan.
" Doa dulu pa, lalu tiup lilinnya!" Ucap Kho terseyum.
Jasson hanya bisa menuruti semua peraturan anak anaknya itu.
Setelah acara potong potong kue selsai.
Jasson ingin memberi potongan pertama untuk anaknya namun langsung ditolak, mereka menyuruh agar Jasson lebih dulu memberi potongan pertama untuk Brigitta. Setelah selsai baru Kai, Kho, dan dilanjutkan Kakek nenek.
Setelah selsai sekarang pemberian kado.
"Papa Ini hadiah dari Kho dan kakek nenek." Ucap nya sembari memberi kotak berukuran sedang berbentuk persegi.
"Thank you jagoan papa." Ucapnya mencium kening kho.
"Ini kado kami bertiga Pa!" ucap Kho mengingatkan.
Jasson terseyum. menatap Monika Dan Janes.
"Terimakasih Pa, Ma."
"Sama sama sayang.. " Peluk monik lalu mencium pipi Jasson.
"Semoga panjang umur, sehat selalu, menjadi kepala rumah tangga yang takut akan Tuhan, Dan selalu ada untuk keluarga mu. Mencintai serta menyayangi."
"Amin.. Makasih ma."
dilanjutkan oleh Janes mengucapkan ucapan selamatnya.
"Pa, Kai juga punya hadiah untuk papa."
ucap Kai menunjukkan kadonya.
"Benarkah? Papa kira papa gak bakalan dapat hadiah dari putri kecil papa."
"Gak mungkinlah. Pa, ini kadonya. Semoga papa suka ya!"
Jasson memeluk putri kecilnya dan mencium pipi gembul itu.
"Ekm,,, Sayang aku juga punya hadiah untuk mu. Sebentar ya!" Gita beranjak dari tempat itu menuju kamar atas beberapa menit kemudian dia kembali bergabung dan memberi kotak kecil berwarna biru dan di ikat dengan pita merah.
"Terimakasih isteri ku.." Jasson memeluk Gita erat dan mencium pipinya.
"Pa, kado kita dibuka disini dong!" Teriak Kho.
"Baiklah..." Senyum cemerlang Jasson.
"Kita buka kado yang lebih gede dulu yah, dari Jagoan papa, dan Dari Mama sama Papa."
Jasson membuka pita yang terikat. lalu menggunting dengan rapi pinggiran garis bukanya.
"Wah... Banyak sekali? Ini serius buat papa?"
"Yes pa! Papa suka gak?" Tanya Kho.
"Suka bangat sayang. Btw ini semua ide siapa?"
__ADS_1
"Ide jagoan kamu Jas.." Ucap Monik.
"he,, Kan Kho gak punya uang buat beli, jadi Kho minta tolong Kakek nenek untuk bayarin sekalian mereka juga pilih hadiah untuk Papa. Itu Kaos putih Dari nenek. Kalau Jam tangan dari Kakek dan alat pijat Ide Kho. hemm papa suka kan?"
"Ini dari kamu? Papa pikir ini dari Mama.." ucap Jasson sembari menatap Monik.
tiba tiba Kai tertawa..
"Kenapa Kai?" tanya Jasaon.
"Gak ada Pa, lucu aja. Kenapa Kho kasih itu?"
"Aku juga punya alasan kali kak!" Ucap Kho sambil melipat tangannya di dada. tidak terima karena merasa kadonya di hina.
"Alasan kamu apa Kho?" Tanya barengan Mama Gita dan Juga Papa Jasson.
"Kompak bangat." Ledek Kai.
"Alasan kamu apa Kho? Kamu mau di pijitin Papa mengunakan alat itu? ha ha ha.."
Ucap Kai lagi.
"Kakak... Sebenarnya aku kasih itu karena aku kasihan lihat mama."
"Kasihan?" Ucap mereka semua bersama.
"Kok mama? Kenapa dengan mama?" Tanya Gita.
"Kho sering lihat mama pijitin papa, pasti capek kan. Sekarang mama gak capek lagi deh kalau alat ini. Alat ini juga sangat mudah digunakan."
Mereka semua menggaguk angguk.
"Anak yang baik.." Ucap Monik.
"Kado kamu bagus sayang. Tapi papa lebih suka di pijit sama mam kamu." Bisik Jasson pelan.
"Papa.... Gak boleh gitu!! Pokoknya kalau papa pegal gunain ini aja!!"
tegas Kho.
"Iya iya sayang, papa hanya becanda."
"Lanjut!" Ucap Kai sudah mulai bosan.
Akhirnya mereka lanjut acara. Jasson membuka kado dari Putrinya itu.
"Wah, bagus bangat sayang.. Ini kamu yang buat. Tapi.."
"Iya itu Kak Kai yang buat Pa."jawab kho.
Kai membuat bingkai Foto dengan lapisan gambar singa dan Isi fotonya foto mereka sekeluarga.
"Ini kenapa gamabr singa?" Tanya Jasson menyipitkan mata.
"Kan Papa Raja singa." Ucap Kai nyantai dan tiba tiba suara kekehan keluar dari mulut mereka semua.
"Kamu-"
"Papa suka tidak?" Potong Kai.
"Suka, Terimakasih sayang." Ucap Jasson lagi.
dan terakhir kado dari Gita.
Jasson membuka kotak kecil itu.
dan mengeluarkan isinya. Kalian tau itu apa? hayo tebak....
"Sayang ini seriusan?" Tanya Jasson berkaca kaca menatap Gita.
"Em, ,, " Ucapnya menganguk.
"Positif?" Tanya Monika.
"Yes mom!" Ucap Jasson dan langsung memeluk Gita.
"Ini kabar yang baik. Bukan hanya untuk ku tapi untuk kita semua."
Kho bingung. sedangkan Kai biasa biasa.
"Kak maksudnya apa? Itu hadiah apa? Kok aku gak pernah lihat?"
"Itu namanya Alat tes hamil. Dan mama Hamil. Dan Kita akan punya dede bayi."
ucapnya santai.
"Benarkah!! Ma Pa kek Kho akan jadi kakak?"
Teriaknya, hingga semua mata menatap ke arahnya.
"Ya sayang. Kamu akan menjadi seorang Kakak."
"yeah... Thanks God.. Aku bahagia bangat. Akhirnya Kho jadi kakak. Ini doa Kho selama ini. Akhirnya doa kho di jawab juga." Kho berlari kearah Gita dan memeluknya.
"Mama Kho akan jadi kakak kan?"
" Iya sayang.."
"Gi, kandungan kamu sudah berapa lama?"
Tanya Monik.
"Masih Tiga minggu ma. Gita juga baru tau kemarin. Maunya mau diumumkan kemarin tapi ingat besoknya Ulang tahun Suamiku aku berencana mau beri kabar di hari baiknya."
"Semoga kandungan kamu sehat selalu sayang. Selamat buat kalian." Ucapnya Sambil memeluk Gita.
"Kak Kai? Kakak kok diam saja? Kakak gak bahagia Kho akan jadi kakak juga?"
Mendengar ungkapan Kho semua mata menatap Kai.
"Hah? Kai senang kok."
Ucap Kai gugup ataa penglihatan semua kepadanya.
"Bagus.."
"Mmm, Semuanya...
Kita akan makan malam dulu, soalnya Mama tadi sudah suru shef Jef untuk masak makan enak untuk kita!"
seru Monik.
"Wah,, benarkah? Kho jadi lapar bangat ayo kita semua makan..." Ucap Kho antusias.
__ADS_1
....
To be continued 🌷