
"Kakak, temani aku belanja ya!"
Jasson menghelah nafas, sejak tadi dia sudah bosan kesana kemari dan sekarang di ajak belanja?
"Kakak capek, lebih baik kamu belanja sendiri!"
"Tapi kak aku mau belanja sama kakak!" Morisa mengerutkan bibirnya.
"Morisa, bersikap dewasalah sedikit! Kau selalu menggelut seperti anak TK." Berjalan dan pergi meninggalkan Morisa.
"Tidak, tidak boleh!!" Menghambat jalan Jasson dengan kedua tangan yang merentang.
"Kakak sudah janji akan menemaniku! Dan aku belum selsai! Kakak harus menemaniku! Jika tidak aku akan membuat hal yang menggila disini. Biar kita jadi tontonan gratis!!"
"Morisa!!"
"Aku serius kak! Kalau kakak gak mau okeh, aku akan..."
"Fine, Jangan coba coba bertingkah konyol! Ayo! kau mau kemana?"
Morisa terseyum girang memeluk lengan Jasson.
"Mari kita belanja!!"
Morisa menarik Jasson pergi ke arah parkiran dengan cepat supir itu membawa mereka ke salah satu Moll milik keluarga Lakeswara.
" Kenapa kesini?" Jasson mengerutkan keningnya.
"Aduh, kakak. Kita ngapain lagi kalau bukan belanja?"
"Menghabiskan waktu saja! Jika kau ingin kau bisa langsung menyuruh mereka untuk datang ke mansion!"
" Itu namanya pesan online dong, tidak seru. Aku ingin belanja dan mengelilingi moll ini."
"Jangan bercanda! Ayo cepat lah!!"
Siapa yang bercanda, pikir Morisa.
..
". Ha ha ha ha.." ketawa Gita
"Aku serius Bi! Kenapa malah tertawa?"
"Tidak, tapi sedikit lucu saja. Mana mungkin kau tidak pernah pacaran disana Vin. Kan sangat lucu, Pria seperti mu yang sangat di kagumi banyak wanita tidak pacaran? Yang benar saja!"
"Karena setiap melihat wanita yang mendekati ku, aku selalu terbayang oleh mu Bi."
Gita seketika berhenti tertawa, wajah itu langsung berubah drastis.
"Maafkan aku ya Vin!"
"Bi,,, kamu tidak salah kok, Kita bisa perbaiki ini..."
Gita menunduk.
"Bi, apa aku bisa memeluk mu? Mungkin kau bisa menangis di pelukanku. Jangan menahan air mata untuk ku!"
Mendengar ucapan itu. Gita jadi menangis menutup wajah dengan kedua tangannya.
Kevin yang tidak tahan melihatnya, berdiri dari duduknya dan segera memeluk Gita.
" Kamu tidak salah, jangan merasa kau tidak pantas lagi Bi. Bagaimana pun kondisi mu aku selalu menerima mu
Aku akan selalu mencintaimu!"
Gita memeluk kevin dari duduknya menenggelamkan wajahnya di bagian tengah antara dada dan perut.
Tidak mungkin, aku tidak yakin kita bisa seperti dulu lagi.
"Vin, aku mau pulang. Aku takut nanti kena Masalah." Melepaskan pelukannya dan berdiri.
" Bi, Aku janji akan mengeluarkan mu secepatnya! Aku menyayangimu."
Kevin memegang pipi itu lagi.
__ADS_1
Gita terseyum, namun hatinya benar benar berkata lain.
Brukkkk..
Kevin terdorong tiba tiba, dan diikuti seretan kursi. Gita menatap seorang yang kini berdiri dihadapan nya.
Sungguh syok, jantung itu tidak baik Sekarang, menahan rasa khawatir yang luar biasa.
Kenapa Jasson ada disini? Matilah aku.
Gita memandang wajah Jasson yang menyamping itu. Berjalan kedepan mendekat pada Kevin.
" Kurang ajar!! Bajingan!"
Buk Buk..
Melayangkan pukulan di kedua pipi.
"Kevin....." Teriak Gita melihat kevin tersungkur memegang pipi yang ngilu. Tidak berniat sedikit pun untuk membalas.
" Apa yang anda lakukan??" Gita menatap pria yang sudah memukul kevin secara tiba tiba.
Gita mendekat pada Kevin dan seolah membantu namun tangannya lebih dulu di tarik oleh pria itu.
"Beraninya kau!! Pulang sekarang!"
Teriakan yang benar benar membuat Gita tak mampu melawan.
" Ayo ikut aku!" Gita di tarik paksa.
Melihat itu kevin berdiri.
" Tidak punya hati!! Lepaskan Gita! "
Teriak Kevin. Kevin memegang sebelah tangan Gita.
" Lepaskan tangan itu! "
" Kau yang harus lepaskan! Kau datang tidak diundang dan merusak kebahagiaan kami!"
" Gita ayo!" Ajak kevin, menggoyangkan kepalanya.
"Jika kau berani! Kau akan merasakan akibatnya!" Jasson melepaskan tangan Gita.
Mencoba memberikan Gita kesempatan yang akan menjerumus pada penderita kelak jika ia pergi.
Melihat itu Gita menarik nafas dan mulai bicara..
" Vin, maafkan aku
Aku tidak bisa ikut dengan mu. Mengertilah. kondisi saat ini tidak baik." Ucap Gita pelan.
" Bi, apa kau yakin! Lihat pria yang tak punya hati ini! Sekarang aku baru benar merasakan bagaimana kondisimu!" Kevin memegang pipi itu tepat dihadapan Jasson.
Terlihat jelas. Wajah itu menahan amarah.
Dengan cepat Gita menurunkan tangan kevin dari pipinya.
" Ayo ikut aku!! Jangan drama di depan mataku!!" Dengan kuat Jasson menarik Gita paksa.
Gita berjalan sedikit terseret karena tarikan Jasson.
" Benar benar Gila!!"
Kevin berlari menarik Bahu Jasson agar menghadap padanya dia benar benar sudah kehilangan kesabaran melihat sikap Jasson kepada Gita.
Buk..
"Pria brengsek! Apa kau tidak bisa lembut sedikit dengan wanita?"
Jasson tersenyum seringai menatap Gita sebentar dan beralih pada Kevin.
" Jika kau tidak bisa membahagiakan nya, lebih baik jangan menyentuh dan menyakitinya!
Seharusnya kau menceraikan nya. Lepaskan dia dan tinggalkan jika kau tidak menyukai nya!"
__ADS_1
Kata kata itu sukses membuat dua hati sedikit ngilut.
" Siapa kau! Berani memerintah ku!"
Buk
Pukulan melayang pada Kevin lagi.
"Kau tidak menyukainya kan? Untuk apa kau terus menahannya. Dia juga manusia, Dia ingin kebahagian, dan hidup bebas!" Kevin menatap Gita seduh, tidak berniat membalas pukulan Jasson.
" Jangan asal bicara!" Jasson menarik Gita mendekat dan segera memeluk pinggang itu, karena Kevin melihatin Gita sangat aneh.
" Dia bahagia tinggal denganku. Benarkan?" Tanya Jasson yang tambah menguatkan penggangan pada pinggang itu.
" Kau bahagia kan menikah dengan ku?"
Gita menatap wajah Kevin, yang tidak suka akan tindakan Jasson. Gita menatap Jasson dan benar saja wajah itu sungguh menyeramkan.
Jasson menaikkan alisnya ke atas seolah meminta jawaban..
"Aku bahagia suamiku!" Ucap Gita gemetar, dia benar benar takut Kevin marah dan membencinya saat ini juga!
"Kau dengar? Dia bahagia. Jadi jangan omong kosong!!"
Kevin yang mendengar ucapan Gita mematung sebentar.
" Aku tidak percaya! Aku tau, aku bisa melihat wajah Gita. Dia berbohong! Lepaskan dia! Dan biarkan kami bersama! Tidak ada cinta dan kebahagiaan. Untuk apa dipertahankan!"
" Jangan omong kosong!" Tatap jasson tajam.
"Kau tidak menyukainya.
Aku tau tuan Jasson. Anda punya masalah kan jika berdekatan dengan wanita!" Kevin terseyum.
Jasson melepaskan pelukannya dari pinggang Gita.
Menarik tangan itu dengan cepat pergi dari sana.
Apa maksud kevin..
Masalah? Apa Jasson punya sesuatu yang serius. Gita sesekali menatap kebelakang dan menatap wajah Jasson yang menahan marah.
"Masuk!!"
Teriak Jasson pada Gita.
Dengan cepat Gita masuk pada mobil itu.
"Apa yang akan dia lakukan, kenapa dia yang mengemudi? Supir.. Dimana supirnya?
Gita merasa was was...
Jasaon menyalakan mobil dan segera menginjak pedal gas.
Semakin jauh dari tempat tadi
Semakin cepat laju mobil itu.
Gita memegang sabuk pengaman sesekali menatap Jasson dengan wajah tidak bisa di tebak.
wajah itu sedikit memar karena pukulan Kevin tadi.
"Suamiku."
Tidak ada jawaban kecepatan semakin menjadi.
"Suamiku...
Aku benar benar takut. Tolong jangan seperti ini. Sadarlah..."
..
To be continued
❤️❤️❤️
__ADS_1