Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
47. Morisa Kelewatan


__ADS_3

Dia sudah kelewat batas, bisa bisanya dia ingin menjualku pada om om!


Gita terus bicara dalam hati.


Tega sekali adik iparnya mempermainkan dirinya hingga ia harus berjalan sendiri melewati trotoar yang sangat panjang.


Untung saja aku bisa bela diri jika tidak, aku akan sangat kotor, jika sampai di sentuh pria tua tadi!


Gita duduk di kursi jalan, ah dia sungguh tidak pernah membayangkan hal seperti tadi menimpanya. Sala Gita apa pada Morisa. kenapa Morisa sungguh membencinya!


30 menit yang lalu, Gita di buat pingsan oleh Morisa dan dibawa ke tempat yang sangat menjijikkan. Morisa menyerahkan Gita pada Pak tua kaya! dengan gratis nya tanpa bayaran! sungguh morisa kelewatan.


Untung saja Obat bius itu menghilang dan Gita bisa sadar saat Om om itu baru memasuki kamar. Dengan kemampuan yang dimiliki Gita hingga ia bisa bebas dari ruangan yang sangat menjijikkan.


Huuuhhhhh Gita menghelah nafas panjang.


Membuka ponselnya seolah mengecek panggilan. Dari siapapun itu yang jelas dia ingin sekali ada orang yang peduli padanya.


"Kevin memang tidak pernah berubah! Apa dia tidak lelah mengirimi ku pesan setiap hari?" Gita membaca satu persatu pesan dari Kevin. Sungguh manis kata katanya.


*Bi, jika Dia menyakiti mu katakan padaku, aku akan datang kesana dan menghajar nya.


*Bi, kau tau aku tidak fokus mengikuti rapat tadi, kau selalu muncul dalam pikiranku. Bagaimana jika kita bertemu siang ini?


*Apa kau sudah tidur? Mimpikan aku yah hihihi


*Pagi Brigitta.. Semoga hari ini kau bahagia. Salah Maksudku, semoga tiap harinya kau bahagia. Jangan lupakan aku walau kita jauh sekarang.


Dan masih banyak lagi...


"Andai saja waktu bisa ku ulang. Aku akan sedikit egois, aku akan melarang mu pergi. Aku akan selalu membantu mu untuk melawan pada Om Adit." Tapi semua itu tinggal ancang ancang yang tidak bisa dilakukan. Semua memang sudah terencana. Gita tidak bisa mengubah takdir.


Memasukkan ponsel kedalam saku celana dan mulai melusuri jalan pulang.


"Brigitta!!" Panggil seorang dari belakang.


Mendengar namanya di panggil Gita menoleh.


"Jeni..." Teriak Gita dan segera menerima pelukan Jeni yang berlari ke arahnya.


"Aku merindukan mu! Kau kemana saja! Kenapa kau pergi tanpa kabar!"


"Maafkan aku.."


"Gitta, apa kau tau aku sangat sangat shock mendengar kabar jika kau sudah menikah!


Apa benar, kau menikah dengan Pejabat tinggi itu?" Jeni melepaskan pelukannya.


"Maksudmu?"


"Orang terkenal itu loh Gita. Aku sering menceritakan nya padamu. Tak disangka kau menjadi istrinya sekarang! Benar benar seperti mimpi."


Gita mengingat sebentar. Ah, iya pantas saja dulu dia tidak asing dengan nama Lakeswara teenyata Jeni sangat sering menceritakan nya pada Gita.


"Ah, aku sangat sedih sekali pangeran pujaan hatiku dinikahi oleh teman ku sendiri!"


Cemberut Jeni.


" Bagaimana Gita? Kau pasti sangat bahagia menikah dengan orang yang sangat terkenal. Hidup mu pasti seperti seorang Ratu." Gita terseyum seringai.


Gita berjalan kembali duduk di bangku panjang tadi.


"Kenapa? Jelaskan padaku! Kenapa bisa kau menikah dengannya."


Uh, senggu sedari tadi mulut Jeni sudah seperti bebek saja, ngerocos terus...


"Hidupku, tidak seindah yang kau pikirkan Jen!"


Jeni melototkan matanya kata kata Gita yang seperti ini mana mungkin boongan!

__ADS_1


"Apa maksud mu!" Tatap Jeni mengintemidasi.


"Aku masih seperti dulu, tidak ada peeubahan!"


"Apanya tidak berubah! Lihat penampilanmu. Kau sangat berubah pakaian mu sungguh sangat bagus, lihat kulit mu seperti rutin dirawat!"


"Ini karena aku mengikuti acara beberapa hari yang lalu!" Ucap Gita tersenyum kencut.


"Wah wah lihat lah kau bahkan menghadiri acara besar besaran! Kau pasti sudah menjelajahi dunia ini!"


Gita menepuk dahi Jeni.


"Kau berlebihan!"


"Apanya yang berlebihan, aku menonton acara televisi.


Melihatnya dari tv saja mulutku mengangang karena takjub."


Akhirnya Gita menceritakan beberapa garis besar saja. Walaupun Jeni teman Gita. Tapi Gita bukanlah orang yang dengan mudah mengumbar umbar apa yang di alaminya kepada orang lain.


" Aku mengerti sekarang. Hem, aku harap kau bisa menjalani hidup mu Git. Aku tau kamu itu wanita tangguh!"Jeni memeluk Gita.


"Aku tidak tau apa yang kau alami tapi mendengar ceritamu aku bisa menangkap beberapa seperti apa yang kau alami. Aku bahkan mengagumi Jasson padahal aku tidak tau bagaimana aslinya."


Benar saja Jeni hanya mengagumi lewat Tv. Padahal jika dia mencari tau di media lewat handphone disana banyak kasus yang berkaitan dengan Jasaon. Dia benar benar meleleh saat Gita menunjjukan media tadi. Sungguh dia mengagumi pria yang salah.


..


"Max..." Teriak Jasson saat Max di hantam bertubi tubi oleh tiga orang sekaligus.


Dengan cepat Kevin menjalankan aksinya dan buk buk buk buk


Kalah juga.


Kevin menggakat tubuh Max dan membawa masuk ke dalam.


Kevin keluar dengan wajah binggung.


Dengan cepat Kevin ikut menyerang..


Entahlah berapa pukulan yang sudah Kevin dapat, namun dia tetap saja bisa mengalahkan setiap pria berbadan besar itu.


Pertarungan selesai. Orang bertubuh besar berhamburan di atas rumput, dan sebagian kabur terpingkal pingkal karena sayang nyawa.


"Kalian tidak apa apa?" Tanya Kevin pada anggota nya."


Gelengan kepala padahal semua sudah dalam kondisi tidak memungkinkan.


"Semua masuk! Kita obati di dalam!" Teriak Kevin dan mulai menuntun jalan.


Ada yang pegang perut, ada yang pegang wajah, tangan, kaki, leher, pinggang dan lainnya.


"Kerja bagus! Aku percaya pada kalian semua! Kemampuan kalian memang sudah sangat meningkat!" Ucap Kevin sembari membersihkan lukanya.


" Max.. apa kau sudah baikan?" Tanya Kevin menatap Max yang masih terbaring menutup mata.


"Sudah lebih baik Bos." Jawabnya membuka mata.


" Tadi pagi apa kalian sudah melakukan bakti sosial?"


"Sudah, tapi masih beberapa wilayah Bos!"


"Baiklah, aku serahkan pada kalian! Jaga diri baik baik! Ingat jangan berpikir kalah karena melihat siapa lawan kita! Lawan dengan kekuatan yang kalian miliki! Dan percaya kalau kalian bisa!" Kevin berlalu dengan menenteng Jaket hitamnya.


"Bos memang hebat!" Ucap sala satu anggota itu ketika Kevin sudah tak terlihat.


"Kau lihat tadi caranya bertarung? Uh, sungguh menakjubkan, dia memang sangat hebat!"


"Apa selama ini mata mu rabun? Kenapa baru hari ini kau menyadari kehebatannya?" Ucap Max masih menutup mata!

__ADS_1


Orang tersebut hanya tersenyum menggarut kepala yang tidak gatal.


..


" Dasar tidak berguna!! Tubuh aja yang besar kemampuan minim!" Lico menggebuk satu persatu orang suruhannya itu yang tinggal beberapa orang saja.


"Tuan, mereka semua orang hebat sekali pukul saja pasti ada yang tewas!"


"Berhenti bicara!" Lico menutup mulut itu dengan satu bogeman. Akhirnya suasana bisa hening.


Bagaimana caraku mengatakan pada Tuan Jasson!


Dret dret dering ponsel milik Lico.


"Bagaimana, apa semua berjalan lancar?"


"Maaf Tuan.."


"Berhentilah mengatakan hal itu!" Jasson memutuskan telepon sepihak.


Lico menatap tajam orang orang di depannya!


"Mati kalian semua!" Lico menggoyangkan kepalanya pada beberapa bodyguard di belakangnya.


"Tuan, ampuni kami." Mereka serempak duduk berlutut di lantai. Mereka tidak mau mati sia sia. Mereka lebih memilih mati di tempat tadi dari pada mati diruangan gelap dengan pukulan cambuk dan bogeman kasar.


Lico tidak peduli dan berlalu.


Para bodyguard itu membawa orang orang yang tersisa memasuki beberapa mobil besar dan melaju ketampat terpencil yang jauh dari kota itu.


Jangan tanyakan lagi. Nyawa mereka akan berakhir disana.


" Lico, kenapa orang suruhan mu sangat buruk! Untuk melawan mereka saja tidak bisa!!"


Lico diam saja, toh bicara juga akhirnya dapat masalah. Lebih baik diam jika diperlukan bicara baru membuka mulut.


" Siapkan tim dari MB, sepertinya kita akan bertindak sekarang!"


"Apa anda yakin Tuan!"


"Apa ada kebohongan di wajahku?"


"Tidak, baiklah saya akan mengurusnya Tuan!" Lico berlalu dari ruangan Jasson setelah tadi bertemu orang orang yang membuat jantungnya melemah, dia menemui Jasson yang semakin membuat jantungnya tak berdaya!"


..


"Aah, Kenapa Dia bisa kabur sih!!"


Teriak Morisa yang terus berjalan di atas trotoar.


Tadi sangking Kesalnya dia menendang kaleng bekas hingga mengenai kepala botak preman, Itu sebabnya dia sampai dikejar kejar. Sudah rencana gagal, ketemu preman! Dikejar kejar pula.


"Uh, tapi masih untung bisa ketemu dengan pangeran tampan. Dia baik sekali, jelas jelas aku yang menyebrang asal. tapi tadi dia...


ahh.. Imut sekali!" Morisa memegangi pipinya yang gembul.


Semoga saja aku bisa bertemu dengannya lagi. Kalau jodoh tak akan kemana.. Morisa terseyum senyum. wajahnya yang tadinya seperti harimau berubah menjadi Kelinci. Sungguh menggemaskan.


..


To be continued


🍁 Jangan lupa like and vote ya Beste 🍁


.


.


.

__ADS_1


Sampai Jumpa πŸƒ


__ADS_2