Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
98. Merelakan


__ADS_3

"Aku pasti sudah gila ya! Aaaaaaa Morisa kau pengecut!!! Untuk apa juga aku harus menghindar! Harusnya aku ada di rumah sekarang!"


Setelah merasa puas memaki diri sendiri, Morisa membaringkan tubuhnya di atas rumput rumput di pinggiran danau itu.


Menatap langit sore yang terlihat indah.


"Langit bisahkah kau menemaniku disini. Tolong jangan ubah warna mu sebelum aku merasa tenang. Aku benci gelap. Jadi tetaplah seperti itu dulu." Morisa menutup mata nya.


Merasakan hembusan angin di pipinya.


Angin serasa ikut menenangkannya.


Dia membuka matanya saat ponsel nya bergetar.


Morisa duduk dan terkejut melihat indahnya sunset di depan matanya.


"Wao indah sekali." Ponselnya kembali berdering.


Dengan cepat morisa mengeser ikon hijau.


"Ya?"


...


"Iya morisa akan pulang ini juga udah di jalan." Bohong morisa.


....


"Hem."


....


Panggilan akhirnya berakhir.


Sebelum pulang Morisa membuka apk Kamera dan mengambil beberapa gambar disana.


namun tiba tiba,,,


"Auuuu,!!!!" Teriak morisa kesakitan saat ada bola kecil yang meyium bokongnya.


Refleks tangannya mengelus bagian yang sakit.


"Siapa sih lempar lemparan? Untung aku masih jauh ya dari air ny kalau dekat bisa ke celup dan langsung mati di makan ikan raksasa!!" Morisa mengambil bola kecil itu.


Menatap sekeliling yang sepi, namun dengan cepat seorang anak kecil berlari ke arahnya.


Morisa udah bersiap untuk mencereweti anak itu tapi.


"Ka kak maafin kevin ya," ucap anak laki laki itu ingin menangis menampakan wajah begitu bersalah.


Ah, kevin nama yang sama.


Morisa diam saja melihat ank itu terlihat sangat ketakutan.


Ah, baiklah Morisa tidak seseram itu.


Morisa menyorongkan bola kecil itu.


"Adik kemarilah."


"Kakak gak marah kan?"


Morisa menggeleng lembut.


Dengan cepat Anak laki laki itu menghampirinya.


"Kakak terimakasih, sekali lagi maafin kevin yah."


"Kevin?"


"Em, nama aku kevin juel kak. Kakak bisa panggil kevin." Senyum anak laki itu.


" Kalau main hati hati ya ke- juel. Em kakak lebih suka panggil Juel." Senyum Morisa.


"Baiklah, juel pergi dulu kakak cantik."


Dengan cepat anak laki laki itu berlari meninggalkan Morisa.,

__ADS_1


Kamu mengingatkan ku padanya ah, aku jauh jauh kesini dan berlama lama kesini hanya menenagkan hatiku. Dan kamu ah, sudahlah.


Morisa melangkah meninggalkan tempat itu.


...__...


Sesampainya di mansion dia berjalan kesal, kenapa sangat sulit menenangkan diri sendiri.


Saat morisa melewati ruang santai dia mendengar suara nyaring yang sedang tertawa bahagia.


"Iya Gi, dia memang seperti bencong. Saat aku teriakin kebakaran itu sungguh lucu. Ha haha ."


"Ha ha ha, kak Yol bisa juga ya cari alasan. Ha ha ha."


Itu benar Yolanda dan Brigitta.


"Ah, kak Yolanda ada disini?"


Morisa menghela nafas.


Baiklah kita akan bersih bersih dulu. Secepat kilat Morisa berlari melewati kedua insan yang sedang tertawa bahagia.


"Morisa?" Tanya Gita.


"Kebiasan emang anak itu. Lari lari di dalam mansion." Ucap Yolanda.


Gita mengiyakan emang benar mulai ia ketemu Morisa anak itu memang lari lari di dalam mansion.


"Tapi tumben dia acak acakan begitu. Dia habis jalan jalan atau abis tawuran?" Tanya Gita.


Yolan hanya meringis saja. Tidak biasanya Morisa mengabaikannya. Yolan menghela nafas.


"Dek, kalau gitu aku ke kamar duluan ya! "


"Ah, iya kak." Ucap Gita yang ikut berdiri.


...


Gita dengan segera membersihkan dirinya yang sudah lengket.


Gita kini tengan duduk di meja rias untuk merapikan rambutnya.


Ceklek pintu kamar terbuka.


"Darimana sayang?"


Tanya Gita sambil menatap Jasson.


Mendengar suara itu Jasson menatap Isterinya yang berada di ruang Rias. Jasson memasuki ruang rias itu.


"Tadi ada kerjaan di kantor sekalian cek perkembangan nya." Ucap Jasson sambil merjongkok dan mengelus perut Gita yang mulai sedikit membuncit.


"Kamu gak papah kan? baby kita gak nakal nakal kan di dalam sana?" Jasson mengecup perut Gita.


"Enggak kok, dia pengertian gak bikin mamaya mual lagi." Ucap Gita karena sejak pagi tadi Gita gak merasa mual lagi.


"Baguslah, sayang jika butuh apa apa bilang aja ya." Ucap Jasson menatap Gita dan mengecup kening istrinya itu. Kan biasanya ibu hamil kadang ngidam gak jelas.


Gita hanya mengangguk.


"Udah kamu mandi gih! Aku udah siapin air hangat tadi."


mumpung Bumil masih dalam tahap aman aman ajah.


__________🍀


Tok tok tok


Ketukan pintu kamar Morisa.


"Masuk aja pintunya gak di kunci!!" Teriak morisa dari dalam. Ia masih berkutat di depan Laptopnya.


"Mor.." panggilan itu seketika menghentikan kerja Morisa.


"Kak Yolan? Ma masuk aja kak Yol!" Ucap Morisa saat melihat Yolan hanya membuka sedikit pintu dengan kepala masuk menatap Morisa.


.

__ADS_1


Kini Yolanda tengan duduk di sofa bersama Morisa.


"Tadi kamu dari mana?"


"Itu- tadi Morisa jalan jalan kak. Di daerah Danau." Ucap Morisa sambil terkekeh garing.


"Sama siapa?"


"Em?" Morisa tau bangat kalau Yolan tau Morisa gak punya banyak kenalan di negara ini.


"Ah, itu sama teman teman, SMA dulu." Ucap Morisa mengatakan jawabannya sangat bagus.


"Benaran? Bukan karena menghindar kan?"


Morisa menatap Yolanda.


Morisa cengingisan tak jelas.


"Untuk apa Morisa menghindar?" Ucapnya tak berani menatap Yolan.


"Mor, kakak kenal kamu udah lama. Kalau bohong itu langsung nampak! ketauan bangat dari ekspresi kamu."


Yolan lebih dekat ke arah Morisa. Dan memeluk tubuh morisa lembut.


"Maafin kakak ya, kakak udah nyakitin hati kamu. Jangan pura pura merasa kuat. Kakak tau bagaimana perasaan kamu. Kalau ada yang menyangkut dalam hati dan pikiran kamu cerita aja sama kakak. sampai kapanpun kakak akan jadi teman curhat kamu."


Tak bisa menahan lagi Morisa benar benaran nangis dalam pelukannya.


"Jika kak Yolan tau, kenapa gak nolak?" Ucap Morisa akhirnya.


"Kakak gak ada pilihan Mor, jujur aja kakak udah nolak tapi nihil. Diposisi kakak yang seperti di cekap, gak ada hak untuk nolak. Maafin kakak."


Morisa berpikir lagi. Untuk apa dia ngomong gitu barusan, seperti dia tidak tau aja kebenarannya dia tau bangat kalau kak yolan udah nolak.


"Em, kakak aku sebenarnya gak papah kok. Asalkan kakak bahagia. Morisa juga bahagia."


"Tapi Kenyataan kakak gak bahagia mor. Mungkin kamu belum tau ya, Kevin sangat menyukai-"


"Morisa tau Kevin cinta sama kak Gita. Aku juga tau kakak Yolan gak cinta sama Kevin."


"Mor, aku gak bahagia menikah tanpa cinta, dan kakak gak mau liat kamu nangis seperti ini. Tadinya kakak akan bicara baik baik waktu lamaran tadi tapi kamu gak ada disana , gimana caranya jelasinnya mor."


"Aku tau kak. Tapi bukannya sama aja jika aku yang ada posisi itu? Aku juga gak dapat cinta dari satu belah pihak." Dan itu akan jauh lebih menyakitkan.


Tapikan itu lebih baik daripada gak ada cinta sama sekali dan satu sisi buat orang terluka.


"Mor Gimana jik-"


"Kak Yol, aku bahagia bangat liat kak Yolam udah sembuh! Dan sekarang aku akan bahagia kok liat orang yang aku cinta dan ku sayang hidup bersama. Daripada orang lain kan lebih baik kak Yol." Ucap Morisa.


"Tapi jika-"


Lagi lagi ucapan Yolan berhenti.


"Kakak malam ini tidur barang aku yah! Udah lama gak bobo bareng. Apalagi setelah ini kak Yol akan pergi dari mansion." Ucap Morisa cemberut.


"Kamu gak usah khawatir kakak akan sering sering main kesini."


"Eh! Jangan nanti suaminya marah baru tau!"


"Biarin, adek kakak lebih berharga dari pada bencong itu."


"Bencong?"


_______


To be continued 🌷


Selamat malam Beste ku ❤️


Gimana ni perjalan cinta Yolan ama Kevin di ceritain atau engak. kalau engak biar di skip ke moment akhirnya.


Author tunggu saran kalian, karena hanya kalain yang baca jadi sera kalian untuk kali ini😭


eh tapi jangan lupa like part ini ya sayang😗


See ya👋💗

__ADS_1


__ADS_2