
πππππ
"Jangan ingat ingat lagi. Kakak udah maafin. Okeh! Udah yuk lanjut lagi. Kakak udha semangatnih!"
"Hayuk....."
...π±π±π±π±...
______
"Morning ma." Kevin yang baru memasuki ruang santai itu langsung memeluk gresya dan mencium pipi mamanya itu.
"Morning sayang! Tumben udah bangun, dibangunin siapa nih?"
"Bangun sendiri lah ma! Siapa lagi!"
"Mama pikir calon istri."
Kevin menghela nafas dan duduk di sebelah Gresya.
"Gak ke kantor vin?"
"Gak ma, lagi gak ada jadwal semua tugas di tangani sama asisten aku! Lagian semalam mama yang bilang mau beli cincin sama nyobain pakaian pengantin!"
Ya semalam Kevin dan Yolan mencoba bicara untuk menunda pernikahan mereka namun alhasil Gresya tidak setuju. Ya mau gimana lagi mau nuntut? ngebantah? bukan bocil lagi. sok, di jalani aja dulu.
"Nanti kalian pergi beli cincin berdua aja, kalau pakaian pengantin nanti kalian nyusulin mama di butik tempat biasa. Mama akan tunggu disana."
"Kenapa gak ikut aja sih ma?"
"Kalian yang nikah, kalian pilih sendiri dong!"
"Okeh baiklah ma.. kalau gitu kevin ke kamar dulu, soalnya belun mandi!" Ucapnya terkekeh dan pergi.
Gresya hanya geleng geleng.
"Baguslah anak itu gak nolak lagi. Kalau begini kan acara cepat berjalan!" Senyum Gresya senang.
___.
"Kamu dari mana sayang?" Tanya jasaon sembari mengelap keringat yang bercucuran di kening istrinya menggunakan telapak tangan tanpa merasa jijik.
"Aku cariin kemana mana tadi?"
"Olahraga." Ucapnya pelan. Dan serasa malas.
"Aku mau mandi." Ucap Gita dan hendak berlau begitu saja.
"Jangan giniin aku sayang. Aku tidak suka!"
"Hem." Ucap Gita sembari memegang daun pintu kamar mandi.
"Sayang?"
Gita menghentikan gerakan tangganya dan berbalik badan. Menatap Jasson dari atas sampai bawah dengan tatapan malasnya. Jasson yang Lengkap dengan setelan jas kantor nya, dasinya juga sudah diikat rapi. Yah itu karena kemarin gita tidak mau memasangnya. mencoba menghindar dari serangan kecil jasson.
"Apa lagi. Kamu gak pergi kerja? Udah jam tujuh!"
"Kamu juga gak pergi ke kantor?"
Tanya Jasson.
Gita mengerutkan keningnya.
"Kamu aneh ya, kamu sendiri yang gak ngizinin sekarang malah nanya?"
"Udah jam Tujuh, kamu gak beres beres?"
"Kamu ngomong apa sih? Gak jelas!" Gita membuka pintu kamar mandi itu.
"Kamu boleh kerja lagi. Mulai hari ini. Aku udah urus!" Ucap Jasson terpotong potong sambil menghela nafas diakhir ucapannya.
Gita yang sudah melangkah masuk berbalik lagi dan berjalan mendekat.
"Kamu nipu aku kan? Atau aku yang salah dengar?"
"Gak sayang. Ini semua untuk kamu! Aku izinin. Asal jangan dipaksa kalau emang capek, bilang langsung! Jangan membuat calon anak kita tersiksa."
__ADS_1
"Kamu gak bercanda kan sayang?" Tanya gita yang sudah mulai terseyum.
Jasaon menatap Gita seolah mengatakan yes. dengan melihat wajah gita yang tersenyum kembali perasaan Jasaon jauh lebih baik.
"Kapan aku bercanda? Sudah cepat kamu siapa siap gih! Nanti kalau te-" belum sempat Jasson berceramah Gita dengan cepat mendekat dan berjinjit mencium bibir Jasson dengan lembut.
"Terimakasih sayang. Aku menyayangimu ummmma!" Gita mencium bibir itu lagi. Dan langsung berlari memasuki kamar mandi dan tidak lupa dengan senyum yang terlukis disana.
Jasson yang mendapat perlakuan mendadak hanya bisa mematung di tempat dan menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup.
dia bahkan tidak sempat membalas ciuman yang ia rindukan. apalagi dia belum sempat mengucapkan pelan pelan saja awas jatuh!
"Kamu.." ucap Jasson memegang bibirnya dan terseyum.
"Sepertinya aku gak solo lagi malam ini." Ucapnya terseyum devil.
_____
Setelah pemilihan cincin pernikahan yang tentunya pilihan Yolan. Karen Kevin menyerahkan urusan cincin pada Yolan, dia yang lebih tau pikirnya.
"Kita bisa cepat sedikit gak vin?" Ucap Yolan yang menatap Jalanan serasa pelan sekali Kevin mengemudi. padahal sudah dalam kecepatan normal.
"Kenapa?" Tanya kevin yang kurang jelas mendengar karena terlalu fokus mengemudi.
"Lebih cepat sedikit, Jam empat nanti aku ada operasi."
"udah batas normal, ini juga masih jam berapa."Yolan menghela nafas. sudahlah pikirnya ini juga demi keselamatan berkendara.
"Nanti bisa lebih cepat kan Vin?"
"kenapa?"
tanya Kevin bingung.
"Maksud ku kalau nanti sampai butik langsung coba satu pakaian aja yang udah pas di pandang mata. Biar jangan lama. Nanti juga kan pasti makan siang barang tante juga, bantu aku ya biar tante gak ajak ngobrol terus. Kan gak enak nanti kalau aku yang bilang."
"Hem." Dehem kevin. Walau obrolannya dengan yolan kemarin. Tidak bisa dipungkiri kalau Kevin benar benar tidak bisa lebih terbuka dan bicara santai. Tapi sudah lebih baik sih, daripada sebelumnya yang terlihat hanya benci sekarang ke arah diam diam an aja kalau gak ada perlu. Bicara seadanya saja.
Akhirnya mereka sampai butik.
Tanpa ada acara buka bukaan pintu ala pasangan pada umumnya Yolan dan kevin membuka pintu secara bersama dan masuk ke dalam butik dengan santai.
"Iya ma, untuk apa juga kan lama lama?"
"Yaudah Yol, kamu cobain beberapa gaun ini ya, yang mana yang cocok. Dan Vin cobain juga beberapa setelan jas ini."
"Langsung pilih aja ma. Kan repot juga kalau cobain semua."
"Yaudah kamu pilih yang menurutmu bagus, dan gaun untuk inti Pernikahan udah mama siapin di dalam. Nanti kamu bisa lihat. Ini untuk gaun ganti jadi pilihlah!"
Yolan dengan sigap memilih gaun itu tanpa berpikir lama. Seperti wanita umumnya yang ragu ragu dan sanagt lama berbeda dengan yolan yang seperti dikejar oleh pelari. Sekali pandang langsung tus dapet. kayak penembak jitu handal saja.
"Cepat bangat yol, wih pilihan yang bagus. Tadi mama juga milih ini sih, eh taunya kamu juga! Satu hati!" Ucap Gres tersenyum.
"Yaudah kamu cobain, disana ada ruang ganti nya jika kamu kesusahan tinggal panggil mama atau asisten butik ini. Vin kamu juga udah pilih kan? Atau mau coba semua?"
"Udah nih ma, pilih aja, yang senada dengan gaun Yolan."
"Okeh, cobain disana ada kamar ganti," di samping yang sudah yolan masuki tadi.
Yolan memasang gaun itu dengan sedikit perjuangan jujur susah tapi udah kepalang masuk sendiri kan gak enak harus keluar dan teriak. akhirnya dia memasang nya dengan bantuan cermin di hadapannya.
"Ah, aku tidak pernah membayangkan ini. Aku akan menikah?" Yolan menghela nafas seolah meneriaki penghargaan atas perjuangannya memasang gaun itu. Kini gaun putih ke kereman itu sudah terpasang pas ditubuhnya.
Astaga Selama ini Yolan tidak pernah memikirkan untuk menjalin hubungan sampai mengenakan gaun pengantin tidak sekali pun terlintas.
Yolan menatap dirinya di cermin besar itu.
"Kau harus yakin, tuhan tidak akan pernah membiarkan anaknya sengsara. Dan aku yakin jika kevin adalah jodoh yang Tuhan berikan padaku aku akan menerimanya dan akan mencoba menyayangi dan mencintainya. Mungkin ini sulit tapi jangan langsung patah semangat Yol. Tuhan benci saat kita menaruh benci ataupun dendam kepada orang lain. Ayo semangat!!!" Yolan menyemangati dirinya Menghela nafas lebih dalam ia menutup matanya. Menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan, dia berbalik dan membuka pintu itu. Yolan melangkah kan kakinya keluar, tepat bersamaan Kevin juga keluar dengan setelan Jas putih dengan dasi kupu kupu yang sangat pas. Terlihat gagah dan berwibawa sekian detik tatapan mereka seolah terkunci. Tidak munafik mereka memang saling memuji satu sama lain dan tentunya dalam hati mereka.
Ekkhmm..deheman yolan akhirnya membuyarkan lamunan Kevin yang masih diam memaku.
"Ayo, sampai kapan kau akan menatap ku?" Ucap Kevin dan lebih dulu berlalu?
What? Dia bilang apa tadi? Gak nyadar dia malahan lebih lama menatap Yolan, apa jadinya jika Yolan tidak menyadarkannya? Hello!!!
.
__ADS_1
"Wah.... Cantik dan Tampan, benar benar pasangan yang serasi. Benarkan mbak?" Tanya Gres pada seorang wanita yang tentunya desainer terkenal.
"Yah, sangat cocok! Kalian akan jadi pasangan terserasi di tahun ini. Prianya Tampan dan gadisnya cantik. Uuuh!" Soraknya berbinar.
Jangan di tanya Tanpa sadar wajah yolan memerah, jelas dia malu.
"Tapi lebih cocok jika-" Gresya menghampiri kevin dan sedikit menarik tangan kevin sontak kevin mengikuti langkah Gresya dan dia membawa Kevin mendekat pada Yolan.
"... seperti ini. Kan lebih romantis!" Ucap Gresya menyatukan mereka dan membuat tangan Yolan memeluk pergelangan tangan kevin. Mereka yang sedari seperti boneka yang diatur langsung tersadar saat kedua mata mereka saling melirik kesamping.
"Ah, belum sah ma!" Ucap Kevin asal agar tidak terlihat canggung saat melepaskan tangan Yolan.
"Ah, kamu bilang aja malu!" Ucap Yolan menjahili anaknya dengan kedipan mata.
"Ma.." ucap Kevin.
"Yah, okeh fine! Mama gak akan lagi." Gresya terkekeh sambil menaikkan jarinya.
"Ini udah bisa dilepaskan ya ma? Cocok kok!" Ucap Yolan terseyum sambil memegang gaunnya.
"Sudah. Setelah ini kita akan makan di kafe dekat sini!" Ucap Gresya tersenyum.
_____
Ditengah asiknya menyantap makanan Gresya tidak berhenti bercerita.
Yolan dan kevin menjawab saat ditanya aja. Selebihnya jadi pendengar yang setia.
Saat makanan telah habis. Gresya juga tidak henti memulai obrolan lagi. Walau saat ini bekas piring yang kotor sudah dibersihkan dan di meja tinggallah minuman kesukaan mereka masing masing.
Kevin yang bosan karena pembicaraan nya hanya tertuju pada Yolan ia lebih memilih memainkan ponselnya.
"Nanti setelah nikah. Jangan nunda nunda ya Vin, yol. Mama ingin cepat punya cucu." Yolan yang tadinya merasa haus saat di tengah tengah minumya yang mendengar itu langsung tersendak.
Uhuk uhuk huk huk...
"Yol.." ucap Gresya sambil menepuk nepuk punggung Yolan. Kevin yang menyadari kenapa bisa terjadi hanya memberikan tisu untuk mengelap bekas percikan air di sekitar bibir yolan.
"Kamu gak papah?" Tanya kevin menatap mata itu.
"Tidak, aku baik baik saja." Ucap Yolan sambil mengusap Bibirnya. Calmer nya juga sih, masa bicarain yang gituan belum juga nikah udah nuntut aja!
"Kamu minumnya hati hati sayang." Ucap Gres masih mengelus punggung Yolan. Tidak sadar dia yang buat.
"Ah, aku baik baik saja kok ma."
"Jadi tadi kamu dengar kan yang mama bilang, kamu sama kevin-" belum sempat Gresy berucap.
"Ma!!" Ucap Kevin tiba tiba teriak.
Bukan karena ucapan mamanya tapi karena Yolan menginjak kakinya, dari tatapan Yolan dia tau seperti nya yolan mau dibantuin untuk menghentikan obrolan gila ini.
"Ya? Kamu mau bilang apa? Kenapa harus berteriak?"
Kevin menatap sekilas Yolan yang menatap sambil melirik jam.
"Ituh ma, Kevin lupa, tadi Yolan bilang dia ada jadwal operasi jam empat nanti. Ini kan udah jam dua lewat jarak tempat ini ke RS kan lumayan jauh ma. Jadi aku ingin antar Yolan. Boleh kan ma?"
"Ah, kenapa gak bilang dari tadi. Kalau tau begitu kan sedari tadi kita pulang aja!"
Yolan hanya tersenyum kikuk.
"Yaudah kamu antar Yolan aja. Mama akan pulang bareng supir aja!"
Akhirnya Mereka secara bersama keluar dari tempat itu. Hingga saat ini mereka Sampai di parkiran.
"Udah, kalian duluan aja. Hati hati di jalan.Dan iya Vin. Setelah antar yolan kamu pulang. Mama mau bicara sama kamu!"
"Baik ma!" Ucao Kevin dan bersama mereka berdua pamitan dengan Gresya.
Seperti biasa di dalam mobil hanya ada keheningan.
To be continued π·
aaaaa... gimana cerita hari ini kurang memuskan ya, em, Author kehabisan kata kataπ jadi lemot gitu susah mikirπ
Yok dukung Author mungkin aja banyak spam komen dan beri hadiah dapat membuat mengencerkan otak author yang beku iniπ€£
__ADS_1
ok sampai sini dulu ya sayπ sampai besok dengan part yang jauh lebih seru dan menarikππππ
Bye bye π