Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
74. Kevin


__ADS_3

"Mor, Gita, kalian kenal sama Kevin?"


Tanya Yolan yang sedari tadi jadi penonton.


Bingung plus bertannya tanya.


Gita memandang Kevin. Apa kedua orang ini juga mengenal kevin pikir gita juga.


"Ya, aku mengenalnya kak. Ini laki laki yang kumaksud." ucap Moris sedikit mengedipkan mata ke arah Yolan.


Yolan membentuk mulutnya berbentuk O dan sedikit menggaguk dan terseyum.


"Kamu Gita?"


"Aku.."


"Maaf, aku ingin bicara sebentar dengan Brigitta. Ayo Bi!" Kevin memegang tangan Gita yang langsung dihempaskan oleh sepemilik tangan.


"Ngomong disini aja Vin!" Ucap Gita sedikit menekan.


"Penting Bi, sebentar aja!"


Gita melirik ke arah yolan dan celingukan mencari sosok Jasson.


"Udah Gita, kamu bicara aja sama Dia, nanti kalau Jasson cari aku yang akan bicara." Ucap Yolan yang mengerti dari tatapan Gita.


"Baiklah, Sebentar ya Vin!"


hem, Kevin menganguk dan mengambil jalan lebih dulu. Setelah mereka tak terlihat lagi dari pandangan Yolan, Morisa menatap tajam pada Yolan.


"Ada apa Mor, kamu kok aneh Gitu! seram tau."


"Kak Yol, kenapa gak halangi mereka sih! Itu kan pangeran aku! Kenapa malah disambat Kak ipar sih!"


Yolan tersenyum.


"Kok malah senyum, apanya yang lucu!"


"Jadi, Pangeran yang selama ini Kevin, ha ha ha Lucu juga kamu ya! Selera mu lumayan lah! Tapi tau gak dia cowok ngeselin."


"Kakak kenal dia dimana kak?"


"Dijalan dia nolongin aku!"


"Kebetulan sekali kok sama. Dulu aku ketemu sama pangeran di jalan. Hampir aja aku ketabrak sama mobilnya."


"jadi, kamu gak paph kan? Kalo ada apa apa bilang sama kakak biar kakak yang hadapi!"


"Ih, gak boleh kak. Kakak juga harus jauh jauh dari Kevin. Hanya aki yang boleh."


"Gak bisa." Ledek Yolan terseyum.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Soalnya Ibunya pasien kakak. sering ketemu di rumah sakit deh!"


"Hem, kesempatan yang bagus. Kak tiap hari aku makan di rumah sakit bareng kakak aja ya! Biasa biar bisa PDKT ha ha ha."


"Terserah padamu kalau mau tiap hari nunggu. Kakak sibuk, jam makan aja gak teratur!"


"Aku bisa numpang makan di ruangan kakak. sambil nunggu kakak aku cari pangeran Deh!"


"uuuuhh ide yang bagus! Tapi sayangnya kakak gak izinin." Yolan berjalan menuju sofa ruangan yang penuh lampu duduk sambil meneguk wine.


"iihh, kakak kenapa gak boleh,


itu kan rumah sakit milik Kak Jasson. Aku bisa dong tiap hari kesana tampa izin kakak!"


"Gak boleh Mor, kau tau kan bentar lagi Om Janes juga mau kirim kamu ke negara L untuk melanjutkan S2 mu! Jadi kamu harus siap siap dengan belajar di mansion!"


"Kak, bisa gak jangan bahas itu. Aku pusing tiap hari mikirin S2.


Tau tau juga nanti jadi ibu rumah tangga juga. Lagian ada kak jasson yang ngurus perusahaan kenapa harus aku!"


"Karena kamu putri satu satunya Lakeswara Group. Jadi kamu juga harus berpendidikan Sa! Harusnya kamu bersyukur kamu bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Kau tau diluar sana banyak orang yang tidak bisa melanjut karena banyaknya persoalan. Harusnya kamu bersyukur dan sangat, tidak ada masalah. Tinggal belajar aja. Ya kan? Seharusnya-"


"Ah, aku tau


jangan lanjut lagi kak!"


Hem, Yolan kembali meneguk Wine nya.


...


"Gi, Kok kamu jadi aneh?"


"Aneh? aku gak aneh aku biasa biasa saja! Kamu mau ngomong apa Vin?"


Kevin menghelah nafas.


Tidak habis pikir orang yang telah terukir Jelas dihatinya sangat menjaga jarak serta waktu dengannya.


"Fine, aku tau kamu memang sangat menjaga nama baik Jasson. Dan menjadi Istri yang soleha, tapi please jangan sampai mengabaikan ku Gi! Aku gak bisa di giniin!"


Aku terpaksa, Supaya kamu bisa membenciku dan segera melupakan ku. Aku gak mau kamu terus berharap pada sesuatu yang pastinya tidak mungkin lagi jadi milikmu. Aku ingin kau juga bahagia tepatnya bersama oranglain. Yang lebih segalanya dariku. Yang akan memberikan padamu cinta yang sesungguhnya."


" Bi, mama masuk rumah sakit." Ucap Kevin frustasi karena Sedari tadi kevin bicara Gita bengong saja hingga akhirnya kata kata ini keluar barulah Gita sadar.


"Apa? Kamu serius? Jadi, sekarang gimana kondisi tante Gresya?" Ucapnya sangat Khawatir. Gita memang sudah seperti menggap Mama Kevin menjadi Orangtua nya juga.


"Sudah lebih baik, sudah lewat dari kondisi kritisnya. Apa kau tidak ingin menjenguk? Apa kau tidak merindukannya?"


"Aku ingin sekali aku juga sangat merindukan Tante Gres tapi-"


"Bi, aku mohon luangkan sedikit waktu mu. Ini untuk mama!"


"Aku akan usahakan Vin."

__ADS_1


"Kamu tau Bi. Aku akan dijodohkan. Lihat, dirimu sudah menikah. Bagaimana dengan nasibku dengan siapa aku menikah? Dulu orangtua kita sudah menjodohkan kita, jika seandainya kamu belum married pasti aku tidak bertanya tanya dan khwatir dengan siapa aku akan menikah?" Jelas karena jawaban itu akan terucap nama Brigitta. Tapi sekarang, Kevin harus bagaimana?


Gita diam seribu bahasa, sejujurnya dulu menikah dan menjalankan rumah tangga bersama Kevin adalah mimpi mereka. Apalagi dulu orangtua pernah menyinggung soal perjodohan.


"Bi, aku harus gimana? Tolong bantu aku bicara sama mama! Aku tidak ingin dijodohkan dengan wanita yang tidak ku kenal. Aku juga tidak ingin Bi."


"Saran ku, lebih baik kamu ketemu dengannya dulu. Siapa tau aja setelah Melihat siapa yang akan dijodohkan denganmu, Kamu berubah pikiran, Kita tidak tau kan apa yang terjadi kedepannya. Jangan langsung mengambil tindakan dadakan Vin, apalagi kondisi berpikir mu pasti sedang banyak masalah jadi campur aduk bak pecal.


Kamu tau kan takdir itu pasti ada. Mungkin cinta sejati mu, akan datang melalui perjodohan ini."


"Aku tidak percaya, karena cinta dan seluruh tubuhku hanya berdetak tak jelas saat bersamamu. Kau tau jika kita bersama, aku selalu merasa tenang walau sebenarnya sangat banyak masalah di pikiran ku!"


"Vin, aku tau apa yang kau pikirkan dan rasakan. Tapi lebih baik kamu setuju saja. kau tau permintaan orang sakit harus dituruti. Jika terjadi sesuatu yang tidak tidak, bagaimana? Penyesalan selalu datang terlambat Vin, jika kita tidak berpikir Jernih. Jadi jangan biarkan Penyesalan itu datang setelah kamu melakukannya. "


"Bi, aku punya pertanyaan dan kamu haru jawab jujur." Kevin menyentuh sebentar kedua sisi lengan Gita.


"Apa kamu masih mencintaiku?"


Pertanyaan ini sangat sulit untuk dijawab. jika dijawab Ya, pasti Kevin akan berharap sangat berharap agar Gita kembali padanya. Jika di jawab Tidak, pasti hatinya tidak kuat untuk menahan rasa sakitnya.


"Vin, seperti kita udah lama ngobrol aku akan masuk kedalam-"


"Bi, kumohon jangan alihkan pembicaraan, kumohon jangan mengabaikan ku!" sambung Kevin melanjut ucapan Gita yang terputus.


"Vin, tolong. Jangan pernah memohon. Apa kau lupa dengan kesepakatan yang pernah kita buat kalau kita tidak boleh Memohon sembarangan?"


"Tapi aku gak sembarang Bi!"


"Vin, aku menyayangimu, sangat menyayangi mu!" Kevin terseyum apalagi Saat Gita menyentuh sebentar lenggangnya.


"Aku akan selalu menyayangi mu selama lamanya. Aku sudah mengangapmu seperti saudara ku sendiri Vin. Kita sering melewati suka dan duka bersama. selalu berbagi cerita. Aku sangat menyukai itu. Kamu juga laki laki yang sangat pengertian. Aku menyukai itu!"


"Bi, Aku bertanya antara lawan jenis. Apa kamu masih mencintaiku." tanya nya yang masih kurang puas akan jawaban dari Gita.


"Sepertinya aku tidak perlu menceritakan nya Vin, Dari tindakan yang ku berikan sepertinya sudah mampu untuk menjawab semua pertanyaan mu! Maafkan aku Vin. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mencint-"


"Udah Bi, jangan dilanjutkan lagi! Aku sudah tau." Seperti terseyat dibagian bawah hati. Pedih rasanya.


Orang yang selama ini di nantikan dan sangat dibencinya malah menjadi isteri orang lain.


"Aku sudah jatuh cinta padanya Vin. Maafkan aku, aku seperti seorang yang munafik. tapi aku tidak bisa berbohong dan mengingkari perasaan ini, semenjak dia selalu bersamaku, menunjukkan sifat tulusnya hatiku tertarik dan merasa nyaman saat didekatnya. Kamu tau sendiri kan Vin Cinta yang tidak di asa dan dibiarkan sampai berkarat akan tumpul seperti itu lah cintaku padamu. Sudah lama kita tidak bersama. Tidak pernah lagi berbagi cerita, menghadapi suka duka bersama juga tidak. Tersenyum dan tertawa juga sudah tak selalu kita lakukan bersama. Mungkin 5 tahun kamu tinggalkan aku masih bisa bertahan dan menjaga cinta agar tidak luntur namun aku sudah menikah dan jadi istri sangat berdosa jika aku tidak belajar mencintai dan menerim suamiku menjadi belahan di jiwaku Vin. Perasaan yang selama ini aku jaga akhirnya terbuka dan menerima sosok lain dan mengganti kan sosok yang dulu terukir disini." Gita memegang dadanya. tak terasa buliran air mata itu sudah membuat pipih mulusnya sangat basah.


"Sudah kukatakan jangan Lanjutkan Bi." Kevin mengambil sapu tangan dan memberikan nya untuk Gita. Mencoba agar terbiasa melakukan yang seharusnya ia lakukan tanpa menyentuh yang sudah jadi milik orang lain.


"Sakit Bi, Tapi terimakasih sudah jujur dan mengungkapkan semua yang kamu rasakan. dengan begini saja walau cerita mu memojokkan ku, namun aku merasa Gitaku seperti kembali. Dia bercerita padaku. dan Menagis di depan ku." Kevin segera menghapus air mata yang mencoba turun dari balik mata itu, menggantikannya dengan tertawa kecil.


"Tapi sekarang dia bukan Gita mu lagi! Dia milikku dan Dia Brigitta ku!" Dari mana datangnya tidak ada yang tau. Suara bariton Suara Khas milik Jasson yang tiba tiba muncul dan langsung memeluk pinggang ramping Gita dari samping kanannya.


"Sayang!!" panggil Gita shock dia sangat takut jika Jasson akan marah padanya dan menyeretnya pulang. Dia tidak ingin kejadian dimasa lalu yang membuat Jasson marah besar dan kembali kasar padanya.


Sangat jelas saat ini wajah Gita terlihat oucat.


" Tuan Kevin, senang bertemu dengan anda lagi. Saya tadinya mencari anda, dan ternyata anda disini!" Ucap Jasaon sangat santai plus terseyum. tidak tau maksudnya apa. Walau terlihat santai namun jauh di dalam lubuk Gita dia sangat was was dan merasa ada yang janggal dia sangat takut, jantung nya tidak henti hentinya berdetak amburadul.

__ADS_1


Kevin menaikkan sebelah alisnya mencoba menganalisis setiap kata kata yang diucapkan oleh Jasson.


To be continued 🌷


__ADS_2