
"Hah," Kris menertawakan Kevin, dengan tatapan aneh.
"kau pikir semudah membalikkan telapak tangan? Jika kau ingin Gita langkah hi dulu mayatku!" Kris dengan cepat mengarah pada Gita dan menarik gita ke sisinya.
...πππ...
"Semuanya keluar!!" Teriak Kriss dan seketika itu juga kawal nya keluar semua entah dari mana.
Mata Kevin melotot dibuat nya. Ini sih kalau dalam Game curang ma! Pasukan Kevin haya beberapa gelintir dan pasukan kriss buset banyak baunget.
Kevin menatap Gita.
Terlihat Jelas tatapan Gita sangat menyedihkan. Sungguh Kevin gak bisa jika menatap mata seduh itu.
"Semua ambil strategi yang telah kita susun."
Bisik Kevin pada pasukannya.
Dengan gerakan segit. Perlawanan yang tidak seimbang itu akhirnya pecah.
"Kriss lepaskan aku." Ucap Gita saat tangan Kriss masih menempel di pinggangnya.
"Jangan bergerak Gi! Jika aku ingin aku bisa membunuh Kevin sekarang."
Kriss menunjukkan pistolnya. Dan menatap Kevin di ujung sana yang tengah berinteraksi dengan lawannya.
"Jangan lakukan itu!" Akhirnya Gita diam untuk dan menatap Kris tidak suka.
Bukkk satu tendangan berhasil melayang pada punggung Kriss yang langsung melayang kedepan diikuti oleh Gita yang ikut tersentak.
Namun dengan cepat tubuhnya seolah tertarik ke belakang menyentuh badan besar.
Buk dia tenggelam dalam dada bidang itu.
"Berani kau menyentuh saudara ku!"
"Bi-Bisma?"
Matanya melotot menatap orang didepannya.
"Kakak..." Ucap Gita mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Dia mengangkat kepala menatap Bisma.
"Kau tidak papah?"
Gita dengan cepat menggeleng.
Dengan cepat Kris ingin memukul Bisma namun dengan cepat di tepis.
"Menjauh lah, cari posisi aman!" Ucap Bisma sembarin memegang punggung Gita.
Syok, jelas saja Gita bertannya tanya. Bagaimana bisa
Saudara yang kejam itu ada disini? Dan menolong nya? What! Ini mustahil pikir Gita.
Namun dengan langkah mundur Gita tetap mengikuti ucapan Bisma untuk menjauh dari kerumunan.
Kini benar benar bonyok.
Tinggal beberapa orang yang tersisa.
Kevin dan 7 orang pasukan yang masih tersisah dari 10 orang. Sedangan Kriss dan 8 orang tersisa, dari 25 tinggal 8 wao!! Pasukan Kevin memang tak siasia digelar sebagai mafia handel yang terkenal di dunia.
Sedangkan Bisma yang sebelumnya membawa 3 rombongan telah hangus dan tertinggal dirinya yang masih sigap menerima perlawanan dari Kriss.
Akhirnya pasukan Kriss tengah tumbang.
Kriss juga sekarang tengah di bekap.
"Sekarang tinggal nyawamu pengecut!" Ucap Kevin sedikit ngosngosan. dan menghampiri Kriss.
Dia menerima pistol yang di lempar oleh seorang anak buahnya.
"Kau siap?" Kevin menyodongkan pistol ke arah kening Kriss. Yang dengan sigap Bisama masih memegang badan itu tegap.
"Aaaaaaa, ,,, Tolong!! Vin, kak Bis Tolong Gita!!!!" Teriak Gita saat ada dua orang yang tengah memegag kedua tangani nya.
Seketika mata mereka semua tertuju pada Gita.
"Hah, Apa semudah membalikkan telapk tangan?" Tanya Kris sambil cengingisan.
"Bajingan!" Ucap Kevin.
"Kau masih ingin membunuhku?" Tanya Kris.
Dengan gerakan kepala Kevin memerintahkan pasukannya untuk menangani dua sejoli yang sedang menahan Gita namun. Dengan cepat kedua sejoli mengeluarkan senjata yang dapat melayangkan nyawa dengan sekali tembakan.
"Jangan maju, jika kau ingin dia masih hidup!" Ucap Keduanya menodongkan pistol di kedua pelepis Gita.
Dengan cepat pasukannya diam di tempat. Kevin meneguk salivanya.
"Brengsek!!" Umpat kevin.
Gita tengah menagis disana gemetaran merasakn kedua benda mengenai kulitnya.
__ADS_1
"Lepaskan aku!" Ucap Kris memberontak dan dengan Cepat terlepas.
"Jangan pernah bermain dengan Kris Abetnego!" Ucapnya dengan seringai kurang ajarnya.
Bisma dan Kris sama aama menggepalkan tangannya.
Jika nekad nyawa gita yang jadi taruhan. Apa yang mereka lakukan sekarang?
"Apa kau tega Kris membunuh nya? Bukankah kau bilang kau sangat menyayangi Adikku?" Tanya Bisama menatap Kriss tajam.
"Bukan aku! Tapi mereka!" Ucap Kris menggakat Bahu dan dengan tersenyum mendekat ke arah Gita.
"Sekarang kalian pilih, biarkan aku pergi dengan Brigitta. Aku berjanji akan membahagiakan nya. Atau kalian bersi keras membuat dia menjauh yang akhirnya kawalku yang akan membunuhnya di depan mata kalian."
Kris menyilang kan tangannya di dada.
"Jika Gita tidak hidup bersamaku! Maka ia tidak diperbolehkan hidup bersama kalian!"
"Egois! Kriss lepaskan aku! Kumohon, jangan Gila!" bentak gila seraya memberontak
"Aku gila karena dirimu sayang!" Ucap Kriss menyentuh pipi mulus Brigitta.
"Lepaskan tanganmu brengsek!" Teriak Bisma.
"Kenapa Kakak ipar? Tolong Restui kami! Ah... Untuk apa aku meminta izin padamu! Kau tidak layak disebut kakak! Kau yang menghancurkan hidup orang yang ku sayang dan kau layak mati."
Kriss dengan gampangnya menarik senjata dari satu kawalnya menuju Bisma.
"Krisss!!!! Kumohon jangan Lakukan itu!!" Teriak Gita.
"Gi, apa kau mau anggap dia saudara dengan sikap yang kurang ajar itu?"
"Tau darimana kau! " Teriak Gita.
"Selama ini dia yang selalu bersama ku! "
"Apa." Ucap Gita pelan menatap Bisma.
"Jadi dia tidak patut untuk hidup." Bisma benar benar tertegun. Dia menyesal selama ini bertindak bodoh. Dan melukai Gita.
Doooorrrr satu tembakan. Namun untungnya Bisma yang tertegun langsung di tarik oleh Kevin, hingga akhirnya peluru meleset.
"Gila! kenapa kau tidak menghindar kak!" ucap Kevin kesal, dia juga sebenarnya tidak suka pada Bisma yang kejam. tapi apa boleh buat dia tetaplah saudara Gita.
"Kumohon jangan lakukam itu Kriss, seburuk apapun kak Bisma dia tetap saudaraku! Aku sangat menyanginya."
Deg ada rasa yang tidak bisa dijelaskan yang kini tergambar dalam hati Bisma.
Siapkan mobil." Ucap Kriss dari sambungan Bluetooth.
"Jangan Gila Kris!" Ucap kevin berjalan mendekat.
"Selangkah lag,i kau benar benar akan membawa pulang mayat!!" Ucap Kriss spontan.
Yang dengan segera kevin berhenti. Menatap Gita dengan senduh.
Apa yang harus ia lakukan?
Dia tidak mungkin membiarkan Gita begitu saja pergi, dengan kehidupan yang begitu acak acakan.
Mobil dengan manisnya terparkir dihadapan mereka yang serasa siap untuk membawa mereka pergi, pergi sejauh mungkin.....
Sembari memasukkan Gita yang brontak pasukan Kriss terus menyodokkan senjata ke arah Kevin, Bisma dan pasukannya.
"Jangan ada satupun yang mendekat." ucapnya.
"Kita harus lakukan sesuatu Vin!"
kevin yang mendengar suara kecil itu mengangguk pelan.
Namun anehnya ketika mereka ingin bertindak. asisten yang masih meyodongkan senjatanya tertembak entah dari mana dan langsung tertumpuh jatuh ke tanah.
"Siapa?" tanya Kevin bertannya tanya. dia menatap pasukannya yang semua mengangkat bahu.
Kriss yang mendengar tembakan langsung menatap ke belakang. ia yang tengah sudah masuk segera melonjak untuk memerintah kawalnya mengecek.
dan anehnya setelah Kawalnya keluar ia bisa melihat jelas kawal yang pertama sudah mati tertembak. Kris lagi lagi geram saat melangkah kawal itu alhasil tertembak Juga!
"Ada yang tidak beres," apalagi melihat lawannya juga terlihat kaget. satupun diantara mereka tidak ada yang tengah memegang senjata.
"Jalankan Mobil sekarang!" ungkap Kris segera menutup Mobil.
Mobil segera bergerak maju dengan kecepatan tinggi.
Namun dari arah belakang ternyata Kevin dan Bisma dengan cepat mengambil kedua senjata orang yang sudah tersungkur di tanah.
mereka menembaki ban belakang mobil. dan alhasil mobil itu goyah.
"Bos, sepertinya bannya bocor! mereka menembaki dari belakang!" ujar supir menatap dari kaca spion.
"Kurang ajar!"
Kris berdiri dan mengambil senjata dari kursi paling belakang.
__ADS_1
Namun Suara tembakan dari depan muncul tiba tiba dengan mobil hitam.
menabrak mobil supir itu.
Doarrr supir tertembak dengan mudahnya.
Kini Kriss tinggal sendiri...
Apa yang ia lakukan? tentu cara Gila.
Ia menarik gita lebih dekat pada dirinya.
Ia keluar perlahan. bersama Gita.
menyodongkan alat yang lebih canggih di kepala Gita.
"Jangan siapapun coba coba menyentuhku!!"
mereka bergerak maju mengelilingi Kriss
"Turunkan senjata! " ucapnya sambil berjalan tak tentu supaya Dia tidak bisa tertembak dengan mudah!
Brukkk!!!
"Bajingan kau!! Kau harus mati sekarang!"
Siapa? Jelas bukan Kevin, bukan Bisma.
Jadi siapa? Jasson.
Dengan berapi api dia menghajar Kris brutal.
Hei, kriss diam ? tentu tidak. dia juga menerima perlawanan Kriss satu pun orang tidak ada yang ikut. Dengan langkah Cepat Gita di tarik Dalam dekap.
"Kau tidak apa apa Bi?"
"Tolong! Bantu Suamiku!" ucapnya tanpa mendengar pertanyaan Kevin. Walau terlihat jelas dia gemetar dan memeluk tubuh Kevin spontan.
"Jasson pria yang kuat! Jadi tenang saja! Dia pasti bisa."
"Tapi, Kriss pegang Senjata jika ia. Terluka?"
"Dia-" belum lagi Kevin menyelesaikan kata katanya.
Bisma ternyata ikut membabi buta menyerang Kris dan satu tendangan melayangkan senjata Kriss.
"see!"
Sangat jelas kedua insang sangat benci dan amat pada Kriss mereka mengeroyok Kriss tanpa ampun dan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Ingat dosa bang!
Brukkk Kriss goyah dan ambruk..
Kriss tersenyum..
Bisa bisanya ia tersenyum dengan keadaan babak belur begitu?
"Tidak papah aku mati. Setidaknya aku pernah hidup bersama orang yang kucintai selama seminggu! Aku bahagia. aku mengiklaskan dirimu untuknya." Batin Kriss menatap Gita.
Ini benar benar pengukkapan bahwa jauh lebih banyak orang yang lebih menyayangi Gita.
dari dirinya.
Dengan senjata Kriss Bisma yang sudah gila melayangkan satu peluruh tepat pada dada kiri Kriss. Dan itu adalah akhir dari hidup Kriss.
"Selamat Tinggal Bajingan Gila!!' kalimat terakhir yang didengar Kriss dari Bisma.
To be continued π·
πππππππππππππππ
Okeh, Ini untuk semalam yang telat post karena ketiduran jadi gak ingat Up...
hu.. hu.. hu..
maaf ya jangan marah sama Lauraπ
Okeh nanti kita lanjutkan lagi ya, beri semangat author dengan Like dan komen.
Satu kata untuk:
*Kriss
*Bisma
*Jasson
*Kevin
"Brigitta
Okeh...
Bye bye Bestekuπβ€οΈ
__ADS_1