Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
102. Tidak jadi pergi


__ADS_3

"Selamat Malam Tuan, Nyonya." Sambutan dari para pelayan mansion.


"Malam.." balas Gita tapi Jasson hanya diam saja, tumben biasanya akhir akhir ini dia sudah mulai menjawab, kenapa lagi?


"Gita, jasson, kalian dari mana?" Tanya Mama Monik yang datang menghampiri kedua sejoli dengan tatapan manis.


"Ah, itu dari, em -makan diluar! ma" Ucap Gita gugup.


"Oh, dinner berdua nih! Tapi kok udah pulang aja baru jam tujuh." Tatap Monik pada pergelangan tangannya.


"Bukan dinner ma, tapi mau godain laki orang! Udah ma, gerah' kami naik dulu." Ucap Jasson kesal dan berlalu begitu saja sambil menarik Tangan Gita.


"Godain laki orang! Maksud Jasson apa?" Tanya Monik pada diri sendiri.


"Kamu ngomong apa sih?" Tanya Gita saat sudah masuk ke dalam Lift.


"Pikir sendiri!"


Tak berapa lama pintu lift terbuka Jasson masih menggenggam tangan Gita hingga pintu kamar tertutup.


"Lihat diri kamu! Mau ngapain lagi kalau gak TP TP?" Ucap Jasson sambil menunjuk gita pada cermin besar di hadapannya.


Gita mengerutkan keningnya.


"Pakaian sopan begini? Bukannya di puji malah di hina!" Ucao Gita pelan.


"Salahnya dimana sih, Lagian aku gak godain laki orang. Aku hanya bersenang senang aja bareng morisa, salah? kan jarang jarang aku sama adik ipar kompak,"


Jasson menghela nafasnya.


Gak peka bangat sih suami cemburu mbak Gita


" Sadar gak? Banyak mata yang liatin kamu?"


"Sadar, orang punya mata untuk ngilat kok!"


Jasson mendekat ke arah Gita dengan cepat tubuh gita sudah menempel pada dirinya.


"Tapi bukan untuk liat istri orang. Gak boleh ada yang liat tubuh kamu!"


Gita mengerutkan keningnya.


"Aku gak telanjang! Pakaian aku sopan kok!"


"Bisa gak jangan menyaut jika suami lagi marah?"


Gita diam menatap Jasson kesal.


"Kenapa gak nunggu aku pulang?" Tanya Jasson sedikit ramah.


Gita diam.


" Kenapa harus dandan beginian?"


Gita diam.


"Kenapa ngomongi aku tadi?"


Ha? Jadi tadi Dia dengar saat aku jelek jelekin dia, mati aku.


"Jawab Gi!"


"Tadi katanya gak boleh nyaut?!"


"Beda cerita, sekarang jawab!'


"Jawab yang mana?" Pertanyaan banyak begitu.


"Kenapa gak nunggu aku pulang!"


"Tadi lapar, jadi makan di sana. Lagian aku udah kirim pesan kok sama kamu."


Mana sempat Jasson liat keburu pergi tancap gas ke tempat tujuan.


"Maaf ya sayang, jangan marah lagi. Aku takut!" Ucap Gita mengerutkan keningnya.


"Lagian salah sendiri, kenapa buat moodku hilang. Kenapa tadi gak bangunin aku? Aku kan udah bilang mau kerja!"


"Kenapa jadi aku? Biasanya juga kamu kan yang bangunin!" Elak Jasaon.


"Tapi salah kamu! Buat aku begadang!


Gita mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa mau dicium?" Tanya Jasson mencoba sikap datar menahan agar tidak sampai tersenyum.


"Ah, mesum! Lepasin!" Gita menabok lengan Jasson agar melepaskan pelukannya.


"Enggak! "


"Sayang lepas! Gak takut apa nyiksa anak sendiri!"


"Alasan! " Ucap Jasson dia tau gita selalu bawa bawa dede dalam perut padahal Jasson gak terlalu mengencangkan pelukannya hanya saja gak mau lepasin Gita.


"Benaran sakit nih. Ah awu.. sakit sayang!" Ucap Gita memelas menahan sakit.


Jasson langsung panik.


"Mana mana yang sakit? Maaf maafin papa sayang!" Ucap Jasaon keburu Panik. Berjongkok di hadapan Gita.


Gita tersenyum.


"Mana yang sakit sayang?" Tanya jasson menatap ke atas dan mendapati wajah Gita yang cengingisan .


"Mamanya yang sakit, gerah mau mandi. Bye bye papa yang mudah di tipu!" Ucap isterinya langsung berlari ke arah Bathroom.


"Jangan lari Gi! Awas kepleset!"


"Gak akan, mamanya kuat kok!" Ucap Gita yang langsung menutup pintu.


"Berapa kali aku di kerjain, dasar istri durhaka, liat aja nanti!"


Jasaon berjalan ke arah pintu kamar mandi.


"Bukain sayang, aku juga mau mandi. Papanya gerah!"

__ADS_1


"Gantian. Aku duluan!"


"Gak tahan lagi udh gerah! Ayo bukain!"


"Dikamar sebelah aja kalau gak tahan!" Teriak Gita yang dengan tenangnya berendam di bathtub.


"Aku dobrak nih!"


"Kalau bisa! Dobrak aja!" Ucap Gita terkekeh.


"Ah, sial!" Umpat jasson.


"Mau di hukum lagi kayak semalam?"


Tak ada jawaban.


"Ah, suami modus!"


"Biarin, cepat Gi, bukain!"


"Bentar lagi selsai nih!" Ucap Gita.


"Serah !" Ucap jasson dan berlalu.


____


"Mana orangnya?" Gita celingukan menatap kamar yang kosong, dia sudah selsai mandi dengan pakaian rumahan dengan handuk melilit di kepala nya.


"Katanya gak tahan!" Gita yang gak mau ambil pusing memasuki Walk in closed.


" He? Ngapain disini?" Tanya Gita melihat jasson yang tiduran di sofa tengah ruangan itu.


"Nunggu, mau ngapain lagi?"


"Disini?"


"Hem,"


"Udah mandi sana, " ucap Gita sembari mengambil pakaian untuk suaminya itu.


"Isteri ku kalau hamil mudah cerewet, biasanya juga gak pernah?" Ucap Jasson sembari memeluk Gita dari belakang entah sejak kapan udah nempel aja disana.


"Udah mandi sana sayang!" Ucap Gita yang sedikit geli karena Jasson mengelus kepalanya di leher Gita yang jenjang.


"Wangi." Ucap jasson mengendus. Leher gita yang mulus karena saat ini gita membungkus rambutnya dengan handuk.


"Sayang.."


"Aku merindukan mu."


"Jangan ngaco, ketemu tiap hari juga!"


"Tapi aku menginginkanmu sekarang sayang.."


Jujur saja tubuh Jasaon langsung menegang mengendus wanginya tubuh Gita.


"Sayang, jangan manja gini deh, sana mandi."


Gak kebalik tuh!


"Ha? Gak liat? Aku baru mandi!


Sudah, sana mandi, bau tau gak!"


"Gini gini juga aku wangi sayang. Siapa yang bau?"


"Kamu lah!"


Jasson melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Gita menghadap padanya.


"Apa? Mandi sa-"


Belum sempat Gita menyelesaikan ucapannya bibir itu langsung diam karena sosoran dari Jasson yang tiba tiba mencium bibir pink natural itu.


Setelah panggutan terlepas,


"Sayang?" Tanya Gita terlihat marah karena perlakuan jasson yang tiba tiba.


"Jangan marah baby, kamu selalu membuatku tergoda. Bye sampai nanti yang lebih menggoda!" Ucap Jasson memicingkan sebelah matanya dan kabur keluar walk in closed.


"Suami mesum dasar!" Teriak Gita.


Jasson yang masih bisa mendengar hanya terkekeh.


_____


Seminggu berlalu begitu cepat dan suasana masih sama tidak ada yang aneh dan berbeda hanya saja jasson dan Gita semakin hari semakin bahagia.


"Pa, aku benaran serius mau lanjut. Bukannya sesuai jadwal hari ini aku akan berangkat? Tapi kenapa sekarang papa yang gak setuju?" Teriak morisa yang tengah bicara bersama Janes di ruang pribadi Janes tentunya.


"Kenapa harus buru buru Morisa? Mama baru saja sembuh, dan Yolanda sebentar lagi Menikah. Apa kamu tidak bisa sabar setelah Pernikahan selsai. Lagian mama masih membutuhkan mu! Kamu tau sendiri kan mama harus periksa setiap minggu dan siapa yang menemaninya selain dirimu? Dan ini jadwal yang lama jadwal yang baru sesuai keingginanmu bulan depan kau akan berangkat!"


"Tapi bukannya papa tidak mengizinkan ku bulan depan? Kenapa sekarang papa yang memaksaku untuk bulan depan?"


"Karena papa udah daftar kuliah kamu disana dan jadwal masuk kamu sebagi mahasiswa lanjutan adalah Bulan depan morisa! Jadi jangan beralasan lagi!"


"Pa! Aku bosan disini!"


"Sebenarnya ada apa? Bukannya kau lebih bosan jika berada di luar mansion?"


"Tidak! Aku lebih bosan disini, dinegara ini!"


"Kenapa? Bukannya semuanya baik padamu?"


"Ya, tapi semua itu punya pasangan dan aku hanya sendiri papa! Teman sebaya aja aku tidak punya disini. Mengerti lah!"


Janes menghela nafas.


"Papa akan carikan untuk mu?"


"Maksud papa?"


"Seperti keinginan mu, kau tidak ingin sendiri kan! Tipe kamu seperti apa? bilang aja mungkin anak teman bisnis papa ada yang sesuai" Ucap Janes menghentikan aktivitas ketik nya dan menatap Morisa fokus.


"Oh, no maksud papa aku dijodohkan seperti kak Jasson? Tidak! Aku tidak mau. Lebih baik aku menunggu bulan depan daripada dijodohin. Udah zaman modren pa! Gak laku istilah Perjodohan."

__ADS_1


"Jadi, apa yang kau inginkan?"


"Tidur! Aku ingin tidur saja. Good night pa." Morisa langsung pergi dari ruangan Janes dengan hati yang kecewa.


Kenapa harus malam ia bicara? Karena sejak pagi papanya itu sudah pergi bekerja saat Morisa tengah berangkat dengan sikap para penjaga Mansion tidak mengijinkan nya pergi tanpa pamit dari tuan besarnya itu. Dan alhasil dia tidak mampu melawan dan menunggu papanya itu pulang, dan meminta penjelasan tentunya!


___


"Vin, dari mana kamu?"


"Dari mana lagi kalau bukan dari kantor ma? Gak liat setelan aku?" kevin yang terlihat berwibawa dengan setelan Jas nevey lengkap dengan dasi nya.


"Bukan itu! Seminggu ini kamu tidak pulang tinggal dimna?"


"Kadang nginap di kantor, di basecamp, di apartemen." Jelas Kevin santai.


"Handphone kamu juga tidak bisa dihubungi! Kamu gak lupa kan sebelum kamu pergi mama udah ingatin agar pulang! Kamu sadar gak sih, kamu bentar lagi nikah Loh Vin. Jangan kayak anak kecil lagi!"


"Iya mama, iyah! Udah ya kevin capek ingin mandi dan langsung tidur!"


Belum beberapa langkah Kevin langsung terhenti saat Gresya menghalangi jalan nya.


"Ada apa lagi mama?" Tanya kevin mencoba tersenyum.


"Kamu lupa? Kamu bahkan tidak menanyakan keadaan calon isteri kamu?"


"Dia kenapa? Bukan anak kecil kan ma? Kak Yol udah tau jaga diri sendiri!"


Gresya berdecak.


"Gak boleh masuk kamar! Cepat jemput isteri kamu pulang sekarang!"


"Calon istri ma' Ralat kevin.


"Ma, dia juga bisa pulang sendiri!"


"Kamu calon suami gak sih Vin? Kalau ada apa apa sama calon kamu gimna? Cepat sana!"


"Ma, dia bisa pulang sendiri!"


"Mama kasian liat dia, pulang sendiri tengah malam begini. Udah capek harus nunggu taksi lagi! Kamu gak punya perasaan apa! Sana cepat jemput!!"


"Mama ber-" belum selsai kevin bicara


"Jangan banyak alasan. Sana!" Gresya mendorong tubuh anaknya itu agar berbalik menuju pintu besar.


"Tapi ma, aku belum mandi!"


"Gak perlu kamu bisa mandi nanti! Masih wangi kok!" Ucao Gresya menyela.


"Okeh okeh! Jangan dorong juga kali ma, Kevin bisa sendiri."


Gresya melepaskan tangannya dan menatap Kevin.


"Udah sana!"


"Iya iya mama .." kevin berjalan keluar mansion.


"Ingat Vin jangan sampai lupa tujuan kamu Rs jemput calon isteri bukan lain lain okeh!"..


"Iya...""


____


Kevin tiba di Rs turun dari mobil dengan ogah ogahan.


Untung saja dia sudah pernah masuk ke ruangan Yolanda jika tidak sudah pasti pening mencari keberadaan nya.


Jasson mengetuk pintu ruangan Yolan yang langsung mendapat jawaban.


"Udah malam gak pulang?" Tanya Kevin tanpa mengucapkan salam.


"Ah, kamu? Aku kira siapa. Duduk dulu."


"Udah malam gak pulang?" Tanya kevin sekali lagi dengan pertanyaan yang sama.


Yolan akhirnya menghentikan gerakan tangganya dan menatap Kevin.


"Bentar lagi. Masih ada satu pasien yang harus aku periksa! Apa ada yang bisa aku bantu? Kau membutuhkan sesuatu?" Kan aneh aja Kevin tiba tiba datang menemuinya dan langsung menyakan kapan pulang?!


"Aku kesini ingin menjemputmu, disuruh mama Gres. Jadi cepatlah aku sudah gerah!"


"Kalau begitu kamu pulang saja! Aku bisa sendiri. Lagian aku bukan anak kecil lagi!" Tegas Yolan.


"Kau mau aku dimarahi sampai mansion, pulang tanpa bersamamu? Cepatlah!"


"Bilang saja aku pulang sendiri beres kan?"


"Tidak semudah yang kau katakan!"


Ucap Kevin sambil menatap kesal ke arah Yolan.


"Dokter Yol, saatnya pemeriksaan!" Ucap sala seorang perawat di ambang pintu karena pintu itu memang terbuka saat Kevin masuk tadi.


"Ah baiklah saya akan Segera kesana."


Setelah perawat itu pamit Yolan membereskan berkasnya dan berdiri.


"Jika kau memang mau pulang denganku, tunggulah disini kau bisa duduk dan mungkin berbaring di sana jika kau kelelahan!" Tunjuk Yolan pada tempat perbaringan yang biasa ia gunakan saat nginap di RS.


Tanpa menunggu jawaban Kevin Yolan segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"Jika bukan karena mama yang rempong aku tidak akan kesini! Bisa perasaan dia." Ucap kevin dan menyandarkan punggungnya di kepala sofa.


____


To be continued ๐ŸŒท


maaf kemarin gak Update, soalnya banyak kerjaan. mohon dimaklumi ya Beste ๐Ÿฅบ


Bagaimana kabar kalian masih sehat kan dan tetap setia disini ya๐Ÿ˜Ÿ


Laura sayang kalian ๐Ÿ˜—โค๏ธ


oke see ya!๐Ÿ’—

__ADS_1


__ADS_2