
Tok tok tok.
"Vin, ini aku Yolan. Buka pintunya.."
Tok tok t-
Tangan Yolan masih mau mengetuk tapi pintu itu sudah terbuka.
"Ada apa?"
"Ih, judes. Mau masuk lah!" Yolan langsung masuk tanpa disuruh.
"Kamu?"
Yolan yang berjalan itu berbalik dan menatap Kevin.
"Jangan lupa tadi kita baru nikah. Jadi sekarang kita satu kamar. Dan ini juga adalah kamarku!"
"Kam-" baru saja kevin ingin menyela.
"Aku mau mandi gerah! Jadi kalau mau lanjut nanti saja ya! Btw bathroom yang mana?" Tanya Yolan. Karena banyak pintu disana.
Kevin hanya menunjuk malas.
"Thanks." Yolan berjalan ke arah bathroom namun ia berhenti saat sudah membuka pintu.
"Disini ada pakaian untuk ku gak?"
"Kamu gila atau apa? Jelas lah tidak ada! Lebih baik kamu mandi di kamar lama mu aja!"
"Terlalu malas untuk turun kebawah. Gimana kalau kamu yang ambilkan. Kamu kan suamiku!" Senyum Yolan menaik turunkan alisnya.
Kevin meneguk salivanya saat Yolan menekan kata suami.
"Jika kau tau aku suamimu, bersikap sopan lah! Jangan membalikkan tugas! Harusnya kau yang menyiapkan pakaian ku! Jangan jadikan aku jadi pembantu mu!"
"Heh! Suami istri itu saling membantu! Jika istri butuh suami harus ada. Jika suami butuh isteri juga harus ada!" Tegas Yolan.
"Suami bukan pembantu! Ya,,, begitu juga istri bukan pembantu!" lanjut yolan.
"Daripada kau berceramah lebih baik kau mandi sana jangan menggangguku. Karena aku lelah ingin tidur. Jangan menyusahkan suami!"
Kevin menghela nafas diakhir Kalimat.
"Astaga dasar suami sialan!" Umpat Yolan pelan saat melihat Kevin merebahkan tubuhnya di kasur besar itu. Karena Kevin sudah lebih dulu membersihkan diri dan menggunakan piyama tidur nya.
Karena malas berdebat lagi. Akhirnya Yolan turun kebawah untung ada lift jadi tidak perlu capek untuk menuruni satu persatu anak tangga. Setelah mengambil piyama Yolan memutuskan untuk mandi di kamarnya. Setelah mandi barulah ia kembali ke atas. Daripada kepergok mertua kan lebih baik ke atas aja. Dia mau bilang apa, kalau tidur di kamar ini dan ketahuan?
Akhirnya Yolan sampai juga di kamar Kevin. Karena dia tau kevin tadi udah rebahan dia tidak perlu lagi mengetuk pintu.
Awalnya ia gugup antara harus naik ke atas ranjang atau tidur di sofa. Tapi sayangnya sofa itu tidak terlalu besar dan itu tidak nyaman untuk tidur. Tak ambil pusing akhirnya Yolan naik ke kasur dan merebahkan tubuhnya. Yolan melirik ke arah kevin siapa tau kan dia terganggu dan langsung mengusir.
Tapi naas tidak ada pergerakan. Memang kebo. Ucap Yolan, yang ingat Kevin tidur bagaimana absurt nya.
Menatap Kevin dan mengerakkan telapak tangan di wajah kevin. Benar benar tidur? Astaga tidak ada malam pertama yang mendesah kah? Pikir Yolan ambayr
Astaga Yolan pikiranmu perlu di renovasi. Benar benar deh!! Emang kamu nikah sama siapa? Ini bukanlah Pernikahan yang benar benar diinginkan kedua pihak. Tapi hanya perjodohan. Mana mungkin kau berpikir begitu bodoh! Yolan memukul jidat sendiri. Sikap vulgar nya tiba tiba mendidih.
__ADS_1
"Vin, aku ingatkan yah! Aku tidur disini! Jadi kumohon saat tidur kau tenang ya! Jangan sampai saat bangun pagi aku sudah tertendang ke lantai karena ulah bocah mu!" Ucap Yolan sambil mengingat posisi tidur kevin saat pertama kali ia membangunkan suaminya itu.
"Aku tidur disini. Karena sudah sah ya! Jadi jangan marah!" Tambahnya lagi dan akhirnya ia memutuskan untuk membalikkan badan menyamping membelakangi Kevin dan akhirnya tertidur. Karena jelas jam sudah menunjukkan pukul 01.02.
Kevin yang memang sudah tidur ya tidak mungkin ia bisa mendengar ocehan Yolan.
..
Pagi itu pun tiba.
Yolan yang memang masih ngantuk tidak bangun juga padahal sudah pukul 07.46.
Sedangkan kevin yang memang kebo ya gimana pun ia selalu harus dibangunin oleh pelayan kalau tidak mama Gresya.
" Selamat Pagi Tuan, Nyonya." Sapa pelayan dapur itu kepada kedua suami isteri paru baya.
"Pagi.." balas mereka dan duduk di meja makan.
"Kevin sama Yolan belum bangun Bik?" Tanya Gresya.
"Belum Nyonya." Ucap Pelayan gugup. Entahlah apa yang membuatnya
"Biarkan saja ma, namanya juga pengantin baru." Timpal Aditya.
"Ah, iya benar.. karena nyenyak tidur mama sampai lupa ha ha ha."
Gresya menepuk jidatnya pelan.
"Nanti berangkat nya barengan ya Pa!" Ucap Gresya.
Setelah sarapan mereka akhirnya meninggalkan mansion.
Sebelumnya Gresya Mengingat kan pelayanan untuk menyuruh Kevin dan Yolan sarapan sebelum pergi untuk menuju kediaman baru.
...
Yolan mengerap erjapkan matanya melemas.
Sebenarnya dia masih sangat ngantuk tapi rasanya sesak.
Dia membuka mata sambil meraba perut nya yang tertekan.
"Astaga! Kevin!!!!!" Teriak Yolan sekencang mungkin.
Kevin yang mendengar itu sontak terjaga. Dan mulai membuka matanya sambil memegang kedua telinganya.
"Kau apain aku, gila!!" Yolan memukul mukul kevin. Yang benar saja kevin tidur di tubuh Yolan yang dijadikannya sebagai bantal.
Piyama Yolan tersibak hingga perut putih itu yang menjadi bantal kevin dan kedua tangannya nyaris memeluk Yolan bak bantal guling. bahkan selimut tidak ada lagi disana.
"Aah aa au.. Gila loh!" Kevin menggegam kedua tangan yolan yang memukuli punggung dan kepalanya.
"Kamu yang gila! Kamu ngapain?"
Kini posisi Kevin tengah berada di atas tubuh Yolan dengan tangan Yolan di atas di tahan oleh Kevin.
"Berisik!!"
__ADS_1
"Turun vin, lepasin tangan aku sakit! Jangan macam macam."
"Kenapa?"
"Lepasin..." Berontak Yolan.
"Dasar kebo. Kamu apain aku semalam huh?'
Kevin mengerutkan keningnya.
"Kenapa kau- kamu tidur di di-" gugup Yolan tidak tau cara jelasinnya.
"Salah sendiri kenapa tidur di disini. Jika terjadi sesuatu bukan salahku bukan?"
"Jadi semalam.."
"Mungkin.." seringai kevin.
"Gila loh! Lepasin lepasin..."
"Apa? Tidak salah kan. Kita juga udah sah.." kevin menaik turunkan alisnya.
"Bajingan..." Yolan menendang selengkah kevin menggunakan lutut nya
Buk..
"Aaahh,"refleks kevin melepaskan genggaman dari Yolan dan menyingkir dari atas tubuh Yolan memegangi selengkahnya.
"Gila! Kalau terjadi sesuatu gimana? Ini pemegag hidup! pusaka berharga. Tanpa ini- ah..." Rintih kevin.
"Mampus, rasain. Emang enak huh? Makanya jangan main main sama dokter Yolan." Yolan merapikan pakaiannya dan keluar dari kamar Kevin menuju kamarnya.
"Awas saja.. akan kubalas kau!"
π«π«π«
"Sayang, nanti kelas hamilnya mulai jam Sembilan pagi. Kamu gak papah gak kekantor?"
"Aku kan bos. Jadi bebas, lagian yang terpenting bagiku adalah kesehatan anak kita dan mamanya. Jadi nanti aku temani ya!"
Gita menggaguk.
"Terimakasih sayang." Cium gita pada pipi jasson.
"Sudah jadi kewajiban.."
..
To be continued π·
Halo baru bisa up, kita lanjut besok yaβ€οΈ
jangan lupa tinggalkan Vote dan like jangan lupa juga hadiah yang banyak.
Terimakasih Beste π€© ummmmma....
Byeππππ
__ADS_1