Pernikahan Tuan Muda Kejam

Pernikahan Tuan Muda Kejam
27. First


__ADS_3

"Kenapa kau terlihat khwatir? Tegakkan kepalamu. Jangan menunduk!"


Bisik Jasson.


Gita segera menatap depannya melihat jelas laki laki tampan dengan wajah penuh tanya.


Segera Jasson melihat itu.


Kevin Yudayana. Oh karena itu dia sampai tegang seperti ini?


Jasson mendekat, mengusap bibir Gita yang sesikit kotor. Mata Gita dengan cepat melotot.


Apa yang dia lakukan. Gita segera membersihkan bibirnya dan sesekali menatap pria yang masih setia menatapnya.


Jasson melirik pada pria yang di tatap Gita.


Cemburu?


Jasson terseyum.


"Tidak perlu setegang itu, santai saja!" Bisik Jasson lagi yang membuat bulu kuduk Gita berdiri.


Gita melanjutkan makannya mencoba tidak menatap mata yang di depannya.


Tak lama acara makan pun selesai. Mereka berpindah pada meja lain disana mereka mengambil tempat bebas sambil minum dan bercekramah antar sesama rekan bisnis.


Gita kembali diam lagi. Seperti tidak dianggap, dia masih setia berdiri di dekat Jasson. Terlihat Jasson dengan asiknya bersama lawan bicaranya.


Karena asiknya Jasson dia tidak sadar bahwa seorang telah menarik Gita dari samping nya.


Pria itu membawa Gita ketempat yang jauh dari sana tempat yang tidak terlalu ramai.


"Kevin.. Apa yang kau lakukan? " Gita memegang tanganya yang sudah merah karena ulah Kevin.


"Siapa dia Bi?"


Jelas, Gita sudah tau siapa yang dimaksud Kevin.


"Em," Gita sangat gugup. Dia tidak berani.


" Suamimu?" Tanyanya dengan mata melotot.


Gita menatap Kevin seolah bertannya darimana dia tau? Jelas saja Kevin tau dia tidak sengaja mendengar ucapan Jasson saat pertama masuk ruangan itu.


" Sejak kapan Bi? Kenapa kamu tidak cerita?"


" Aku gak siap Vin." Tatap Gita seraya ingin menangis.


" Sejak kapan Bi?"


" Sudah tiga bulan Vin." Kevin hanya bisa menahan sakit di dadanya.


"Vin, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku menikah dengan nya karen terpaksa. Aku a.." Gita meluapkan air mata itu.


"Bi, kamu kenapa?" Kevin menghapus air mata itu, hatinya semakin sakit jika menatap orang yang di cintai menangis, dan terlihat rapuh seperti ini.


"Kak Bisma, kak Bisma menjualku.. "


Deg


" Dia benar benar tidak punya hati.


Kevin...


Sudah ku katakan padamu


Hidupku sangat hancur setelah kepergianmu dan kepergian Ayah Bunda."


" Maafkan aku." Kevin mengeratkan pelukannya.


Flash On


"Bi.." Kevin mengelut manja di lengan Gita.


"Kevin!! Lepaskan!!


Jangan mempermalukan ku,


ini sekolah tau!"


"Jadi maksud kamu kalo diluar sekolah, boleh peluk lengan kamu?"


"Gak! Aku gak mau!"


"Ih judes bangat si pacar aku." Kevin mencubit pipi Gita.


"Iih.. kevin...


Kamu ya, emnag mau? aku tampol." Ucap Gita menggepal tangganya tepat di wajah kevin.


" Widiuh, baru aja jago bela diri udah pamer aja nih buk boss." Kevin terkekeh.


" Vin lepasin ih, tangan kamu berat. Aku lagi capek, jangan menambah beban. Kayak anak kecil tau gak."


" Masih sekolah, udah ngomongin beban aja. Beban orang tua ya."

__ADS_1


"Vin.. aku gak lagi becanda!"


"Ia deh ia," kevin melepas tangan itu.


Brigitta langsung duduk di kursi taman di bawah pohon sekolah itu.


" Stres bangat sih Bi? Kenapa? Masalah ujian?"


" Gak!"


"Kenapa judes sih..."


"Tadi kenapa? Kenapa kamu masuk ruang BK lagi? Berantam? Kamu kenapa sih Vin selalu buat masalah! Lihat wajah kamu bonyok begini." Gita menekan bekas lebam di wajah Kevin.


"Ah a a Gita! Sakit!" Teriak Kevin.


" Salah sendiri. Udah tau sakit malah diulangi."


"Obatin dong sayang.." ucap Kevin terseyum..


" Kan, kan, inih nih. Kamu yang buat ulah jadi aku yang capek! Gak! Aku gak mau! Nikmati saja sakitnya."


"Benar benar gak ada baiknya kalau lagi marah!"


"Kamu ngomong apa sih gak jelas!"


"Bi, maafpin aku. Aku janji gak ngulangin lagi. Tapi tadi aku hanya..." Shuttt Gita meletakkan telunjuknya di depan bibir kevin.


"Aku tau, tapi tak seharusnya kau membalas. Ini area sekolah Vin, tempat menimbah ilmu bukan untuk pamer kekuatan. Aku juga gak mau kamu selalu dapat ulah dan kesakitan begini"


"uuu, perhatian bangat sih, aku tambah sayang."


Gita memanyunkan bibirnya ke depan.


menatap sinis Kevin. Dia sudah serius malah dibecandain.


" iih, Bi, wajahnya kok di gituin sih." kevin memegangi wajah Gita. sambil mencubit pelan pipi yang menggemaskan itu.


" Udah ih, aku udah dimaafkan, kan? Aku janji gak ngulangin lagi. Tapi diluar sekolah boleh ya Bi!"


" Boleh apa?" Gita menatap Kevin tajam.


" Gak ada. Kamu hari ini cantik."


"Apaan sih kamu kenapa tambah gak jelas sih..." Ucap Gita ingin tersenyum.


"Jangan ditahan senyum aja." Ucap Kevin terseyum menatap Gita.


"Ih.. kamu ya.." Gita memukul lengan Kevin pelan.


"Obatin dong sayang!" Ucap Kevin memegang pipinya sambil tersenyum.


Flash off


"Vin, maafin aku ya, aku udah ingkar janji sama kamu. Tolong jangan marah. Jangan tinggalkan aku, aku gak punya siapa siapa lagi."


" Bi apa aku boleh tanya?" Gita mepaskan pelukannya.


"Hem.."


"Apa kau bahagia menikah dengganya?"


Gita diam.


"Tolong bicara jujur Bi."


Gita menggeleng.


" Aku gak bebas Vin. Aku gak bahagia. Tidak ada cinta dan keharmonisan dalam rumah tanggaku."


" Kamu disakiti?"


" Sesekali!" Gita menunduk menahan air mata yang ingin tumpah.


" Pria brengsek! Sepertinya aku harus kasih pelajaran sama dia Bi!"


" Gak Usah Vin. Itu gak perlu. Aku sudah terbiasa sekarang. Aku yakin suatu saat dia akan berubah." Ucap Gita yakin.


" Apa kau akan mempertahankan pernikahan mu? Yang sama sekali tidak ada cinta diantara kalian?"


" Aku bisa apa Vin. Aku tidak bisa melakukan apa apa. Bagaimana mungkin aku bisa keluar."


" Aku akan bantu."


" Tapi, itu tidak akan mungkin Vin. Kau tau kan dia siapa?"


"Aku gak peduli siapa dia. Aku hanya ingin kau bahagia, bersama orang yang tepat."


"Kau gak marah padaku Vin?"


Kevin menggeleng, padahal jauh dalam lubuk hatinya dia sangat kecewa, tapi rasa cinta yang dia miliki sangat besar untuk Gita, hingga rasa sakit dan kecewa bisa kalah karena Cinta.


"Kamu memang sahabat yang baik. Vin aku duluan ya, nanti aku akan kena masalah jika dia sadar aku gak disana." Ucap Gita dan berlalu pergi.


" Sahabat? Tapi aku tidak pernah mengangap mu sebagai sahabat. Aku menggapmu lebih dari itu. Dan kupastikan selama kamu mengatakan tidak mencintainya, berarti jalan masih terbuka lebar untukku." Mereka memang sudah putus saat Kevin akan pergi ke negara lain dan mereka mengikat hubungan sebagai seorang sahabat dan berjanji suatu saat kalau Kevin akan kembali untuk menjadikan Gita sebagai isteri.

__ADS_1


"Kamu dari mana?" Tanya Jasson yang sadar Gita baru datang.


"Dari toilet." Ucapnya pelan.


" Jangan berani macam macam, kau tau aku paling benci orang berbohong!"


Kata kata itu sukses membuat Gita tersadar bahwa ia telah berbohong. Tapi dia yakin Jasson tidak akan tau.


***


Jasson sekarang tengah duduk di depan cermin. Dan Gita di belakang mengerikan rambut itu. Kemarin malam Jasson sedikit mabuk dan langsung tidur pulas di kasur tanpa mengganti pakaian. Dan terpaksa Gita membuka Jas tersebut. Dia masih belum berani membuka kemeja dia takut saja kalau Jasson tiba tiba bangun dan membunuhnya.


Itulah pikiran Gita.


Padahal hal seperti itu(menganti pakaian suami) sudah biasa bukan untuk suami istri?


" Bagaimana menurutmu acara tadi malam?" Keajaiban, Jasson menanyakan hal ini pada Gita dengan kondisi normal?


Gita mengerutkan keningnya.


" Sangat bagus Tuan."


" Dari cara pandangmu, sepertinya kau baru kali ini melihat pemandangan yang sangat luar biasa!"


Gita hanya tersenyum dan mengangguk.


" Bahagia sekali ya, bisa menikah dengan ku dan merasakan hidup bak tuan putri yang disegani."


Gita memberhentikan sebentar aktivitas nya. Aneh pembicaraan ini seperti memojok. Ada apa?


" Apa kemarin kau melihat kekasihmu? Kenapa kau sangat takut sekali melihatnya? Apa dia tidak tau kalau kekasihnya sudah menikah?"


Gita hanya bisa menelan salivanya. Dan terus berdoa sekiranya Jasson tidak tau kalau kemarin dia berbicara dengan Kevin.


"Kenapa diam, bukankah aku benar? Dia kekasihmu kan?"


" Tidak tuan, dia sahabat saya."


" Jangan berbohong. Aku sudah bilang padamu aku tidak suka dengan kebohongan."


" Aku, tidak berbohong tuan. Aku sudah menikah, mana mungkin aku memiliki kekasih diluar sana. Dan tidak ada orang yang sudah menikah memiliki kekasih." Ucap gita sambil menatap wajah jasson di cermin.


" Emangnya kau menggapku sebagai apa?"


" Su-suami." Ungkap Gita dan segera menunduk takut salah jawab.


Jasson berdiri dari duduknya dan mendekat pada Gita.


" Suami? Kau benar benar menggapku sebagai suami? Kau tidak bersandiwara? Disini tidak ada siapapun hanya ada aku dan kamu! Jadi jawablah jujur, kau menggapku sebagai apa?"


"Suami Tuan." Suara itu kini bergetar karena melihat Jasson sudah berdiri menatapnya.


" Jika kau menggap aku sebagai suami mu, Kenapa kau tidak melakukan kewajiban mu sebagai seorang isteri?"


Gita menatap Jasson seolah bertannya apa maksudnya.


Jasson membenarkan anak rambut gita, mengelus pipi itu dengan lembut. kini jantung gita memacu cepat.


Jasson membungkuk sedikit agar tinggi badannya sama dengan Gita.


" Apa yang sudah kau lakukan padaku, yang menandakan kau adalah isteri?"


"a aku menyiapkan semua keperluan tuan, dan selalu ada di dekat Tuan."


Jasson sedikit tertawa garing.


" Maksudmu seorang asisten? Jasson ngakak lagi dan membenarkan posisinya.


Tuan kau benar benar seperti kaleng rongsokan jika tertawa seperti itu!


" Apa itu yang dikatakan kewajiban seorang istri yang paling utama? Kau saja langsung ciut jika aku bentak. Memegang ku saja kau bergetar.. hhhh, bagaimana mungkin kau menggap ku sebagai suamimu! Kau itu lemah!"


Lemah! apa aku harus menunjukkan siapa diriku padamu?


Jasson saat ini ingin mengolok olok Gita lagi namun tangan Gita segera menarik Dasi Jasson kuat hingga kini Gita dan Jasson menatap Dekat.


Dengan cepat Gita mengecup Jasson singkat.


Demi kau aku merelakan frist kiss ku.


" Aku bisa! Hanya saja Sejak Awal Tuan yang sudah membuat perjanjian agar saya tidak menyentuh anda."


Gita mencoba Menepis mimik wajah Takut. padahal jika dilihat kaki Gita sudah bergetar.


Jasson diam terpaku pikirannya masih belum normal. Matanya melotot menatap Gita.


jujur saja Saat ini jantung Jasson juga berdegup cepat yang menerima Perlakuan Gita yang mendadak.


To be continued


🍁 Vote dan Beri hadiah ya Beste 🀩🍁


.


.

__ADS_1


.


Sampai jumpa πŸƒ


__ADS_2