
...🌟🌟🌟🌟...
"Sayang kamu bisa masak?" Tanya Gita di sela sela jasson mencuci piring itu.
"Bisa.."
"Benaran?"
"Ia, rebus air, dan telor ceplok." Ucapnya tertawa.
"Kamu yah, anak SD aja bisa kalau itu."
"Kamu kayak gak tau aku aja!" Ucap Jasson sambil menatap Gita sebentar.
"Aku gak percaya kamu bisa masak telur ceplok sama air minum."
"Gak percaya?"
"Enggak."
"Okeh, besok sarapan aku yang buatin."
"Okeh, tapi benaran ya!"
"Mmmh"
"Mantap.." Suami masakin, benaran gak sih bisa? batin Gita geleng geleng.
Akhirnya cuci mencuci akhirnya selsai juga.
Setelah piring itu di tata rapi ditempatnya jasson mencuci tangan lalu mengelapnya hingga kering.
"Sayang turunin aku!" Pinta Gita. Karena kursi itu lumayan tinggi, takutnya jatuh dan malah bahayain dede bayi.
Jasaon berjalan mendekat.
Gita langsung merebahkan tangan dan melompat ke arah Jasson.
Happ untung ketangkap.
"Sayang!! Kenapa ngelompat kalau jatuh gimana!! Kalau ada sesuatu sama baby kita?!"
"Kan ada papanya siap nolongin." Balas gita tersenyum manis.
Sambil melepaskan pelukannya dari leher jasson.
"Gak ada yang sakit kan? Kamu buat aku khawatir.." Jasaon memegang perut Gita dan beralih pada pipi Gita.
"Aku baik baik saja, baby nya juga." Gita kembali membuat rangkulan tangan di leher jasson.
"Sayang, kenapa kamu tampan sekali?" Ucap Gita yang melihat Jasson tiba tiba bersinar.
Apalagi tadi saat mencuci piring otot tangan Jasson sangat keren karena dia hanya menggunakan kaos putih polos dengan lengan pendek. Tubuh atletis nya juga sangat menggairahkan hasrat dari seorang Brigitta Yarzar.
"Kenapa? Kemana aja selama ini? Aku udah tampan sejak lahir. Kamu baru nyadar? Cih." denggus Jasson kesal.
Hum, Gita menatap Jasson dengan menyipitkan matanya.
"Kenapa gak terima?" Tatap Jasson seringai.
"Bukan, kamu itu sangat.. sangat tampan."
Jasson merasa aneh, tumben sekali Gita seperti ini.
"Sayang, gendong aku dong!" Pinta Gita masih merangkul leher suaminya itu.
Jasson yang memeluk pinggang Gita hanya menatap Gita intens.
"Mau kemana?"
"Ih, kamu. Saat waktu beginian pura pura gak peka. Kita kesini ngapain sih!" Kesal Gita.
__ADS_1
"Tumben kamu yang agresif." Ucap jasson. Sebenarnya dia senang saat Gita duluan yang menggoda nya.
Gita malah mencium bibir Jasson. Dia ingin memberikan kode, jika ia ingin.
Kenapa diam aja, kenapa gak dibalas sih!
Jasaon sengaja diam dan tidak membalas dia ingin tau seberapa agresif isteri dan seberapa besar perjuangannya untuk mendapatkan yang ia inginkan.
"Sayang, gendong aku. Aku mau ke atas. Ayolah..."
"Okeh baiklah akan aku turuti.." ucap Jasson santai dan langsung mengendong Gita ala bridal style.
Senyum Gita merekah lebar di perjalanan menuju kamar dia terus senyum senyum menatap wajah suaminya itu, ia juga sesekali mencuri ciuman di pipi itu. Jasson menahan tawa dan juga hasrat.
Merasa di abaikan akhirnya Gita hanya diam dan terus menikmati gendongan dan wajah suaminya itu.
Menaiki anak tangga dan membuka pintu.
"Mau kemana?"
Tanya Jasson.
"Kesanah kesana." Tunjuk Gita heboh ke arah kasur.
Jasson semakin tersenyum.
Meletakkan Gita disana dengan perlahan hingga pada posisi duduk.
"Kenapa gak di lepas ini udah loh Sayang." Jasson menatap Gita yang masih merangkul leher nya erat.
Gak peka atau gimana sih? Batin Gita
"Kalau aku gak mau Gimana?" Gita malah semakin mengeratkan pelukannya. Hingga Jasson ikut duduk di samping Gita.
"Aku mau ganti pakaian, lepaskan dulu ya. Kamu juga ganti pakaian, gak baik pakai pakaian beginian kalau tidur." Ucap jasson melepaskan pelukan Gita.
Gita merasa kesal.
Sabar sayang sabar batin Jasson cengingisan.
Jasson ingin sekali tertawa tapi di tahan dan malah pergi untuk menganti pakaiannya.
"Iihh, malah pergi benaran. Suami gak peka!! Aaah, kenapa sih. Aku yang jadi gini." Gita merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Aneh, kenapa aku yang jadi agresif." Gita megaruk kepalanya.
"Baby kamu ya, yang godain mama." Tuduh gita meraba perut nya.
Gita kalau pengen bilang aja kenapa kasih kode yang gak jelas.
Tak lama Jasson keluar dengan piyama tidur nya.
"Sayang, udah. Sana ganti pakaian kamu!" Jasson duduk di sebelah Gita. Gita menyodorkan tangannya.
"Bantu." Manjanya.
Jasson hanya geleng geleng tapi mau juga. Dia membantu Gita duduk dengan kelembutan.
Akhirnya Gita masuk ke ruang ganti.
Membuka lemari itu.
"Oh, amazing.." Gita bukannya bergedik malah tersenyum lebar.
"Kau membantu ku." Ucap gita menatap luar biasa pada pakaian tidur yang tergelantung disana. Tentu nya dia memilih pakaian yang paling ... Dan trans...
Gita tertawa sendiri. Setelah mengenakan pakaian itu dan menatap pantulan dirinya di cermin.
"Kamu benar benar sudah tidak waras Brigitta. Apa kau ingin meng....goda suamimu." Tapi bukan kah itu yang ku inginkan? tidak masalah kan lagian udah terlanjur kesini. kan mau honeymoon.. Gita terkekeh.
Dia memutar tubuhnya menatapi betapa se
__ADS_1
..ksi nya tubuh di pantulan cermin. walau udah sedikit buncit tapi malahan itu membuat tubuhnya semakin indah apalagi setelah ia hamil bokongnya tampak lebar dan dadanya juga.
Wah wah
"Aku sudah seperti_. Oh no, tidak. Ini kan tidak salah. Bukannya sudah halal juga jika berpakaian begini di depan suami. Jadi kamu gak berdosa dong. Okeh baby kita akan tunjukkan apakah papa mu masih mau mengabaikan mamamu yang sungguh aduhai ini?" Ucap Gita mengg oda diri sendiri di depan cermin.
Dia membuka pintu itu perlahan, ah sial. Lihatlah Jasson sudah berbaring dan kini membelakangi arah pintu ini.
"Astaga kenapa tidak bisa menunggu sih. Dia sudah tidur?" Gita membuka pintu itu lebar dan menutup nya. Berjalan mendekat arah kasur. Naik ke atas. Dan menyodongkan kepalanya untuk melihat Jasaon. Yang berbaring menyamping itu.
"Sudah tidur? Cepat sekali." Gerutu Gita yang melihat Jasson sudah memejamkan mata.
Gita membenarkan posisi nya dan duduk di belakang Jasaon yang memunggunginya.
Dia tersenyum punya ide. Membaringkan tubuhnya dan me meluk tubuh kekar suaminya itu.
"Sayang, kau sudah tidur?" Tidak ada jawaban. Gita semakin mendekatkan badannya.
"Sayang, I want..." ucapnya memelas
Aah biarlah.
"Sayangg...." Gita mengo yang goyan gkan tubuh jasson agar terbangun.
Sebenarnya Jasson belum tidur tadi dia hanya membaringkan tubuhnya saja eh malah dengar gita naik ke kasur segera deh dia pura pura meram.
Dia ingin lihat aksi seorang Brigitta.
"Dia benaran tidur?" Gita tersenyum apalah yang ada di otaknya.
Dia men yibak sedikit kaus jasson perlahan.
"Maaf ya." Bisiknya pelan. Tersenyum jahat.
"Kamu sungguh keren. Badanmu luar biasa." Ucapnya pelan.
"Tidur lah tidur, aku hanya ingin mem egang ini. Sebentar saja." Ucapnya lagi terseyum.
Karena sedikit susah akhirnya Gita kembali duduk. Dia meraba raba dada Jasson yang spec itu. Belahan roti sudah terasa di tangannya.
Gita tertawa kecil takut Jasaon bangun pikirnya.
Dia yang tak mampu melihat bagaimana bentuknya hanya bisa mer aba saja. Karena jasaon miring. Coba saja kalau terlentang dia akan bisa lebih buas mengamati roti sobek itu.
Gita semakin menaikkan tangannya hingga dada bidang dia mengelus elus.
Sungguh jasson sudah tahan sedari tadi melewati cobaan ini. Bahkan miliknya dibawah sudah tegang karena ulah Gita.
Karena sudah lelah menikmati itu, akhirnya Gita berniat ingin menyudahi gerakan tangganya, dia mengeluarkan tanggannya dari roti sobek itu perlahan menutup kaus itu dengan pelan. Namun belum lagi dia melepaskan tangganya tangan Jasson lebih dulu mencekal tangganya.
"Kamu ngapain Sayang!" Mampus kepergok.
"Ah? Em, a- aku?" Gita gugup plush syok astaga!! Tertangkap basah!
Jasaon berbalik badan dan melentang.
To be continued 🌷
Benaran deh buat part ini kemarin kemarin
tapi di tolak karena mengandung 21+ jadi susah guys...
ini mau di coba up bisa apa gak kalo gak bisa akan diganti
ini udah di potong loh🤫🤣
jadi kalau kata katanya agak di pisah atau di salah salahin itu sengaja ya
Sampai jumpa ke part berikutnya..
sebelumnya author ingatkan untuk vote dan like. Tinggalkan komentar juga ya Beste ku❤️
__ADS_1
Bye bye👋